Articles
PENGARUH DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION DENGAN AUDIOVISUAL TERHADAP SELF EFFICACY PADA PENDERITA DM TIPE 2
Nazmi, Annisa;
Indriani, Ninis;
Yuli Monica Sari, Ni Luh Putu
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 10 No. 2 (2023): Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32539/jks.v10i1.207
Tujuan: Manajemen diri pasien DM dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah self-efficacy dimana rendahnya self efficacy berdampak pada rendahnya keberhasilan perawatan diri pasien DM. Peningkatan self efficacy ini bisa dilakukan pemberian DSME dengan metode audiovisual. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Diabetes Self Management Education (DSME) dengan metode audiovisual terhadap self efficacy pda pasien DM tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre eksperimental dengan rancangan penelitian one group pre test post test design. Jumlah sampel pada kelompok intervensi sebanyak 22 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah r Diabetes Management Self Efficacy Scale. Analisis data menggunakan uji statistik Paired Sampel T Test. Hasil: Hasil penelitian di dapatkan nilai mean pre test kelompok intervensi 34.6818 dengan standar deviasi 6.86181, sedangkan nilai mean post test 50.0455 dengan standar deviasi 6.72931. Setelah dilakukan analisa menggunakan uji statistik Paired Sampel T Test didapatkan hasil sig = 0.000 < 0.05, Terdapat pengaruh diabetes self management education (DSME) dengan metode audiovisual terhadap self efficacy pada pasien DM tipe 2. Simpulan: Pemberian DSME dengan metode audiovisual sangat berperan penting untuk meningkatkan self efficacy pada penderita DM tipe 2 dalam melakukan kontrol gula darah, aktivitas fisik, pengaturan diet , rutin mengonsumsi obat dan managemen stress.
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI
Nazmi, Annisa Nur;
Nisa, Elly Khoirun;
Masroni, Masroni;
Indriani, Ninis
Jurnal EDUNursing Vol 8 No 1 (2024): April - Agustus 2024
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26594/edunursing.v8i1.4584
Sleep quality is a condition that shows an individual's ability to sleep and get the amount of rest according to their needs. Someone with poor sleep quality has a 4.1 times greater risk of developing hypertension compared to someone who has good sleep quality. This study aims to determine the relationship between sleep quality and increased blood pressure in hypertensive patients. This research uses a quantitative, cross-sectional approach. The sample for this research was 52 people using accidental sampling technique. Statistical analysis used Spearman's rho test. The instrument uses the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire and aneroid blood pressure monitor and stethoscope. This study showed that almost half were in the grade 2 hypertension category with poor sleep quality, 17 respondents (33%). The results of the Spearman's rho test show that there is a relationship between sleep quality and increased blood pressure in hypertensive patients with a value of p = 0.026. The correlation value obtained was 0.308 in a positive direction with low relationship closeness. It is hoped that hypertension sufferers will be able to maintain a healthy lifestyle and maintain good quality sleep so that blood pressure does not increase. Keywords: Sleep Quality, Blood Pressure, Hypertension
Pendidikan Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Pencegahan Anemia
Indriani, Ninis;
Kusumawati, Diana;
Sholihin, Sholihin;
Izzah, Ukhtul;
Diniati, Dian Luvi
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 2 (2025): In Progress Issue
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/nij.v4i2.861
Latar belakang: Kelompok remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia. Anemia defisiensi besi merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas terbesar bagi remaja putri. Kurang pemahaman terkait penyebab anemia dan dampak yang di timbulkan apabila terjadi anemia merupakan salah satu penyebab perilaku hidup yang tidak sehat dan jauh dari upaya pencegahan anemia terutama pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan siswa remaja putri Metode: Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan one group pre-post test design tanpa menggunakan kelompok control. Penelitian dilakukan si salah satu SLTA di Kabupaten Banyuwangi. Sampel penelitian sebanyak 75 siswa, yang diberikan pre tes - pre tes sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Pengambilan sampel menggunakan purporsive sampling dan pengambilan data menggunakan kuesioner pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia. Data hasil penelitian di analisis menggunakan uji T berpasangan jika data berdistribusi normal. Apabila data tidak berdistribusi normal, maka data penelitian di analisis menggunakan uji Wilcoxon Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan meskipun peningkatnnya tidak signifikan dengan nilai sebelum diberikan pendidikan kesehatan minimal 30 dan maksimal 100 dan nilai minimal 60 dan maksimal 100 setelah di berikan pendidikan kesehatan. Analisis lebih lanjut di peroleh nilai p value = 0,275 yang berarti tidak terdapat perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesuah diberikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan anemia Kesimpulan: Pemberian pendidikan kesehatan tentang pencegahan anemia terbukti dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia, meskipun secara statistic tidak didapatkan perbedaan antara sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan tentang pencegahan anemia sebaiknya menjadi program sekolah dalam upaya peningkatan kesehatan warga sekolah. Melalui UKS , pihak sekolah dapat bekerja sama dengan puskesmas untuk memberikan penyuluhan atau edukasi kesehatan kepada remaja putri secara berkesinambungan untuk menjadikan siswa memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat salah satunya adalah pencegahan anemia.
