Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Budaya di Desa Selumbung, Karangasem Sutiarso, M. Agus
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 3, No 2 (2018): Komodifikasi Budaya dalam Pariwisata
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v3i2.594

Abstract

Selumbung Village is one of the villages that is directed to be developed as a tourist village in Karangasem regency. Culture-based tourism development in this village is expected to provide benefits to the community if properly managed and planned. This study aims to get a recommendation for the strategic plan of cultural-based tourism development in the village of Selumbung. The analytical method used in this study includes descriptive analysis which is assisted by the SWOT analysis method to determine the development strategy plan. The results showed that the priority of the culture-based tourism development strategy plan in the village of Selumbung was to develop tourism products, improve management and marketing.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGELOLA DESA WISATA TINGGAN KECAMATAN PETANG KABUPATEN BADUNG I Wayan Pantiyasa; Moh. Agus Sutiarso; I Nyoman Arto Suprapto; Nyoman Surya Wijaya
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 11 No 1: Juni, 2022 (Sepcial Issue)
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v11i1.1682

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini berlokasi di desa Pelaga, kecamatan Petang, kabupaten Badung, dengan sasaran mitra adalah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Tinggan. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah lemahnya kemampuan teknik memandu wisata, dan pengelolaan desa wisata khususnya administrasi keuangan, serta belum dimilikinya pengetahuan komprehensif tentang CHSE di era new normal. Solusi yang akan dilakukan adalah dengan: 1) memberikan pelatihan pemanduan wisata, 2) pelatihan dan pendampingan tata laksana administrasi keuangan, 3) sosialisasi dan pendampingan CHSE. Pelaksanaan kegiatan pelatihan memandu wisata diikuti secara antusias oleh anggota Pokdarwis. Menurut penilaian wisatawan, dari kegiatan praktik memandu tersebut diperoleh hasil bahwa anggota Pokdarwis yang melaksanakan pemanduan telah menguasai teknik memandu dengan baik. Pada kegiatan evaluasi ini diperoleh hasil bahwa peserta pelatihan pembukuan sederhana usaha wisata perdesaan ini juga mudah memahami materi yang diberikan. Sedangkan pada kegiatan sosialisasi protokol kesehatan dan pengetahuan tentang CHSE terhadap anggota Pokdarwis diperoleh respon yang sangat baik. Dari kegiatan yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota Pokdarwis Desa Wisata Tinggan dalam mengelola usaha pariwisata perdesaan yang berbasis agro-ekowisata, terutama dalam memandu wisatawan, tata laksana pembukuan, dan penerapan CHSE di desa wisata Tinggan
Arahan pengembangan destinasi wisata kawasan kaldera batur berbasis sistem informasi geografis (sig) Nyoman Arto Suprapto; Moh. Agus Sutiarso
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol 11 No 2 (2021)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.181 KB) | DOI: 10.22334/jihm.v11i2.184

Abstract

Kawasan Kaldera Batur memiliki beragam potensi pengembangan wisata namun juga sangat dibatasi pengembangannya karena kawasan ini ditetapkan sebagai kawasan konservasi di dalam rencana tata ruang Kabupaten Bangli dan Provinsi Bali. Pengembangan Kawasan dilakukan untuk mengakomodasi kepentingan ekonomi masyarakat namun sekaligus juga menjaga fungsi lindung kawasan tersebut. Dualisme fungsi kawasan tersebut mengharuskan adanya sebuah pendekatan yang yang tepat dalam mengembangkan destinasi wisata Kaldera Batur agar tercapai pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Salah satunya adalah pengembangan destinasi wisata berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Arahan pengembangan destinasi wisata khususnya penyediaan fasilitas pariwisata pada Kawasan Kaldera Batur dilakukan dengan pendekatan kemampuan lahan yang dianalisis dengan Teknologi SIG. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa kelas kemampuan lahan pada Kawasan Kaldera Batur yang cocok untuk pengembangan fasilitas penunjang pariwisata adalah Kelas D dan E yaitu kelas lahan dengan kemampuan pengembangan agak tinggi dan tinggi seluas 14.096 Ha yang tersebar di Desa Batur Tengah, Batur Selatan, Songan A, Sukawana dan Abangbatudinding.
Peningkatan Daya Saing UKM Kopi Sebagai Produk Penunjang Pelaga Agrotourism Park I Wayan Pantiyasa; Moh Agus Sutiarso; I Nyoman Arto Suprapto
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.333 KB) | DOI: 10.22334/jam.v1i1.3

