KAWUNG, GEORGE M.V
Unknown Affiliation

Published : 39 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN ANGKA KEMISKINAN KOTA-KOTA DI SULAWESI UTARA Rarun, Kanisius; Kindangen, Paulus; Kawung, George M.V
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 3 (2019): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32794.20.3.2019

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan anggaran APBD berdasarkan Belanja Modal terhadap pertumbuhan ekonomi Kota-kota di Sulawesi Utara, untuk mengetahui pengaruh penggunaan anggaran APBD berdasarkan Belanja Modal terhadap angka kemiskinan Kota-kota di Sulawesi Utara dan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi Terhadap Angka Kemiskinan Kota-kota di Sulawesi Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatif dengan pendekatan asosiatif. Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau lebih.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada model 1 : Belanja Peralatan dan Mesin secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Ekonomi Kota-kota di Sulawesi Utara. Belanja Bangunan dan Gedung secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Ekonomi Kota-kota di Sulawesi Utara. Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Ekonomi Kota-kota di Sulawesi Utara. Dan Pada model 2 : Belanja Peralatan dan Mesin secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Angka Kemiskinan Kota-kota di Sulawesi Utara. Belanja Bangunan dan Gedung secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Angka Kemiskinan Kota-kota di Sulawesi Utara. Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Angka Kemiskinan Kota-kota di Sulawesi Utara dan Pertumbuhan Ekonomi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Angka Kemiskinan Kota-kota di Sulawesi Utara. Kata kunci: belanja modal, pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effect of using the APBD budget based on Capital Expenditures on the economic growth of Cities in North Sulawesi, to determine the effect of using the APBD budget based on Capital Expenditures on poverty rates in North Sulawesi and to determine the effect of economic growth on Poverty Cities in North Sulawesi. The type of research used is explanative research with an associative approach. Associative research is research that aims to determine the relationship of two or more variables. The results of the study show that in Model 1: Equipment and Machine Expenditure partially has a significant effect on the growth of the Economics of Cities in North Sulawesi. Partial Building and Building Expenditures have no significant effect on the growth of the Cities' Economy in North Sulawesi. Road, Irrigation and Network Expenditure partially have a significant effect on the growth of the Cities' Economy in North Sulawesi. And in Model 2: Equipment and Machine Expenditure partially does not have a significant effect on the Poverty Rate of Cities in North Sulawesi. Partial Building and Building Expenditures have no significant effect on the Poverty Rate of Cities in North Sulawesi. Road, Irrigation and Network Expenditure partially has a significant effect on the Poverty Rate of Cities in North Sulawesi and Economic Growth partially has a significant effect on the Poverty Rate of Cities in North Sulawesi. Keywords: capital expenditure, economic growth, poverty rates
ANALISIS SEKTOR BASIS DI KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE TAHUN 2010 - 2019 Dalughu, Meyliza Herawaty; Kumenaung, Anderson Guntur; Kawung, George M.V
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 4 (2019): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32807.20.4.2019

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitan untuk mengetahui sektor basis dan non basis yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe, untuk mengetahui perubahan struktur perekonomian di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, untuk mengetahui sektor yang merupakan unggulan di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan untuk mengetahui sektor yang merupakan sektor prima, potensial, berkembang dan relatif tertinggal di kabupaten kepulauan Sangihe. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Location Quotient, analisis Shift Share dan analisis Tipologi Klasen. Hasil analisis Location Quotient menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sektor pedagangan besar dan eceran ; reparasi mobil dan sepeda motor, sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor real estate, sektor jasa administrasi pemerintahan dan pertahanan dan jaminan sosial wajib, dan sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial merupakan sektor basis, sementara untuk sektor non basis diantaranya ada sektor pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, pengadaan listrik dan gas, pengadaan air, pengolahan sampah, limbah dan daur ulang, konstruksi, transportasi dan pergudangan, penyediaan akomodasi dan makan minum, informasi dan komunikasi, jasa perusahaan , dan jasa lainnya.Hasil analisis shift share menunjukan perkembangan perekonomian Kabupaten Kepulauan Sangihe secara keseluruhan atau total memiliki daya saing atau keunggulan kompetitif regional yang lebih rendah atau lemah terhadap perekonomian Sulawesi Utara. Hasil analisis Tipology Klassen menunjukkan bahwa sektor yang tergolong sektor maju dan tumbuh dengan cepat di Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah sektor  Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor Kata Kunci : PDRB, Shift Share, Location Quotient dan Tipologi Klasen  ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the base and nonbased sectors in the Sangihe Islands Regency, to find out changes in the structure of the economy in the Sangihe Islands Regency, to know the sector which is featured in Sangihe Islands Regency and to determine which sector is the prime sector, potential, develops and relatively lags in the islands of Sangihe district. The analysis method used is Location Quotient, Shift Share analysis and Klasen tipologi. The results of the Location Quotient analysis show that the sector agriculture, forestry and fishery, sector wholesale and retail trade, repair of motor vehicles and motorcycles, sector financial and insurance activities, sector real estate, sector public administration and defence compulsory social security, sector human health and social work activities. non-base sectors including sector mining and quarrying, sector munufacturing, sector electricity and gas supply, sector water supply, sewerage, waste management and remediation activities, sector construction, sector transportation and warehousing, sector accommodation and food service activities, sector information and communication, sector business activities and sector other services activities. The result of shift share analysis shows the overall or total development of the Sangihe Islands Regency economy has a lower or weaker competitiveness or regional competitive advantage to the economy of North Sulawesi. The results of Typology Klassen's analysis show that the sector classified as a developed sector and grows rapidly in the Sangihe Islands Regency is sector sector wholesale and retail trade, repair of motor vehicles and motorcycles, Keyword : GRDP, Shift Share, Location Quotient and  Typology Klassen
PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, PENDIDIKAN DAN TINGKAT UPAH TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KOTA MANADO Kawet, Jefry Antonius; Masinambow, Vecky A.J.; Kawung, George M.V
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 2 (2019): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32790.20.2.2019

