Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Implementasi Prinsip Pelayanan Syariah Pada Pedagang Kaki Lima Sentra Kuliner MSC (Mandiri Sociopreneur) Sarirogo Imron, Imron; Faujiah, Ani
MARGIN ECO Vol. 9 No. 2 (2025): Margin Eco: Jurnal Ekonomi dan Perkembangan Bisnis
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/margin.v9i2.6481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip pelayanan syariah pada pedagang kaki lima di Sentra Kuliner MSC (Mandiri Sociopreneur) Sarirogo Sidoarjo, salah satu unit usaha Wakaf Mandiri yang bergerak di sektor kuliner berbasis syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pedagang terhadap prinsip pelayanan syariah masih bersifat umum dan belum terinternalisasi secara komprehensif. Nilai-nilai dasar seperti shiddiq, amanah, dan ihsan mulai diterapkan dalam interaksi sehari-hari, namun belum mencakup seluruh aspek pelayanan, terutama terkait standar konsistensi, transparansi harga, dan manajemen kebersihan. Temuan penting penelitian ini mengungkap bahwa pedagang di Sentra Kuliner MSC memiliki karakteristik berbeda dibandingkan pedagang kaki lima pada umumnya. Keberadaan mereka dalam ekosistem Wakaf Mandiri membentuk kultur religius yang lebih kuat, tercermin dari rutinitas ibadah, etos kerja, kepatuhan terhadap aturan syariah, serta komitmen moral untuk menjaga amanah sebagai bagian dari pengelolaan aset wakaf. Meskipun tingkat pemahaman konseptual mengenai ekonomi syariah masih terbatas, motivasi mereka untuk menjalankan praktik pelayanan yang sesuai nilai Islam lebih tinggi dibandingkan pedagang yang tidak berada dalam naungan lembaga wakaf. Faktor pendukung implementasi prinsip syariah meliputi lingkungan religius, dukungan manajerial MSC, serta solidaritas antarpedagang. Adapun faktor penghambat mencakup keterbatasan pengetahuan formal tentang ekonomi syariah, belum adanya sistem penilaian kinerja berbasis syariah, serta minimnya waktu untuk mengikuti pelatihan. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan pedoman pelayanan syariah tertulis, peningkatan kapasitas melalui pelatihan berkala, serta kolaborasi antara pengelola MSC, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan Islam guna memperkuat praktik bisnis syariah di tingkat usaha mikro.
Pengaruh Pelatihan Pasar Modal Dan Fasilitas Online Trading terhadap Minat Investasi Mahasiswa Di Pasar Modal Syariah (Studi Kasus Mahasiswa STAINIM Sidoarjo) Hidayatullah , Muhammad Su’ib; Saifuddin; Faujiah, Ani
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1836

Abstract

Perkembangan pasar modal di Indonesia menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan meningkatnya jumlah investor ritel dari kalangan generasi muda, termasuk mahasiswa. Namun, partisipasi mahasiswa dalam pasar modal syariah masih rendah, disebabkan oleh kurangnya pengetahuan serta keterbatasan akses terhadap fasilitas investasi. Salah satu solusi untuk meningkatkan minat investasi mahasiswa yaitu melalui pelatihan pasar modal, yang memberikan pemahaman teoritis dan praktis mengenai mekanisme pasar modal, termasuk aspek syariahnya, yang diyakini dapat meningkatkan literasi dan membangun kepercayaan terhadap instrumen investasi halal. Selain itu, perkembangan teknologi telah menghadirkan online trading, yang memungkinkan investasi dilakukan dengan mudah, cepat, dan transparan hanya melalui perangkat digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara pelatihan pasar modal dan fasilitas online trading terhadap minat investasi mahasiswa, khususnya pada konteks pasar modal syariah dengan pendekatan kuantitatif menggunakan SmartPLS versi 4.0. Populasi pada penelitian ini berjumlah 160 mahasiswa dan sampel yang diperoleh melalui survei berjumlah 79 mahasiswa STAI An Najah Indonesia Mandiri Sidoarjo yang pernah mengikuti pelatihan pasar modal. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable Pelatihan Pasar Modal memiliki nilai P Values 0.053 dimana nilai tersebut >0.05 dan nilai T 1.938 yang dimana nilai tersebut <1.96 yang dinyatakan tidak signifikan serta Fasilitas Online Trading memiliki nilai signifikan 0.000 dibawah (0,05) dan dapat diartikan bahwa fasilitas online trading memiliki hubungan signifikan terhadap minat investasi. Secara simultan Pelatihan Pasar Modal dan Fasilitas Online Trading memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Minat investasi. Temuan ini menekankan pentingnya edukasi untuk mendorong lahirnya investor muda yang melek keuangan syariah.
Model Kolaborasi Berbasis Service Learning dalam Meningkatkan Literasi Anak: Studi Kasus Program Membaca Nyaring di Sekolah Dasar Faujiah, Ani; Nahuri, Nahuri; Rahmawati, Julia; Mutiara, Mutiara
Al-Umm: Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Al-Umm: Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al- Kifayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53398/alumm.v3i1.598

