Ana Sabhana Azmy
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Universitas Indonesia

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal SOLMA

Urgensi Literasi Politik mengenai Hak Pilih bagi Pemilih Pemula Azmy, Ana Sabhana; Rahmawati, Restu
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18672

Abstract

Background: Tulisan ini mengkaji tentang urgensi literasi politik mengenai hak pilih bagi pemilih pemula. Alasan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan karena berdasarkan data nasional bahwa tingkat golput pada pemilu 2024 meningkat yakni sebesar 18,22% dibandingkan pemilu 2019 sebesar 18,03%. Peningkatan angka golput tersebut dapat berdampak terhadap legitimasi dan mempengaruhi stabilitas pemerintahan ke depan. Oleh karena itu, penting kiranya untuk melakukan literasi politik kepada pemilih pemula guna meningkatkan partisipasi politik mereka pada pemilu.  Metode: Mitra kegiatan ini adalah Yayasan Al-Kamila di Serua Bojongsari, Depok Jawa Barat. Peserta kegiatan berjumlah 22 orang siswa dan kegiatan ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan beberapa cara seperti studi dokumentasi, melakukan pre-test pada siswa. Pre-test berisi pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan diskusi mengenai hak pilih bagi pemilih pemula. Di akhir tahapan, peneliti melakukan post-test yang berisi pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda.  Hasil: Pemahaman siswa tentang hak politik hasil rata-rata pre-test dari 18,18% menjadi 54,54%. Pada peran generasi muda dalam politik hasil rata-rata pre-test dari 5,45% menjadi 54,54%. Pada pentingnya pendidikan politik bagi generasi muda hasil rata-rata pre-test adalah 9,09% dan hasil rata-rata post-test menjadi 50%. Pada pemahaman literasi politik rata-rata hasil pre-test adalah 9,09% dan hasil rata-rata post-test menjadi 36.36%. Kesimpulan: Kegiatan ini telah memberikan manfaat yang baik sebagai bentuk sosialisasi dan pendidikan politik bagi generasi muda.
Penguatan Literasi Politik bagi Santri melalui Pengembangan Pengetahuan dan Keterampilan Digital di Pesantren Musyidul Falah 2 Purwakarta Rahmawati, Restu; Azmy, Ana Sabhana; Aji, M. Prakoso; Wulandari, Lia; Nayiroh, Luluatu
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20973

Abstract

Background: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan karena terdapat permasalahan yang dihadapi mitra yakni rendahnya literasi politik bagi para Santri Pondok Pesantren Mursyidul Falah 2 Purwakarta sehingga kondisi ini rentan terhadap informasi yang tidak akurat atau bias di media digital, yang dapat memengaruhi pemahaman mereka terhadap proses politik dan keputusan pemilihan. Metode: Mitra kegiatan ini adalah Pondok Pesantren Mursyidul Falah 2 Purwakarta. Peserta kegiatan berjumlah 40 orang santri dan kegiatan ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan beberapa cara seperti studi dokumentasi, melakukan pre-test pada siswa. Pre-test berisi pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan diskusi mengenai hak pilih bagi pemilih pemula. Di akhir tahapan, peneliti melakukan post-test yang berisi pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda.  Hasil: Sebelum siswa mengikuti sosialisasi literasi politik dan pengembangan keterampilan digital, banyak siswa yang menjawab tidak mengetahui/memahami dan kurang mengetahui/memahami tentang hoaks, literasi politik, dan situs yang digunakan untuk mengecek berita hoaks. Namun, setelah dilakukan sosialisasi dan pelatihan terkait literasi digital serta penggunaan platform cek fakta, terjadi pergeseran signifikan pada hasil post-test, di mana mayoritas santri beralih ke kategori “mengetahui” dan “sangat mengetahui” serta menunjukkan perubahan perilaku lebih kritis dalam menyikapi informasi politik. Kesimpulan: Kegiatan ini telah memberikan manfaat yang baik sebagai bentuk sosialisasi dan pelatihan literasi digital bagi generasi muda.