Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI TERHADAP HARGA KAKAO FERMENTASI DAN NON FERMENTASI DI DESA BATU AMPA KECAMATAN PAPALANG KABUPATEN MAMUJU Ahmad; Muh. Sabir Laba; Asrandi
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 1 No 2 (2021): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.464 KB) | DOI: 10.59903/ebussiness.v1i2.15

Abstract

Kakao adalah komoditas pertanian andalan untuk ekspor Indonesia. Pada tahun 2011, ekspor kakao mencapai USS 1,6 milyar dan tahun 2012 diperkirakan mencapai USS 2 milyar (Askindo, 2012). Nilai ekspor yang cukup besar tersebut mencerminkan wujud nyata luasnya pengembangan kakao di Indonesia. Di Desa Batu Ampa Kecamatan Papalang merupakan daerah strategis untuk pengembangan tanaman kakao karena sebagian penduduknya bermata pencaharian sebagai petani kakao. Usaha tanamana kakao tidak hanya sebagai usaha, tetapi juga memberikan peranan cukup potensial dalam meningkatkan pendapatan bagi petani kakao. Kakao merupakan usaha yang umum atau banyak dijumpai di Desa Batu Ampa yang sudah dikelola secara optimal oleh masyarakatnya.Tujuan penelitian untuk Perbandingan Pendapatan Petani Terhadap Harga Kakao Fermentasi dan Non Fermentasi di Desa Batu Ampa Kecamatan Papalang Kabupaten Mamuju. Metode penelitilitian adalah abservasi dan membagikan kosioner ke informan kunci analisi data yang di gunakan analisis pendapatan dan kelayakan. Hasi penelitian ini adalah Pada petani kakao fermentasi memperoleh harga jual 32.000/Kg dan kakao non fermentasi memperoleh harga jual 30.000/Kg. Pada petani kakao fermentasi mendapatkan jumlah penerimaan yang lebih tinggi dibandingkan penerimaan petani kakao non fermentasi. Dengan jumlah penerimaan rata-rata kakao fermentasi sebesar Rp.19.200.000 ,- dan penerimaan kakao non fermentasi rata- rata sebesar Rp. 18.000.000.
PERGESERAN EKSISTENSI BURUH PANEN (Studi Kasus Di Kelurahan Teppo, Kecamatan Patampanua Kabupaten Pinrang) Jumriani Dambe; Muh Sabir Laba; Rahmi Tria
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 1 No 2 (2021): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.005 KB) | DOI: 10.59903/ebussiness.v1i2.16

