Claim Missing Document
Check
Articles

PENGUATAN MEDIA PROMOSI KUNYIT BUBUK PRODUKSI PESANTREN MADAARIKUL ULUM MELAUI RE-DESAIN KEMASAN DENGAN MENERAPKAN KANSEI WORD YATI ROHAYATI; Fariha E Naufalina; Farda Hasun; Rino Andias
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.368 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18578

Abstract

Pesantren Madaarikul Ulum, berlokasi di Selaawi-Garut, telah memproduksi kunyit bubuk, dengan merek Promad, sebagai hasil olahan tanaman kunyit, yang banyak ditanam penduduk di sekitar lokasi pesantren. Dalam rangka memberikan jaminan kualitas produknya, telah diakukan pengujian produk di laboratorium, untuk memastikan higienitas produk sehingga layak konsumsi. Untuk dapat dipasarkan, pesantren telah mendapatkan ijin PIRT, dan tersertifikasi halal. Pada tahap awal, produk telah dipasarkan di wilayah sekitar lokasi pesantren. Namun disadari bahwa peningkatan penjualan membutuhkan strategi perluasan pasar, yang akan dilakukan dengan memasuki pasar online. Dalam menghadapi persaingan ketat pada pasar online, peran kemasan yang tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga berperan penting sebagai media promosi, untuk itu maka dibutuhkan tampilan kemasan produk yang menarik dan representatif. Desain kemasan eksisting belum mempertimbangkan peran sebagai media promosi, sehingga perlu dilakukan perbaikan, dengan melakukan re-desain. Paper ini bertujuan untuk melaporkan proses re-desain, yang telah dilakukan oleh Tim Abdimas. Proses re-desain dilakukan dengan menerapkan kansei word dan konsep desain kemasan serta mempertimbangkan kemudahan dalam pengadaannya. Desain kemasan yang baru akan digunakan untuk mengenalkan produk pada media sosial dan memasarkan produk pada market place.Kata Kunci: desain kemasan, kunyit bubuk, kansei word, pesantren, Madaarikul Ulum, Garut
Evaluasi Dan Perancangan Model Bisnis Biru Bersih Dengan Business Model Canvas Elsa Veronika Pangaribuan; Farda Hasun; Endang Chumaidiyah
Jurnal Mirai Management Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v8i1.4273

Abstract

Biru Bersih merupakan perusahaan jasa kebersihan yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam menjaga kebersihan rumah. Sejak berdirinya di bulan September 2021, terdapat masalah yaitu tidak tercapainya target penjualan jasa Biru Bersih yang akan mempengaruhi profit yang diperoleh Biru Bersih. Beberapa faktor yang menyebabkan masalah ini adalah proses pemesanan hanya menggunakan Whatsapp, kurangnya brand awareness Biru Bersih, variasi layanan yang ditawarkan belum beragam dibandingkan kompetitor, harga yang ditawarkan masih lebih mahal dibandingkan kompetitor. Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi ini maka perlu adanya perbaikan dan inovasi yang melibatkan tidak hanya satu aspek namun seluruh komponen bisnis yang terintegrasi dalam bentuk model bisnis menggunakan Business Model Canvas. Proses perancangan model bisnis ini dilakukan dengan menyusun Business Model Canvas saat ini, memetakan customer profile, analisis lingkungan bisnis Setelah semua data terkumpul dilakukan analisis SWOT dan penyusunan Matriks TOWS. Dan terakhir penyusunan Business Model Canvas usulan. Perbaikan yang diusulkan di dalam model bisnis yang baru antara lain pada penambahan customer segment baru, penambahan value keamanan, penambahan channels berupa direct marketing kepada perusahaan property, peningkatan penggunaan sosial media dan testimoni pelanggan. Selain itu juga diusulkan peningkatan key activities yaitu peningkatan pada promosi, penjualan dan pemesanan, pelatihan digital marketing, dan layanan after sales service. Kata Kunci: Business Model Canvas, Biru Bersih, Customer Profile, Analisis SWOT
Evaluasi dan Perancangan Model Bisnis UMKM Olahan Buah Pisang “Aroma” Menggunakan Business Model Canvas Muhamad Wahyu Hafidin Ilman; Farda Hasun; Maria Dellaroswati
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4272

