Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Analisis Pembakaran Biopelet Bongkol Jagung Dan Batok Kelapa Dengan Tambahan Zeolit Alam Rajif Nailul Fikri; Mokh. Hairul Bahri; Rohimatush Shofiyah
Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer Vol. 5 No. 3 (2025): November: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, Elektro dan Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/juritek.v5i3.6058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pembakaran biopelet yang terbuat dari campuran bongkol jagung dan batok kelapa dengan penambahan zeolit alam. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi komposisi zeolit alam (15 g dan 20 g) dan metode karbonisasi (torefraksi 200°C dan pirolisis 450°C). Biopelet dicetak dengan ukuran diameter 10 mm dan panjang 25 mm menggunakan tepung tapioka sebagai bahan perekat. Pengujian dilakukan terhadap tiga parameter utama: kadar air, nilai kalor, dan laju pembakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel CT1 (torefraksi, zeolit 15 g) menghasilkan kadar air terendah sebesar 10% dan nilai kalor 2907.57 kal/g, sedangkan sampel CP1 (pirolisis, zeolit 15 g) menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 4047.80 kal/g. Pada uji laju pembakaran, sampel CP1 memiliki laju pembakaran tercepat (0,06 g/detik) dengan waktu pembakaran 1,03 menit. Semakin tinggi komposisi zeolit, nilai kalor cenderung menurun, namun penambahan zeolit dan variasi metode karbonisasi terbukti mempengaruhi kinerja pembakaran biopelet. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi bongkol jagung dan batok kelapa dengan penambahan zeolit alam serta perlakuan pirolisis dapat menghasilkan biopelet dengan kualitas pembakaran yang baik. Biopelet ini berpotensi sebagai sumber energi terbarukan yang ramBiopelet, Bongkol Jagung, Batok Kelapa, Zeolit Alam, Nilai Kalor, Laju Pembakaranah lingkungan dan dapat mengurangi limbah pertanian.
Projection of Transportation CO₂ Emissions and Local Biogas Potential in Jember Regency Rusdiana Setyaningtyas; Rohimatush Shofiyah; Kasih Imani Putri Sugiarto; Aida Khoirun Nisa
Environmental Pollution Journal Vol. 6 No. 1: April 2026
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58954/epj.v6i1.462

Abstract

The daily transportation sector is a major source of air pollution and CO2 emissions in Jember Regency, driven by the growth of motorized vehicles and fossil fuel consumption. This study aims to project CO2 emissions from daily transportation and to assess the potential of local biogas as a renewable energy alternative for fossil fuel substitution. A quantitative approach based on secondary data was applied using multi-horizon projections for 2030, 2045, and 2060. Transportation-related CO2 emissions were estimated using the IPCC methodology for mobile combustion, while biogas potential was calculated from organic municipal waste, livestock manure, agricultural and plantation residues, and landfill methane using volatile solids–biochemical methane potential and first-order decay approaches. The results indicate that transportation emissions are projected to increase, while Jember Regency has significant local biogas potential, equivalent to 2.98–3.20 PJ of energy per year, indicating opportunities for partial fossil fuel substitution through a scenario-based approach.
Water Physicochemical Impacts of Sidoarjo Mud Reservoir on Metal Degradation and Environmental Risks Rohimatush Shofiyah; Yuvita Dian Siswanti; Senki Desta Galuh; Sevira Ayu Andini; Nur Hafifah
Environmental Pollution Journal Vol. 6 No. 1: April 2026
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58954/epj.v6i1.497

Abstract

Environmental monitoring in the Lapindo mudflow area has primarily focused on pollution assessment, with limited attention to the relationship between extreme water quality conditions and the corrosive environment affecting metallic infrastructure. This study evaluated physicochemical water quality in the Porong River mud reservoir to assess its potential influence on metal degradation. Water samples were collected in triplicate from eight strategically selected sites using stratified random sampling and analyzed using standard physicochemical methods. Severe spatial variations were observed, with Total Suspended Solids reaching 98,910 mg/L, dissolved oxygen depleted to 0.0 mg/L, and Chemical Oxygen Demand peaking at 4,182 mg/L, indicating highly polluted and anoxic conditions. The combination of elevated suspended solids, organic pollutants, and oxygen depletion creates an aggressive electrolytic environment that may accelerate corrosion processes. These findings provide new insights into corrosion-related environmental conditions in mud-volcanic aquatic systems and support environmental monitoring and infrastructure management in long-term mudflow-affected areas.
PENGARUH DURASI PERENDAMAN EKSTRAK KULIT MANGGIS PADA KOROSI BAJA ST-41 M Ilzam Putera Adenan; Mokh. Hairul Bahri; Rohimatush Shofiyah
Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 2 (2025): Vol. 9 No. 2 Oktober 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/suryateknika.v9i2.2155

Abstract

Korosi pada baja karbon rendah di lingkungan tropis yang kaya klorida mengancam keandalan struktur dan memerlukan solusi ramah lingkungan. Penelitian ini mengkaji ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana) sebagai inhibitor hijau untuk baja ST-41 dengan variasi waktu pra-perendaman (10, 20, 30, dan 40 menit) sebelum eksposur 30 hari dalam air hujan asam. Laju korosi dihitung menggunakan metode gravimetri, sedangkan perubahan morfologi permukaan diamati melalui mikroskop elektron pemindai. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan durasi pra-perendaman menurunkan laju korosi dari 42,33 mpy (tanpa inhibitor) menjadi 8,46 mpy pada 40 menit, dengan efisiensi inhibitor meningkat dari 0% menjadi 80,01%. Pengamatan SEM mengonfirmasi terbentuknya film pasif yang padat dan merata. Temuan ini membuktikan efektivitas ekstrak kulit manggis sebagai inhibitor korosi yang ramah lingkungan dan menetapkan kondisi perendaman optimal untuk perlindungan baja karbon
PENGARUH VARIASI SUHU REAKSI MENGGUNAKAN KATALIS ABU SEKAM PADI TERHADAP YIELD DAN KUALITAS FISIK BIODIESEL Riza Muhammad Shofian; Asroful Abidin; Rohimatush Shofiyah
Surya Teknika : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2026): Volume 10 No. 1 April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/suryateknika.v10i1.2410