Edukasi dan Upaya Deteksi Penyakit Tidak Menular Melalui Pemeriksaan Kesehatan
Masroni;
Sholihin;
Nazmi, Annisa Nur;
Damayanti, Fransiska Erna;
Munif, Badrul;
Rudiyanto, Rudiyanto;
Kusumawati, Diana;
Indriani, Ninis;
Izzah, Ukhtul;
Ariyani, Anita Dwi;
Anitarini, Fany;
Hermanto, Andrik
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/judimas.v3i1.377
Non-Communicable Diseases (NCDs) often undetected because they have no symptoms and there no complaints. Usually found at an advanced stage, so it will be difficult to cure and ends in disability and death. This situation creates large costs for sufferers, families and the state. NCDs can be prevented by controlling risk factors. Increasing public awareness and concern for NCD risk factors very important in controlling NCDs. Counseling, examinations and surveillance of NCD risk factors are forms of health efforts to prevent an increase in the prevalence of non-communicable diseases. The activity of the undergraduate nursing and professional nursing lecturer's service program which is integrated with Thematic KKN is in the form of providing information to the community about the risk factors for non-communicable diseases (PTM), followed by examining the risk factors for non-communicable diseases in the community in the Grogol Village area, Giri Banyuwangi District. The reason for choosing the location based on the Mojopanggung Community Health Center's annual report, it shows that the prevalence of non-communicable diseases such as hypertension, DM, gout is always included in the 10 most types of disease every year. Therefore, it is very important to provide education regarding hypertension, gout and blood sugar to the public to prevent complaints and bad impacts, so that it will extend life expectancy and increase the productivity of residents who experience these diseases.
Edukasi Hidup Sehat Dimasa Pandemi Untuk Anak Sekolah Dasar
Nazmi, Annisa Nur;
Indriani, Ninis
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Health Innovation and Community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/jhics.v1i2.53
Background: Implementing a healthy lifestyle is also very important, especially during a pandemic like this, maintaining health and body immunity is the main and most important thing to avoid the covid-19 virus, including school children. From an early age, children must be introduced to a sense of responsibility and a sense of caring for the environment and themselves, especially during a pandemic emergency where children are an age group that is vulnerable to infection. Purpose: from this community service is to improve the health status of elementary school residents, especially students. Method of community service uses education about covid-19, prevention of transmission of covid 19 and healthy living during a pandemic and how to wash hands properly as an effort to prevent transmission of Covid-19. Results: The community service activities were attended by 121 students, mostly 67% of the students were male. This community service activity increases the knowledge of students/partners related to the transmission and prevention of the covid 19 virus and improves a clean and healthy lifestyle for elementary school students. Conclusion: This community service activity is carried out by providing education related to the transmission and prevention of covid 19 which has a positive impact on partners, there is an increase in knowledge about covid 19 and an increase in correct hand washing skills as an effort to prevent the transmission of covid 19.
Pendidikan Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Pencegahan Anemia
Indriani, Ninis;
Kusumawati, Diana;
Sholihin, Sholihin;
Izzah, Ukhtul;
Diniati, Dian Luvi
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/nij.v4i2.861
Latar belakang: Kelompok remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia. Anemia defisiensi besi merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas terbesar bagi remaja putri. Kurang pemahaman terkait penyebab anemia dan dampak yang di timbulkan apabila terjadi anemia merupakan salah satu penyebab perilaku hidup yang tidak sehat dan jauh dari upaya pencegahan anemia terutama pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan siswa remaja putri Metode: Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan one group pre-post test design tanpa menggunakan kelompok control. Penelitian dilakukan si salah satu SLTA di Kabupaten Banyuwangi. Sampel penelitian sebanyak 75 siswa, yang diberikan pre tes - pre tes sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Pengambilan sampel menggunakan purporsive sampling dan pengambilan data menggunakan kuesioner pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia. Data hasil penelitian di analisis menggunakan uji T berpasangan jika data berdistribusi normal. Apabila data tidak berdistribusi normal, maka data penelitian di analisis menggunakan uji Wilcoxon Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan meskipun peningkatnnya tidak signifikan dengan nilai sebelum diberikan pendidikan kesehatan minimal 30 dan maksimal 100 dan nilai minimal 60 dan maksimal 100 setelah di berikan pendidikan kesehatan. Analisis lebih lanjut di peroleh nilai p value = 0,275 yang berarti tidak terdapat perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesuah diberikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan anemia Kesimpulan: Pemberian pendidikan kesehatan tentang pencegahan anemia terbukti dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia, meskipun secara statistic tidak didapatkan perbedaan antara sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan tentang pencegahan anemia sebaiknya menjadi program sekolah dalam upaya peningkatan kesehatan warga sekolah. Melalui UKS , pihak sekolah dapat bekerja sama dengan puskesmas untuk memberikan penyuluhan atau edukasi kesehatan kepada remaja putri secara berkesinambungan untuk menjadikan siswa memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat salah satunya adalah pencegahan anemia.
