Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Kajian Daya Dukung Lahan dan Kualitas Pengalaman Wisatawan: Integrasi Faktor Lingkungan dalam Pengembangan Desa Wisata Antiga, Kabupaten Karangasem Suprapto, I Nyoman Arto; Moh. Agus Sutiarso; I Nyoman Triana Putra
Jurnal Kajian Pariwisata Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jiip.v6i2.1861

Abstract

Antiga Tourism Village has various potential tourist attractions, especially marine and hilly nature tourism, namely the Labuan Amuk Beach area which has a variety of coral reefs and Batu Belah hill that present hill views. In line with the policy of the Karangasem Regency Government, some areas that have potential tourist attractions must be synergized with existing local potential, such as culture, agriculture, or other resources should be developed with a sustainable tourism approach. This study examines how to develop natural tourism by utilizing GIS technology in tourist villages to analyze the carrying capacity of the area in supporting tourism activities. This research was conducted with a quantitative approach where data was obtained through a literature study process, institutional surveys, observations, and interviews. The data obtained were then coded so that they could be entered and analyzed in the ArcMap (GIS) application. Furthermore, after the data was coded, a Land Capability Analysis (AKL)/overlay calculation was carried out to determine the physical carrying capacity of the tourist village area. The final result of this study is a land capability map for the development of tourist attractions and tourism supporting facilities in tourist villages. The results of the AKL/overlay analysis show that the land capability units (SKL) in Antiga Village are divided into 3, namely high land capability with an area of ​​404.47 Ha (56%) distributed especially in Banjar Labuhan, Banjar Kelod, and Banjar Tengading, medium land capability with an area of ​​188.04 Ha (26%) distributed in Banjar Seraya, Banjar Kaler and Banjar Ketug, and low land capability with an area of ​​127.32 Ha (18%) distributed in Banjar Seraya, Banjar Ketug, and Banjar Tengading. Thus, the development of tourism support facilities in particular can be directed in Banjar Labuhan by considering the character and suitability of Labuhan Amuk marine tourism activities
Analisis daya dukung lingkungan berbasis pariwisata berkelanjutan di semara ratih delodsema village, kabupaten gianyar Aswirna, Aurelia; Wiyasha, Ida Bagus Made; Suprapto, I Nyoman Arto
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i1.286

