Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kemampuan Merancang Perangkat Pembelajaran Untuk Pendidikan Anak Usia Dini Pada Peserta PPG Daljab Khoiriyah; Musrifatul Hasanah; Navila Rizki Amalia
Jurnal Pelita PAUD Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Pelita PAUD
Publisher : STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/pelitapaud.v7i1.2072

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran luas kemampuan mahasiswa dalam merancang perangkat pembelajaran untuk Pendidikan anak usia dini. Penelitian survey dalam penelitian ini akan menmpilkan data angka-angka yang diperoleh dari penilaian dokumen perangkat pembelajaran. Instrumen penelitian menggunakan instrument penilaian yang telah ditetapkan oleh panitia Nasional Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PN-UKMPPG) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam penelitian ini Analisis data dilakukan melalui tiga tahap. Pertama reduksi data, kedua mendeskripsikan, ketiga adalah membuat kesimpulan. Responden dari peserta PPG Daljab Tahap 3 Kelas A FKIP Universitas Muhammadiyah Jember tahun 2020 yang berjumlah 31 orang. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan menyusun RPP. Peningkatan dari pra siklus ke siklus 1 dengan skor 1.079 dan dari siklus 1 ke siklus 2 dengan skor 795. Total peningkatan dari pra siklus ke siklus 2 dengan total skor 1.868. Hal ini dipengaruhi oleh cara belajar dan proses belajar, serta interaksi yang memadai antara dosen dan guru pamong pada proses pembelajaran PPG Dalam Jabatan tahun 2020.
Teacher’s Perception of Personality Competence: “Is it Really Important?” Rita Tri Ananda; Khoiriyah Khoiriyah; Asti Bhawika Adwitiya
Early Childhood Education & Parenting Vol 1, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ecepa.v1i2.74715

Abstract

Ideally, teachers possess four competencies: professional, pedagogical, social, and personality. One of the competencies that did not get much attention is personality competency. This research employed a qualitative method with a phenomenological approach to understanding the teachers’ experiences and how they value and implement personality competence in their daily teaching practices. Interviews and observations of the teacher and headmaster inside and outside the class were conducted to obtain the data. The result suggested that the teachers have implemented it in their daily lives as teachers, despite having a limited understanding of the complex terminology in the concept of personality competency.
Melatih Kader Pemimpin Aisyiyah Berbasis Spiritualitas Siti Nursyamsiyah; Khoiriyah; Hairul Huda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage Vol. 4 No. 01 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/manage.v4i01.226

Abstract

Pemimpin spiritualitas merupakan kebutuhan terpenting dalam sebuah organisasi dan kehidupan masyarakat. Meningkatnya perilaku generasi bangsa yang tidak sejalan dengan kehidupan beragama Islam berdampak pada menurunnya akhlak generasi bangsa. Organisasi Aisyiyah memberikan solusi pada kader pemimpin perempuan sebagai pendidik dalam keluarga dan masyarakat untuk memiliki spiritualitas. Salah satu karakter yang harus dimiliki diantaranya: paham agama islam dan kemuhammadiyahan, jujur, amanah, disiplin, etos kerja tinggi, dan berjiwa al-ma’un. Selain itu semua pemimpin kader Aisyiyah hendaknya bergeng teguh pada kepemimpinan rasulullah yaitu siddiq, amanah, fathonah dan tablig. Dalam kata lain sifat pemimpin terhadap bahwannya atau dalam pengelolaan organisasi yaitu integrity, trust, smart dan openly. Salah satu cara untuk memenuhi karakteristik tersebut diantaranya memberikan penguatan spiritualitas melalui pertemuan corp muballighat. Tujuan pendampingan ini untuk mewujudkan perempuan yang kuat dalam ideologi, memiliki wawasan kebangsaan dan berkemajuan. Pemimpin perempuan aisyiyah spiritualitas merupakan pemimpin bagi ummat dan pemimpin bagi bangsa. Kata kunci: Kader, pemimpin, aisyiyah, spiritualitas   ABSTRACT Spiritual leaders are the most important requirement in an organization and community life. The increasing behavior of the nation's generation that is not in line with Islamic religious life has an impact on the decline in the morals of the nation's generation. The Aisyiyah organization provides solutions for cadres of female leaders as educators in families and communities to have spirituality. One of the characteristics that must be possessed includes understanding the religion of Islam and Muhammadiyah, honesty, friendliness, discipline, high work ethic, and al-ma'un spirit. In addition, all Aisyiyah cadre leaders should adhere to the leadership of the Prophet, namely siddiq, amanah, fathonah and tabligh. In other words, the characteristics of a leader towards his subordinates or in managing an organization are integrity, trust, smartness, and openness. One way to fulfill these characteristics is to provide spiritual reinforcement through corp muballighat meetings. This assistance aims to create women who are strong in ideology, have national insights, and are progressive. The female leader Aisyiyah Spirituality is a leader for the ummah and a leader for the nation. Keywords: Cadre, leader, aisyiyah, spirituality
Meningkatkan Kemampuan Numerik pada Anak Usia 5-6 Tahun dengan Media “Warna Yang Hilang” Mardhiyah Rasyidah Yusuf; Khoiriyah Khoiriyah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 8 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i8.8488

