Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ADAPTOGENIK EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA (Ziziphus mauritiana Auct. non Lamk.) DENGAN METODE SWIMMING ENDURANCE TEST PADA MENCIT GALUR BALB/C Samirana, P. O.; Taradipta, I. D. M. R.; Leliqia, N. P. E.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 2, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.401 KB)

Abstract

Ziziphus mauritiana atau bidara telah terbukti memiliki aktivitas antioksidan berdasarkan atas penelitian-penelitian sebelumnya.Aktivitas antioksidan diduga berkontribusi terhadap aktivitas adaptogenik serta efek empiris sebagai tonik memperkuat dugaan bahwatumbuhan ini memiliki potensi sebagai adaptogenik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas adaptogenik dari ekstrak etanol daunZ. mauritiana. Serbuk daun Z. mauritiana diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%.Ekstrak diuji aktivitas adaptogeniknya dengan metode Swimming Endurance Test (SET) terhadap mencit galur Balb/C yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif (Vitamin C) dan perlakuan (diberikan ekstrak dengan dosis 200, 400 dan 800 mg/kg BB). Analisis data dilakukan dengan uji ANOVA one way dengan taraf kepercayaan 95%, kemudian dilanjutkan dengan analisis LSD. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daunZ. mauritianadengan dosis 200 mg/kg BB, 400 mg/kg BB dan 800 mg/kg BB memiliki aktivitas adaptogenik (p<0,05).Peningkatan dosis esktrak etanol daunZ. mauritiana meningkatkan aktivitas adaptogenik secara signifikan (p< 0,05).
UJI AKTIVITAS ADAPTOGENIK EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG BIDARA (Ziziphus mauritiana Auct. non Lamk.) DENGAN METODE SWIMMING ENDURANCE TEST PADA MENCIT GALUR BALB/C Samirana, P. O.; Putra, P. A. S.; Leliqia, N. P. E.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 2, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.794 KB)

Abstract

Ziziphus mauritiana atau bidara telah diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Adanya teori yang menyatakan keterkaitan antara aktivitas antioksidan dengan adaptogenik membuat tumbuhan ini diduga memiliki potensi sebagai adaptogen. Tujuan dari penelitiaan ini adalah untuk mengetahui aktivitas adaptogenik dari kulit batang Z. mauritiana. Uji aktivitas adaptogenik dilakukan dengan metode swimming endurance test. Hewan uji yang digunakan dibagi dalam 6 kelompok perlakuan dan diuji kemampuan renangnya. Waktu renang hewan uji sampai tenggelam diukur dan selanjutnya dianalisis secara statistik. Ekstrak etanol 96% kulit batang Z. mauritiana dikatakan memiliki aktivitas adaptogenik bila waktu renang kelompok yang diberikan ekstrak lebih lama jika dibandingkan dengan kelompok kontrolnegatif (p< 0,05). Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol 96% kulit batang Z. mauritiana mampu meningkatkan kemampuan renang mencit pada dosis 200, 400, dan 800 mg/kg BB dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% kulit batang Z. mauritiana memiliki aktivitas adaptogenik. Aktivitas ini tidak terlepas dari peran beberapa golongan senyawa dan beberapa diantaranya diduga merupakan senyawa golongan triterpenoid dan flavonoid.
Pengaruh Pemakaian PEG 400 Dan Mentol Dalam Patch Mukoadhesif Ekstrak Etanol Daun Sirih (Piper betle L.) Terhadap Transpor Senyawa Polifenol Setyawan E I; P O Samirana; I G A. Indyayani
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol 13, No 1: Maret 2016
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.586 KB) | DOI: 10.12928/mf.v13i1.5738

Abstract

Patch bukal merupakan sediaan obat dengan sistem penghantaran transmukosa. Kemampuan absorpsi zat aktif sediaan Patch bukal dapat dimodifikasi dengan penambahan suatu plasticizers dan permeation enhancer.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemakaian PEG 400 dan mentol terhadap transpor serta mengetahui proporsi PEG 400 dan mentol yang dapat memberikan transpor optimum senyawa polifenol ekstrak daun sirih (Piper bitle L.) dari patch bukal secara in vitro. Metode yang digunakan untuk menentukan perbandingan jumlah PEG 400 dan mentol adalah dengan metode Simplex Lattice Design (SLD). Uji transpor senyawa polifenol dari patch dilakukan selama 23 jam dengan menggunakan sel difusi Franz dengan membran Whatmann No. 1. Jumlah senyawa yang tertranspor ditetapkan kadarnya dengan instrumen Spektrofotometer-UV. Verifikasi formula optimum dilakukan sebanyak 3 kali dengan Single Simple Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan PEG 400 dan mentol dapat meningkatkan jumlah polifenol yang tertranspor. Hubungan pengaruh PEG 400 dan mentol dapat digambarkan melalui persamaan special cubic, y =  3,26071 (A) + 4,31372 (B) + 2,80876 (A)(B) + 0,64912 (A)(B) (A-B). Verifikasi formula optimum menghasilkan p-value 0,503(>0,05). Permodelan transpor polifenol melalui membran dapat digambarkan dengan model 4 kompartemen dan menghasilkan kecepatan masing-masing L(2,1) sebesar 0,013 mgEAG/cm2/jam, L(3,2) sebesar 0,050 mgEAG/cm2/jam, L(4,1) sebesar 0,089 mgEAG/cm2/jam, dan L(3,4) sebesar 0,027 mgEAG/cm2/jam. Kata kunci: Piper betle, mentol, Patch bukal, PEG 400, polifenol.
Review: Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi dari Alga Kappaphycus alvareziiz Putu Siska Angelina Pramesti; Putu Oka Samirana; Anak Agung Gede Rai Yadnya Putra
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p10