Abstract

Daya dukung lingkungan adalah jumlah atau daya tampung maksimum yang dapat ditampung oleh lingkungan dalam satu hari, dan perhitungan mengenai daya dukung lingkungan sesuai dengan konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perhitungan persamaan rumus Cifuentes (1992), yang menganalisis daya dukung fisik (PCC), daya dukung rill (RCC) dan daya dukung efektif (ECC). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, dan studi literatur. Hasil perhitungan daya dukung lingkungan Semara Ratih Delodsema Village didapatkan nilai (PCC) 716 wisatawan/hari, nilai RCC 32 wisatawan/hari dan nilai ECC 28 wisatawan/hari dengan durasi kunjungan 3,7 jam per hari. Jumlah wisatawan saat ini 50 per hari masih berada diatas jumlah kapasitas efektif yang seharusnya diterapkan oleh Semara Ratih Delodsema Village, atau jumlah wisatawan saat ini melebihi kapasitas daya dukung lingkungan Semara Ratih Delodsema Village. Environmental carrying capacity is the maximum amount or capacity that can be accommodated by an environment and follows the concept of sustainable tourism development. This study aims to analyze the environmental carrying capacity of Semara Ratih Delodsema Village and the preference between the current number of visits and the calculation of the adequate carrying capacity that can be accommodated per day. The method used in this study is the calculation of the Cifuentes formula (1992), which analyzes Physical Carrying Capacity (PCC), Real Carrying Capacity (RCC), and Effective Carrying Capacity (ECC). Data collection techniques were collected through observation, interviews, questionnaires, and studying documentation. The results of calculations regarding the environmental carrying capacity of Semara Ratih Delodsema Village obtained a value (PCC) of 716 tourists/day, an RCC value of 32 tourists/day, and an ECC value of 28 tourists/day with a visit duration of 3.7 hours per day. Compared to the current number of visits, 50 tourists/day, the ECC value is below the current number of visits, or the current number of visits exceeds the capacity that Semara Ratih Delodsema Village should have to accommodate.
Analisis Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Wisatawan Prewedding di Pantai Melasti, Ungasan Saputra, I Gede Edi; Suprapto, I Nyoman Arto; Sutiarso, Moh. Agus
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i2.304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan dan kepuasan wisatawan prewedding di Pantai Melasti Ungasan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, penyebaran kuesioner dan studi dokumen. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan mix methode, dimana memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Untuk mengetahui kualitas pelayanan dan kepuasan wisatawan pada penelitian ini menggunakan analisis GAP, CSI (Costumer Satisfaction Index),dan IPA (Importance Performance Analysis). Berdasarkan hasil olah data melalui analisis CSI (Costumer Satisfaction Index), berada dalam katagori puas. Hal ini memberikan hasil wisatawan yang melakukan kegiatan prewedding merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh pengelola Pantai Melasti Ungasan pada saat ini. This study intends to evaluate pre-wedding visitors' satisfaction with the level of service at Melasti Beach Ungasan. Observation, interviews, distribution of questionnaires, and document studies are the methods utilized to gather data. A mix method technique, which mixes qualitative and quantitative approaches, is used in this study. Using the analysis of GAP, CSI (Customer Satisfaction Index), and IPA, establish the level of service quality and tourist satisfaction in this study (Importance Performance Analysis). It falls under the satisfied category according to the outcomes of data processing through the study of the CSI (Customer Satisfaction Index). As a result, tourists who participate in pre-wedding activities are satisfied with the services offered at this time by the staff of Melasti Beach Ungasan.
Strategi Promosi dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Pasca Covid-19 Melalui Instagram Lusia , Lulu Debi; Suprapto , I Nyoman Arto; Nova , Muhamad
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i6.446

Abstract

Strategi promosi terhadap suatu daya tarik wisata sangat penting dilakukan dalam mengembangkan daya tarik wisata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi promosi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan pasca covid-19 di Saung Angklung Udjo, mengetahui kelebihan dan kendala dalam menggunakan Instagram sebagai media promosi dan strategi pengembangan promosi melalui Instagram. Pada penelitian ini, Terdapat tiga teknik pengumpulan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini dijabarkan oleh penulis dengan menggunakan metoda deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini akan menunjukan strategi promosi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan melalui Instagram yang sudah dilakukan oleh Saung Angklung Udjo yaitu mengikuti trend berdasarkan , memanfaatkan fitur feed, story dan reels, dan berkolaborasi dengan media lain. Kelebihan Instagram yaitu dapat memperkenalkan wisata edukasi kepada generasi milenials. Kendala Saung Angklung Udjo dalam menggunakan Instagram sebagai media promosi adalah manajemen sumberdaya manusia dan keterbatasan alat. Strategi pengembangan promosi melalui Instagram menurut sosial media expert yaitu harus mengerti konten pillarnya berdasarkan prinsip sosial media, membuat konten yang menarik dan mengukuti trend pada Instagram juga memperhatikan algoritma Instagram. Maka dapat disimpulkan Instagram dapat menjadi sebuah platform untuk mempromosikan edukasi wisata Saung Angklung Udjo. Oleh karenanya promosi melalui Instagram dapat membantu meningkatkan kunjungan wisatawan di Saung Angklung Udjo. The promotion strategy of a tourist attraction is very important in developing the tourist attraction. This study aims to examine the promotion strategy for increasing tourist visitation post pandemic of covid-19 at Saung Angklung Udjo, to find out the advantages and constraints of using Instagram as a promotional medium, and strategies for developing promotions through Instagram. In this study, there are three collections of data collection: interviews, observations, and documentation. The analysis of the data in the initial research by the author is done using descriptive methods. The results of this study will show promotional strategies in increasing tourist visits through Instagram that have been carried out by Saung Angklung Udjo, namely following trends based on behavior, utilizing feed, story, and reels features, and collaborating with other media. The advantage of Instagram is that it can introduce educational tours to the millennial generation. Saung Angklung Udjo's obstacle in using Instagram as a promotional media is human resource management and limited tools. The strategy for developing promotion through Instagram according to social media experts relies on understanding the pillar content based on the principles of social media, create interesting content and follow trends on Instagram as well as pay attention to the Instagram algorithm. So it can be concluded that Instagram can be a platform to promote tourism education at Saung Angklung Udjo. Therefore promotions through Instagram can help increase tourist visits at Saung Angklung Udjo.
Fenomena Wisata Minat Khusus Berbasis Pink Tourism: Studi Kasus Wullur , Sarah Geraldine; Suprapto , I Nyoman Arto; Pranatayana , Ida Bagus Gde
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i9.559

