Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Rendam Kaki Air Hangat terhadap Perubahan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Anitarini, Fany; Hisyam Farhan, Muhammad; Izzah, Ukhtul; Dwi Ariyani, Anita; Hidayatin, Nur
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 15 No 4 (2024): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v15i4.2497

Abstract

Hipertensi didiagnosis jika telah melakukan pengukuran tekanan darah sistolik (TDS) 140 mmHg atau lebih dan/atau tekanan darah diastolik (TDD) adalah ≥ 90 mmHg setelah dilakukan pemeriksaan tekanan darah berulang. Penatalaksanaan non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah melalui perendaman kaki dengan air hangat. Merendam kaki dalam air hangat merupakan salah satu dari terapi yang memberikan efek fisiologis pada tubuh dengan meningkatkan sirkulasi darah menjadi lancar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh rendam kaki hangat terhadap perubahan tekanan darah. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental One Group Pretest-Postest Design dengan 30 responden yang dipilih dengan teknik sampling purposive. Pengumpulan data menggunakan SOP untuk variabel rendam kaki dan lembar observasi tekanan darah. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon.Hampir seluruhnya dari responden rendam dengan jumlah 30 responden mengidap hipertensi Tk 1 sebanyak 27 responden (90%)dan sebagian kecil mengidam hipertensi Tk 2 sebanyak 10 orang(10%). Setelah di berikan perlakuan rendam kaki air hangat penderita mulai mengalami penurunan tekanan darahdarah yang awalnya penderita Hipertensi Tk 1 menjadi Pre-hipertensi sebanyak 7 orang (23,3%). Terdapat pengaruh yang signifikan antara rendam kaki air hangat dengan tekanan darah dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,00 (< 0,05).Rendam kaki air hangat dapat membantu menurunkan tekanan darah pasien hipertensi, sehingga penderita dapat melakukan secara mandiri dalam mengontrol tekanan darah. Kata kunci : Rendam kaki air hangat, tekanan darah, hipertensi
Pendidikan Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Pencegahan Anemia Indriani, Ninis; Kusumawati, Diana; Sholihin, Sholihin; Izzah, Ukhtul; Diniati, Dian Luvi
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 2 (2025): In Progress Issue
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i2.861

Abstract

Latar belakang: Kelompok remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia. Anemia defisiensi besi merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas terbesar bagi remaja putri. Kurang pemahaman terkait penyebab anemia dan dampak yang di timbulkan apabila terjadi anemia merupakan salah satu penyebab perilaku hidup yang tidak sehat dan jauh dari upaya pencegahan anemia terutama pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan siswa remaja putri Metode: Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan one group pre-post test design tanpa menggunakan kelompok control. Penelitian dilakukan si salah satu SLTA di Kabupaten Banyuwangi. Sampel penelitian sebanyak 75 siswa, yang diberikan pre tes - pre tes sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Pengambilan sampel menggunakan purporsive sampling dan pengambilan data menggunakan kuesioner pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia. Data hasil penelitian di analisis menggunakan uji T berpasangan jika data berdistribusi normal. Apabila data tidak berdistribusi normal, maka data penelitian di analisis menggunakan uji Wilcoxon Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan meskipun peningkatnnya tidak signifikan dengan nilai sebelum diberikan pendidikan kesehatan minimal 30 dan maksimal 100 dan nilai minimal 60 dan maksimal 100 setelah di berikan pendidikan kesehatan. Analisis lebih lanjut di peroleh nilai p value = 0,275 yang berarti tidak terdapat perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesuah diberikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan anemia Kesimpulan: Pemberian pendidikan kesehatan tentang pencegahan anemia terbukti dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia, meskipun secara statistic tidak didapatkan perbedaan antara sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan tentang pencegahan anemia sebaiknya menjadi program sekolah dalam upaya peningkatan kesehatan warga sekolah. Melalui UKS , pihak sekolah dapat bekerja sama dengan puskesmas untuk memberikan penyuluhan atau edukasi kesehatan kepada remaja putri secara berkesinambungan untuk menjadikan siswa memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat salah satunya adalah pencegahan anemia.
Edukasi dan Upaya Deteksi Penyakit Tidak Menular Melalui Pemeriksaan Kesehatan Masroni; Sholihin; Nazmi, Annisa Nur; Damayanti, Fransiska Erna; Munif, Badrul; Rudiyanto, Rudiyanto; Kusumawati, Diana; Indriani, Ninis; Izzah, Ukhtul; Ariyani, Anita Dwi; Anitarini, Fany; Hermanto, Andrik
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v3i1.377