Abstract

Aroma adalah UMKM yang menghasilkan produk olahan buah pisang dan terletak di Kabupaten Lumajang. UMKM ini berdiri sejak tahun 2016 dengan produk yang dijual berupa tape pisang, carangmas pisang, madumongso pisang, keripik pisang, kerupuk kulit pisang, dan lain-lain. Saat ini pendapatan Aroma jika dibandingkan dengan usaha sejenis masih tergolong kecil. Kondisi ini antara lain disebabkan oleh permasalahan di sisi produk berupa kemasan yang kurang menarik, permasalahan di sisi produksi berupa terbatasnya bahan baku berkualitas, terbatasnya tenaga kerja, peralatan produksi yang masih manual, dan permasalahan dari segi pemasaran seperti saluran penjualan yang meski banyak tapi sedikit yang aktif. Untuk mengatasi permasalahan ini secara simultan, diperlukan evaluasi dan perancangan model bisnis baru pada UMKM Aroma, yang dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Business Model Canvas (BMC). Langkah perbaikan ini membutuhkan data keadaan model bisnis saat ini dan data profil konsumen yang didapatkan melalui wawancara, serta data lingkungan bisnis perusahaan yang diperoleh melalui studi literatur. Ketiga data itu akan digunakan untuk melakukan analisis SWOT dan menyusun strategi ke depan, yang kemudian akan digunakan untuk menyusun BMC yang baru. Dalam model bisnis usulan, perbaikan yang signifikan berada pada blok customer segment yaitu perluasan pasar ke wilayah kabupaten sekitar Lumajang untuk segmen pelanggan individu. Penambahan ini akan berdampak pada value proposition yang ditawarkan dan blok lain yang relevan.
Evaluation and Design of a Beauty Clinic's Business Model in Bandung Using the Business Model Canvas (BMC) Gumilar, Feyzi Naufal; Hasun, Farda; Rendra, Meldi
SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Vol 22, No 1 (2024): December 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/sitekin.v22i1.32725

Abstract

The XYZ Beauty Clinic in Bandung, operating since 2007, has experienced a decline in monthly revenue due to increasing competition, limited marketing, lack of product variety, outdated equipment, insufficiently trained staff, poorly implemented SOPs, and an unappealing room design. A business model evaluation and improvement are conducted using the Business Model Canvas (BMC) framework to address these issues. The process begins with data collection through interviews with business owners, customer interviews to profile customers, and direct observations. The clinic's current business model is analysed using the 7 Questions framework, while a SWOT analysis identifies strengths, weaknesses, opportunities, and threats. Based on this analysis, a new business model is formulated and translated into an updated BMC for XYZ Beauty Clinic. A verification stage ensures the proposed business logic, followed by a financial simulation to assess the feasibility and profitability of the strategies. Improvements include targeting a new market segment, particularly youth, recruiting additional doctors, and enhancing human resource quality through therapist training. The clinic should diversify its services, adding sexually transmitted disease consultations, redesigning spaces and product packaging, and leveraging TikTok and influencer partnerships for marketing. Additionally, technology-based financial management is recommended. The economic simulation predicts an incremental IRR of 65% and an NPV of IDR 111,267,697, assuming a 15% sales increase. Further validation is required to align strategies with consumer needs and ensure long-term success.Keywords: Business Model Canvas, Business Model, XYZ Beauty Clinic
Feasibility Analysis of Cicalengka Tofu Factory Expansion Alam, Adelia Shanty; Hasun, Farda; Suryana, Nanang
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 10, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v10i2.31540

Abstract

Tofu is a popular and affordable protein source widely consumed across Indonesia. The Cicalengka Tofu Factory in Bandung Regency is experiencing increasing demand, resulting in frequent overtime to meet production requirements. The factory plans to expand its production area by utilizing adjacent vacant land to address this challenge. This study evaluates the feasibility of the expansion, forecasting tofu demand until 2026 using time-series analysis with a single moving average method. The proposed expansion aims to increase production capacity from 264 to 396 tofu planks per day, requiring an investment of IDR 1,551,129,586. Financial analysis reveals that without expansion, the Net Present Value (NPV) over the next three years would be IDR 825,211,554, with an Internal Rate of Return (IRR) of 121%. With the expansion, the NPV increases to IDR 972,087,040, with an IRR of 43%. Incremental IRR analysis further supports the expansion, yielding an IRR of 22%, which exceeds the Minimum Attractive Rate of Return (MARR) of 16.36%. These findings validate the expansion plan as a financially viable strategy to enhance production capacity, minimize overtime, and ensure the factory’s long-term sustainability.Keywords: Feasibility Analysis, Expansion, Cicalengka Tofu Factory, Incremental Analysis
Perancangan Model Bisnis Produk Pembenah Tanah Asam Humat Pada Pt Xyz Dengan Metode Business Model Canvas (Bmc) Putri, Shafira Nurulita; Hasun, Farda; Sulistyo, Budi
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 6, No 2.1 (2023)
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v6i2.5411