Abstract

Bali sebagai destinasi wisata dunia telah dikenal oleh berbagai kalangan tidak terkecuali bagi komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender). Meski dikenal dengan pariwisata dengan pariwisata budaya, fenomena pink tourism atau pariwisata LGBT muncul dan hidup bersama dengan masyarakat Desa Adat Seminyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kemunculan fenomena pink tourism di Mixwell Bar di Seminyak, serta melihat persepsi Pemerintah Daerah dan masyarakat Desa Adat Seminyak menanggapi fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif secara deskriptif dengan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa fenomena pink tourism muncul sebab adanya kebutuhan bagi wisatawan LGBT untuk dapat berwisata tanpa menerima diskriminasi oleh lingkungan sekitar. Seminyak sebagai sebuah kawasan wisata yang sangat berkembang, memiliki sebuah tempat yang dikenal sebagai gay bar dan dipercayai mewadahi komunitas LGBT yang bernama Mixwell Bar. Hal ini yang mendorong wisatawan LGBT berbondong-bondong mendatangi Seminyak demi mendapatkan kebebasan yang mereka inginkan. Pemerintah Daerah menganggap bahwa aktivitas pink tourism tidak selaras dengan konsep pariwisata Bali berbasis budaya. Namun di satu sisi lainnya, masyarakat menilai wisatawan LGBT sebagai pendongkrak ekonomi melalui bidang pariwisata, tetapi tidak mengakui komunitas tersebut sebagai manusia yang benar. Berdasarkan penelitian ini, peneliti berharap informasi yang telah diperoleh dapat dipertimbangkan untuk kebijakan pariwisata Bali kedepannya. Bali as a global destination has been recognized by various of people including the LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender) community. Despite of being known for its cultural tourism, the pink tourism phenomenon exists and lives together along with the locals of Seminyak village. This research aims to discover the existence of pink tourism at Mixwell Bar in Seminyak as well as the perception from the locals and the government toward the happening phenomenon. This qualitative-descriptive research used snowball sampling to determine the population. The result shows that the pink tourism phenomenon exists due to the motivation from LGBT community to aim freedom of travelling without any discriminations toward them. Seminyak as a developing tourist area, has a gay bar that is considered as a safe place for the LGBT community, and is called Mixwell Bar. This motivates the LGBT community to visit Seminyak in order to get the freedom they need. The government confirmed that pink tourism is not in line with the cultural tourism in Bali. However, the locals see the LGBT tourists as economic stimulus through tourism industry, but do not acknowledge them to have a legal behavior. The researchers hope that the information provided could be a consideration for Bali tourism policy in the future.
Analisis daya dukung lingkungan berbasis pariwisata berkelanjutan di semara ratih delodsema village, kabupaten gianyar Aswirna, Aurelia; Wiyasha, Ida Bagus Made; Suprapto, I Nyoman Arto
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i1.286