Abstract

Non-Communicable Diseases (NCDs) often undetected because they have no symptoms and there no complaints. Usually found at an advanced stage, so it will be difficult to cure and ends in disability and death. This situation creates large costs for sufferers, families and the state. NCDs can be prevented by controlling risk factors. Increasing public awareness and concern for NCD risk factors very important in controlling NCDs. Counseling, examinations and surveillance of NCD risk factors are forms of health efforts to prevent an increase in the prevalence of non-communicable diseases. The activity of the undergraduate nursing and professional nursing lecturer's service program which is integrated with Thematic KKN is in the form of providing information to the community about the risk factors for non-communicable diseases (PTM), followed by examining the risk factors for non-communicable diseases in the community in the Grogol Village area, Giri Banyuwangi District. The reason for choosing the location based on the Mojopanggung Community Health Center's annual report, it shows that the prevalence of non-communicable diseases such as hypertension, DM, gout is always included in the 10 most types of disease every year. Therefore, it is very important to provide education regarding hypertension, gout and blood sugar to the public to prevent complaints and bad impacts, so that it will extend life expectancy and increase the productivity of residents who experience these diseases.
Pendidikan Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Pencegahan Anemia Indriani, Ninis; Kusumawati, Diana; Sholihin, Sholihin; Izzah, Ukhtul; Diniati, Dian Luvi
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i2.861

Abstract

Latar belakang: Kelompok remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia. Anemia defisiensi besi merupakan penyebab morbiditas dan mortalitas terbesar bagi remaja putri. Kurang pemahaman terkait penyebab anemia dan dampak yang di timbulkan apabila terjadi anemia merupakan salah satu penyebab perilaku hidup yang tidak sehat dan jauh dari upaya pencegahan anemia terutama pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan siswa remaja putri Metode: Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan one group pre-post test design tanpa menggunakan kelompok control. Penelitian dilakukan si salah satu SLTA di Kabupaten Banyuwangi. Sampel penelitian sebanyak 75 siswa, yang diberikan pre tes - pre tes sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Pengambilan sampel menggunakan purporsive sampling dan pengambilan data menggunakan kuesioner pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia. Data hasil penelitian di analisis menggunakan uji T berpasangan jika data berdistribusi normal. Apabila data tidak berdistribusi normal, maka data penelitian di analisis menggunakan uji Wilcoxon Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan meskipun peningkatnnya tidak signifikan dengan nilai sebelum diberikan pendidikan kesehatan minimal 30 dan maksimal 100 dan nilai minimal 60 dan maksimal 100 setelah di berikan pendidikan kesehatan. Analisis lebih lanjut di peroleh nilai p value = 0,275 yang berarti tidak terdapat perbedaan pengetahuan antara sebelum dan sesuah diberikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan anemia Kesimpulan: Pemberian pendidikan kesehatan tentang pencegahan anemia terbukti dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang anemia, meskipun secara statistic tidak didapatkan perbedaan antara sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan tentang pencegahan anemia sebaiknya menjadi program sekolah dalam upaya peningkatan kesehatan warga sekolah. Melalui UKS , pihak sekolah dapat bekerja sama dengan puskesmas untuk memberikan penyuluhan atau edukasi kesehatan kepada remaja putri secara berkesinambungan untuk menjadikan siswa memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat salah satunya adalah pencegahan anemia.
BAHAYA GADGET DAN BULLIYING SERTA EDUKASI PUBERITAS PADA ANK USIA SEKOLAH DASAR DALAM MENGHADAPI MASA REMAJA DI SDIT AL USWAH 1 BANYUWANGI Masroni, Masroni; Izzah, Ukhtul; Ariyani, Dwi; Damayanti, Fransiska Erna
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Januari 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v2i1.2218

Abstract

Nowdays technological developments are very rapid, a gadget can be defined as a tool that can be easily connected to the internet. If you use gadgets wisely, you will get many benefits. However, if gadget use cannot be controlled it will have a negative impact. One of the negative impacts is dependence or addiction to gadgets. Apart from the use of gadgets, bullying also often occurs nowadays. Around three million children are addicted to gadgets, bullying behavior and abuse in the school environment. Efforts to increase children's awareness regarding the dangers of bullying and the use of gadgets as well as puberty education can be done through health promotion, programs created in schools can be more focused and cost-effective. Health education is one of the effective promotive and preventive efforts that can be carried out to increase the knowledge of students and female students which can influence changes in a person's behavior in order to prevent acts of violence, bullying, or excessive use of technological tools, in addition to achieving personal readiness in facing puberty.
Pengaruh Terapi Bermain Puzzle terhadap Lansia dengan Demensia Damayanti, Fransiska Erna; Izzah, Ukhtul; Artini, Ni Putu Diahsuri
Nursing Information Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v2i2.300

