Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi dari Ulva lactuca Ni Luh Linda Sukrawati; Putu Oka Samirana; Anak Agung Gede Rai Yadnya Putra
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p15

Abstract

Ulva lactuca adalah salah satu alga laut yang termasuk ke dalam genus Ulva dan keluarga Ulvaceae. Ulva lactuca memiliki komposisi kimia bernilai ekonomis tinggi yang dapat membuka peluang pemanfaatan dalam aplikasi kosmetik, farmasi, kimia, makanan, dan energi. Artikel ulasan ini bertujuan untuk memeriksa profil fitokimia dan aktivitas farmakologi dari Ulva lactuca. Pencarian data diperoleh dari jurnal internasional dan nasional melalui website dan database berbasis ilmiah yaitu PubMed dan Google Scholar. Berdasarkan literatur yang telah dikumpulkan, terdapat sebanyak 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasilnya menunjukkan Ulva lactuca memiliki berbagai metabolit sekunder meliputi alkaloid, terpenoid, steroid, saponin, dan flavonoid. Beberapa senyawa seperti asam sinapik, naringin, rutin, dan quercetin diisolasi dari rumput laut ini. Aktivitas farmakologi dari Ulva lactuca yang paling umum ditemukan dalam literatur adalah antioksidan, antibakteri, antijamur, anticancer, dan antidiabetes. Meskipun alga laut ini menawarkan sumber yang menjanjikan dalam dunia farmakologi dan fitokimia, namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi potensi Ulva lactuca sebagai produk alami yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Mengingat bahwa penelitian terkait kandungan fitokimia dan aktivitas farmakologi Ulva lactuca masih sangat terbatas.
Studi Antibakteri, Antioksidan, dan Potensi Alga Merah Genus Gracilaria sebagai Pewarna Alami Valentina Ayu Hapsari; Putu Oka Samirana
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p22

Abstract

Gracilaria merupakan salah satu genus alga merah yang melimpah di perairan Indonesia dan telah mendapatkan perhatian luas dalam penelitian karena berbagai potensi biologisnya. Artikel ini merangkum 25 artikel terkait aktivitas antibakteri, antioksidan, dan potensi sebagai pewarna alami dari beberapa spesies Gracilaria. Penelusuran pustaka dilakukan menggunakan Google Scholar dari 2014 hingga Juli 2024. Ekstrak etil asetat dari Gracilaria sp. menunjukkan aktivitas antibakteri sangat kuat terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, sedangkan Gracilaria fisheri juga menunjukkan efektivitas tinggi dengan nilai IC50 rendah dalam pengujian antioksidan. Senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin berkontribusi pada potensi antibakteri, sementara polifenol dan flavonoid berperan dalam aktivitas antioksidan. Temuan ini menunjukkan bahwa genus Gracilaria memiliki potensi sebagai sumber agen antibakteri dan antioksidan alami, dengan variasi efektivitas tergantung pada spesies dan metode ekstraksi. Pigmentasi alami dari genus Gracilaria terutama fikoeritrin dan karotenoid, menunjukkan potensi sebagai pewarna alami yang aman dan ramah lingkungan dalam industri pangan dan kosmetik. Artikel ini menyimpulkan bahwa alga merah genus Gracilaria memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber bahan bioaktif dengan aplikasi luas dalam bidang kesehatan dan industri.
Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri dari Alga Merah Genus Halymenia Prasti Yuniarni; Putu Oka Samirana
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p24

Abstract

Alga merah dari genus Halymenia adalah jenis alga yang telah menarik perhatian para peneliti karena kandungan fitokimianya yang berpotensi sebagai agen antibakteri. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji literatur mengenai kandungan fitokimia dan aktivitas antibakteri dari alga merah genus Halymenia, serta mengevaluasi potensi terapeutiknya berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. Pengkajian ini menggunakan pendekatan literature review dengan melakukan penelusuran pustaka menggunakan PubMed dan Google Scholar. Berdasarkan tinjauan literatur, alga merah dari genus Halymenia mengandung berbagai senyawa fitokimia termasuk flavonoid, alkaloid, saponin, triterpenoid, tanin dan fenolik. Studi menunjukkan bahwa ekstrak alga merah memiliki potensi antibakteri yang signifikan terhadap berbagai patogen bakteri seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Aktivitas antibakteri ini berkaitan dengan kemampuannya dalam mengganggu dinding sel bakteri dan menghambat sintesis protein, sehingga menyebabkan kematian sel bakteri. Alga merah dari genus Halymenia menunjukkan potensi yang besar sebagai sumber senyawa antibakteri alami. Literatur yang ada mendukung penggunaan alga ini dalam pengembangan agen antimikroba baru.
Eucheuma cottonii as a Natural Source for Type-2 Diabetes Mellitus Management: A Narrative review Mahardika, I Made Agus; Samirana, Putu Oka
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Medicamento (In progress)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v12i1.12689

