Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH METODE LATIHAN SASARAN STATIS DAN SASARAN DINAMIS TERHADAP KETEPATAN LONG PASS PADA ATLET SEPAK BOLA MARZUKI, MARZUKI; SUBAKTI, SUBAKTI; NURDIN, NURDIN
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 2 No. 3 (2024): September
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v2i3.978

Abstract

Fokus Masalah Penelitian Berdasarkan hal tersebut penulis tertarik untuk meneliti salah satu pada sepak bola Gelora Mura KSB., masih ada kekurangan dalam ketepatan passing. Tujuan Penelitian untuk mengetahui Pengaruh metode latihan passing lambung sasaran tetap dan sasaran berpindah terhadap ketepatan passing lambung pada Pemain Gelora Mura. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan atau desain dengan metode eksperimen, Adapun rancangan penelitiannya adalah menggunakan rancangan penelitiannya adalah menggunakan Two group pretest-posttest design. Sampel keseluruhan pemain Gelora Mura KSB, Putra yang berjumlah 22 orang.dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok passing sasasran tetap 11 pemain dan passing sasarn berpindah 11 pemain. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive Sampling. Jadi dari hasil penelitian X1 metode latihan passing lambung sasaran tetap dan Nilai thitung 6.813 dan X2 latihan sasaran berpindah Nilai thitung 8. 861 terhadap hasil Y hasil passing stoping jauh lebih besar dari ttabel, 1.812 hal ini menunjukkan bahwa hipotesis "Ha" (diterima) ada Pengaruh metode latihan passing lambung sasaran tetap dan sasaran berpindah terhadap ketepatan passing lambung pada Pemain Gelora Mura, maka penelitian ini signifikan.
STRATEGI ATLET DALAM MENGATASI KECEMASAN SEBELUM PERTANDINGAN SEPAK BOLA ARIF MULIAWAN; SUBAKTI, SUBAKTI; FITRY NACHAMORY OEMAR
Jurnal Penelitian, Pengembangan Pembelajaran dan Teknologi (JP3T) Vol. 2 No. 3 (2024): September
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jp3t.v2i3.981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan oleh pemain sepak bola dalam mengatasi kecemasan sebelum bertanding di Klub Nadira FC pada tahun 2025. Kecemasan pra-pertandingan merupakan salah satu faktor psikologis yang dapat memengaruhi performa atlet secara signifikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Sebanyak 11 pemain aktif dipilih sebagai informan menggunakan teknik purposive sampling, berdasarkan kriteria usia, pengalaman bermain, dan posisi dalam tim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pemain mengalami berbagai bentuk kecemasan seperti rasa gugup, takut gagal, tekanan dari pelatih, hingga kekhawatiran terhadap penonton. Untuk mengatasi hal tersebut, para pemain menerapkan beberapa strategi, antara lain latihan pernapasan, visualisasi positif, self-talk, mendengarkan musik, rutinitas mental, serta doa. Strategi yang paling umum digunakan adalah kombinasi antara doa dan latihan pernapasan, karena dianggap mampu menciptakan ketenangan dan meningkatkan fokus sebelum pertandingan dimulai. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan mental memiliki peran penting dalam menunjang performa pemain di lapangan. Oleh karena itu, pelatihan psikologis perlu menjadi bagian dari program pembinaan atlet agar para pemain mampu mengelola tekanan kompetitif secara efektif.
Efektivitas Latihan Chase Down dan Sudden Death terhadap Peningkatan Kecepatan Dribbling Pemain Sepak Bola Fajrani, Faisal; Subakti, Subakti; Akhmad, Noor
Sportify Journal Vol. 3 No. 2 (2023): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v3i2.5063

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas latihan Chase Down dan Sudden Death terhadap peningkatan kecepatan dribbling pemain sepak bola GAMA PA. Kesenjangan penelitian terletak pada masih terbatasnya studi yang membandingkan dua bentuk latihan berbasis permainan tersebut pada konteks pemain klub lokal. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pretest–posttest dua kelompok tanpa kontrol eksternal. Sampel berjumlah 22 pemain yang dibagi menjadi kelompok Chase Down dan Sudden Death, masing-masing 11 pemain. Instrumen penelitian berupa tes menggiring bola menggunakan cone dan stopwatch. Latihan dilaksanakan selama enam minggu dengan 18 sesi perlakuan. Data dianalisis melalui statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, dan perbandingan perubahan skor. Hasil menunjukkan waktu dribbling kelompok Chase Down menurun dari 11,1064 menjadi 11,0773 detik, t(10) = 4,891, p = 0,001, d = 1,47. Kelompok Sudden Death menurun dari 10,7373 menjadi 10,7018 detik, t(10) = 3,180, p = 0,010, d = 0,96. Kedua latihan efektif meningkatkan dribbling, dengan penurunan waktu Sudden Death sedikit lebih besar secara deskriptif. The Effectiveness of Chase Down and Sudden Death Drills on Improving Soccer Dribbling Speed Abstract This study aimed to analyze the effectiveness of Chase Down and Sudden Death drills in improving soccer dribbling speed among GAMA PA players. The research gap lies in the limited evidence comparing these two game-like drills in a local club context. A quantitative two-group pretest–posttest design without an external control group was applied. The sample consisted of 22 players divided into a Chase Down group and a Sudden Death group, with 11 players in each group. The instrument was a soccer dribbling test using cones and a stopwatch. The intervention was conducted over six weeks with 18 training sessions. Data were analyzed through descriptive statistics, normality testing, homogeneity testing, paired sample t-tests, and score-change comparison. The Chase Down group reduced dribbling time from 11.1064 to 11.0773 seconds, t(10) = 4.891, p = .001, d = 1.47. The Sudden Death group reduced dribbling time from 10.7373 to 10.7018 seconds, t(10) = 3.180, p = .010, d = 0.96. Both drills improved dribbling performance, with Sudden Death showing a slightly larger descriptive time reduction.
Pemahaman Siswa Kelas VIII tentang Teknik Dasar Bola Voli dalam Pembelajaran PJOK Rizkyanti, Dinni Ridhoatun Yaumil; Subakti, Subakti; Suriatno, Adi
Sportify Journal Vol. 4 No. 1 (2024): June
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v4i1.5069

