Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di Rumah Sakit Sinar Kasih Toraja tahun 2024. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang melahirkan di Rumah Sakit Sinar Kasih Toraja sebanyak 127 orang, dengan sampel 56 responden yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dengan continuity correction dan uji Fisher’s exact sesuai dengan ketentuan analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara anemia ibu dan kejadian BBLR (p = 0,046; OR = 4,211; 95% CI: 1,014–17,484). Ibu dengan anemia memiliki risiko 4,2 kali lebih besar melahirkan bayi BBLR dibandingkan ibu yang tidak anemia. Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara kejadian BBLR dengan umur ibu (p = 1,000), pekerjaan (p = 1,000), paritas (p = 0,486), dan riwayat merokok (p = 0,330). Namun, analisis lanjutan menunjukkan bahwa frekuensi paparan asap rokok dalam satu minggu terakhir berhubungan secara signifikan dengan kejadian BBLR (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa anemia ibu merupakan faktor risiko utama yang dapat dimodifikasi terhadap kejadian BBLR. Oleh karena itu, penguatan skrining dan penatalaksanaan anemia selama kehamilan serta upaya pengurangan paparan asap rokok pada ibu hamil perlu dioptimalkan sebagai strategi praktis dalam pencegahan BBLR dan peningkatan luaran kesehatan neonatal.