Abstract

Background: Type 2 diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder with a steadily increasing prevalence worldwide, including in Indonesia. Standard therapeutic approaches for T2DM are commonly associated with adverse effects, which has led to increasing interest in the use of herbal products and nutraceuticals. Eucheuma cottonii, an abundant red seaweed species in Indonesian waters, holds considerable potential as a preventive and therapeutic agent for T2DM due to its bioactive compound content.Objective: This study aimed to evaluate the potential of E. cottonii as a therapeutic agent through a literature review. Methods: This study is a literature review. Relevant literature was collected from several databases using specific keywords, and a total of 30 articles that met the inclusion criteria were selected for analysis.Results: Evidence suggested that E. cottonii comprises numerous bioactive substances compounds including flavonoids, phenolics, sulfated polysaccharides, and carrageenan, which demonstrate antidiabetic activity through multiple mechanisms. These compounds inhibit α-amylase and α-glucosidase enzymes, lower blood glucose levels, and enhance insulin secretion via dipeptidyl peptidase-4 inhibition. The antioxidant activity of E. cottonii is demonstrated by elevated levels of endogenous enzymes (SOD, GPx, GSH) and reduced ROS and MDA, while its anti-inflammatory effects were reflected in decreased expression of pro-inflammatory cytokines and inflammatory enzymes (COX-2, LOX-5). Moreover, E. cottonii functions as a prebiotic, modulating gut microbiota, enhancing the population of Bifidobacterium spp., and improving the Firmicutes/Bacteroidetes ratio, thereby contributing to better glucose metabolism.Conclusion: Based on these bioactivities, E. cottonii demonstrates strong potential for development as a multifunctional nutraceutical for the prevention and management of T2DM through antihyperglycemic, antioxidant, anti-inflammatory, and gut microbiota–modulating mechanisms.
Photoprotective Activities of Standardized Anredera scandens (L.) Moq. Leave Extract: an In-Vitro Study on UVB Absorption and UVA Protection Samirana, Putu Oka; Nugraha, I Gusti Agung Anom Krisna; Putra, Anak Agung Gede Rai Yadnya
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Ilmiah Medicamento (In progress)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v12i1.13690

Abstract

Background: Skin cancer is a worldwide disease caused by exposure to ultraviolet radiation, both UVA and UVB rays. Interest in discovering new natural ingredients with photoprotective activity has increased research to find plants containing high amounts of phenolic and flavonoid compounds.Objective: This research aimed to assess the in vitro photoprotective activity of ASL (ethanol extract of Anredera scandens (L.) Moq. leaves) standardized based on the Indonesian Herbal Pharmacopoeia.Methods: Extraction was performed using the maceration method with 70% ethanol as the solvent. Parameters used to determine quality are drying loss, water content, total ash content, acid insoluble ash content, total flavonoid content, and total phenolic content. Photoprotective activity against UVB rays was determined by measuring SPF value using the Mansur spectrophotometric method, while activity against UVA rays was tested using the trans-resveratrol degradation model.Results: Results indicate that ASL extract fulfilled quality requirements based on total flavonoid content (9.983 ± 0.090%) and total phenolic content (13.098 ± 0.611%). The SPF value was increased proportional to the increase in concentration. The sample showed an SPF value of 5.96 when tested at a concentration of 200 µg/mL. SPF value reached 27.9 at 1,000 µg/mL. The UVA photoprotection assay indicated that the ASL extract provided limited protection against trans-resveratrol degradation, with a reduction of 18.90%, which was lower than the positive control but still significantly better than the negative control.Conclusion: ASL extract can be developed as a candidate for a natural-based photoprotective active ingredient, used as a single agent or supportive component for sunscreen products.