Abstract

Peningkatan daya saing UKM kopi penunjang pengembangan Pelaga Agrotourism Park berbasis masyarakat sangat diperlukan sebagai usaha pemberdayaan masyarakat lokal. Melalui kegiatan-kegiatan pendampingan dan pelatihan yang terarah sesuai dengan prioritas kebutuhan mitra diharapkan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yang dilaksanakan oleh tim dosen Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional ini dapat mencapai target yang dicapai. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia dalam mengelola destinasi agrowisata berbasis masyarakat melalui peran aktif  pemangku kepentingan yang ada di desa Pelaga termasuk UKM kopi. Melalui pendampingan yang dilakukan oleh tim pelaksana telah berhasil dilakukan peningkatan hyginitas proses produksi dan perbaikan kemasan produk kopi bubuk dengan menggunakan label Pelaga Agrotourism Park. Kerjasama pemasaran dengan Koperasi Pegawai Negeri dan promosi melalui media sosial juga telah dilakukan, dan berdampak pada peningkatan produksi sekaligus peningkatan pendapatan.
Tata Kelola Desa Wisata Melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kearifan Lokal di Desa Tihingan Kabupaten Klungklung Komang Trisna Pratiwi Arcana; Ida Bagus Gde Pranatayana; Nyoman Arto Suprapto; Moh Agus Sutiarso; I Made Trisna Semara; Ni Luh Putu Asti Candrawati; Made Suri
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Februari
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.145 KB) | DOI: 10.22334/jam.v1i1.5

Abstract

Desa Tihingan merupakan salah satu desa wisata yang ada di Kabupaten Klungkung. Desa wisata Tihingan memiliki daya tarik wisata budaya sebagai salah satu wilayah pembuat gong atau gamelan terbesar di Bali. Gong atau gamelan sebagai alat kesenian tradisional Bali yang ada di desa tersebut pernah menjadi daya tarik bagi wisatawan, namun karena pengelolaan nilai kearifan lokal yang belum dilakukan dengan baik berimplikasi pada penurunan kunjungan wisatawan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, nilai-nilai kearifan lokal yang berbasis masyarakat di desa Tihingan di manajemen secara lebih baik dan profesional. Dengan mengumpulkan peserta pelatihan dari pelaku usaha dan pekerja bidang pariwisata seperti pemilik homestay, pemandu wisata, pengrajin gamelan, petani, dan wiraswasta melalui kelompok sadar wisata dan pemerintah desa setempat, maka target yang dicapai berupa peningkatan daya saing kepariwisataan melalui kualitas pelayanan melalui edukasi mengenai pemahaman CHSE, sadar wisata dan sapta pesona, kualitas pelayanan berbasis kearifan lokal, perencanaan destinasi wisata dan pelatihan homestay (pengelolaan akomodasi dan pelayanan makanan-minuman). Terdapat pula pelatihan untuk peningkatan kemampuan bahasa asing serta teknik memandu wisata budaya dan juga peningkatan kemampuan sumber daya manusia berupa tata kelola administrasi dan keuangan produk desa wisata, pengelolaan destinasi wisata berkelanjutan dan pembuatan paket wisata, strategi pemasaran berbasis digitalisasi, pengelolaan produk wisata berbasis kearifan lokal, pengembangan dan pengemasan produk lokal berdaya saing global dan tata kelola kelembagaan kelompok sadar wisata. Melaui pelatihan tata kelola desa wisata berbasis kearifan lokal tersebut, masyarakat dan desa dapat saling bersinergi serta lebih peduli terhadap kelangsungan alam serta lingkungan yang menjadi aset utama dalam usaha pengembangan desa wisata Tihingan
Potensi pengembangan wellness tourism di desa wisata kenderan, gianyar Komang Trisna Pratiwi Arcana; Ida Bagus Gde Pranatayana; Denok Lestari; Anak Agung Istri Putera Widiastiti; Moh Agus Sutiarso; Aurelia Aswirna; Lulu Debi Lusia
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.728 KB) | DOI: 10.22334/jam.v2i1.19