Abstract

ABSTRAK Tenaga kerja adalah salah satu dari faktor produksi yang penting, karena produktivitas dari faktor produksi lain bergantung pada produktivitas tenaga kerja dalam menghasilkan produksi. Menurut Todaro (2006) pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan Angkatan Kerja (AK) secara tradisional dianggap sebagai salah satu faktor positif yang memacu pertumbuhan ekonomi. Selain itu hampir semua negara berkembang menghadapi masalah kualitas dan kuantitas SDM akibat rendahnya pendidikan. Upah adalah suatu penerimaan sebagai imbalann jasa yang telah maupun yang akan dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh jumlah penduduk, tingkat pendidikan dan tingkat upah terhadap penyerapan tenaga kerja. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan varibel X1 jumlah penduduk, X2 tingkat pendidikan, X3 tingkat upah dan Y penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dan pembahasan didapat bahwa secara parsial variabel jumlah penduduk dan tingkat upah tidak berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja, sedangkan variabel tingkat pendidikan berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Kemudian secara simultan variabel jumlah penduduk, tingkat pendidikan dan tingkat upah berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Manado. Kata Kunci: Jumlah Penduduk, Tingkat Pendidikan, Tingkat Upah, Penyerapan Tenaga Kerja  ABSTRACT Labor is one of the important production factors, because the productivity of other production factors depends on the productivity of labor in producing production. According to Todaro (2006) population growth and growth of the Work Force (AK) are traditionally considered as one of the positive factors that spur economic growth. In addition, almost all developing countries face the problem of quality and quantity of human resources due to low education. Wages are revenues as compensation for services that have been or will be done. The purpose of this study was to determine the effect of population, education level and wage level on employment absorption. The data analysis method used in this study is multiple linear regression analysis with X1 variable population, X2 education level, X3 wage level and Y labor absorption. Based on the results of the research data analysis and discussion, it was found that partially the population number and wage level did not influence labor absorption, while the education level variable had an effect on employment absorption. Then simultaneously the variable population, education level and wage level have a significant effect on employment in Manado City. Keyword: Population, Education Level, Wage Level, Labor Absorption
ANALISIS PENGGUNAAN DAN PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN PASAN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Mautang, Debby D.; Koleangan, Rosalina A.M; Kawung, George M.V
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 4 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32766.19.4.2018