Abstract

Adanya introduksi mesin panen Combine Harvester menggeser keberadaan buruh panen, memperkecil peluang kerja dan distribusi pendapatan yang tidak merata. Tujuan Penelitian ini untuk Mendeskripsikan pengaruh penggunaan mesin Combine Harvester terhadap eksistensi buruh panen. Metode penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Snowball Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan perkembangan teknologi panen dan mendeskripsikan pengaruh penggunaan mesin Combine Harvester terhadap eksistensi buruh panen. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa Pengaruh penggunaan mesin panen Combine harvester di Kelurahan Teppo memberikan pengaruh terhadap eksistensi buruh panen dapat dilihat dari pola pergeseran pekerjaan yang terjadi setelah adanya Combine Harvester dari bekerja sebagai buruh panen beralih ke pekerjaan lain dan memasuki peluang-peluang kerja di luar sektor pertanian. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa dengan adanya mesin panen Combine Harvester mengakibatkan terjadinya pengurangan penggunaan tenaga kerja dari 80%-90%.
PERANAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) TERHADAP MANAJEMEN USAHA PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN DI KELURAHAN MOSSO KECAMATAN SENDANA KABUPATEN MAJENE Hamsiah; Muh Sabir Laba; Jumriani Dambe
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 2 No 1 (2022): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.754 KB) | DOI: 10.59903/ebussiness.v2i1.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui peranan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) terhadap manajemen pengolahan hasil perikanan Di Kelurahan Mosso Kecamatan Sendana Kabupaten Majene.. Penelitian ini dilaksanakan di kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Propinsi Sulawesi Barat. Penelitian dilakukan pada Bulan Juni 2018 hingga Agustus 2018 dengan memenuhi persyaratan dan prosedur yang telah ditentukan. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder yang diperoleh menggunakan metode wawancara, kuisioner, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Jenis data yaitu data kuantitatif yang berupa angka. Populasi dalam penelitian ini adalah para pelaku usaha yang bergerak dalam bidang pengolahan dan pemasaran hasil perikanan yang berada di Kecamatan Sendana. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 20 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana (Sample random sampling). Jadi sampel yang akan diambil pada penelitian ini sebanyak 5 orang dari para pelaku usaha pengolahan hasil perikanan di Kelurahan Mosso Kecamatan Sendana Kabupaten Majene Analisis data dalam penelitian menggunakan analisis SWOT. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikassi faktor-faktor internal dan eksternal (peluang dan ancaman) dan internal (kekuatan dan kelemahan). Rangkuti (2000).Analisis ini dilakukan untuk melihat kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman. Proses yang harus dilakukan dalam analisis SWOT agar keputusan yang diperoleh lebih tepat maka perlu melalui tahapan pengumpulan data, analisis, pengambilan keputusan ; Matriks IFAS & Matriks EFAS. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah mengurangi pengangguran serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat terutama dalam bidang pengolahan atau sektor perikanan, memberdayakan masyarakat setempat terutama kaum perempuan, membantu meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI USAHATANI CABAI MERAH DI DESA BERU-BERU KECAMATAN KALUKKU KABUPATEN MAMUJU Samsuddin; Muh. Sabir Laba
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 2 No 1 (2022): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.721 KB) | DOI: 10.59903/ebussiness.v2i1.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi produksi usahatani cabai merah di Desa Beru-Beru Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju. Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju Provisi Sulawesi Barat. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukakan 4 bulan, yaitu dari bulan Februari sampai Mei 2021. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder yang diperoleh menggunakan metode wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Jenis data terbagi menjadi dua, yaitu data kualitatif yang berbentuk kalimat, uraian, atau penjelasan dan data kuantitatif yang berbentuk angka-angka numerik. Populasi dalam penelitian ini adalah petani cabai merah di desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku sebanyak 25 orang. Sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 25 orang. Metode analisi data yang digunakan yaitu fungsi produksi model cob- douglas dengan formula Q = boX1b1X2b2X3b3 (1). Teknik perhitungan dianalisis dengan menggunakan program SPSS versi 17. Alat uji yang digunakan untuk menguji apakah variable bebas (X) secara serempak berpengaruh terhadap variable tidak bebas (Y) adalah dengan menggunakan uji F dan uji T. Setelah dilakukan pengujiann dan diperoleh hasil maka disimpulkan bahwa Penggunaan faktor produksi pada usahatani cabai merah masih didasarkan pada minat dan pengalaman para petani cabai merah di Desa Beru-Beru Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju penggunaan luas lahan yang ditanami cabai merah masih kisaran 0,10-0,25 dikarenakan banyaknya alih fungsi lahan ke perumahan penduduk.Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda pada penelitian ini maka dihasilkan secara serempak faktor produksi luas lahan, pupuk, dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi cabai merah di Desa Beru-Beru Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju.
ANALISIS ORIENTASI PASAR, ORIENTASI PEMBELAJARAN DAN KEUNGGULAN BERSAING PADA USAHA KECIL DI MAKASSAR Resky Faradibah Suhab; Muh Sabir Laba
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 2 No 1 (2022): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.947 KB) | DOI: 10.59903/ebussiness.v2i1.32

