Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal ABDIMAS MUTIARA

EDUKASI KEPATUHAN MINUM OBAT UNTUK MENCEGAH KEKAMBUHAN ORANG DENGAN SKIZOFRENIA Pardede, Jek Amidos; Siringo-ringo, Lyla Malinda; Hulu, Tomi Jeremies; Miranda, Amelia
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 2 No. 2 (2021): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan sindrom kompleks yang dapat merusak pada efek kehidupan penderita. Salah satu penyebab kekambuhan orang dengan skizofrenia adalah tidak teraturnya dalam mengkonsumsi obat dalam sehari-hari setelah pulang ke rumah. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam minum obat untuk mencegah kekambuhan orang dengan skizofrenia setelah pulang ke rumah dari Yayasan Pemenang Jiwa. Jumlah keseluruhan pasien di Yayasan pemenang jiwa adalah 65 orang dang yang mengalami skizofrenia berjumlah 42 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah ceramah, diskusi dan latihan. Media yang digunakan adalah leftlet. Kuesioner diberikan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi pada orang dengan skzifrenia untuk mengetahui pengetahuan pasien tentang kepatuhan minum obat. Hasil kegiatan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan tentang kepatahuan minum obat. Sebelum diberikan edukasi, tingkat pengetahuan ODS mayoritas kurang sebesar 52,4% dan setelah diberikan edukasi, tingkat pengetahuan ODS mayoritas baik sebesar 66,7%. Kesimpulan bahawa edukasi yang diberikan mampu meningkatkan penegtahuan Orang dengan skizofrenia agar patuh minum obat.
KETERAMPILAN DAN EDUKASI KESEHATAN MENTAL KADER POSYANDU REMAJA BAGI ANAK DIDIK PEMASYARAKATAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS 1 MEDAN Sinarsi, Sinarsi; Pardede, Jek Amidos; Marpaung, Jhon Kenedi; Wiratma, Dicky Yuswardi
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 3 No. 1 (2022): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (In Press)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memahami konsep kesehatan tidak pernah dapat dilepaskan dari pengaruh sejarah dan kemajuan kebudayaan. Sepanjang sejarah makna sehat dan sakit ternyata dipengeruhi oleh peradaban. Selain itu tritmen yang dilakukan juga disesuaikan dengan pemahaman terhadap kesehatan tersebut. Budaya Barat dan Timur ternyata memiliki perbedaan yang mendasar mengenai konsep sehat-sakit. Perbedaan ini kemudian memengaruhi system pengobatan di kedua kebudayaan. Akibatnya, pandangan mengenai kesehatan mental juga berbeda. Namun dengan kemajuan teknologi dan komunikasi yang membuat relasi antar manusia semakin mengglobal, pertemuan antara kedua budaya ini tidak lagi dapat dihindari sehingga sekarang ini ditemui berbagai cara penanganan kesehatan yang mencoba mengintegrasikan system pengobatan antara kedua kebudayaan. Kesehatan mental menurut seorang ahli kesehatan Merriam Webster, merupakan suatu keadaan emosional dan psikologis yang baik, dimana individu dapat memanfaatkan kemampuan kognisi dan emosi, berfungsi dalam komunitasnya, dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Inti dari kesehatan mental sendiri adalah lebih pada keberadaan dan pemeliharaan mental yang sehat. Akan tetapi, dalam praktiknya seringkali kita temui bahwa tidak sedikit praktisi di bidang kesehatan mental lebih banyak menekankan perhatiannya pada gangguan mental daripada mengupayakan usaha-usaha mempertahankan kesehatan mental itu sendiri. Memahami konsep kesehatan tidak pernah dapat dilepaskan dari pengaruh sejarah dan kemajuan kebudayaan. Sepanjang sejarah makna sehat dan sakit ternyata dipengeruhi oleh peradaban. Selain itu tritmen yang dilakukan juga disesuaikan dengan pemahaman terhadap kesehatan tersebut. Kondisi mental yang sehat pada tiap individu tidaklah dapat disamaratakan. Kondisi inilah yang semakin membuat urgensi pembahasan kesehatan mental yang mengarah pada bagaimana memberdayakan individu, keluarga, maupun komunitas untuk mampu menemukan, menjaga, dan mengoptimalkan kondisi sehat mentalnya dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.
STOP STIGMA DAN DISKRIMINASI ODHA DI KOTA MEDAN Simanjuntak, Galvani Volta; Saragih, Masri; Hasibuan, Eva Kartika; Pardede, Jek Amidos
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 1 No. 1 (2020): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) merupakan salah satu hambatan utama dalam pengendalian dan pengobatan HIV/AIDS. Adanya stigma dan diskriminasi membuat ODHA enggan melakukan pengobatan dan kelompok beresiko tinggi enggan untuk melakukan pemeriksaan dini. Ketakutan yang irasional akan penularan HIV dan persepsi masyarakat bahwa orang yang terinfeksi HIV memiliki perilaku yang tidak baik adalah alasan utama masyarakat menstigma dan mendiskriminasi ODHA. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dilaksanakan program pengabdian masyarakat dengan kegiatan: 1) Pemberian informasi yang benar tentang HIV/AIDS, dan 2) Testimoni ODHA. Tujuan dan target dari kegiatan ini adalah: 1) Masyarakat memiliki pengetahuan yang benar tentang HIV, 2) Stigma dan diskriminasi terhadap ODHA berkurang atau hilang. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah metode penyuluhan dan interaktif. Hasil dari kegiatan ini, masyarakat tidak takut saat berinteraksi dengan ODHA seperti ngobrol dan bersalaman. Masyarakat juga berkomitmen untuk tidak lagi menstigma dan mendiskriminasikan ODHA.