Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

CULINARY BUSINESS STRATEGIES IN THE MIDST OF PANDEMIC OF COVID-19 (Case Study at Pork Star Bali) Billy Tanius; I Gusti Ayu Ari Agustini
Brilliant International Journal Of Management And Tourism Vol. 2 No. 2 (2022): Brilliant International Journal Of Management And Tourism
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/bijmt.v2i2.420

Abstract

This study aims at finding the existing business implemented by Pork Star Bali to survive during the pandemic of Covid-19. Besides, it aimed at exploring the business strategies that can be implemented by Pork Star Bali. The research method used was descriptive qualitative method by applying SWOT analysis to find out the strategies. Data needed were obtained through interviews and literature study. Based on the analysis, it was found that Pork Star Bali implemented rescheduling work time for all the employees to avoid any laid-off, waiting list strategy to accommodate customers’ interests to enjoy Pork Star Bali foods, and selling vacuum products via e-commerce and Instagram. Meanwhile, the strategies that can be applied in the future by Pork Star Bali are maintaining the quality of products, developing innovative menus and products by utilizing technology based on the market’s trends, opening branch outlets since the market is large, strengthening the online marketing, developing customers’ loyalty by improving the quality and services, and developing staff’s loyalty to avoid any hijacking.
Inovasi Hidangan Penutup Dingin Menggunakan Teh Earl Grey Amariza, Nikita Andina; Tanius, Billy; Widani, Ni Nyoman
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 4 No 2 (2021): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v4i2.82

Abstract

Karya kompetitif kreatif ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan metode Research and Development. Survei dilakukan dengan menggunakan uji hedonik yaitu dengan menggunakan kuisioner yang diberikan kepada enam orang panelis untuk memberikan penilaian tentang hasil inovasi hidangan penutup yang menggunakan teh earl grey. Karya kompetitif kreatif ini menghasilkan 12 ((two layer earl grey burnt cheesecake, mini earl grey choux au craquelin, black and white earl grey mousse, earl grey panacotta with butterscotch sauce, mango sticky rice with earl grey sauce, roll cake with earl grey choco ganache, earl grey ice cream, earl grey lemon macaron, earl grey cranachan, earl grey milecrepes, earl grey rumball, earl grey fruit pie) inovasi hidangan penutup dingin dengan menggunakan teh earl grey yang sudah di tes dari segi rasa, aroma, warna dan tekstur. Hasilnya rata-rata nilai yang didapatkan menunjukkan bahwa para panelis menyukai inovasi hidangan penutup dingin dengan tambahan teh earl grey. Inovasi hidangan penutup dengan teh earl grey memiliki cita rasa yang unik dan berbeda dari makanan aslinya namun masih tetap mempertahankan ciri khas hidangan penutup tersebut, dan masyarakat bisa menerima inovasi teh earl grey sebagai hidangan penutup. Dari hasil karya ilmiah ini diharapkan agar para pekerja/pengusaha pada bidang kuliner selalu inovatif dan kreatif, merealisasikan ide-ide baru, mengembangkan yang sebelumnya sudah ada dan dikemas menjadi lebih menarik, serta menciptakan trend baru dalam bidang kuliner. Masyarakat juga perlu untuk diedukasi tentang inovasi-inovasi makanan supaya timbul minat lebih sehingga bidang kuliner bisa terus berkembang.
Dekonstruksi Kue Khas Kalimantan Menjadi Western Dessert Putri, Rizqy Prasetyani; Sulistyawati, Anastasia; Tanius, Billy
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 5 No 1 (2022): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v5i1.100

