Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Merokok pada Remaja di SMKN 1 Ulu Moroo Kabupaten Nias Barat Gulo, Maria Dilia; Widani, Ni Luh
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 4 No 3 (2025): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v4i3.176

Abstract

Cigarettes contain harmful substances such as nicotine, tar and carbon monoxide which are harmful to the body which can cause cancer, chronic obstructive pulmonary disease, coronary heart disease, tuberculosis, stroke, the younger the age of smoking the more at risk of affecting health. The purpose of the study was to determine the factors associated with smoking behaviour in adolescents at SMK UMO. Quantitative research method, descriptive correlation. Sampling with total sampling, as many as 100 students. Data collection in May 2024, using a questionnaire that has been tested for validity and reliability. The results of univariate analysis showed that the majority of respondents had sufficient knowledge 54.0%, positive attitude category 62.0%, influenced by peers 62.0%, influenced by family 66.0%, and influenced by advertising 57.0%. The results of bivariate analysis of kendall's Tahu B obtained there is a significant relationship between influenced peers with smoking behaviour with a p-value of 0.002 (p <0.05). There is no significant relationship between attitude p-value 0.205, family influence p-value 0.150, advertising influence p-value 0.228, knowledge p-value 0.893; (p>0.05), Conclusion, there is a relationship between peer influence and adolescent smoking behaviour at SMK UMO. Recommendation : To the school can make preventive efforts by providing education to students about the dangers of smoking, and adolescents are expected to have a strong commitment not to smoke and avoid promiscuity from the surrounding environment. Keywords: smoking behaviour, adolescents
Pengaruh Latihan Pernapasan terhadap Pasien Coronary Artery Bypass Graft (CABG): Literature Review : The Effect of Breathing Exercises on Coronary Artery Bypass Graft (CABG) Patients: Literature Review Octaria, Martha; Widani, Ni Luh
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i5.5120

Abstract

Latar Belakang:Tindakan CABG mempengaruhi psikologis dan fisiologis tubuh pasien serta dapat menyebabkan berbagai komplikasi pasca operasi. Salah satu manajemen keperawatan pasca operasi jantung yaitu melakukan program latihan rehabilitasi jantung. Intervensi yang di lakukan pada rehabilitasi jantung fase I salah satunya adalah latihan pernapasan. Tujuan: Tujuan kajian literatur ini, diharapkan kita dapat mengidentifikasi pengaruh latihan pernapasan terhadap pasien CABG. Metode: Kajian Literatur ini menggunakan basis data: Database yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seperti Google Schoolar, MEDLINE, Proquest, Science Direct dan Academic Journal. Artikel dipilih berdasarkan abstrak serta teks lengkap yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekskusi. Artikel disusun menggunakan panduan Preferred Reporting Items for Systematic review and Meta Analysis (PRISMA) dan Population, Intervention, Comparators, Outcomes, Time (PICOT). Artikel dikritisi menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Checklist for Randomized Controlled Trials. Hasil: Hasil telaah dari keseluruhan artikel yang telah dikaji terdapat pengaruh latihan pernapasan terhadap pasien CABG yaitu dari aspek psikologis yaitu dapat menurunkan kecemasan dan depresi dan aspek fisiologis yaitu dapat menstabilkan heart rate, nenurunkan nyeri dan penanda inflamasi. Kesimpulan: Berbagai jenis latihan pernapasan yang dapat digunakan dalam fase I rehabilitasi pasien jantung yaitu Latihan relaksasi pernapasan dalam lambat (Slow Deep Breathing Relaxation Exercise/ SDBRE), Latihan pernapasan yoga dan teknik pernafasan dengan terapi biofeedback Heart Rate Variability (HRV) guna menunjang proses kesembuhan pasien dengan CABG.
Implementasi Pelayanan Kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan Ratnauli Sianturi, Sondang; Prabawati, Dewi; Widani, Ni Luh; Lisum, Kristina; Suprapti, Fitriana; Bobby, Fransiskus; Rirendri, Ittai Hosan; Elifati Gulo, Klandinus; Waruwu, Oktavianus; Prapenta Hia, Panca Sinar
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2612