Abstract

The training and community service activities provided were bookkeeping training for village officials, SPA (Product Making) training for youth in Kenderan village, guiding technique training for youth in Kenderan village, waste management training for PKK village women Kenderan, Marketing Training was given to Youth in Kenderan Village, and Healthy Food Training was given to PKK Mothers in Kenderan Village. All training activities carried out are expected not only to be followed but also to be implemented by all training participants, so that the knowledge provided is able to provide change and assist in the process of developing a tourist village in Kenderan Village as a wellness tourism village. Kegiatan Pelatihan dan Pengabdian Masyarakat yang diberikan adalah Pelatihan pembukuan diberikan untuk perangkat desa, Pelatihan SPA (Product Making) diberikan untuk Pemuda/i di Desa Kenderan, Pelatihan Teknik Memandu diberikan untuk Pemuda/i di Desa Kenderan, Pelatihan Waste Management diberikan untuk Ibu PKK Desa Kenderan, Pelatihan Pemasaran diberikan untuk Pemuda/i di Desa Kenderan, dan Pelatihan Healthy Food diberikan untuk Ibu PKK Desa Kenderan. Seluruh kegiatan pelatihan yang dilaksanakan ini diharapkan tidak hanya sekedar diikuti namun juga dapat diimplementasikan oleh seluruh peserta pelatihan, sehingga ilmu yang diberikan mampu memberikan perubahan dan membantu dalam proses pengembangan desa wisata di Desa Kenderan sebagai desa wisata wellness tourism.
KAJIAN POTENSI WISATA DALAM PENGEMASAN PAKET WISATA ALTERNATIF DI DESA WISATA MEDEWI I Gusti Ayu Eka Suwintari; Moh. Agus Sutiarso; I Nyoman Arto Suprapto; I Made Trisna Semara; Jessica Aprilia
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2023): January
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v2i2.628

Abstract

Pada masa kini pariwisata merupakan sektor unggulan yang membantu peningkatan ekonomi Indonesia. Desa wisata adalah salah satu dari program pemerintah dalam rangka mengembangkan pariwisata Indonesia menjadi unggul. Saat ini Bali sudah memiliki sekitar 238 desa wisata, salah satu desa wisata yang sudah dikenal oleh masayarakat luas akan daya tarik wisata selancarnya adalah Desa Medewi. Kegiatan wisata selancar ini tidak hanya dikenal dikalangan masyarakat local namun telah diakui oleh masyarakat internasional, hal ini dibuktikan dengan seringnya terselenggara kegiatan kejuaran selancar untuk tingkat internasional. Akan tetapi, masyarakat belum optimal di dalam pengembangkan potensi-potensi lainnya yang dimiliki oleh Desa Medewi yang dapat dikemas menjadi suatu paket wisata alternatif yang dapat ditawarkan kepada wisatawan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengkaji potensi wisata sekaligus mengembangkan paket wisata yang dapat menjadi aktivitas baru dalam kegiatan berwisata oleh wisatawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dikumpulkan dari data mengenai informasi seperti potensi daya tarik wisata dan persebarannya. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan antara lain: deskriptif kualitatif yang digunakan untuk menganalisis dan mendeskripsikan potensi Desa Wisata Medewi sebagai bahan untuk pembuatan paket wisata alternatif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan potensi desa Medewi yang ada, dapat dikemas menjadi tujuh paket wisata baru antara lain (1) Medewi Sunrise Half Day Tour, (2) Education Half Day Tour, (3) Medewi Full Day Tour Activity, (4) Medewi Sunset Tour, (5) Medewi Wellness Activity, (6) Medewi 2D1N, dan (7) 3D2N Medewi.
Strategi Pengembangan Pariwisata Berbasis Budaya di Desa Selumbung, Karangasem M. Agus Sutiarso; K.T. Pratiwi Arcana; N.P. Eka Juliantari; I.M. Bayu Gunantara
Jurnal Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah Pariwisata Agama dan Budaya Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.855 KB) | DOI: 10.25078/pariwisata.v3i2.78

