Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGEMBANGAN EGGSBOS CANDY OLAHAN CANGKANG TELUR BEBEK DAN DAUN BANGUN-BANGUN (COLEUS AMBOINICUS) UNTUK MENINGKATKAN KALSIUM DAN PRODUKSI ASI Lubis, Adha Putri Hartik; Bebaskita Br Ginting; Dodoh Khodijah; Yusniar Siregar
Journal of Midwifery Science and Women's Health Vol. 6 No. 1 (2025): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v6i1.2503

Abstract

Kebutuhan kalsium pada ibu menyusui sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang dan mendukung produksi ASI. Namun, defisiensi kalsium dan rendahnya konsumsi bahan alami pelancar ASI masih menjadi masalah umum. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Eggsbos Candy, permen inovasi berbasis bahan alami cangkang telur bebek sebagai sumber kalsium dan daun bangun-bangun (Coleus amboinicus) sebagai laktagogum alami. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, menghasilkan tiga formula (A, B, C) yang diuji kadar kalsium, cemaran mikroba, dan uji organoleptik. Hasil menunjukkan bahwa formula C (F-C) memiliki kadar kalsium tertinggi sebesar 190,28 mg per butir dan memenuhi standar keamanan mikrobiologis sesuai SNI 3547.2-2008. Uji organoleptik menunjukkan bahwa hanya aspek rasa berbeda nyata (p<0,05), dan formula C3 dengan komposisi 5 g cangkang telur bebek, 40 g daun bangun-bangun, 15 g gelatin, 80 g gula merah, 1,5 g asam sitrat dan 200 mL air merupakan varian paling disukai panelis dari seluruh aspek (rasa, warna, aroma, dan tekstur). Kesimpulannya, Eggsbos Candy merupakan inovasi pangan fungsional berbasis bahan lokal yang aman, tinggi kalsium, dan disukai konsumen, sehingga berpotensi meningkatkan asupan kalsium dan mendukung produksi ASI pada ibu menyusui
KONSUMSI AIR KELAPA TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID (DISMENORE) PADA REMAJA PUTRI Anlistaeni, Dita; Khodijah, Dodoh; Lubis, Rismahara
Journal of Midwifery Science and Women's Health Vol. 6 No. 1 (2025): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v6i1.2504

Abstract

Data World Health Organization (WHO) tahun 2020 menyatakan kejadian wanita yang mengalami dismenore sebesar 1.769.425 jiwa (90%). Di Indonesia sendiri angka kejadian dismenore pada wanita berusia 14-19 tahun sebesar 64,25%. Data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) prevalensi kejadian dismenore di Deli Serdang tahun 2022 mencapai 60-70%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Pengaruh konsumsi air kelapa terhadap penurunan nyeri haid ( dismenore ) pada remaja putri di SMPN 1 Galang”. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian berupa quasi eksperimen dengan rancangan two group pretest-posttest design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 36 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kontrol. Kelompok perlakuan adalah remaja putri kelas VIII yang diberikan air kelapa dengan dosis 200 ml sedangkan kelompok kontrol adalah remaja putri kelas VIII yang diberikan air kelapa dengan dosis 250 ml. Instrumen penelitian menggunakan skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data terdiri dari analisis univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan yaitu uji normalitas Shapiro Wilk dan Independent Sample T Test. Hasil uji statistik diperoleh nilai ? = 0,295 yang menunjukkan adanya pengaruh konsumsi air kelapa terhadap penurunan nyeri dismenore. Dapat disimpulkan bahwa air kelapa dapat menurunkan rasa nyeri dismenore dan peneliti merekomendasikan pada remaja putri yang mengalami nyeri dismenore untuk mengonsumsi air kelapa pada saat menstruasi.
PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN BUKU SAKU DIGITAL TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG MENSTRUAL HYGIENE Nisa, Khaira; Khodijah, Dodoh; Lubis, Rismahara
Journal of Midwifery Science and Women's Health Vol. 6 No. 1 (2025): JMSWH
Publisher : Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/jmswh.v6i1.2505

Abstract

Pengetahuan yang buruk terhadap menstrual hygiene yang tidak aman memiliki dampak klinis yang cukup besar bagi anak remaja putri dan keturunan pada masa depan. Untuk meningkatkan pengetahuan terhadap menstrual hygiene diperlukan adanya pendidikan kesehatan yang bersifat inovatif dan menarik. Menstrual hygiene merupakan hal penting dalam kesehatan organ reproduksi, dengan berperilaku hygiene yang baik, seorang remaja putri akan terhindar dari mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan virus yang dapat mengganggu fungsi organ reproduksi. Penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan buku saku digital terhadap pengetahuan menstrual hygiene di SMPN 1 Galang. Jenis penelitian menggunakan pre ekperimental design dengan pendekatan menggunakan teknik one group pretest posttest design. Jumlah populasi 47 siswi, jumlah sampel 47 responden kelas VIII-2, VIII-3, VIII-4. Teknik pengambilan sampel total sampling dengan menggunakan nonprobability sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner dan analisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon Rank. Hasil penelitian ini menunjukkan 34 (72,3%) siswi bermayoritas usia 14 tahun, dimana 16 (34,0%) diantaranya mengalami menarche pada usia 11 tahun. Sebagian besar siswi memiliki tingkat pengetahuan menstrual hygiene yang baik 39 (83,0%). Pada penelitian ini hasil uji wilcoxon rank dengan ? = 0,05 diperoleh nilai p-value <,001. Hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima yaitu adanya perubahan signifikan dalam pengetahuan tentang menstrual hygiene setelah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan buku saku digital.
Antimicrobial Effectiveness Test of Ethanol Extract of Red Betel (Piper crocatum Ruiz And Pav) Rismahara Lubis; Dodoh Khodijah; Adhisty Nurpermatasari
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/22z4xd23

