Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENERAPAN INTERVENSI MENGHARDIK DALAM UPAYA MENGURANGI HALUSINASI PENDENGARAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA Kota, Novayanti Karolina; Avelina, Yuldensia
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2535

Abstract

Skizofrenia dapat menyerang setiap orang tanpa mengenal usia maupun golongan. Skizofrenia adalahgangguan mental yang sangat berat sehingga sebagian besar penderitanya tidak dapat pulih kembali sepertikondisi sebelum mereka mengalaminya. Pasien dengan skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Kopetapada tahun 2023 sebanyak 83 orang, jumlah ini meningkat dari tahun 2022 sebanyak 78 orang. Penelitianini bertujuan untuk melakukan penerapan intervensi menghardik dalam upaya mengurangi halusinasipendengaran pada pasien skizofrenia. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif denganpendekatan studi kasus. Subjek studi ini diambil sebanyak 2 pasien. Teknik pengambilan partisipandengan menggunakan purposive sampling. Penerapan terapi dengan cara menghardik halusinasipendengaran dilakukan selama 3 hari, 1 kali sehari dilakukan selama 15 menit. Hasil studi kasusmenunjukan pasien mampu melakukan teknik menghardik dan terdapat berkurangnya gejala halusinasipendengaran. Intervensi menghardik terbukti dapat mengurangi gejala halusinasi pendengaran pada pasien.Kata Kunci: Halusinasi, Menghardik, Skizofrenia
CEGAH PENYAKIT DENGAN ENAM LANGKAH MENCUCI TANGAN YANG BENAR DI SD INPRES WAIRKLAU KABUPATEN SIKKA Avelina, Yuldensia; Conterius, Rosania E.B.
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2136

Abstract

Mencuci tangan dengan air dan sabun dapat lebih efektif menghilangkan kotoran dan debu secaramekanis dari permukaan kulit dan secara bermakna mengurangi jumlah mikroorganismepenyebab penyakit seperti virus, bakteri dan parasit lainnya pada kedua tangan. Usia sekolah bagianak juga merupakan masa rawan terserang penyakit. Beberapa penyakit yang diderita anakakibat penularan bakteri lewat tangan karena tidak menerapkan mencuci tangan pakai sabun yakniISPA,Covid 19, diare dan kecacingan. Provinsi Nusa Tenggara Timur masih tergolong rendahdalam perilaku mencuci tangan dengan sabun yang benar yakni 20.4%. Kegiatan pengabdiankepada masyarakat ini bertujuan agar dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa-siswi Sekolah Dasar Inpres Wairklau Perumnas Maumere Kabupaten Sikka tentang enam langkahmencuci tangan pakai sabun yang benar. Metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasidan praktik mencuci tangan pakai sabun. Tim melakukan pre test dan post test untuk mengukurtingkat pengetahuan siswa-siswi sebelum dan setelah sosialisasi. Jumlah peserta yang terlibatdalam kegiatan pengabdian masyarakat ini sebanyak 500 orang. Hasil yang dicapai dari kegiatanini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dari para peserta secara signifikan dalam kategori baikyakni 99% dan cukup 1 % setelah dilakukan sosialisasi. Para peserta sangat antusias mengikutiseluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.Kata Kunci: Enam Langkah Cuci Tangan, Siswa-siswi Sekolah Dasar
SOSIALISASI TENTANG PROTOKOLER KESEHATAN PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN BAGI LANSIA DI POSYANDU LANSIA KELURAHAN WAIOTI MAUMERE Dhale Pora, Yosefina; Avelina, Yuldensia; Vianitati, Pasionista; Elfi, Teresia
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 2 (2022): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i2.1603