Abstract

Low reading literacy among primary school students, exacerbated by the dominance of digital entertainment, highlights the need for collaborative and sustainable literacy intervention models. This article aims to examine the effectiveness of a service-learning–based collaborative model in improving children’s literacy through a read-aloud program in primary education. Employing a qualitative case study design, the research was conducted at an Indonesian primary school through structured stages of literacy socialization, guided read-aloud activities, and a read-aloud competition involving teachers, parents, and community stakeholders. The findings indicate improvements in students’ reading motivation, read-aloud skills particularly intonation, articulation, and text comprehension and self-confidence, alongside strengthened stakeholder participation in the school literacy ecosystem. This study contributes by proposing a replicable service-learning–based collaborative literacy model that bridges school–community engagement and provides a practical framework for enhancing primary literacy development in similar educational contexts
Penguatan Manajemen Wakaf melalui Pengembangan SDM Profesional dan Literasi Masyarakat di Era Digital Faujiah, Ani
Journal of Islamic Economics Studies and Practices Vol. 4 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Institut Agama Islam YPBWI Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54180/jiesp.2025.4.2.1-14

Abstract

Contemporary waqf management faces multidimensional challenges characterized by low nazhir professionalism, limited public literacy, and fragmented governance structures that hinder the optimal utilization of waqf assets. Although previous studies emphasize the urgency of strengthening institutional capacity and public education, they often examine these aspects in isolation, creating a research gap in the form of an absence of an integrated model that connects human resource development, community literacy, digital transformation, and governance quality. Drawing on the theories of human resource management, financial literacy, sharia governance, and digital transformation, this study analyzes the interrelation of these four elements in strengthening the modern waqf management ecosystem. The study employs a qualitative literature review of publications from 2018 to 2024, encompassing bibliometric analysis, case studies, quantitative surveys, and qualitative interviews. The findings reveal that competency-based training, nazhir certification, and digital evaluation systems enhance asset management efficiency. Hybrid literacy programs expand public participation, while the integration of technologies such as blockchain, artificial intelligence, and the Waqf Core Performance and Integrity Index (WCPII) reinforces transparency and accountability. The study concludes that strong governance acts as a key moderator determining the effectiveness of synergies among human resources, literacy, and digitalization in achieving sustainable waqf management.
Dimensi Hukum dan Regulasi dalam Tata Kelola Wakaf: Implikasi terhadap Keberlanjutan dan Akuntabilitas Faujiah, Ani
Ekosiana Jurnal Ekonomi Syari ah Vol. 13 No. 1 (2026): in progress
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, STAI AN-NAJAH INDONESIA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/ekosiana.v13i1.633

Abstract

Wakaf merupakan instrumen keuangan sosial Islam yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi berkelanjutan. Namun, di banyak negara Muslim, termasuk Indonesia, kontribusi wakaf terhadap pembangunan masih relatif rendah dibandingkan dengan potensi aset yang tersedia. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi normatif wakaf dan realisasi pemanfaatannya secara produktif. Studi-studi sebelumnya cenderung menekankan aspek manajerial, profesionalisme nazhir, dan literasi masyarakat, sementara dimensi hukum dan regulasi lebih sering diposisikan sebagai faktor pendukung dan belum dianalisis secara integratif. Penelitian ini mengisi celah tersebut dengan menempatkan dimensi hukum dan regulasi sebagai variabel kunci dalam analisis tata kelola wakaf yang berkelanjutan dan akuntabel. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis publikasi bereputasi internasional periode 2018–2024 dengan mengikuti alur PRISMA dan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka regulasi wakaf yang adaptif, konsisten, dan didukung mekanisme pengawasan serta sistem pelaporan yang transparan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan profesionalisme nazhir, perlindungan aset wakaf, dan kepercayaan publik. Temuan ini menegaskan bahwa regulasi berfungsi sebagai katalisator reformasi tata kelola wakaf, bukan sekadar instrumen normatif. Penelitian ini merekomendasikan reformasi regulasi wakaf yang terintegrasi, penguatan kapasitas nazhir, dan standardisasi sistem pengawasan sebagai agenda strategis dalam optimalisasi peran wakaf bagi pembangunan berkelanjutan. Kata kunci: wakaf, regulasi wakaf, tata kelola, keberlanjutan, akuntabilitas.