Abstract

Peningkatan produktivitas lahan untuk memperkuat ketahanan pangan dapat dilakukan dengan menggunakan produk pembenah tanah. PT XYZ merupakan lembaga penelitian pertanian di Kota Bogor yang telah mengkomersilkan produk pembenah tanah asam humat, namun penjualan produk saat ini belum dapat mencapai target. Beberapa penyebabnya adalah kurangnya promosi, minimnya jumlah dan kemampuan SDM dalam melakukan penjualan dan karakter bahwa produk pembenah tanah merupakan produk pendamping pertanian yang tentunya mempengaruhi upaya pemasaran yang diperlukan. Permasalahan tersebut perlu diatasi secara simultan, untuk itu perlu dilakukan evaluasi atas model bisnis saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan merancang model bisnis menggunakan Business Model Canvas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif menggunakan data hasil wawancara dengan pihak perusahaan untuk mengetahui model bisnis yang saat ini, wawancara dengan pengguna produk untuk mengetahui profil konsumen dan data lingkungan bisnis dari studi dokumentasi untuk mengetahui peluang atau ancaman apa yang dihadapi perusahaan. Hasil penelitian berupa masukan untuk perbaikan model bisnis perusahaan yaitu pada blok customer segment dengan membentuk niche market untuk segmen pelanggan individu (B2C), menambah segmen pelanggan bisnis (B2B) yaitu perusahaan pertanian ataupun non-pertanian dan komunitas yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan, menambah segmen pelanggan instansi (B2G) mulai dari pemerintah pusat sampai dengan pemerintah desa, menawarkan value proposition baru yaitu jasa konsultansi pengelolaan lahan untuk segmen B2B dan B2G dengan konsekuensi perubahan pada blok revenue stream terkait jasa tersebut. Kata kunci: Pembenah Tanah, Model Bisnis, Business Model Canvas
Analisis dan Perancangan Model Bisnis pada Pujasera Citaroom dengan Menggunakan Business Model Canvas Raquella, Vayla Zahrani; Hasun, Farda; Rendra, Meldi
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang model bisnis yang lebih efektif untuk Pujasera Citaroom, sebuah pusat kuliner di Bandung, dengan menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC). Masalah utama yang dihadapi Citaroom adalah jumlah tenant yang sedikit, yang berdampak pada rendahnya tingkat kunjungan dan pendapatan. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini melakukan analisis menyeluruh terhadap elemenelemen penting dalam model bisnis Citaroom, seperti Value Proposition, Customer Segments, Channels, dan Customer Relationships. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang digunakan saat ini, seperti promosi melalui media sosial yang hanya dikelola oleh anak pemilik, belum optimal karena keterbatasan sumber daya manusia yang khusus mengelola pemasaran. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan strategi pemasaran yang lebih terstruktur, peningkatan kolaborasi dengan komunitas lokal, serta perbaikan fasilitas untuk menarik lebih banyak tenant dan pengunjung. Dengan penerapan perubahan tersebut, diharapkan Citaroom dapat meningkatkan kinerja bisnisnya, memperluas jangkauan pasar, dan menciptakan nilai yang lebih besar bagi tenant serta masyarakat sekitar. Kata Kunci: Business Model Canvas, Pujasera Citaroom, Tenant, Pemasaran Digital, Strategi Bisnis.
Analisis Kelayakan Pembukaan Toko Offline Aquariumin Di Kota Bogor Ditinjau Dari Aspek Pasar, Aspek Teknis, Dan Aspek Finansial Wiwoho, Wiga Nobelia; Hasun, Farda; Pulungan, M. Almaududi
eProceedings of Engineering Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Aquascape merupakan seni penyusunankomponen fisik seperti kayu, batu, karang, dan tanamandengan memperlihatkan pemandangan di bawah air. Salah satuusaha yang bergerak di bidang aquascape adalah Aquariumin.Aquariumin menjual berbagai kebutuhan untuk mengisiaquascape, seperti batu, kayu, dan pasir. Sejauh ini,Aquariumin hanya melakukan penjualan secara online, sepertimelalui e-commerce dan media sosial. Pemilik menyatakanbahwa penjualan Aquariumin masih perlu ditingkatkan, salahsatunya dengan pembukaan toko offline. Penelitian inimengkaji kelayakan pembukaan toko offline Aquariuminditinjau dari aspek pasar, aspek teknis, dan aspek finansial.Pada aspek pasar digunakan metode peramalan untukmengestimasi permintaan dalam empat periode mendatang.Pembukaan toko offline memerlukan total biaya sebesarRp189,785,025. Pada analisis finansial, alternatif tanpapembukaan toko offline menghasilkan Net Present Value (NPV)sebesar Rp741.484.884 dengan Internal Rate of Return (IRR)sebesar 217%. Namun, apabila dilakukan pembukaan tokooffline, NPV meningkat menjadi Rp860.529.469 dengan IRRsebesar 131%. Keputusan diambil berdasarkan analisisinkremental, yang menunjukkan hasil IRR inkremental sebesar48%, lebih besar dari Minimum Acceptable Rate of Return(MARR) sebesar 11.30%. Oleh karena itu, pembukaan tokooffline adalah alternatif terbaik yang dipilih. Kata kunci— Aquariumin, Analisis Kelayakan, AnalisisInkremental
Evaluasi dan Perancangan Model Bisnis Usulan Fibo School Menggunakan Business Model Canvas Adawiyah, Grannisa Nurul; Hasun, Farda; Pulungan, Muhammad Almaududi
Metode : Jurnal Teknik Industri Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Metode
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/mt.v11i1.3731