Abstract

Pandemi Covid-19 sudah melanda dunia selama setahun lebih dari tahun 2019 namun warga RW 009 Kelurahan Waioti Kecamatan Alok Timur Maumere belum semuanya mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 yaitu memakai masker, mencuci tangan serta menjaga jarak, dengan berbagai alasan yang dikemukan seperti tidak mempunyai masker, masker membuat sesak napas, memakai masker tidak benar, lupa untuk cuci tangan setelah bepergian keluar rumah, anak-anak yang tidak bersekolah tetap berkumpul bermain bersama-sama tanpa memakai masker, masyarakat dewasapun masih ada yang duduk berkumpul di sore dan malam hari, masih ada kegiatan keluarga yang dilaksanakan misalnya arisan RT/RW dan arisan keluarga serta tuntutan pekerjaan yang tidak bisa untuk melakukan jaga jarak seperti pedagang yang berjualan di pasar. Salah satu protocol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 adalah pembatasan social yang berdampak pada pelaksanaan program posyandu lansia sejak Maret 2020 tidak dijalankan dan gencarnya berita hoax selama pandemi Covid-19 membuat warga khususnya para lansia menjadi takut untuk berobat ke fasilitas kesehatan sehingga mereka yang memiliki penyakit kronis tidak mendapatkan pengobatan yang baik sebagaimana sebelum pandemi.Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan sosialisasi tentang protokoler kesehatan pencegahan penularan COVID-19 dan  pemeriksaan kesehatan bagi lansia di RW 009 Kelurahan Waioti. Hasil kegiatan ini dibuktikan dengan peningkatan pemahaman dan perubahan perilaku warga di mana warga secara antusias menyiapkan tempat cuci tangan di depan rumah masing-masing, memakai masker dengan benar dan mengurangi kegiatan berkumpul di lingkungan rumah, serta diketahui hasil pemeriksaan kesehatan pada lansia. Kesimpulan sosialisasi tentang Protokoler Kesehatan Pencegahan Penularan COVID-19 dan pemeriksaan kesehatan bagi lansia di RW 009 kelurahan Waioti berdampak pada peningkatan pemahaman masyarakat tentang COVID-19 dan cara pencegahan penularannya sehingga dapat mengubah perilaku masyarakat untuk lebih taat dan patuh pada protokoler kesehatan pencegahan COVID-19 sehingga dapat memutus mata rantai penularan. Dan pemeriksaan kesehatan pada lansia membantu para lansia untuk lebih tertib lagi dalam menjaga pola hidup sehat selama masa pandemic khususnya dalam masa pembatasan sosial berskala besar yang semua aktivitas dilakukan dari rumah dengan metode daring/online.Kata Kunci: Sosialisasi, Protokoler kesehatan, COVID-19, Lansia
EDUKASI KESEHATAN JIWA DAN SKRINNING MASALAH KESEHATAN JIWA DAN PSIKOSOSIAL PADA REMAJA SEBAGAI UPAYA MEMBENTUK REMAJA YANG SEHAT MENTAL Avelina, Yuldensia; Conterius, Rosania Euthropia Brigita; Putri, Agustina Andika; Balamaking, Archangela Aghriani
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 1 (2024): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i1.2556

Abstract

Masa remaja merupakan masa kritis bagi perkembangan fisik dan mental. Perkembangan kesehatanmental yang baik penting untuk kesehatan dan kualitas hidup remaja yang baik sepanjang masa hidupremaja di masa depan. Hasil observasi dan wawancara dengan pihak sekolah dimana belum adanyakegiatan sosialisasi tentang kesehatan jiwa pada remaja sehingga banyak siswa tidak tahu dan tidakmengerti bagaimana cara melakukan deteksi masalah kesehatan jiwa pada remaja, dan belum adanyaterbentuk remaja sehat jiwa di sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untukmeningkatkan pemahaman siswa tentang kesehatan jiwa melalui edukasi dan mengetahui masalahkesehatan jiwa dan psikososial pada siswa.Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi tentangkesehatan jiwa remaja serta skrining masalah kesehatan jiwa dan psikososial. Instrumen yangdigunakan adalah kuesioer pengetahuan tentang kesehatan jiwa remaja dan kuesioner DASS 42 untukmengukur masalah kesehatan jiwa dan psikososial. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan sebanyak 30orang siswa Kelas X.Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah siswa yang hadir memahami tentangkesehatan jiwa pada remaja, terdeteksi masih ada siswa yang mengalami depresi ringan, stress ringandan sedang, serta kecemasan ringan dan sedang. Para siswa antusias dalam mengikuti kegiatan hinggaselesai. Perlunya keterlibatan sekolah dalam penanganan kesehatan jiwa dengan skrining dan edukasikesehatan jiwa.Kata Kunci: Edukasi, Kesehatan jiwa remaja, Skrining
PELATIHAN CARA MENGGOSOK GIGI YANG BAIK DAN BENAR BAGI SISWA-SISWI SEKOLAH DASAR ISLAM NEGERI NANGAHURE LEMBAH Nong Baba, Wihelmus; Avelina, Yuldensia
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 2 (2022): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i2.1602

