Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Prohealth Journal

Gambaran Tingkat Kecemasan pada Pasien Diabetes Mellitus di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Tingkat II Udayana Ratnasari, Ni Putu Diah; Widyanata, Komang Agus Jerry
ProHealth Journal Vol 20 No 2 (2023): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2023202108

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit yang terjadi karna adanya gangguan metabolisme kronis yang ditandai peningkatan glukosa darah atau yang bisa disebut dengan hiperglikemi. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat memicu kadar gula darah seseorang semakin meningkat dan berpotensi mengalami komplikasi DM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan pada pasien Diabetes Mellitus di Rumkit TK II Udayana Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang sedang melakukan pemeriksaan atau control rutin di Rumkit TK II Udayana dengan besar sampel 182 orang dengan tehnik probability random sampling. Instrument yang digunakan adalah kuisioner HARS. Uji analisis menggunakan uji deskriptif. Hasil : Hasil penelitian dari 182 orang didapatkan hasil tingkat kecemasan pada pasien DM dalam kategori tidak ada kecemasan (11,5%), tingkat kecemasan ringan (42,3%), tingkat kecemasan sedang (24,7%), tingkat kecemasan berat (21,4%) Simpulan : Tingkat kecemasan pada pasien diabetes mellitus di Poli Penyakit Dalam Rumkit TK II Udayana dalam kategori tingkat kecemasan ringan. Meningkatkan penyuluhan atau edukasi kesehatan kepada penderita diabetes mellitus untuk meningkatkan pengetahuan lebih banyak mendapatkan penyuluhan / informasi tentang penyakit DM sehingga pasien bisa mengatasi kecemasan yang mereka alami.
Virgin Coconut Oil (VCO) Meningkatkan Epitelisasi Luka Diabetes Mellitus Daryaswanti, Putu Intan; Widyanata, Komang Agus Jerry; Artawan, I Kadek
ProHealth Journal Vol 21 No 1 (2024): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2024211117

Abstract

Diabetic wounds are a complication of Diabetes Mellitus (DM) which is caused by peripheral blood vessel disorders and neuropathy. Treatment for diabetic wounds is not sufficient to be treated using antibiotics, but wound care must be carried out. The important thing in wound care is time and quality to improve the healing of the procedure and to reduce the costs associated with healing. The aim of this research was to determine the effect of administering VCO on diabetic wound healing. This study used a one group pre- post test experimental design to determine differences in the degree and extent of wounds as well as wound healing time after being given VCO. The number of samples in this study was 11 people in 1 group of patients who had DM wounds. Most of the respondents were aged 56 – 65 years (54.6%) and were male (63.6%). In pre-test conditions or before being given VCO. Most of the wound area before intervention was (11.85) with the base color of the wound being red, the type of fluid being serious to haemooserous, the skin around the wound being healthy, erythema, edema and hyperpigmentation with an average of epithelium (1.82). Most of the wound areas after intervention were large (6.65) with the base color of the wound pink (epitilization), dry to serous fluid type, the skin around the wound was healthy, with an average epilation (68.64). There was a significant difference between before and after wound treatment using VCO in terms of diabetic wound area of 0.006 and wound epithelialization of 0.000 where p < 0.05. VCO can increase skin moisture which can stimulate collagen synthesis thereby accelerating epithelialization and granulation of wound tissue.
Hubungan Hubungan Gula Darah Dengan Nilai Ankle Brachial Index (ABI) Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Widyanata, Komang Agus Jerry; Daryaswanti, Putu Intan; Artawan, I Kadek
ProHealth Journal Vol 20 No 1 (2023): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2023201107

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis karena tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang diproduksinya secara efektif. Kadar glukosa dalam darah yang tidak stabil pada penderita DM tipe 2 dapat menimbulkan berbagai komplikasi salah satunya adalah neuropati perifer. Penilaian ABI terhadap Pasien DM tipe 2 perlu dilakukan untuk mengetahui secara dini terjadinya neuropati perifer terutama pada telapak kaki. Rendahnya nilai ABI yang menimbulkan gangguan vaskular dipengaruhi oleh multi faktor seperti usia yang semakin bertambah, lamanya menderita DM, obesitas, menkonsumsi obat anti hiperglikemik yang belum tepat, tingkat aktivitas fisik yang rendah, perawatan kaki yang belum optimal dan diet DM belum dilakukan secara taat, serta kontrol glikemik yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lebih lanjut Hubungan Gula Garah Dengan Nilai Ankle Bracial Index (ABI) Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian korelatif dengan rancangan cross-sectional study dengan 80 responden yang merupakan penderita DM di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Utara. Instrument untuk mengukur nilai ABI adalah tensi meter digital, SPO, dan lembar leklist dan untuk mengukur gula darah menggunakan SPO dan glucotest yang sudah terkalibrasi. Analisis data dilakukan analisa data dengan menggunakan uji statistik parametrik Pearson. Pada uji korelasi (Product Moment) hipotesa alternatif diterima apabila nilai p<0,05. Hasil penelitian menunjukan nilai gula darah pasien DM di wilayah Kuta Utara Sebagian besar masuk ke dalam kategori tidak terkontrol (71,2%), nilai Angle Bracial Indek (ABI) pasien DM di wilayah Kuta Utara Sebagian besar masuk ke dalam kategori ditoleransi (42,4%), dan Nilai Gula darah dengan nilai Angkle Bracial Indek (ABI) memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai hubungan negative. Artinya adalah semakin tinggi nilai gula darah pasien makan semakin rendah nilai ABI dan berpotensi mengalami Periperal Arteri Desease (PAD)
Pemberdayaan Pasien PPOK melalui Manajemen Diri: Pengembangan dan Uji Coba Buku Panduan Berbasis Written Action Plan Noviantari, Komang; Isna Amalia Mutiara Dewi; Aat Djanatunisah; Komang Agus Jerry Widyanata
ProHealth Journal Vol 22 No 1 (2025): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2025221176

Abstract

Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) remains a significant global health burden. Effective self-management by patients is crucial and involves regular monitoring by healthcare providers, patient education, and a collaboratively agreed-upon written action plan. This study aimed to design and apply a self-management guidebook incorporating a written action plan for individuals with COPD. The study used a pre-experimental design with 9 participants. Data were collected through self-management knowledge questionnaires and evaluations of the guidebook implementation. Results showed a significant increase in self-management knowledge after the intervention (p < 0.05), along with good acceptance from the participants. In conclusion, the written action plan-based guidebook shows promise as a tool to facilitate ongoing care and self-management in COPD patients. Larger-scale studies are recommended to validate these results.