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu hak dasar yang harus dipenuhi oleh Negara bagi seluruh warganya tanpa terkecuali bagi warga binaan yang ada di Lembaga pemasyarakatan. Warga Binaan Lapas menjadi tanggung jawab Lapas yang harus mendapat pelayanan kesehatan dan perawatan yang baik selama menjalani masa penahanannya. Upaya pemeliharaan kesehatan pada warga binaan lapas ini tidak dapat berjalan dengan optimal dan dirasa sangat sulit untuk dipenuhi karena kondisi lapas di Indonesia yang overcrowded atau overcapacity. Selain itu pencapaian kesehatan ini sulit dilakukan karena pemahaman yang kurang dari petugas, lingkungan yang tidak memadai dan sarana prasarana yang tidak mendukung. Hal ini dapat berdampak pada kondisi kesehatan warga binaan lapas. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat di Lembaga pemasyarakatan ini yaitu mendeteksi dini masalah kesehatan yang diukur melalui tanda-tanda vital dan pengukuran antropometri.
PELATIHAN KETRAMPILAN DASAR BAGI KADER PALIATIF KANKER DI DKI JAKARTA Widani, Ni Luh
Jurnal Abdimas Musi Charitas Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Abdimas Musi Charitas
Publisher : Universitas katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.15 KB)

Abstract

Cancer is a non-contagious chronic disease that affects physical, psychological, social and spiritual conditions, and in terminal conditions it requires assistance in fulfilling hygiene. Community empowerment by the Yayasan Kanker Indonesia in the DKI Jakarta Region through the formation of a cancer palliative health cadre. Dedication activities for 85 Jakarta palliative health cadres and divided into two periods: the first period is on 5 until 8 November 2019 with 43 people and the second period on 12 until 15 November 2019 and followed by 42 people, at 08.00 a.m. – 17.00 p.m. The activity aims to provide basic knowledge and skills in caring for cancer patients to be able to provide care, referral and reporting of cancer patients in their area. The method used lectures, simulations and demonstrations is divided into six groups each period. As a result all participants took part in the full activities with satisfying results with Good scores for all the skills tested. In conclusion, training for cancer palliative cadres needs to be provided with a small group so that participants can practice all the skills and can be evaluated directly by the facilitator.
Pengaruh Psikoedukasi terhadap Resiliensi dan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik: Kajian Literatur Supriyadi, Edison; Widani, Ni Luh
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 3 (2024): Juni 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i3.2479

Abstract

Gagal ginjal kronik merupakan salah satu masalah kesehatan penting di dunia. Penyakit ini menjadi sumber penderitaan dan kematian pada abad ke-21. Penyakit ini merupakan penyakit kronik yang memiliki berbagai komplikasi. Tatalaksana tahap akhir yang dilakukan adalah terapi hemodialisis. Terapi ini dilakukan seumur hidup pasien. Masalah yang dapat timbul jikalau tidak ditangani dengan baik adalah penurunan resiliensi dan kualitas hidup pasien. Psikoedukasi sebagai salah satu intervensi non farmakologis, dapat dilakukan untuk meningkatkan resliensi dan kualitas hidup pasien. Desain penelitian ini menggunakan metode literature review melalui databes jurnal seperti PubMed dan Google scholar. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian literatur yaitu “psychoeducation and resilience”, “psychoeducation and chonic kidney disease”, “psychoeducation and quality of life”, “resilience and chronic kidney disease”, “quality of life and chronic kidney disease”. Adapaun kriteria inklusi yang ditetapkan yaitu batas maksimal publikasi artikel penelitian dalam kurun 10 tahun terakhir. Peneliti membuat rangkuman hasil penelitian untuk dilakukan interpretasi dan analisis. Psikoedukasi dapat meningkatkan resiliensi dan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik. Hal ini karena psikoedukasi dapat mengembangkan dan meningkatkan penerimaan pasien terhadap penyakit yang dideritanya, meningkatkan partisipasi pasien dalam terapi, dan meningkatakan kesiapan pasien dalam menghadapi masalah sehubungan dengan penyakitnya.
The Effect of Pranayama Yoga and Education on Anxiety and Fatigue in Hemodialysis Patients at X Hospital in West Java Sriulina, Liana; Widani, Ni Luh; Priyo Hastono, Sutanto
Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Vol. 2 No. 3 (2024): Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/enrichment.v2i3.99