Abstract

Daya dukung lingkungan adalah jumlah atau daya tampung maksimum yang dapat ditampung oleh lingkungan dalam satu hari, dan perhitungan mengenai daya dukung lingkungan sesuai dengan konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perhitungan persamaan rumus Cifuentes (1992), yang menganalisis daya dukung fisik (PCC), daya dukung rill (RCC) dan daya dukung efektif (ECC). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, dan studi literatur. Hasil perhitungan daya dukung lingkungan Semara Ratih Delodsema Village didapatkan nilai (PCC) 716 wisatawan/hari, nilai RCC 32 wisatawan/hari dan nilai ECC 28 wisatawan/hari dengan durasi kunjungan 3,7 jam per hari. Jumlah wisatawan saat ini 50 per hari masih berada diatas jumlah kapasitas efektif yang seharusnya diterapkan oleh Semara Ratih Delodsema Village, atau jumlah wisatawan saat ini melebihi kapasitas daya dukung lingkungan Semara Ratih Delodsema Village. Environmental carrying capacity is the maximum amount or capacity that can be accommodated by an environment and follows the concept of sustainable tourism development. This study aims to analyze the environmental carrying capacity of Semara Ratih Delodsema Village and the preference between the current number of visits and the calculation of the adequate carrying capacity that can be accommodated per day. The method used in this study is the calculation of the Cifuentes formula (1992), which analyzes Physical Carrying Capacity (PCC), Real Carrying Capacity (RCC), and Effective Carrying Capacity (ECC). Data collection techniques were collected through observation, interviews, questionnaires, and studying documentation. The results of calculations regarding the environmental carrying capacity of Semara Ratih Delodsema Village obtained a value (PCC) of 716 tourists/day, an RCC value of 32 tourists/day, and an ECC value of 28 tourists/day with a visit duration of 3.7 hours per day. Compared to the current number of visits, 50 tourists/day, the ECC value is below the current number of visits, or the current number of visits exceeds the capacity that Semara Ratih Delodsema Village should have to accommodate.
Analisis Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Wisatawan Prewedding di Pantai Melasti, Ungasan Saputra, I Gede Edi; Suprapto, I Nyoman Arto; Sutiarso, Moh. Agus
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i2.304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan dan kepuasan wisatawan prewedding di Pantai Melasti Ungasan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, penyebaran kuesioner dan studi dokumen. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan mix methode, dimana memadukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Untuk mengetahui kualitas pelayanan dan kepuasan wisatawan pada penelitian ini menggunakan analisis GAP, CSI (Costumer Satisfaction Index),dan IPA (Importance Performance Analysis). Berdasarkan hasil olah data melalui analisis CSI (Costumer Satisfaction Index), berada dalam katagori puas. Hal ini memberikan hasil wisatawan yang melakukan kegiatan prewedding merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh pengelola Pantai Melasti Ungasan pada saat ini. This study intends to evaluate pre-wedding visitors' satisfaction with the level of service at Melasti Beach Ungasan. Observation, interviews, distribution of questionnaires, and document studies are the methods utilized to gather data. A mix method technique, which mixes qualitative and quantitative approaches, is used in this study. Using the analysis of GAP, CSI (Customer Satisfaction Index), and IPA, establish the level of service quality and tourist satisfaction in this study (Importance Performance Analysis). It falls under the satisfied category according to the outcomes of data processing through the study of the CSI (Customer Satisfaction Index). As a result, tourists who participate in pre-wedding activities are satisfied with the services offered at this time by the staff of Melasti Beach Ungasan.
Strategi Promosi dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan Pasca Covid-19 Melalui Instagram Lusia , Lulu Debi; Suprapto , I Nyoman Arto; Nova , Muhamad
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 6 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i6.446

