Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS AMPAS TAHU DAN PUPUK NPK MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS) Gunawan, Heru; Fajri, Surya; Manurung, Azwar Anas; Satria, Indra
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4030

Abstract

Abstract: The need for chili increases every year in line with the increasing population and the development of industries that require chili raw materials. However, chili production in Indonesia is still low and has not met all needs, thus causing business opportunities for cultivating cayenne pepper to be wide open. Good cultivation techniques, such as cultivating cayenne pepper using a combination of organic and inorganic fertilizers that are adjusted to the needs of the plants, are expected to maximize the production of cayenne pepper plants. This research was conducted in Batu Asa, Environment III, Sidodadi Village, Kisaran Barat District, Asahan Regency from January to April 2024. This study used a Factorial Randomized Block Design (RAK) with two factors, namely: (1) Tofu Dregs Compost (T) consisting of 4 levels, namely: T0 = 0 g/polybag, T1 = 150 g/polybag, T2 = 300 g/polybag, T3 = 450 g/polybag (2) Mutiara NPK Fertilizer (N) consisting of 3 levels, namely: N1 = 2 grams/polybag, N2 = 4 grams/polybag, N2 = 6 grams/polybag. The observed variables were plant height, flowering age, harvest age, fruit weight per plant and number of fruits per plant. The provision of tofu dregs compost had a significant effect on the observation of fruit weight per plant at the 3rd harvest, but on the observation of plant height, flowering age, harvest age, and number of fruits per plant did not show a significant effect. The best treatment was in the T3 = 450 gr/polybag treatment. The provision of Mutiara NPK had a significant effect on the observation of fruit weight per plant at the 3rd harvest, but on the observation of plant height, flowering age, harvest age, and number of fruits per plant did not show a significant effect. The best treatment was in the N3 = 6 gr/polybag treatment. The interaction between the provision of tofu dregs compost and Mutiara NPK did not give a significant effect on all observation variables. Keywords: Cayenne Pepper, Organic Fertilizer, Tofu Dregs Compost, Mutiara NPK Fertilizer Abstrak: Kebutuhan cabai meningkat setiap tahunnya sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkembangnya industry yang membutuhkan bahan baku cabai. Namun produksi cabai di Indonesia masih rendah dan belum mencukupi seluruh kebutuhan, sehingga menyebabkan peluang usaha budidaya cabai rawit terbuka luas. Teknik budidaya yang baik, seperti budidaya cabai rawit menggunakan kombinasi pupuk organik dan anorganik yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman yang diharapkan produksi dari tanaman cabai rawit ini akan lebih maksimal. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian kompos ampas tahu dan pupuk NPK Mutiara terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens). Penelitian ini dilaksanakan di Batu Asa, Lingkungan III, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan pada bulan Januari hingga bulan April 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu: (1) Kompos Ampas Tahu (T) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: T0 = 0 g/polibag, T1 = 150 g/polibag, T2 = 300 g/polibag, T3 = 450 g/polibag (2)   Pupuk NPK Mutiara (N) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: N1 = 2 gram/ polibag, N2 = 4 gram/ polibag, N2 = 6 gram/ polibag. Peubah amatan yang diamati adalah tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, berat buah per tanaman dan jumlah buah per tanaman. Pemberian kompos ampas tahu memberikan pengaruh nyata terhadap pengamatan berat buah per tanaman pada panen ke 3, tetapi pada pengamatan tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, dan jumlah buah per tanaman tidak menunjukkan pengaruh nyata. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan T3 = 450 gr/polibag. Pemberian NPK Mutiara memberikan pengaruh nyata terhadap pengamatan berat buah per tanaman pada panen ke 3, tetapi pada pengamatan tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, dan jumlah buah per tanaman tidak menunjukkan pengaruh nyata. Perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan N3 = 6 gr/polybag Interaksi antara pemberian kompos ampas tahu dan NPK Mutiara tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua peubah amatan. Kata kunci: Cabai Rawit, Pupuk Organik, Kompos Ampas Tahu, Pupuk NPK Mutiara
IDENTIFIKASI MANGROVE DI WILAYAH PESISIR DESA BAGAN DALAM KABUPATEN BATU BARA Puspitasari, Dian; Fajri, Surya; Satria, Indra; Hariyani, Riska; Lubis, Abdul Malik Kamarullah; Rumiati; Alfaresa, Aisyah; Mustofa, Nauval; Simanjuntak, Al Imran
JURNAL BIOSENSE Vol 7 No 01 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas PGRI Banyuwangi, Jalan Ikan Tongkol No 01, Telp (0333) 421593, 428592 Banyuwangi 68416