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat pemahaman siswa kelas VIII SMPN 3 Lambitu Satap tentang teknik dasar permainan bola voli. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Sampel berjumlah 50 siswa yang dipilih menggunakan proportional random sampling dari populasi 215 siswa kelas VIII. Instrumen berupa tes pilihan ganda tertutup yang memuat indikator menyebutkan, menerjemahkan, menggabungkan informasi, menjelaskan gerak dasar, serta menjelaskan peraturan dan sarana prasarana bola voli. Data dianalisis menggunakan persentase, mean, standar deviasi, dan kategori. Hasil menunjukkan pemahaman siswa umumnya berada pada kategori sedang. Indikator terbaik terdapat pada kemampuan menggabungkan informasi siswa dengan materi guru, sedangkan indikator yang paling membutuhkan penguatan adalah menerjemahkan teknik dasar. Penelitian menyimpulkan bahwa pembelajaran bola voli perlu menyeimbangkan teori, demonstrasi, praktik, umpan balik, dan evaluasi. Grade VIII Students’ Understanding of Basic Volleyball Techniques in Physical Education Learning Abstract This study aimed to describe Grade VIII students’ understanding of basic volleyball techniques at SMPN 3 Lambitu Satap. A descriptive quantitative survey design was used. The sample consisted of 50 students selected through proportional random sampling from 215 Grade VIII students. The instrument was a closed-ended multiple-choice test covering indicators of mentioning, translating, integrating information, explaining basic movements, and explaining volleyball rules and facilities. Data were analyzed using percentages, means, standard deviations, and categories. The results showed that students’ understanding was generally in the moderate category. The strongest indicator was students’ ability to integrate their information with the material delivered by the teacher, while the indicator requiring the most improvement was translating basic techniques. The study concludes that volleyball learning should balance theory, demonstration, practice, feedback, and evaluation.
Pengaruh Variasi Latihan Shooting Target terhadap Akurasi Shooting Pemain Sepak Bola Usia 13 Tahun Prayuda, Satria; Subakti, Subakti; Akhmad, Noor
Sportify Journal Vol. 4 No. 1 (2024): June
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sj.v4i1.5075

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan akurasi shooting pemain SSB Mars Praya usia 13 tahun setelah diberikan variasi latihan shooting target. Penelitian menggunakan desain eksperimen awal one-group pretest–posttest. Sampel berjumlah 20 pemain dan ditentukan dengan total sampling. Instrumen penelitian adalah Bobby Charlton Shooting Test yang menilai ketepatan shooting berdasarkan zona skor gawang. Program latihan dilakukan 12 sesi selama empat minggu dengan enam bentuk latihan target shooting. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Karena data posttest dan selisih skor tidak berdistribusi normal, uji utama menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan rata-rata skor meningkat dari 90,50 menjadi 156,00, dengan seluruh pemain mengalami peningkatan. Uji Wilcoxon menunjukkan Z = -3,931, p < 0,001, dan effect size r = 0,88. Kesimpulannya, terdapat peningkatan signifikan akurasi shooting setelah latihan shooting target, tetapi hasil perlu ditafsirkan hati-hati karena tidak ada kelompok kontrol. The Effect of Target Shooting Training Variations on Shooting Accuracy among 13-Year-Old Soccer Players Abstract This study aimed to determine the improvement in shooting accuracy among 13-year-old SSB Mars Praya players after target shooting training variations. The study used a pre-experimental one-group pretest–posttest design. The sample consisted of 20 players selected through total sampling. The research instrument was the Bobby Charlton Shooting Test, which measures shooting accuracy based on goal scoring zones. The training program consisted of 12 sessions over four weeks using six target shooting variations. Data were analyzed descriptively and inferentially. Because the posttest and gain-score data were not normally distributed, the Wilcoxon Signed Rank Test was used as the main analysis. The results showed an increase in mean score from 90.50 to 156.00, with all players improving. The Wilcoxon test showed Z = -3.931, p < .001, and effect size r = .88. In conclusion, shooting accuracy improved significantly after target shooting training, although the findings should be interpreted cautiously due to the absence of a control group.