Abstract

Strategi promosi terhadap suatu daya tarik wisata sangat penting dilakukan dalam mengembangkan daya tarik wisata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi promosi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan pasca covid-19 di Saung Angklung Udjo, mengetahui kelebihan dan kendala dalam menggunakan Instagram sebagai media promosi dan strategi pengembangan promosi melalui Instagram. Pada penelitian ini, Terdapat tiga teknik pengumpulan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini dijabarkan oleh penulis dengan menggunakan metoda deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini akan menunjukan strategi promosi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan melalui Instagram yang sudah dilakukan oleh Saung Angklung Udjo yaitu mengikuti trend berdasarkan , memanfaatkan fitur feed, story dan reels, dan berkolaborasi dengan media lain. Kelebihan Instagram yaitu dapat memperkenalkan wisata edukasi kepada generasi milenials. Kendala Saung Angklung Udjo dalam menggunakan Instagram sebagai media promosi adalah manajemen sumberdaya manusia dan keterbatasan alat. Strategi pengembangan promosi melalui Instagram menurut sosial media expert yaitu harus mengerti konten pillarnya berdasarkan prinsip sosial media, membuat konten yang menarik dan mengukuti trend pada Instagram juga memperhatikan algoritma Instagram. Maka dapat disimpulkan Instagram dapat menjadi sebuah platform untuk mempromosikan edukasi wisata Saung Angklung Udjo. Oleh karenanya promosi melalui Instagram dapat membantu meningkatkan kunjungan wisatawan di Saung Angklung Udjo. The promotion strategy of a tourist attraction is very important in developing the tourist attraction. This study aims to examine the promotion strategy for increasing tourist visitation post pandemic of covid-19 at Saung Angklung Udjo, to find out the advantages and constraints of using Instagram as a promotional medium, and strategies for developing promotions through Instagram. In this study, there are three collections of data collection: interviews, observations, and documentation. The analysis of the data in the initial research by the author is done using descriptive methods. The results of this study will show promotional strategies in increasing tourist visits through Instagram that have been carried out by Saung Angklung Udjo, namely following trends based on behavior, utilizing feed, story, and reels features, and collaborating with other media. The advantage of Instagram is that it can introduce educational tours to the millennial generation. Saung Angklung Udjo's obstacle in using Instagram as a promotional media is human resource management and limited tools. The strategy for developing promotion through Instagram according to social media experts relies on understanding the pillar content based on the principles of social media, create interesting content and follow trends on Instagram as well as pay attention to the Instagram algorithm. So it can be concluded that Instagram can be a platform to promote tourism education at Saung Angklung Udjo. Therefore promotions through Instagram can help increase tourist visits at Saung Angklung Udjo.
Fenomena Wisata Minat Khusus Berbasis Pink Tourism: Studi Kasus Wullur , Sarah Geraldine; Suprapto , I Nyoman Arto; Pranatayana , Ida Bagus Gde
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 9 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i9.559