Abstract

Fibo School is a learning management system product based on Artificial Intelligence technology. Since its launch until now, the number of users of Fibo School products is still very low. The root causes of the low number of users are human resources, products, promotions, and processes and partnerships. One way to overcome these problems is to evaluate and design a proposed business model using the Business Model Canvas. The required data are existing business model data, customer profile data, and business environment data. Evaluation of the existing business model is done by analyzing 7 questions and SWOT analysis to get a proposed strategy. Some of the proposed improvements are focusing its market segmentation to private educational institutions in West Java Province and Special Region of Jakarta, creating materials and learner evaluations according to the curriculum, providing a variety of subscription packages, and building partnerships to help product development and marketing. In addition, a financial simulation was conducted to calculate the financial impact of the proposed business model changes. If an increase of 25 customers can be obtained in the first year after the implementation of the proposed business model, with a 20% increase in sales in the following year, then the business model change will provide an IRR value greater than the MARR of 11.30% and an NPV value greater than zero.
Evaluasi dan Perancangan Model Bisnis Usulan NYFORU Menggunakan Business Model Canvas Putri, Afina Nafisah; Hasun, Farda; Pulungan, Muhammad Almaududi
Metode : Jurnal Teknik Industri Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Metode
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/mt.v11i1.3739

Abstract

NYFORU is a business that focuses on fan collections and K-pop merchandise at affordable prices since 2020. Products offered include sticker collection, keychain collection, phone case and griptok collection, and photocard holder collection. In the last three years, turnover has decreased, with 2023 revenue of Rp. 96,967,463, down 33.4% from 2022. The causes are limited human resources, lack of product variety, and not optimal promotion. To overcome this, a business model design and evaluation using Business Model Canvas was conducted. Data were obtained through interviews, observations, and literature studies, then analyzed using SWOT. The results showed three priority improvement blocks: customer segment, value propositions, and channels. Proposed improvements include Shopee export, adding artist variations, and strengthening channel X. Financial simulations show that this business model change is feasible.
Co-Authors Abdillah, Irsyad Thalib Adawiyah, Grannisa Nurul Adiguna, Muhammad Rafif Aditya Dumadi Advanni, Muhammad Alifar Agastya, Gede Made Bagus Alam, Adelia Shanty Almadudi Pulungan Anggita Novena Chitio Silaban Anton Abdulbasah Kamil Bacheramsyah, Zalfa Fadhilah Bagus Adiib Al-Haq Boby Hera Sagita Budi Sulistyo Budiarto, Sulistyo Diana Indah Puspitasari Divanti Syaharani Durrotus Sa’adati Dwi Cahyaningrum Elma Anggraini Setyaningrum Elsa Veronika Pangaribuan Endang Chumaidiyah Erik Rakha Rizqullah Fajar Rizky Fernanda Fariha Eridani Naufalina Fauzan, Naufal Fransiscus Xaverius Aditya Wisnu Geovana Tirtaning Nawang Ratri Gumilar, Feyzi Naufal Hakim, Ridho Septiadi Hendy Jati Sasongko Irfan Hanifah Wardhana Laila Putri Faradilah Latu Mahina, Giani Oktavia Linda Ayumna Puspitasari Litasari Widyastuti Maharani Lingga Yasmin Maria Dellarosawati Idawicaksakti Maria Dellaroswati Meldi Rendra Muhamad Wahyu Hafidin Ilman Muhammad Almaududi Pulungan Muhammad Haris Suwandi Muhammad Iqbal Murahartawaty Murahartawaty Nabila Aurellia Ghaisani Novri Nur Rizki Nurhalimah, Zhafiirah Nursidik , Fajar Nurul Hikmah Sabila Prambudia, Yudha Praptiwi Lestiyawati Prawira, Raegan Ammar Pulungan, Almadudi Pulungan, M. Almaududi Putri Ayu Wulandari Putri, Afina Nafisah Putri, Shafira Nurulita Raquella, Vayla Zahrani Reizva Ridhallah Rino Andias Rino Andias A. Rio Aurachman Rozi Abrori Fathurrochim Silaban, Anggita Novena Chitio Sinta Aryani Siti Jamilah Sugiantari , I Gusti Ayu Tri Suryana, Nanang Vicky Elita Pudiastuti Winoto, Alif Sulthan Rassya Wiwoho, Wiga Nobelia Yati Rohayati Zahira, Alda Zahira, Maura Nadine