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/biosense.v7i01.3418

Abstract

Mangroves are an ecosystem environment located in tidal areas, where significant interactions occur between seawater, brackish water, rivers, and land. This interaction causes high diversity in the form of marine, freshwater, and terrestrial plants and animals in mangrove areas. Mangroves have many benefits, both ecologically and economically. The distribution of mangroves in Indonesia is very wide, including in the area of Batu Bara Regency, and information on mangrove identification in Batu Bara Regency, one of which is for Bagan Dalam village, is still minimal. The purpose of this study was to record the types of mangroves in Bagan Dalam village. The method used is an exploratory method, which records all types of mangroves in the research area. Mangroves in Bagan Dalam village consist of Acanthus ilicifolius species, Acrostichum speciosum, Avicennia marina, Clerodendrum inerme, Excoecaria agallocha, Morinda citrifolia, Nypa fruticans, Pluchea indica, Rhizophora apiculata, Sonneratia alba, Sonneratia ovata, Spinifex sp., Terminalia catappa, and Wedelia biflora. Water quality consists of temperature, pH, and salinity. The temperature value is 29.20C, the pH value is 7, and the salinity value is 18.2‰.
Pengaruh Aplikasi Pupuk Kandang Sapi Dan Bokashi Sampah Kota Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L) Fajri, Surya; Wahyudin Purba, Deddy; Kurniadi, Repotri
Agrium Vol 18 No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/agrium.v18i2.5335

Abstract

Pengaruh Aplikasi Pupuk kandang Sapi dan Bokashi Sampah Kota Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L). Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Universitas Asahan, jalan jend. Ahmad Yani, Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan dengan topogafi dan ketinggian tempat ± 20 m dpl. dilakukan pada bulan Februari s/d April tahun 2021. Penelitian ini disusun berdasarkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah aplikasi pupuk kandang sapi dengan 4 taraf yaitu : K0 = 0 kg plot-1, K1 = 1 kg plot-1,K2 = 2 kg plot-1 dan K3 = 3 kg plot-1. Faktor kedua adalah aplikasi bokashi sampah kota, dengan 3 taraf yaitu S0 = 0 kg plot-1, S1 = 1 kg plot-1dan S2 = 2 kg plot-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk kandang sapi menunjukkan pengaruh nyata terhadap diameter buah, panjang buah, produksi tanaman per sample, produksi tanaman per plot dengan perlakuan terbaik yaitu 3 kg plot-1. Aplikasi bokashi sampah kota tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter amatan tanaman mentimun. Interaksi aplikasi pupuk kandang sapi dan bokashi sampah kota tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter amatan tanaman mentimun
PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH RUMAH TANGGA MENJADI PUPUK ORGANIK DI DESA DANAU SIJABUT Fajri, Surya; Syahminar, Syahminar; Safruddin, Safruddin; Lubis, Firman Febrian; Wella, Anggun; Harahap, Siti Ramadani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32273

Abstract

Desa Danau Sijabut menghadapi masalah limbah dari sisa tanaman dan rumah tangga yang belum dimanfaatkan. Menggunakan sisa tanaman dan limbah rumah tangga sebagai pupuk organik dianggap sebagai solusi untuk mengurangi masalah pengelolaan limbah sambil meningkatkan produktivitas dan pendapatan pertanian secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di desa ini bertujuan untuk menyosialisasikan dan mendidik masyarakat di Desa Danau Sijabut, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan. Kegiatan ini melibatkan penyuluhan serta praktik pembuatan pupuk organik secara langsung. Peserta kegiatan meliputi petani lokal dan ibu-ibu rumah tangga di desa tersebut. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan dalam pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah menjadi pupuk organik, yang dapat berpotensi meningkatkan pendapatan rumah tangga mereka. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan dan keinginan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengelola limbah secara mandiri, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pertanian ramah lingkungan.
PEMBUATAN PESTISIDA NABATI DAUN PEPAYA DI DESA TANJUNG ALAM KECAMATAN SEI DADAP KABUPATEN ASAHAN Handayani, Turi; Fajri, Surya; Satria, Indra; Syahputra, Imam; Fadillah, Chika Intan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 5, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5384

Abstract

Abstract: Agriculture is a key sector supporting food security and the community's economy. One of the obstacles in agricultural activities is pest attacks, which are generally addressed with the use of chemical pesticides. However, excessive use of chemical pesticides can have negative impacts on human health and the environment. Therefore, alternative solutions are needed in the form of safer and more environmentally friendly botanical pesticides. This community service activity was carried out in Tanjung Alam Village through socialization of the manufacture of botanical pesticides from papaya leaves to students of SMP IT Adabiyah. The activity methods included counseling, a question and answer session, and hands-on practice in making botanical pesticides. The results of the activity showed that students understood the dangers of chemical pesticides and learned how to make botanical pesticides from simple ingredients easily found in the surrounding environment. This program is expected to increase environmental awareness, reduce dependence on chemical pesticides, and support the creation of sustainable agriculture in the community. Keywords: papaya leaves, socialization, botanical pesticides, socialization Abstrak: Pertanian merupakan sektor utama yang mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat. Salah satu kendala dalam aktivitas pertanian adalah serangan hama yang umumnya diatasi dengan penggunaan pestisida kimia. Namun, pemakaian pestisida kimia secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan solusi alternatif berupa pestisida nabati yang lebih aman dan ramah lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tanjung Alam melalui sosialisasi pembuatan pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya kepada siswa SMP IT Adabiyah. Metode kegiatan meliputi penyuluhan, sesi tanya jawab, serta praktik langsung pembuatan pestisida nabati. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memahami bahaya pestisida kimia dan mengetahui cara pembuatan pestisida nabati dengan bahan sederhana yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan, mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia, serta mendukung terciptanya pertanian berkelanjutan di masyarakat. Keywords: daun pepaya, sosialisasi, pestisida nabati, sosialisasi