Abstract

Kappaphycus alvarezii merupakan salah satu alga merah yang termasuk ke dalam keluarga Solieriaceae. Kappaphycus alvarezii mayoritas dikembangkan di kawasan pesisir dan memiliki potensi ekonomi yang besar. Seiring berjalannya waktu, budidaya Kappaphycus alvarezii semakin terus meningkat karena mulai dikenal untuk kebutuhan industri makanan, farmasi, dan kosmetik. Kajian ini disusun dengan tujuan untuk merangkum senyawa fitokimia dan aktivitas farmakologi dari Kappaphycus alvarezii. Pencarian data diperoleh dari jurnal internasional dan nasional melalui database berbasis ilmiah yaitu Google Scholar, Science Direct, dan PubMed. Berdasarkan literatur yang telah dikumpulkan, sebanyak 13 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasilnya menunjukkan Kappaphycus alvarezii mengandung metabolit sekunder yaitu fenolik, flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan sterol. Selain itu, isolat yang berhasil diisolasi dari tanaman ini salah satunya adalah fikoeritrin. Mayoritas hasil studi telah menunjukkan bahwa ekstrak maupun isolat aktif dari Kappaphycus alvarezii memiliki aktivitas farmakologi yang potensial seperti antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, antikanker, antijamur, dan antidiabetes. Berbagai hasil studi tersebut menunjukkan potensi Kappaphycus alvarezii sebagai agen terapeutik sehingga berpotensi dikembangkan lebih lanjut dalam pengobatan alternatif dan komplementer.
Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Farmakologi dari Ulva lactuca Ni Luh Linda Sukrawati; Putu Oka Samirana; Anak Agung Gede Rai Yadnya Putra
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p15

Abstract

Ulva lactuca adalah salah satu alga laut yang termasuk ke dalam genus Ulva dan keluarga Ulvaceae. Ulva lactuca memiliki komposisi kimia bernilai ekonomis tinggi yang dapat membuka peluang pemanfaatan dalam aplikasi kosmetik, farmasi, kimia, makanan, dan energi. Artikel ulasan ini bertujuan untuk memeriksa profil fitokimia dan aktivitas farmakologi dari Ulva lactuca. Pencarian data diperoleh dari jurnal internasional dan nasional melalui website dan database berbasis ilmiah yaitu PubMed dan Google Scholar. Berdasarkan literatur yang telah dikumpulkan, terdapat sebanyak 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasilnya menunjukkan Ulva lactuca memiliki berbagai metabolit sekunder meliputi alkaloid, terpenoid, steroid, saponin, dan flavonoid. Beberapa senyawa seperti asam sinapik, naringin, rutin, dan quercetin diisolasi dari rumput laut ini. Aktivitas farmakologi dari Ulva lactuca yang paling umum ditemukan dalam literatur adalah antioksidan, antibakteri, antijamur, anticancer, dan antidiabetes. Meskipun alga laut ini menawarkan sumber yang menjanjikan dalam dunia farmakologi dan fitokimia, namun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi potensi Ulva lactuca sebagai produk alami yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Mengingat bahwa penelitian terkait kandungan fitokimia dan aktivitas farmakologi Ulva lactuca masih sangat terbatas.
Studi Antibakteri, Antioksidan, dan Potensi Alga Merah Genus Gracilaria sebagai Pewarna Alami Valentina Ayu Hapsari; Putu Oka Samirana
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p22