Pendekatan Holistik untuk Meningkatkan Motivasi Berhenti Merokok melalui Terapi CBT pada Siswa SMK PGRI Banyuwangi
Damayanti, Fransiska Erna;
Yoelianita, Betty Erda;
Rudiyanto, Rudiyanto;
Sholihin, Sholihin;
Toga, Ervia;
Toga, Erik;
Lafiya, Rifdatul;
Indriani, Ninis
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Health Innovation and Community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54832/jhics.v4i2.608
Background: One of the behavioral deviations in students is smoking which has an impact on health, it is very unfortunate that even though they understand the bad effects, cigarettes are misused as a sedative and to improve mood, from the need for it related to the lack of motivation to stop smoking. Smoking behavior can be controlled by having motivation from within yourself to stop smoking. Efforts to increase motivation to stop smoking and awareness of the dangers of smoking by providing CBT therapy about the dangers of smoking. Purpose: to provide motivation related to motivation to stop smoking with Cognitive Behavioral Therapy (CBT) therapy for SMK PGRI 2 Giri Banyuwangi Students. Method: This community service activity uses lecture and demonstration methods supported by media such as PowerPoint, videos. Results: The results of this activity show an increase in knowledge from the results of the pre-test and post-test from an average score of 72.25 to 86.25. Conclusion: It is hoped that this CBT therapy can be used by teachers and school administrators in decision-making or policy-making efforts to improve smoking cessation programs for students
STATUS GIZI ANAK DENGAN THALASEMIA DI KABUPATEN BANYUWANGI
Indriani, Ninis;
Damayanti, Fransiska Erna
Afiat Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34005/afiat.v11i1.4707
Thalasemia merupakan kondisi rantai globin tidak terbentuk sempurna dan sel darah tidak mampu mengikat oksigen dengan baik, sehingga penderita memerlukan tranfusi secara rutin setiap bulan, dimana tranfusi berulang dapat menyebabkan penumpukan kadar feritin di dalam darah dan organ tubuh yang berpengaruh terhadap kemampuan tubuh dalam proses metabolisme dan penyerapan nutrisi oleh yang menyebabkan anak menderita gangguan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan thalassemia dengan status gizi pada anak penderita thalassemia. Metode: Desain penelitian ini adalah korelatif dengan pendekatan cross sectional, dimana data sampel penelitian diambil dari data register salah satu rumah sakit di Kabupaten Banyuwangi sebanyak 32 responden.Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisa data menggunakan uji korelasi somers’d. Hasil: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi anak dengan thalassemia mayor mengalami status gizi kurang dan status gizi buruk dengan nilai p = 0,001 (p>0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara thalassemia dengan status gizi pada anak dengan thalassemia. Kesimpulan: kondisi thalassemia terutama thalassemia mayor dapat berdampak terjadinya gangguan gizi pada penderita thalassemia sehingga anak dapat mengalami pertumbuhan yang tidak optimal
EFEKTIFITAS VIDEO ANIMASI DALAM PERUBAHAN PRILAKU PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE PADA KELUARGA
INDRIANI, NINIS;
NAZMI, ANNISA NUR;
BALQIS, RANI DIANA
Afiat Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Publisher : Jurnal Afiat : Kesehatan dan Anak
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34005/afiat.v11i2.5379
Abstrak: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini memiliki laju penyebaran yang cepat, yang mana sangat dipengaruhi oleh rendahnya implementasi perilaku hidup bersih dan sehat serta buruknya kondisi higienis lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi pendidikan kesehatan yang menggunakan media video animasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test. Lokasi pelaksanaannya adalah di wilayah kerja Puskesmas Gitik, Kecamatan Rogojampi. Jumlah sampel yang dilibatkan adalah 31 keluarga, yang diseleksi menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan dan sikap responden, serta lembar observasi untuk menilai tindakan responden, baik sebelum maupun sesudah intervensi diberikan. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil Penelitian: Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada aspek pengetahuan, sikap, dan tindakan responden setelah mereka menerima pendidikan kesehatan berbasis video animasi, dibandingkan dengan kondisi sebelum intervensi. Nilai p-value = 0,000 mengindikasi adanya pengaruh yang signifikan dari intervensi yang diberikan. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan yang memanfaatkan media video animasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, dan tindakan keluarga terkait upaya pencegahan DBD.