Abstract

Usaha kecil merupakan usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri umumnya ia dimiliki oleh perseorangan dimana perkembangannya dalam pasar belum sepenuhnya mampu bersaing sehingga perlunya penerapan yang sesuai. Orientasi pasar adalah serangkaian aktivitas, proses dan perilaku yang digerakkan dari implementasi konsep pemasaran yang terdiri atas tiga komponen yaitu orientasi pasar, orientasi pelanggan dan koordinasi interfungsional. Orientasi pembelajaran suatu mekanisme yang mempengaruhi kemampuan karyawan terdiri atas tiga tujuan yaitu komitmen pada pembelajaran, keterbukaan pikiran dan visi perusahaan. Keunggulan bersaing adalah keunggulan diatas pesaing yang diperoleh dengan menawarkan nilai lebih kepada konsumen ini berfokus pada dua strategi yaitu strategi biaya rendah dan strategi pembeda. Tujuan penelitian untuk mengetahui hasil orientasi pasar, orientasi pembelajaran, serta keunggulan bersaing pada usaha kecil di Makassar, metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengambilan data. Berdasarkan pengolahan data diperoleh hasil yaitu rata-rata setuju pada penerapan orientasi pasar, setuju pada penerapan orientasi pembelajaran dan setuju pada keunggulan bersaing yang diterapkan. Ketiga variabel mampu memberikan efek yang baik pada pelaksanaan usaha kecil di Makassar pada pasar
ANALISIS KELAYAKAN USAHA TANI JAGUNG HIBRIDA (Zea mays L) DI DESA BODA-BODA KECAMATAN PAPALANG KABUPATEN MAMUJU Ahmad Yahya; Muh Sabir Laba; Muhammad Alwi
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 2 No 2 (2022): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.922 KB) | DOI: 10.59903/ebussiness.v2i2.35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan kalayakan usahatani jagung hibrida (Zea mays L) di Desa Desa Boda-boda, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju. Penelitian dilakukan di Desa Boda-boda, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan dimulai dari bulan Desember 2021 hingga Februari 2022. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Data yang diperoleh pada penelitian ini berupa data primer dan sekunder yang diperoleh melalui metode pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Populasi pada penelitian ini merupakan keseluruhan objek atau subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu berkaitan dengan masalah penelitian. Dalam hal ini, populasi yang menjadi objek adalah masyarakat petani jagung di Desa Boda-boda Kecamatan Papalang Kabupaten Mamuju berjumlah 105 orang. Sampel pada penelitian ini merupakan semua petani jagung hibrida yang ditemui di lokasi penelitian. Metode dalam pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode sampel acak sederhana (simple random sampling). Teknik Analisa Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisa pendapatan, analisa kelayakan (R/C Rasio), penerimaan usaha (B/C Rasio). Pendapatan petani responden uasahatani jagung Hibrida di Desa Boda-boda, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju yaitu, sebesar Rp 147.913.815/musim tanam atau rata-rata sebesar Rp 7.043.515 Dan nilai R/C ratio yang diperoleh yaitu 2,3 sedangkan nilai B/C ratio yang diperoleh yaitu sebesar 1,3.
PENGARUH KEPEMIMPINAN, INSENTIF, DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI DINAS KETAHANAN PANGAN PROVINSI SULAWESI BARAT Syaharuddin; Ahmad; Muh. Sabir Laba
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 2 No 2 (2022): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.934 KB) | DOI: 10.59903/ebussiness.v2i2.42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat (2) untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh insentif terhadap kinerja pegawai Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat (3) untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat (4) untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh kepemimpinan, insentif, lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat.Penelitian ini dilaksanakan pada Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat. Sampel menggunakan metode total sampling, yaitu semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Semua sampel berjumlah 103 responden pada Dinas92Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah Wawancara langsung kepada pihak – pihak yang terlibat dengan masalah yang sedang dibahas serta memberikan kuesioner kepada pegawai yang sesuai dengan penelitian yang dilakukan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisa regresi linear berganda.Hasil analisis menunjukan bahwa (1) kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat (2) insentif berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat (3) lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat (4) kepemimpinan, insentif, lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Barat
Analisis Pendapatan Kelapa Sawit Terhadap Peningkatan Ekonomi di Desa Budong-Budong Kecamatan Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah Muh. Sabir Laba; Muhammad Azizi; Zulkifli Sjamsir
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 3 No 1 (2023): Jurnal e-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v3i1.57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan yang dihasilkan dari budidaya kelapa sawit dan dampaknya terhadap peningkatan ekonomi di Desa Budong-Budong, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah. Studi ini mengadopsi pendekatan kuantitatif dan menggunakan data yang dikumpulkan melalui survei dan wawancara dengan petani kelapa sawit di daerah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan kontribusi yang signifikan dari pendapatan kelapa sawit terhadap pembangunan ekonomi Desa Budong-Budong. Analisis data pendapatan mengungkapkan adanya hubungan positif antara budidaya kelapa sawit dengan peningkatan pendapatan rumah tangga, peluang kerja, dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di desa tersebut. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji berbagai faktor yang memengaruhi pendapatan dari kelapa sawit, seperti kepemilikan lahan, praktik pengelolaan pertanian, akses pasar, dan dukungan pemerintah. Penelitian ini mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh petani kelapa sawit, termasuk fluktuasi harga pasar, keterbatasan akses ke fasilitas kredit, dan keberlanjutan lingkungan. Berdasarkan temuan penelitian, disarankan beberapa langkah untuk meningkatkan manfaat ekonomi dari budidaya kelapa sawit di Desa Budong-Budong. Rekomendasi tersebut mencakup peningkatan akses informasi pasar, penguatan koperasi petani, penyediaan pelatihan dan dukungan untuk praktik pertanian berkelanjutan, serta promosi kebijakan yang menjamin harga yang adil dan pelestarian lingkungan. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan peran penting pendapatan kelapa sawit dalam mendorong pembangunan ekonomi di Desa Budong-Budong. Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan dan mengatasi tantangan yang dihadapi oleh petani kelapa sawit, para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan dapat bekerja sama untuk menciptakan lingkungan ekonomi yang berkelanjutan dan sejahtera bagi masyarakat.
Analisis Kelayakan Usaha Tani Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq) di Desa Motu Kecamatan Baras Kabupaten Pasangkayu Ahmad Yahya; Muh. Sabir Laba
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 3 No 1 (2023): Jurnal e-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v3i1.65