Abstract

Gracilaria merupakan salah satu genus alga merah yang melimpah di perairan Indonesia dan telah mendapatkan perhatian luas dalam penelitian karena berbagai potensi biologisnya. Artikel ini merangkum 25 artikel terkait aktivitas antibakteri, antioksidan, dan potensi sebagai pewarna alami dari beberapa spesies Gracilaria. Penelusuran pustaka dilakukan menggunakan Google Scholar dari 2014 hingga Juli 2024. Ekstrak etil asetat dari Gracilaria sp. menunjukkan aktivitas antibakteri sangat kuat terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus, sedangkan Gracilaria fisheri juga menunjukkan efektivitas tinggi dengan nilai IC50 rendah dalam pengujian antioksidan. Senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin berkontribusi pada potensi antibakteri, sementara polifenol dan flavonoid berperan dalam aktivitas antioksidan. Temuan ini menunjukkan bahwa genus Gracilaria memiliki potensi sebagai sumber agen antibakteri dan antioksidan alami, dengan variasi efektivitas tergantung pada spesies dan metode ekstraksi. Pigmentasi alami dari genus Gracilaria terutama fikoeritrin dan karotenoid, menunjukkan potensi sebagai pewarna alami yang aman dan ramah lingkungan dalam industri pangan dan kosmetik. Artikel ini menyimpulkan bahwa alga merah genus Gracilaria memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber bahan bioaktif dengan aplikasi luas dalam bidang kesehatan dan industri.
Kandungan Fitokimia dan Aktivitas Antibakteri dari Alga Merah Genus Halymenia Prasti Yuniarni; Putu Oka Samirana
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 3 (2024): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2024
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2024.v03.p24

Abstract

Alga merah dari genus Halymenia adalah jenis alga yang telah menarik perhatian para peneliti karena kandungan fitokimianya yang berpotensi sebagai agen antibakteri. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji literatur mengenai kandungan fitokimia dan aktivitas antibakteri dari alga merah genus Halymenia, serta mengevaluasi potensi terapeutiknya berdasarkan penelitian yang telah dilakukan. Pengkajian ini menggunakan pendekatan literature review dengan melakukan penelusuran pustaka menggunakan PubMed dan Google Scholar. Berdasarkan tinjauan literatur, alga merah dari genus Halymenia mengandung berbagai senyawa fitokimia termasuk flavonoid, alkaloid, saponin, triterpenoid, tanin dan fenolik. Studi menunjukkan bahwa ekstrak alga merah memiliki potensi antibakteri yang signifikan terhadap berbagai patogen bakteri seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Aktivitas antibakteri ini berkaitan dengan kemampuannya dalam mengganggu dinding sel bakteri dan menghambat sintesis protein, sehingga menyebabkan kematian sel bakteri. Alga merah dari genus Halymenia menunjukkan potensi yang besar sebagai sumber senyawa antibakteri alami. Literatur yang ada mendukung penggunaan alga ini dalam pengembangan agen antimikroba baru.
Green Extraction of Corn Silk Flavonoids Using NADES-UAE: Optimizing Conditions for Agricultural Waste Valorization Kwanira Gayatri, Anak Agung Sagung Intan; Rai Yadnya Putra, Anak Agung Gede; Samirana, Putu Oka
Biology, Medicine, & Natural Product Chemistry Vol 14, No 2 (2025)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University & Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/biomedich.2025.142.1039-1045

Abstract

Corn silk (of Zea mays L.) is an agricultural waste that has not been optimally utilized, even though it is known to contain flavonoid compounds with various pharmacological activities, such as antioxidant, anti-inflammatory, and antidiabetic effects. The flavonoid compounds in corn silk have the potential to be developed as natural raw materials for applications in the pharmaceutical and cosmetic fields. However, the extraction process for these active compounds often still uses organic solvents like methanol, which are toxic, flammable, and have negative impacts on health and the environment. Therefore, this study aimed to optimize the Ultrasound Assisted Extraction (UAE) method using a more environmentally friendly alternative solvent, namely Natural Deep Eutectic Solvent (NADES). The study was conducted in two main stages: selection of the best NADES composition and molar ratio from combinations of choline chloride with urea, glycerol, lactic acid, and malic acid; and optimization of UAE parameters including ultrasonic power, time, and temperature using the Response Surface Methodology (RSM) with the Box-Behnken Design (BBD) model. The determination of total flavonoid content was performed using the colorimetric method with AlCl? reagent and quercetin standard, and the measurements were taken using a UV-Vis spectrophotometer. The results showed that the NADES combination of choline chloride:urea (1:2) with the addition of 30% aquades produced the highest flavonoid content compared to 80% methanol solvent. The optimal conditions for UAE extraction were obtained at 100 % ultrasonic power, 30 minutes of extraction time, and a temperature of 70°C, resulting in a total flavonoid content yield of 96.02 ± 0.48 mgQE/g of corn silk powder. This study concluded that the combination of NADES and UAE method can significantly enhance the extraction yield of total flavonoids while also providing a more sustainable and environmentally friendly solution for the utilization of agricultural waste, such as corn silk.