Abstract

Chronic renal failure patients on hemodialysis have physical and psychological changes that cause worry and fatigue. The study examines how pranayama yoga and education affect anxiety and exhaustion at X Hospital in West Java hemodialysis patients. A single group pre-post-test was used in the quasi-experimental investigation. From June 12 to July 12, 2023, 35 hemodialysis patients participated. These patients had nine yoga pranayama and education sessions. The study found that 85.7% of participants experienced low-level anxiety before and 100% after the intervention. The t-dependent test showed a significant difference in anxiety (p 0.001) and exhaustion (p=0.001) before and after the session. Even after controlling for age, gender, and hemodialysis time, pranayama yoga and education therapies significantly reduced anxiety in multivariate linear regression. The P-value for this influence is 0.009. Age (p-value=0.989), gender (p-value=0.212), and protracted haemodialytic treatments (p-value=0.525) do not affect nervousness—the effects of the intervention on anxiety and fatigue. Even after controlling for age, gender, and hemodialysis duration, pranayama yoga and education did not affect anxiety and fatigue. Additional research on sleep quality and hemoglobin levels is recommended.
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Perawat Tentang Perawatan Paliatif Pada Anak di Rumah Sakit Anak dan Bunda Jakarta: Relationship between Knowledge and Nurses' Attitudes about Palliative Care for Children at Maternal anf Child Hospital, Jakarta Utami, Tuti Asrianti; Maria Mei Krisna Gulo; Widani, Ni Luh
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 4 No. 2 (2025): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v4i2.170

Abstract

Latar Belakang: Perawatan paliatif merupakan pelayanan yang diberikan kepada  pasien yang menderita penyakit kronis dengan kondisi yang membatasi hidup dan mengancam jiwa. Pelayanan ini dilakukan oleh tim interdisiplin ketika penyakit pasien tidak lagi merespon terhadap pengobatan atau pasien memerlukan intervensi untuk memperpanjang masa hidup. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap perawat tentang perawatan paliatif. Metode: Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Anak dan Bunda, mulai pada bulan Juni-Desember 2024. Metode penelitian dengan kuantitatif korelasi. Analisis menggunakan uji statistik Kendall's Tau C dengan jumlah sampel 76 responden. Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan cukup sebesar 48 responden (63,2%) dan memiliki sikap positif sebesar 44 responden (57,9%). Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan dengan sikap perawat tentang perawatan paliatif dengan nilai p = 0.016 (α = 0.05). Hasil temuan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman dan penerapan praktik perawatan paliatif oleh perawat, khususnya dalam menghadapi kasus anak dengan penyakit terminal.
Pengalaman Perawat Dalam Memberikan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Covid-19 di DKI Jakarta Tallulembang, Abdi; Widani, Ni Luh; Bandur, Agustinus
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.294 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i1.1392

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit yang menular sehingga diperlukan perawat khusus untuk memberikan asuhan keperawatan. Tujuan: mengeksplorasi pengalaman perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien COVID-19. Metode: kualitatif fenomenologi dengan pemilihan sampel secara purposive sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 10 partisipan. Hasil penelitian: Pengalaman pengkajian ditemukan partisipan mengalami perasaan cemas, takut, was-was dan bertanya-tanya, melakukan pengkajian dengan menjaga jarak dan menggunakan APD lengkap, melakukan pengkajian dengan terfokus dan riwayat secara detail. Pengalaman peneggakkan diagnosis yaitu dengan cara terfokus pada data pengkajian dan sesuai prioritas, ditemukan adanya diagnosis prioritas pada COVID-19 yaitu bersihan jalan nafas, hipertermi dan kecemasan. Pengalaman melakukan intervensi yaitu adanya intervensi yang berbeda dari non-covid-19 yaitu pendekatan psikologis. Pada pengalaman melakukan implementasi ditemukan pasien kurang kooperatif. Pada pengalaman melakukan evaluasi: ditemukan pengalaman partisipan melakukan evaluasi yaitu dengan cara evaluasi secara langsung dan mengacu pada asuhan yang sudah diberikan, adanya indikator dalam malakukan evaluasi yaitu pemeriksaan swab, target yang diberikan tercapai, dan hemodinamik stabil. Hambatan pengkajian yaitu hambatan pemeriksaan fisik dan komunikasi kurang efektif, hambatan penegakan diagnosa yaitu data tidak valid dan adanya data yang kurang, hambatan intervensi partisipan yaitu hambatan berkolaborasi dengan keluarga. Hambatan melakukan implementasi yaitu penggunaan APD, peralatan atau fasilitas masih kurang, Hambatan melakukan evaluasi yaitu proses keperawatan kurang maksimal, swab pasien masih positif. Adaptasi partisipan dalam pengkajian yaitu berkoordinasi dan critical thingking, Adaptasi partisipan saat intervensi yaitu diskusi dengan team dan kerjasama dengan keluarga, Adaptasi partisipan mengatasi hambatan implementasi yaitu saling mensupport dan saling berkoordinasi. Adaptasi partisipan dalam melakukan evaluasi yaitu dengan re-evaluasi dan berkolaborasi dengan team. Kesimpulan: Penelitian ini memberikan gambaran pengalaman, hambatan yang dialami, cara beradaptasi partisipan dalam melakukan asuhan keperawatan pasien COVID-19. Saran: peneliti menyarankan penelitian selanjutnya dengan pengembangan penelitian kuantitatif atau mixed method, terkait dengan asuhan keperawatan COVID-19 dalam jumlah partisipan yang lebih banyak.
Efektifitas Terapi Nebulizer dan Latihan Batuk Efektif terhadap Peningkatan Kemampuan Batuk dan Frekuensi Nafas pada Pasien dengan Masalah Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif di Unit IGD RSUD X Jakarta Hia, Panca Sinar Prapenta; Widani, Ni Luh
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.15414