Abstract

Kue tradisional kurang populer jika dibandingkan dengan western dessert yang dipasarkan di Indonesia sehingga generasi muda Indonesia merasa kue tradisional tidak bisa bersaing di pasar internasional. Pada karya kompetensi kreatif ini, penulis mendekonstruksi kue khas Kalimantan menjadi western dessert agar kue tradisional terlihat lebih menarik. Penulis menggunakan kue khas Kalimantan karena memiliki sejarah yang unik dan masih kurang dikenal masyarakat Indonesia. Metode pada penelitian ini menggunakan research and development (R&D) dengan model 4D yaitu (define, design, development dan dissemination). Teori yang digunakan yaitu teori dekonstruksi pada makanan dari Ferran Adrià. Uji coba produk dalam penelitian ini menggunakan uji hedonik dengan menguji kesukaan seseorang terhadap warna, rasa, tekstur, aroma dan penampilan keseluruhan makanan. Instrumen yang digunakan untuk mengambil data dalam penelitian ini berupa kuesioner yang disebarkan pada 6 panelis ahli dan 42 panelis umum. Hasil dari penelitian ini berupa 10 resep antara lain: kararaban swiss roll, amparan tatak mousse, gegicak coconut cake, puracit choux au craquelin, bingka tartlet, putri keraton bundt cake, pisang gapit cheesecake, putri selat panna cotta, hintalu karuang flan cake, jendral mabok soufflé. Hasil nilai rata-rata keseluruhan dari penilaian uji hedonik adalah 4.32 untuk warna, 4.39 untuk rasa, 4.33 untuk aroma, 4.36 untuk tekstur, dan 4.56 untuk keseluruhan. Dapat disimpulkan dari hasil nilai rata-rata bahwa para Panelis memberi respon positif dan menyukai 10 menu hasil dekonstruksi.
Modifikasi Hidangan Penutup Barat Menggunakan Bunga Kecombrang Safitri, Nur Tasya; Tanius, Billy; Widani, Ni Nyoman
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 5 No 1 (2022): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v5i1.103

Abstract

Modifikasi resep hidangan penutup barat menggunakan bunga kecombrang tidak banyak diterapkan oleh masyarakat. Karya kompetensi kreatif ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui ide pengembangan resep hasil modifikasi hidangan penutup barat menggunakan bunga keombrang yang dikombinasikan dengan bahan dasar khas Indonesia serta untuk mengedukasi bahwa bunga kecombrang dapat diolah menjadi berbagai macam hidangan penutup yang unik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode research and development model penelitian 4D (Define, Design, Development, Dissemination) dan metode uji hedonik. Metode uji hedonik digunakan 20 panelis umum yang dipilih secara acak, dan enam panelis ahli yang ditentukan oleh kampus. Teori yang digunakan yaitu teori modifikasi resep. Terdapat 10 resep modifikasi yang dilakukan yaitu: Kecombrang Burnt Basque Cheesecake, Kecombrang Cannoli, Kecombrang Cranachan, Kecombrang Crema Catalana, Kecombrang Choco Mousse, Kecombrang Choco Tartlet, Kecombrang Éclair, Kecombrang Loukoumades, Kecombrang Roll Cake, dan Kecombrang Panna Cotta. Hasil nilai rata-rata keseluruhan dari penilaian uji hedonik untuk sepuluh menu adalah 4,61. Maka dapat disimpulkan bahwa para Panelis memberikan respon positif dan menyukai 10 hidangan penutup hasil modifikasi yang diciptakan dengan memberikan beberapa komentar agar hidangan tersebut semakin sempurna.
Dekonstruksi Hidangan Penutup Dingin Tradisional Indonesia Menjadi Fusion Dessert Krisna Yanti, Ni Made Ayu Dwi; Tanius, Billy; Widani, Ni Nyoman; Pramudia, Heru
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 5 No 2 (2022): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v5i2.115