Abstract

Bali sebagai destinasi wisata dunia telah dikenal oleh berbagai kalangan tidak terkecuali bagi komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender). Meski dikenal dengan pariwisata dengan pariwisata budaya, fenomena pink tourism atau pariwisata LGBT muncul dan hidup bersama dengan masyarakat Desa Adat Seminyak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kemunculan fenomena pink tourism di Mixwell Bar di Seminyak, serta melihat persepsi Pemerintah Daerah dan masyarakat Desa Adat Seminyak menanggapi fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif secara deskriptif dengan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa fenomena pink tourism muncul sebab adanya kebutuhan bagi wisatawan LGBT untuk dapat berwisata tanpa menerima diskriminasi oleh lingkungan sekitar. Seminyak sebagai sebuah kawasan wisata yang sangat berkembang, memiliki sebuah tempat yang dikenal sebagai gay bar dan dipercayai mewadahi komunitas LGBT yang bernama Mixwell Bar. Hal ini yang mendorong wisatawan LGBT berbondong-bondong mendatangi Seminyak demi mendapatkan kebebasan yang mereka inginkan. Pemerintah Daerah menganggap bahwa aktivitas pink tourism tidak selaras dengan konsep pariwisata Bali berbasis budaya. Namun di satu sisi lainnya, masyarakat menilai wisatawan LGBT sebagai pendongkrak ekonomi melalui bidang pariwisata, tetapi tidak mengakui komunitas tersebut sebagai manusia yang benar. Berdasarkan penelitian ini, peneliti berharap informasi yang telah diperoleh dapat dipertimbangkan untuk kebijakan pariwisata Bali kedepannya. Bali as a global destination has been recognized by various of people including the LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender) community. Despite of being known for its cultural tourism, the pink tourism phenomenon exists and lives together along with the locals of Seminyak village. This research aims to discover the existence of pink tourism at Mixwell Bar in Seminyak as well as the perception from the locals and the government toward the happening phenomenon. This qualitative-descriptive research used snowball sampling to determine the population. The result shows that the pink tourism phenomenon exists due to the motivation from LGBT community to aim freedom of travelling without any discriminations toward them. Seminyak as a developing tourist area, has a gay bar that is considered as a safe place for the LGBT community, and is called Mixwell Bar. This motivates the LGBT community to visit Seminyak in order to get the freedom they need. The government confirmed that pink tourism is not in line with the cultural tourism in Bali. However, the locals see the LGBT tourists as economic stimulus through tourism industry, but do not acknowledge them to have a legal behavior. The researchers hope that the information provided could be a consideration for Bali tourism policy in the future.
Pengaruh Citra Dan Promosi Terhadap Minat Berkunjung Kembali Wisatawan Domestik Ke Daya Tarik Wisata Serangan Turtle Conservation And Education Centre Sari, Ni Kadek Megi Purnama; Sulasmini, Ni Made Ayu; Suprapto, I Nyoman Arto
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 7 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Juni 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i7.1032

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui citra dan promosi secara parsial dan simultan terhadap minat berkunjung kembali wisatawan ke Serangan Turtle Conservation and Education Centre. Lokasi penelitian ini Serangan Turtle Conservation and Education Centre. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Asumsi Klasik, Analisis Regresi Linier Berganda, Uji Koefisien Determinasi, Uji t dan Uji F. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa citra berpengaruh positif signifikan terhadap minat berkunjung kembali, promosi berpengaruh positif signifikan terhadap minat berkunjung kembali, dan secara simultan citra dan promosi berpengaruh signfikan terhadap minat berkunjung kembali. Besarnya citra dan promosi terhadap minat berkunjung kembali adalah 69,8%. Saran yang dapat diberikan peneliti adalah Serangan Turtle Conservation and Education Centre diharapkan memelihara ikan atau hewan jenis lain yang dapat dipelihara di penangkaran, meningkatkan intensitas promosi online & offline menggunakan bahasa indonesia, selalu menyediakan fasilitas yang memadai, promosi yang baik agar nantinya wisatawan berminat untuk berkunjung kembali. This study aims to determine the partial and simultaneous effects of image and promotion on tourists' interest in revisiting the Serangan Turtle Conservation and Education Centre. The location of this study is the Serangan Turtle Conservation and Education Centre. The sample used in this study consisted of 100 respondents. The data analysis techniques employed in this study include the Classical Assumption Test, Multiple Linear Regression Analysis, Determination Coefficient Test, t-Test, and F-Test. The results of the study show that image has a significant positive effect on the intention to revisit, promotion has a significant positive effect on the intention to revisit, and simultaneously, image and promotion have a significant effect on the intention to revisit. The magnitude of the effect of image and promotion on the intention to revisit is 69.8%. The researcher's recommendation is that the Serangan Turtle Conservation and Education Center should maintain fish or other animals that can be kept in captivity, increase the intensity of online and offline promotion using the Indonesian language, always provide adequate facilities, and conduct effective promotion to encourage tourists to revisit.