Abstract

Selumbung Village is one of the villages that is directed to be developed as a tourist village in Karangasem regency. Culture-based tourism development in this village is expected to provide benefits to the community if properly managed and planned. This study aims to get a recommendation for the strategic plan of cultural-based tourism development in the village of Selumbung. The analytical method used in this study includes descriptive analysis which is assisted by the SWOT analysis method to determine thedevelopment strategy plan. The results showed that the priority of the culturebased tourism development strategy plan in the village of Selumbung was to develop tourism products, improve management and marketing
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Tingkat Kepuasan Pelanggan di Babi Guling Pan Ana Faithlin Verna; Ni Wayan Mega Sari Apri Yani; Moh. Agus Sutiarso; Maria Angelina Sabu Beribe; Angely Antony Noor; Felix Yap
Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol 13 No 2 (2023)
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/jihm.v13i2.252

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam peningkatan perekonomian dan pendapatan negara. Indonesia sendiri memiliki beragam keindahan alam dan keanekaragaman budaya serta berbagai macam kuliner yang unik disetiap daerahnya yang dapat menjadi aset untuk dikembangkan guna menarik wisatawan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan konsumen yang mengunjungi Babi Guling Pan Ana. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian kuantitatif. Pendekatan kuantitatif menekankan pada fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif. Penelitian ini menghasilkan hasil penyebaran kuisioner sebanyak 100 responden, dengan variabel kepuasan wisatawan memiliki skor 4,53 yang masuk ke dalam kategori sangat puas. Dan variabel minat kunjung kembali wisatawan memiliki skor 4,51 yang masuk ke dalam kategori sangat puas. Artinya adalah responden berpendapat bahwa Minat Kunjung Kembali Wisatawan yang diberikan oleh Rumah Makan Babi Guling Pan Ana sudah Sangat Baik dan membuat wisatawan merasa sangat puas dalam berkunjung di Rumah Makan Babi Guling Pan Ana.
Peningkatan Peran Pokdarwis Dalam Pengelolaan Desa Wisata Di Desa Pupuan Kecamatan Tegallalang Kabupaten Gianyar I Nyoman Arto Suprapto; Wayan Pantyasa; Moh. Agus Sutiarso
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Radisi Vol 3 No 1 (2023): April
Publisher : Yayasan Kajian Riset dan Pengembangan RADISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/pkmradisi.v3i1.251

Abstract

This community service program is located in Pupuan Village, Tegallalang District, Gianyar Regency, with activity partners being Pokdarwis Pupuan Village. The problems faced by partners are the low capacity of human resources in the development and management of tourist villages, the lack of involvement of stakeholders involved in the development of Pupuan Village, the lack of synergy between tourism stakeholders in Pupuan Village, and the absence of tourism village branding for marketing tourism products. The solutions included 1) providing training on tourism village planning and management, 2) Focus Group Discussions and assistance in the framework of establishing synergy between stakeholders, 3) assistance in forming supra-village networks to design tourism village branding. The implementation of training related to planning and governance of tourist villages was enthusiastically attended by Pokdarwis members, village officials, regional heads (Kadus), representatives of traditional villages, and Bumdes staff. Evaluation of the results of the training shows that the training participants have experienced an increase in knowledge with the ability to identify tourist attractions and develop development strategies. The Focus Group Discussion activity also succeeded in agreeing on the branding of a tourist village, namely the Beauty of North Ubud. Coordination with the supra-village network resulted in a village website which was facilitated by the Gianyar Regency Digital Ambassador and the Gianyar Regency Communications and Informatics Service.