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha tani kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Desa Motu, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi terkait aspek-aspek penting dalam menjalankan usaha tani kelapa sawit. Penilaian kelayakan usaha dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti potensi pasar, keberlanjutan lingkungan, aspek sosial dan ekonomi, serta peraturan dan kebijakan yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan meliputi survei lapangan, wawancara, dan analisis data sekunder. Data yang terkumpul akan dianalisis menggunakan pendekatan yang sistematis dan metode evaluasi kelayakan usaha. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang potensi dan kendala dalam menjalankan usaha tani kelapa sawit di Desa Motu. Dengan mengevaluasi kelayakan usaha tani kelapa sawit, penelitian ini dapat memberikan informasi penting kepada para pemangku kepentingan, seperti petani kelapa sawit, pemerintah daerah, dan lembaga terkait. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat dalam mengembangkan usaha tani kelapa sawit di Desa Motu dan daerah sekitarnya.
INOVASI ALAT TANGKAP IKAN MASYARAKAT PESISIR DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN NELAYAN DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR SULAWESI BARAT Rahmi Tria; Indah Ramayani; Muhammad Sabir Laba
Jurnal Perikanan Unram Vol 12 No 4 (2022): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v12i4.392

Abstract

Wilayah pesisir merupakan sebuah kawasan dinamis yang sangat strategis untuk mengembangkan berbagai sektor usaha khususnya sektor dalam bidang perikanan. Hasrat untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan sebenarnya terus diusahakan. di Kabupaten Polewali Mandar sulawesi Barat, Peningkatan kesejahteraan nelayan dapat terjadi apabila pendapatan penduduk mengalami kenaikan pendapatan yang cukup untuk kebutuhan keluarga nelayan. Penelitian ini bertujuan menganalisa pendapatan Nelayan tradisional yang beralih menjadi nelayan bermesin motor. Menganalsisi tingkat pendapatan nelayan untuk mengetahui tingkat kesejateraan nelayan di kelompok takatidung kabupaten polewali mandar jumlah sampel yang di ambil sebenyak 20 responden yang di ambil secara purposive sampling. Penelitian ini menggukan deskriptif kwalitatif dan kwantitatif. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa Inovasi teknologi alat tangkap nelayan di Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat rata rata nelayan sudah menggunakan parahu motor ( perahu katinting ) untuk penangkapan ikan, nelayan yang menggunakan perahu motor hampir setiap hari pergi melaut karena menganggap bahwa dengan memakai perahu motor memudahkan mencari ikan dengan wilayah tertentu yang dimana ikan berkumpul di suatu wilayah sekitar Kabupaten Polewali Mandar, dan ada beberapa nelayan yang masih menggunakan perahu trasdisional untuk menangkap ikan atau  masyarakat nelayan tidak menggunakan mesin perahu motor, meraka pergi melaut di waktu waktu tertentu melihat dari kondisi cuaca atau arah angin dan musim ikan pada bulan tertentu keterbatasan nelayan trasdisional seperti biaya merupakan permasalahan yang di hadapi saat ini, keuntungan nelayan di Kelompok Takatidung Kacamatan Polewali Mandar masih tergolong rendah di lihat dari keuntungan nelayan tiap bulanya yang tertinggi Rp2,160.00 per bulan sedangakan keuntungan  nelayan yang terendah Rp1,300.00 per bulan.