Abstract

Ketersediaan energi fosil yang semakin terbatas mendorong pengembangan sumber energi alternatif yang berkelanjutan, salah satunya biodiesel. Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku biodiesel karena ketersediaannya melimpah dan tidak bersaing dengan kebutuhan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu reaksi terhadap yield serta kualitas fisik biodiesel yang dihasilkan dari minyak jelantah menggunakan katalis abu sekam padi tanpa modifikasi kimia. Proses pembuatan biodiesel dilakukan melalui reaksi transesterifikasi menggunakan metanol dengan rasio molar minyak terhadap metanol 6:1 dan massa katalis 5 gram. Variasi suhu reaksi yang digunakan yaitu 55°C, 60°C, dan 65°C dengan waktu reaksi 60 menit. Parameter yang dianalisis meliputi yield biodiesel, densitas, dan viskositas kinematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yield tertinggi diperoleh pada suhu 55°C sebesar 20,66%, kemudian menurun pada suhu 60°C sebesar 20,25% dan 65°C sebesar 19,73%. Nilai densitas biodiesel meningkat seiring kenaikan suhu reaksi dan pada suhu 65°C mencapai 857,9 kg/m³ sehingga telah memenuhi standar SNI 7182:2015, sedangkan pada suhu 55°C dan 60°C masih berada di bawah batas standar. Seluruh variasi suhu menghasilkan nilai viskositas di atas standar yang menunjukkan bahwa proses konversi trigliserida menjadi metil ester belum berlangsung optimal. Secara keseluruhan, rentang suhu 55–60°C memberikan kondisi operasi yang relatif paling stabil dalam menghasilkan biodiesel dengan yield lebih tinggi dan karakteristik fisik yang lebih baik dibandingkan suhu yang lebih tinggi.
Pemberdayaan Masyarakat Desa melalui Teknologi Biopori untuk Pengelolaan Sampah Organik Rumah Tangga Yuvita Dian Siswanti; Musarofa; Rohimatush Shofiyah; Rafli Maulana Faqi; Melda Herista
SOROT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/498dsk97

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Dusun Plampang, Desa Klekehan, Kabupaten Bondowoso, sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam mengelola sampah organik rumah tangga melalui teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB). Sebelum kegiatan berlangsung, warga belum mengenal konsep biopori dan masih membuang atau membakar sampah organik. Program dilaksanakan selama kurang lebih empat jam melalui tahapan sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan, dengan sasaran utama ibu rumah tangga sebanyak 15 peserta. Selama kegiatan, berhasil dibuat sebanyak 1–5 lubang resapan biopori di pekarangan warga. Evaluasi dilakukan melalui lembar observasi keterampilan dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran lingkungan masyarakat. Warga mampu membuat dan memelihara biopori secara mandiri serta memanfaatkan sampah organik sebagai bahan kompos. Pemberian satu set alat biopori yang disimpan dan dikelola oleh ketua RT/RW mendukung keberlanjutan program. Secara keseluruhan, penerapan biopori berpotensi memberikan dampak positif pada aspek lingkungan dan mendukung pengembangan Smart Village berbasis partisipasi dan keberlanjutan.
Analisa Jumlah Kandungan Bakteri Penambat Nitrogen Pada Kasgot Yang Dihasilkan Dari Berbagai Perlakuan Yuvita Siswanti; Rohimatush Shofiyah; Musarofa Musarofa
Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Eksakta Vol. 5 No. 2 (2026): Maret
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/trilogi.v5i2.1652

Abstract

Kasgot merupakan sisa hasil pencernaan (residu) dari larva lalat Hertia illucens (Black Soldier Fly). Kasgo sendiri mengandung berbagai jenis mikroba yang sangat berguna untuk kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman seperti bakteri penambat nitrogen, bakteri pelarut Fosfat, serta mikroba penghasil zat pengatur tumbuh (ZPT). Bakteri Penambat Nitrogen merupakan salah satu jenis mikroba tanah yang berperan dalam penyediaan dan penyerapan unsur hara bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk melihat jumlah bakteri penambat Nitrogen yang terkandung dalam kasgot dari berbagai variasi perlakuan pemberian pakan maggot. Adapun menurut penelitian yang telah dilakukan, lama waktu bakteri untuk memperbanyak dirinya bergantung pada berbagai faktor, salah satunya adalah media tumbuh dan makan yang berada disekitarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kasgot yang berasal dari pakan nasi basi memiliki jumlah bakteri penambat nitrogen tertinggi (5,50 × 10⁷ CFU/mL), kasgot yang berasal dari pakan produk kadaluarsa dan hasil fermentasi (3,35 × 10⁵ CFU/mL) dan yang terendah pada pakan sayur dan buah (8,50 × 10⁴ CFU/mL).Kasgot yang memiliki kandungan nitrogen total (N-Total) yang lebih tinggi cenderung memiliki jumlah bakteri penambat nitrogen yang lebih banyak. kasgot dari pakan nasi basi memiliki potensi terbaik sebagai pupuk organik karena memiliki jumlah bakteri penambat nitrogen yang tinggi serta kandungan N-total yang cukup tinggi