Abstract

Kemampuan numerik merupakan kemampuan kognitif untuk menghitung, mengukur, memahami, dan menginterpretasi perhitungan matematis. Pada saat observasi awal, pembelajaran di sekolah pada anak usia 5-6 tahun, hanya berfokus pada pengerjaan lembar kerja. Sehingga didapatkan hasil bahwa hanya 18,2% anak mengetahui tentang bilangan. Maka, peneliti mencoba menggunakan bantuan media “warna yang hilang” dalam meninggkatkan kemampuan nuumerik anak usia 5-6 tahun tersebut. Media “warna yang hilang” ini dikemas menarik dalam konsep sains, yaitu pembiasan cahaya. Cara kerjanya menggunakan kartu bilangan yang dicelupkan ke dalam wadah berisi air. Kemudian kartu diamati dari atas dengan posisi tegak lurus. Sehingga warna pada kartu bilangan akan tampak menghilang. Peneliti menggunakan Penelitian Tindakan Kelas, yang diberikan pada kelas B-1, melalui pembelajaran tatap muka, di TK Kartika IV-70, Lumajang, pada semester genap, tahun ajaran 2024-2025. Hasil yang didapat selama observasi yaitu 72,7% anak memiliki ketertarikan dalam memahami angka 1-10 dan kemampuan numeriknya meningkat, setelah pembelajaran menggunakan media “warna yang hiilang”.
Penguatan Pendekatan Pembelajaran Mendalam dan Asesmen Kalimat Pemantik HOTS Pada PAUD: Pengabdian Khoiriyah; Sri Kantina; Misyana; Indah Werdiningsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mentransformasi paradigma pembelajaran di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui pendekatan berbasis studi kasus, penguatan asesmen autentik, dan penerapan kalimat pemantik berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Permasalahan utama yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah temuan bahwa sebagian besar guru masih menggunakan pendekatan linier yang berorientasi pada penyelesaian aktivitas, dominasi penggunaan pertanyaan tertutup, serta praktik asesmen yang berfokus pada hasil akhir karya anak dibandingkan proses pembelajarannya. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, strategi pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode pelatihan hybrid (daring dan luring) pada tanggal 24 Januari 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan serangkaian lokakarya penyusunan Rencana Pembelajaran berbasis studi kasus. Program penyusunan kalimat pemantik HOTS, pendampingan implementasi secara langsung di satuan PAUD, serta monitoring dan evaluasi berbasis portofolio selama periode enam bulan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis studi kasus terbukti membantu guru dalam mengaitkan pembelajaran dengan fenomena nyata, sehingga proses belajar anak menjadi jauh lebih kontekstual. Penerapan asesmen autentik seperti observasi, catatan anekdot, dan portofolio berhasil mendorong guru untuk lebih memusatkan perhatian pada proses perkembangan holistik anak. Penggunaan kalimat pemantik HOTS terbukti efektif menstimulasi anak untuk berani bertanya, menganalisis, dan menemukan solusi sederhana. Kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan kompetensi pedagogik guru dan berkontribusi secara nyata dalam membangun ekosistem pembelajaran PAUD yang adaptif dan berorientasi pada pengembangan kompetensi abad ke-21.