Abstract

Pendahuluan: Penyakit dimensia sering terjadi pada lansia tepatnya orang di usia 65 tahun ke atas baik pria maupun wanita. Dampak dari demensia yaitu penurunan kognitif, perubahan mood dan tingkah laku. Solusi kejadian demensia tersebut dapat diberikan terapi non farmakologis yaitu terapi bermain puzzle dimana keunggulan terapi puzzle tersebut dapat melatih kordinasi mata dan tangan, melatih nalar dan melatih kesabaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain puzzle terhadap lansia dengan demensia. Metode: Rancangan penelitian ini yaitu pra eksperimental menggunakan desain one grup pre test and post test design. Penelitian ini dilakukan di UPH Graha Resos Banyuwangi tahun 2022. Sampel dalam penelitian ini diambil menggunakan tehnik Purposive Sampling yaitu lansia yang mengalami demensia sesuai kriteria inklusi dan ekslusi didapatkan 16 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner MMSE dan SOP bermain Puzzle. Analisa data menggunakan uji T Berpasangan. Hasil: Penelitian ini menemukan hasil pree test responden memiliki kemampuan daya ingat dengan skor rata-rata sebesar 13,17 dan hasil post test didapatkan skor rata-raat sebesar 21,2 sehingga didapatkan selisih atau peningkatan skor rata-rata sebesar 7,5. Setelah dilakukan analisa menggunakan uji statistik T berpasangan didapatkan p-value 0,000 (p-value<0,05) yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan terapi bermain puzzle pada lansia dengan demensia Kesimpulan: Terapi bermain puzzle terbukti efektif untuk meningkatkan daya ingat pada lansia dengan demensia. Sehingga sangat direkomendasikan untuk tenaga Kesehatan dalam meningkatkan daya ingat pada lansia dengan demensia dapat menggunakan terapi bermain puzzle.
Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Partum Dengan Masalah Keperawatan Menyusui Tidak Efektif Nazmi, Annisa Nur; Sari, Ulan Kartika; Izzah, Ukhtul; Iswahyudi, Ulul Azmi
Nursing Information Journal Vol. 3 No. 2 (2024): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v3i2.330

Abstract

Pendahuluan : Post partum adalah masa sesudah persalinan atau kelahiran bayi, plasenta atau tali pusat sampai minggu ke enam setelah melahirkan. Masalah menyusui tidak efektif merupakan suatu kondisi dimana ibu dan bayi mengalami ketidakpuasan atau kesulitan pada saat menyusui. Tujuan untuk mengetahui asuhan keperawatan pada ibu post partum dengan menyusui tidak efektif meliputi pengkajian, diagnose, intervensi, implementasi dan evaluasi. Metode : Penulisan laporan ini menggunakan metode triangulasi sumber karena data yang didapatkan langsung dari pasien ibu post partum dan menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implememntasi dan evaluasi keperawatan dan pendokumentasian. Hasil : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 kali kunjungan pada ibu post partum dengan menyusui tidak efektif didapatkan suplai ASI dan hisapan bayi meningkat Kesimpulan : Memberikan asuhan keperawatan pada ibu post partum dengan menyusui tidak efektif diperlukan kerjasama baik dari kesehatan maupun keluarga karena diperlukan untuk keberhasilan asuhan keperawatan. Komunikasi terapeutik dapat mendorong keluarga lebih kooperatif.
Hubungan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi pada Mahasiswi S1 Kebidanan Izzah, Ukhtul; Trianita, Desi; Supriyanto, Supriyanto; Indriani, Risa
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i1.826

Abstract

Pendahuluah: kebanyakan wanita mengalami sejumlah perubahan dalam pola menstruasi selama masa reproduksi. Menstruasi tidak teratur disebabkan oleh hal-hal yang terkait dengan gaya hidup atau masalah kesehatan salah satunya adalah peningkatan stress. Stres melibatkan sistem neuroendokrinologi sebagai sistem yang besar peranannya dalam reproduksi Wanita. Metode: penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan desain cross sectional dengan sampel mahasiswa S1 kebidanan berjumlah 60. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling dan uji yang digunakan ialah rank spearman. Instrument yang digunakan menggunakan DASS dan kuesioner siklus menstruasi. Hasil: penelitian ini menunjukkan bahwa responden dengan tingkat stress sedang sebanyak 27 responden (45,0%) dan siklus menstruasi polimenorhea sebanyak 31 responden (51,7%). hasil analisis uji rank spearman Test dengan menggunakan SPSS 16 for windows, diperoleh nilai ρ-value 0,00 < 0,05. Artinya ada hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi Kemudian dibandingkan dengan tabel interpretasi data dengan nilai 0,546 maka dapat diketahui bahwa keeratan hubungannya kategori kuat. Arah korelasinya positif yang artinya hubungan keduanya searah, dengan demikian dapat diartikan bahwa semakin tinggi tingkat stres maka siklus menstruasinya terganggu pada kategori polimenorhea Kesimpulan: kita harus memberikan pendidikan tentang manajemen stres sehingga mahasiswa mempunyai siklus menstruasi yang normal.