Abstract

Makanan saat ini tidak hanya menjadi kebutuhan pokok melainkan menjadi gaya hidup yang lebih modern bagi pecinta kuliner, saat ini kuliner khas Indonesia mulai tergeser keberadaannya dikarenakan adanya tren budaya baru yang datang ke Indonesia maka dari itu peneliti tertarik untuk mendekonstruksi jajanan khas dari beberapa daerah di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian deskriptif atau penelitian pengembangan research and development, dengan model 4D model penelitian yaitu (Define, Design, Development, dan Dissemination). Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan Kuesioner sebagai instrumen penelitian untuk mencari pendapat tentang dekonstruksi jajanan dan minuman khas Indonesia menjadi hidangan penutup dingin modern. Digunakan panelis sebanyak 23 orang. Hasil dari penelitian menciptakan 10 resep makanan tradisonal penutup dingin yang didenkonstruksi yaitu Es Cendol, Es Brenebon, Es Kolak Pisang, Es Oyen, Es Doger, Es Teler, Klepon, Es Laksamana Mengamuk, Es Sarang Burung, dan Es Pisang Ijo. Semua resep telah di tes dari segi warna, rasa, aroma dan juga tekstur, dan hasilnya banyak dari panelis yang menyukai hasil dekonstruksi hidangan penutup dingin khas Indonesia menjadi hidangan penutup dingin dalam bentuk entremets. Hidangan penutup dingin yang sudah didekonstruksi memberikan tampilan yang berbeda tetapi masih mempertahankan cita rasa tradisional dan diterima dengan baik berdasarkan hasil penilaian para panelis.
Preferensi Turis dalam Memilih Makanan Ramen di Area Canggu Elvettio, Audric; Billy Tanius; Ni Ketut Veri Kusumaningrum
INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event Vol. 1 No. 1 (2023): INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preferensi konsumen menunjukkan kesukaan para konsumen dari berbagai jasa yang ada, baik bentuk fisik maupun nonfisik. Preferensi juga dapat didefinisikan sebagai pilihan suka atau tidak suka oleh seseorang terhadap suatu produk, barang, atau jasa yang dikonsumsi dan dipengaruhi oleh persepsi individu tersebut. Di area Canggu, di mana turisme Bali sedang berkembang dengan pekat, berbagai restoran ramen muncul walaupun makanan yang tidak berasal dari Bali ataupun Indonesia. Penelitian ini memiliki rumusan masalah yang berhubungan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi para konsumen. Penelitian ini menggunakan mixed method dengan data kualitatif dari observasi dan studi literatur dan data kuantitatif yang didapatkan dari kuesioner yang diberikan kepada para turis di restoran ramen area Canggu. Penelitian ini dilakukan untuk menguji preferensi dan persepsi para turis di area Cangu untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi persepsi dan preferensi. Setelah dilakukan penelitian ditemukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi tersebut yaitu karakteristik ramen, umur konsumen, frekuensi mengkonsumsi ramen, dan persepsi konsumen terhadap budaya Jepang.
Pembuatan Teh Celup Beras Merah Sebagai Divesifikasi Produk Unggulan Desa Wisata Jatiluwih Bali Pramudia, Heru; Billy Tanius
INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event Vol. 2 No. 1 (2024): INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/inspire.v2i1.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan teh celup beras merah dengan kemasan seduh untuk satu cangkir gelas takaran teh. Metodologi yang digunakan adalah eksperimental dengan melakukan percobaan terhadap beras merah yang sudah digongseng lalu beras merah tersebut direbus kembali dengan air hingga mendidih dan kandungan warna yang terdapat pada beras merah menyatu dengan air didihan. Setelah itu dilakukan penyaringan. Air teh ini direduksi lagi hingga pekat. Kemudian ditambahkan beras merah sangrai yang baru yang digunakan sebagai mediaektrasi teh ini. Lanjut proses pengeringan agar beras merah yang mengandung etraksi teh menjadi kering dan tahan lama. Beras ektrasi di bungkus dalam kemasan teh celup. Kelebihan dari kemasan celup dibandingkan dengan teh beras merah biasa. Teh beras merah (biasa) untuk mendapatkan hasil warna teh yang merah perlu dilakukan perebusan. Namun jika menggunakan teh beras celup, pembuatan the cukup diberi air hangat saja dan menghasilkan warna teh beras merah yang sesuai keinginan.
Inovasi Pengolahan Beras Merah Menjadi Bolu Gulung Sebagai Oleh-Oleh Khas Jatiluwih Gaisani, Fionna Nurlita; Billy Tanius; Ni Nyoman Widani
INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event Vol. 1 No. 2 (2023): INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/inspire.v1i2.10