Abstract

Background: Red betel leaf (Piper crocatum Ruiz & Pav) is a traditional medicinal plant that contains active compounds such as flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, and essential oils that have potential as antimicrobials. Objective: This study aims to determine the effectiveness of ethanol extract of red betel against microbial growth. Methods: The research was conducted experimentally using the disc diffusion method on agar media with concentrations of 80%, 90% and 100%. The dependent variable was microbial inhibition. Several antibiotics and antifungals were used as positive controls, while distilled water was used as negative control. Results: The results showed that the average inhibition zone against Staphylococcus aureus at concentrations of 80%, 90% and 100% were 26,96 mm, 28,69 mm and 30,1 mm respectively with a positive control of tetracycline of 28.1 mm. In Escherichia coli it was 12,66 mm, 14,13 mm and 15,17 mm respectively with positive control of amoxicillin of 22.16 mm. Pseudomonas aeruginosa produced inhibition zones of 12,7 mm, 14,5 mm and 15,78 mm respectively with a positive control of chloramphenicol of 6.95 mm. In Klebsiella pneumoniae it was 13,47 mm, 14,81 mm and 16,05 mm respectively with ampicillin positive control of 6,22 mm. On Candida albicans, the zones of inhibition were 9,77 mm, 11,26 mm and 12,32 mm, respectively, with a positive control of ketoconazole of 29.95 mm. The zones of inhibition of antibiotics and comparative antifungals varied, some producing larger diameters than the extract, while others were lower. The negative control showed no inhibitory activity. Conclusion: It was concluded that the ethanol extract of red betel was able to inhibit some microbial growth according to the Indonesian Pharmacopoeia VI Edition standard of 14-16 mm.
PEDULI ELIMINASI HEPATITIS 2030,DENGAN SKRINING HEPATITIS B SURFACE ANTIGEN(HBsAg), PEMERIKSAAN STATUS GIZI PADA MASYARAKAT: CARING FOR HEPATITIS ELIMINATION 2030 THROUGH HEPATITIS B SURFACE ANTIGEN (HBsAg) SCREENING AND NUTRITIONAL STATUS ASSESSMENT IN THE COMMUNITY Lestari Rahmah; Kumalasari Kumalasari; Karolina BR. Surbakti; Dodoh Khodijah; Nita Andriani Lubis; Yulina Dwi Hatuty
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.2847

Abstract

Hepatitis B masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia akibat tingginya angka infeksi dan rendahnya deteksi dini. Minimnya pengetahuan masyarakat serta akses terbatas terhadap pemeriksaan HBsAg menjadi kendala utama dalam mendukung target eliminasi Hepatitis B tahun 2030. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan penemuan kasus secara dini melalui skrining HBsAg, edukasi kesehatan, dan penilaian status gizi pada masyarakat. Sebanyak 200 orang mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di PTUN Banda Aceh. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 197 peserta (98,5%) tidak terdeteksi antigen Hepatitis B, sedangkan 3 peserta (1,5%) menunjukkan hasil reaktif. Hasil penilaian status gizi menunjukkan bahwa 148 peserta (74,0%) memiliki status gizi normal, 22 peserta (11,0%) tergolong gizi kurang, dan 30 peserta (15,0%) tergolong gizi lebih/obesitas. Edukasi kesehatan yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman peserta dari 55% sebelum kegiatan menjadi 85% setelah kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa skrining HBsAg yang terarah, disertai edukasi kesehatan dan penilaian status gizi, berperan penting dalam meningkatkan deteksi dini, literasi kesehatan masyarakat, serta mendukung upaya eliminasi Hepatitis B di tingkat komunitas.
PEDULI ELIMINASI HEPATITIS 2030,DENGAN SKRINING HEPATITIS B SURFACE ANTIGEN(HBsAg), PEMERIKSAAN STATUS GIZI PADA MASYARAKAT: CARING FOR HEPATITIS ELIMINATION 2030 THROUGH HEPATITIS B SURFACE ANTIGEN (HBsAg) SCREENING AND NUTRITIONAL STATUS ASSESSMENT IN THE COMMUNITY Lestari Rahmah; Kumalasari Kumalasari; Karolina BR. Surbakti; Dodoh Khodijah; Nita Andriani Lubis; Yulina Dwi Hatuty
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v6i2.2847

Abstract

Hepatitis B masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia akibat tingginya angka infeksi dan rendahnya deteksi dini. Minimnya pengetahuan masyarakat serta akses terbatas terhadap pemeriksaan HBsAg menjadi kendala utama dalam mendukung target eliminasi Hepatitis B tahun 2030. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan penemuan kasus secara dini melalui skrining HBsAg, edukasi kesehatan, dan penilaian status gizi pada masyarakat. Sebanyak 200 orang mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di PTUN Banda Aceh. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 197 peserta (98,5%) tidak terdeteksi antigen Hepatitis B, sedangkan 3 peserta (1,5%) menunjukkan hasil reaktif. Hasil penilaian status gizi menunjukkan bahwa 148 peserta (74,0%) memiliki status gizi normal, 22 peserta (11,0%) tergolong gizi kurang, dan 30 peserta (15,0%) tergolong gizi lebih/obesitas. Edukasi kesehatan yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman peserta dari 55% sebelum kegiatan menjadi 85% setelah kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa skrining HBsAg yang terarah, disertai edukasi kesehatan dan penilaian status gizi, berperan penting dalam meningkatkan deteksi dini, literasi kesehatan masyarakat, serta mendukung upaya eliminasi Hepatitis B di tingkat komunitas.