Abstract

Pasien dengan Chronic Obstructive Pulmonary Disease atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) sering mengalami bersihan jalan napas tidak efektif akibat peningkatan produksi sekret, inflamasi saluran napas, serta menurunnya kemampuan batuk, yang pada kondisi akut dapat memperburuk status respirasi, terutama di unit gawat darurat. Intervensi yang mampu mengoptimalkan patensi jalan napas menjadi bagian penting dalam asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi terapi nebulizer dan latihan batuk efektif dalam meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien PPOK di instalasi gawat darurat. Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien laki-laki dengan diagnosis PPOK dan masalah keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif di salah satu rumah sakit umum daerah di Jakarta. Intervensi diberikan secara bertahap melalui terapi nebulizer yang diikuti latihan batuk efektif, dengan evaluasi klinis dilakukan sebelum dan sesudah tindakan selama periode observasi. Parameter evaluasi meliputi frekuensi napas, denyut nadi, saturasi oksigen, kemampuan batuk, karakteristik sputum, dan suara napas. Hasil menunjukkan adanya perbaikan status respirasi pada kedua pasien, yang ditandai dengan penurunan frekuensi napas dan denyut nadi, peningkatan saturasi oksigen, meningkatnya efektivitas batuk, kemudahan pengeluaran sputum, serta berkurangnya suara napas tambahan. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi terapi nebulizer dan latihan batuk efektif berpotensi menjadi intervensi keperawatan yang efektif dalam meningkatkan bersihan jalan napas dan stabilitas respirasi pasien PPOK pada setting kegawatdaruratan.
Efektivitas Penerapan Latihan Relaksasi Napas Dalam pada Pasien dengan Gangguan Pola Napas di IGD RSUD Gulo, Estifania Anggrening; Widani, Ni Luh
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.15415

Abstract

Gangguan pola napas merupakan salah satu masalah klinis yang paling sering dijumpai di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan dan dapat menurunkan status fisiologis maupun kualitas hidup pasien secara signifikan. Apabila tidak ditangani secara tepat, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi komplikasi serius, seperti hipoksemia, kelelahan pernapasan, hingga disfungsi organ. Oleh karena itu, diperlukan intervensi keperawatan yang efektif, aman, dan mudah diterapkan, salah satunya melalui teknik relaksasi napas dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan teknik relaksasi napas dalam pada pasien dengan gangguan pola napas di instalasi gawat darurat rumah sakit umum daerah. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien dengan karakteristik klinis yang berbeda. Evaluasi dilakukan melalui observasi sebelum dan sesudah intervensi dengan parameter frekuensi pernapasan, saturasi oksigen, serta respons subjektif terhadap sesak napas. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan status respirasi pada kedua pasien, yang ditandai dengan penurunan frekuensi napas, peningkatan saturasi oksigen, serta berkurangnya keluhan sesak napas setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik relaksasi napas dalam memberikan respons fisiologis yang positif dalam meningkatkan efektivitas ventilasi dan stabilitas respirasi pasien. Dengan demikian, intervensi ini berpotensi menjadi praktik keperawatan berbasis bukti yang dapat diimplementasikan secara rutin pada setting kegawatdaruratan.