Abstract

Jatiluwih menghasilkan beras merah yang melimpah, penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan potensi tersebut dan menciptakan sebuah produk olahan yang bernilai tambah, yaitu bolu gulung beras merah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R&D), yang melibatkan pengumpulan data tentang beras merah lokal dan karakteristiknya, serta eksplorasi bahan dan resep bolu gulung yang telah ada. Berdasarkan data tersebut, dilakukan pengembangan untuk mengintegrasikan beras merah dalam adonan bolu gulung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pengolahan beras merah menjadi bolu gulung dengan tiga varian rasa yaitu, original, pandan, dan taro sebagai oleh-oleh khas Jatiluwih memiliki potensi yang menjanjikan. Uji organoleptik dan uji hedonik menyatakan bahwa produk bolu gulung dengan penggunaan beras merah mendapatkan tingkat penerimaan yang tinggi dari panelis umum dan panelis ahli. Diharapkan inovasi ini dapat diimplementasikan secara luas dan mendukung pengembangan ekonomi lokal serta pariwisata di Jatiluwih.
Modification of Sourdough Using Snake Fruit Starter Fiorellino, Kenneth; Billy Tanius; Ni Ketut Veri Kusumaningrum
INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event Vol. 2 No. 1 (2024): INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/inspire.v2i1.45

Abstract

This research investigated the use of snake fruit (Salacca zalacca) as a sourdough starter, aimed at promoting the utilization of snake fruit in culinary products and understanding feedback from respondents based on the resulting product. With the rising popularity of sourdough bread and the growing demand for locally sourced ingredients, exploring unconventional starter cultures has become essential. The study is conducted through research and development by evaluating the properties of 3 types of snake fruit namely” Pondoh, Gading, and Gula Pasir”. Acidity, carbohydrate content, and sugar levels are used to determine its compatibility through sourdough fermentation. A comprehensive comparison is conducted between the resulting product and the widespread yeast-based sourdough bread. Interviews and questionnaires were distributed to the public and culinary professionals to extract information. A total of 25 individuals has generally positive feedback with the results of the “Pondoh and Gading” variety, showing likeness towards texture and crust. The remaining subject “Gula Pasir” was deemed to be incompatible for sourdough production due to its low acidity. The findings of this study hold promise to the Indonesian culinary industry by capitalizing on the diverse range of tropical fruits to expand and incorporate sustainable local ingredients. Embracing snake fruit as a sourdough starter presents a lucrative prospect for promoting local gastronomic diversity.
Fotografi Makanan Adrich Studio Sebagai Media Promosi “Hungry Potato" Nicholas, Adriel; Billy Tanius; Ni Ketut Veri Kusumaningrum
INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event Vol. 2 No. 1 (2024): INSPIRE : Journal of Culinary, Hospitality, Digital & Creative Arts and Event
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/inspire.v2i1.47

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran fotografi makanan oleh Adrich Studio sebagai media promosi untuk Hungry Potato, sebuah bisnis makanan di Surabaya. Dengan pertumbuhan signifikan dalam industri kuliner, strategi promosi yang efektif sangat penting. Hungry Potato, yang mengkhususkan diri pada camilan berbasis kentang, awalnya menggunakan fotografi ponsel, yang menghasilkan gambar promosi yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisa kekuatan usaha, menggunakan data primer dari observasi dan wawancara dengan manajemen Hungry Potato serta data sekunder dari literatur terkait untuk menghasilkan strategi yang tepat untuk promosi. Proses perancangan meliputi identifikasi data, analisis segmentasi pasar, analisis SWOT, USP, penargetan, dan positioning, pembentukan strategi kreatif, serta eksekusi desain visual melalui fotografi. Hasil akhir penelitian yaitu analisa SWOT dan USP mendasari perancangan strategi kreatif untuk digunakan sebagai media promosi di akun Instagram Hungry Potato.