Abstract

Pemahaman tentang kesehatan gigi dan mulut bagi anak usia sekolah perlu ditingkatkan agar tidakterjadi masalah kesehatan gigi seperti karies gigi, plak dan gigi berlubang. Salah satu pencegahankaries gigi adalah menjaga kebersihan mulut dengan cara menggosok gigi secara baik dan benar.Usia sekolah dasar merupakan saat ideal untuk melatih kemampuan motorik seorang anak,diantaranya perilaku menggosok gigi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untukmeningkatkan kesadaran siswa/siswi sekolah dasar kelas 1 akan pentingnya memelihara kesehatangigi dan mulut dan meningkatkan keterampilan siswa-siswi dalam menggosok gigi. Metode yangdigunakan adalah audiovisual dan simulasi menggosok gigi yang baik dan benar melalui mediaaudiovisual. Peserta kegiatan adalah Siswa-siswi Kelas 1 Sekolah Dasar Islam Negeri NangahureLembah Kecamatan Alok Barat dengan jumlah sampel 45 siswa. Kegiatan dilaksanakan selama 4 hari.Hasilnya siswa/I dapat melakukan cara menggosok gigi yang baik dan benar serta siswa/I antusiasdalam melakukan kegiatan tersebutKata Kunci: Cara menggosok gigi, Pelatihan, Siswa-siswi, Sekolah Dasar
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DEPRESI DAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK “RELAKSASI IMAJINASI TERBIMBING” PADA LANSIA DI SEKSI KESEJAHTERAAN SOSIAL LANJUT USIA PADU WAU MAUMERE Avelina, Yuldensia; Nababan, Sudarwati; Barek Aran, Maria Lambertina; Herminsih, Adelheid Riswanti; Sadipun, Donatus Korbianus
Jurnal Abdimas Saintika Vol 4, No 2 (2022): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v4i2.1596

Abstract

Depresi pada lansia lebih tinggi terjadi pada lansia yang hidup di panti jompo dibandingkandengan lansia yang hidup di komunitas dengan perkiraan 11 sampai 78%. Hal ini terjadi akibatperasaan negative yang dialami karena merasa kurangnya perhatian dan kasih saying darikeluarga juga karena ditinggalkan oleh keluarga. Keadaan depresi ini berpengaruh terhadapkesehatan tubuh secara komprehensif maupun hubungan sosialnya. Kegiatan pengabdian kepadamasyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para lansia tentang depresi danmengajarkan lansia teknik relaksasi imajinasi terbimbing agar membantu lansia mengatasidepresinya. Metode yang digunakan adalah ceramah untuk kegiatan penyuluhan kesehatandepresi dan terapi aktivitas kelompok untuk teknik relaksasi imajinasi terbimbing. Jumlah lansiayang ada di Panti Jompo Seksi Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia Padu Wau Maumere sebanyak65 orang, tetapi yang mengkuti kegiatan ini hanya berjumlah 51 orang saja, karena beberapalansia ada yang sedang sakit sehingga membutuhkan bedrest total dan juga ada usianya sudahsangat tua sehingga tidak bisa berkumpul bersama. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalahlansia yang hadir memahami penyuluhan yang diberikan dan merasa damai di hati dan pikiranmenjadi lebih tenang serta rileks. Para lansia sangat antusias mengikuti seluruh rangkaiankegiatan hingga selesai.Kata Kunci: Depresi Lansia, Penyuluhan Kesehatan, Relaksasi Imajinasi Terbimbing