Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Cadmium levels in the urine of cigarette smokers in Bangoan village, Tulungagung district Lathifah, Qurrotu A’yunin; Hermawati, Andyanita Hanif; Kurniawati, Diva Febriani Rahma
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol. 8 No. 01 (2023): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, Universitas Insan Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v8i01.1062

Abstract

Cadmium (Cd) which accumulates in the body for a long time can damage human organs such as the respiratory tract, reproductive organs, liver, and kidneys. However, many smokers ignore this, so laboratory evidence is needed to advise smokers. This study analyzed the levels of cadmium (Cd) in the urine of smokers in Bangoan Village, Tulungagung District. The research method used is descriptive analytics. The research sample consisted of 15 smokers obtained through random sampling from 15 cafes in Bangoan Village, Tulungagung Regency. The research instrument was a urine examination result sheet. Urine samples were examined with an Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The data analysis technique was carried out using quantitative descriptive. The results showed that 8 (53%) smokers had normal cadmium levels, and 7 (47%) other smokers had abnormal cadmium levels with the lowest level being 0.503 µg/L and the highest level being 83.892 µg/L. The community is expected to reduce cigarette consumption and avoid exposure to cigarette smoke in the surrounding environment in order to reduce organ damage.
Gambaran Profil Salmonella Sp. Pada Getuk: Profile Of Salmonella sp. In Getuk Suhandayati, Elviana; Hermawati, Andyanita Hanif; Hariyanto, Hariyanto; Cahyariza, Nosa Ika
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.5996

Abstract

Getuk merupakan makanan ringan yang terbuat dengan bahan utama ketela pohon atau singkong. Bakteri yang menyebabkan diare atau foodborne diease masuk melalui berbagai cara yaitu oral, lingkungan yang tercemar, makanan, dan lain-lain sehingga kondisi seperti ini sangatlah tergantung dengan pedagang, bagaimana pedagang tersebut tetap mempertahankan kehigienisan makanan yang dijualnya agar tidak terkontaminasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bakteri Salmonella sp. pada makanan tradisional getuk yang dijual di Pasar Ngunut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Yang dilaksanakan pada 24 sampai 29 Mei 2018 di Laboratorium Mikrobiologi DIII Teknologi Laboratorium Medis STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung. Populasi pada penelitian ini adalah semua getuk yang dijual di Pasar Ngunut, teknik sampling pada penelitian ini adalah total sampling, yang diperoleh sebanyak 6 sampel makanan tradisional getuk. Instrumen yang digunakan diantaranya adalah tabung steril, pipet ukur, incubator, plate, media agar plate, aquadest, oven dan peralatan laboratorium yang dibutuhkan. Hasil penelitian diperoleh bahwa dari 6 sampel, 3 sampel positif bakteri Salmonella dan 3 sampel tidak ditemukan bakteri Salmonella sp. Hasil penelitian selanjutnya dianalisis secara diskriptif. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa sampel teridentifikasi bakteri Salmonella sp pada makanan tradisional getuk yang dijual di Pasar Ngunut Tulungagung dengan menggunakan media Selenite Broth sebagai pemupuk, SSA sebagai media selektif, KIA untuk melihat Gas dan H2S, MIU untuk meliat urea dan motilitas bakteri, serta pengecatan Gram untuk melihat Gram Negatip batang
Perbedaan EDTA Konvensional Dan EDTA Vacutainer Pada Pemeriksaan Kadar Hemoglobin: Differences Between Conventional EDTA And Vacutainer EDTA In Hemoglobin Level Examination Hariyanto, Hariyanto; Hermawati, Andyanita Hanif; Prastama, Hizkia Yustin
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.7102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan hasil kadar hemoglobin yang diukur menggunakan EDTA Konvensional dan EDTA Vacutainer. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimen, dengan total 30 sampel yang diambil dari populasi mahasiswi prodi TLM STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung. Hasil analisis menunjukkan rata-rata kadar hemoglobin menggunakan EDTA Konvensional sebesar 15.6 g/dL, sedangkan menggunakan EDTA Vacutainer sebesar 15.2 g/dL. Meskipun terdapat perbedaan, uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik (p = 0.425). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hasil kadar hemoglobin antara penggunaan EDTA Konvensional dan EDTA Vacutainer. Namun, terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini, termasuk keterbatasan waktu pengambilan sampel dan adanya responden yang sedang menstruasi. Antikoagulan seperti EDTA digunakan untuk mencegah pembekuan sampel.
DUKUNGAN KELUARGA DALAM PERAWATAN SELF-CARE TERHADAP KUALITAS HIDUP PENDERITA DIABETES MELLITUS Murniati, Anis; Munawaroh, Intan; Hermawati, Andyanita Hanif
coba Vol 14 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32831/jik.v14i1.912

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan self-care yang baik untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup. Dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam keberhasilan perawatan mandiri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional pada 33 responden keluarga penderita DM di Desa Bangoan, Tulungagung, dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Hensarling Diabetes Family Support Scale (HDFSS) dan Diabetes Quality of Life (DQOL) yang telah dimodifikasi. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat. Diskusi: sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga tinggi (72,7%) dan kualitas hidup tinggi (57,6%). Dukungan emosional dan penghargaan tinggi ditemukan pada semua responden. Terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup, di mana dukungan tinggi berasosiasi dengan kualitas hidup tinggi. Kesimpulan: Dukungan keluarga yang optimal berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan self-care dan kualitas hidup penderita DM. Intervensi keluarga dan edukasi berkelanjutan diperlukan untuk memaksimalkan hasil perawatan. Kata Kunci: Diabetes mellitus, dukungan keluarga, kualitas hidup, self-care