Abstract

ABSTRAKDalam mendukung terciptanya kepemerintahan yang baik (good governance), dan pemerintahan yang bersih (Clean Government) di tingkat pemerintah desa maka perlu dilakukan pengawasan dan pemeriksaan keuangan atas belanja dana desa. Hal ini dilakukan  untuk menilai apakah  dana desa tersebut telah dibuat berdasarkan prioritas pembangunan dan menilai aspek ekonomis, efisiensi, efektifitas, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Akuntabilitas dan transparansi yang merupakan perwujudan praktik tata kelola yang bersih (good governance) dalam pengelolaan keuangan pemerintah pusat maupun daerah sebagai oorganisasi sektor publik merupakan tujuan penting dari reformasi akuntansi dan administrasi sektor publik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengelolaan dan pemanfaatan dana desa serta hambatan-hambatan dalam pengelolaan dan pemanfaatan dana desa di Kecamatan Pasan. Metode  yang  digunakan  adalah  metode penelitian  deskriptif  kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa anggaran, sumber daya manusia dan sistem informasi secara simultan berpengaruh terhadap efektivitas penganggaran. Begitu juga secara parsial anggaran berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penganggaran, sumber daya manusia berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penganggaran dan sistem informasi berpengaruh signifikan terhadap efektivitas penganggaran. Pengelolaan dan pemanfaatan dana desa di Kecamatan Pasan efektif karena semua hasil berpengaruh signifikan. Dari hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa tanpa adanya anggaran desa maka kemampuan pemerintah desa untuk melakukan pembangunan di desa akan sangat terbatas. Kemudian setelah tersediannya dana desa maka sumber daya manusia yang akan mengelola dan sistem informasi yang digunakanpun sangat penting dalam pengeloaan dan pemanfaatan dana desa oleh desa-desa di Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara. Jadi anggaran, sumber daya manusia dan sistem informasi itu sendiri bisa menjadi hambatan pengelolaan dan pemanfaatan dana desa di Kecamatan Pasan.Kata Kunci: Pengelolaan Dana Desa, Keuangan Desa ABSTRACTIn supporting the creation of good governance, and clean government at the village government level, it is necessary to supervise and audit the expenditure of village funds. This is done to assess whether the village funds have been made based on development priorities and assess economic aspects, efficiency, effectiveness, and compliance with laws and regulations. Accountability and transparency, which are the manifestations of good governance practices in the management of central and regional government finances as a public sector organization, are important objectives of accounting reform and public sector administration. This study aims to look at the management and utilization of village funds as well as obstacles in the management and utilization of village funds in Pasan District. The method used is descriptive qualitative research method. The results of the study show that the budget, human resources and information systems simultaneously influence the effectiveness of budgeting. Likewise partially the budget has a significant effect on the effectiveness of budgeting, human resources have a significant effect on the effectiveness of budgeting and information systems have a significant effect on the effectiveness of budgeting. The management and utilization of village funds in Pasan sub-district is effective because all results have a significant effect. From the results of this study it can be seen that without a village budget, the capacity of the village government to carry out development in the village will be very limited. Then after the availability of village funds, the human resources that will manage and the information system that is used are very important in managing and utilizing village funds by villages in Pasan District, Southeast Minahasa Regency. So the budget, human resources and information systems themselves can become obstacles to the management and utilization of village funds in Pasan Sub-district.Keywords: Village Fund Management, Village Finance
ANALISIS PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP), PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP NILAI INFORMASI LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA BITUNG Patiro, Kalcum; Rotinsulu, Tri Oldy; Kawung, George M.V
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 1 (2019): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32783.20.1.2019

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Bitung pada Tahun Anggaran 2011 sampai 2017 mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian. Penulis ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai informasi laporan keuangan pemerintah Kota Bitung. Untuk itu penulis melakukan analisis apakah Nilai informasi laporan keuangan dipengaruhi oleh faktor-faktor : Sistem pengendalian intern pemerintah, pemanfaatan teknologi informasi dan pengawasan keuangan daerah.Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan kuesioner sebanyak 120 kuesioner, yang dibagikan kepada responden yang merupakan Kepala dan staf Bagian Keuangan pada Perangkat Daerah di Kota Bitung. Data diolah dengan menggunaakan SPSS 16.Setelah data dianalisis, ditemukan bahwa semua faktor diatas berpengaruhi signifikan positif terhadap nilai informasi laporan keuangan Pemerintah Kota Bitung. Artinya, jika sistem pengendalian intern pemerintah, pemanfaatan teknologi informasi dan pengawasan keuangan daerah semakin baik maka nilai informasi dari laporan keuangan yang dihasilkan pemerintah  akan semakin baik pula. Kata Kunci : nilai informasi, sistem pengendalian intern pemerintah, pemanfaatan teknologi informasi dan pengawasan keuangan daerah. ABSTRACTBased on the result of the Bitung city Government Financial Report Fiscal Year 2011 to 2017 received opinions Wajar Tanpa Pengecualian. The writer wanted to know  the  factors that infuluence the value of information on the financial statements of the Bitung city government.. For this reason, the writer  analyses whether the information value of government financial is influenced by several factors : the system of intern control, information technology utilization and the control of regional finance.  This research was conducted by giving questionnaires as many as 120 questionnaires, which were distributed to respondents who were the Head and staff of PD’s acounting departement in Bitung City. Data is processed using SPSS 16.After the data were analyzed, it was found that all of the above factors had a significant positive effect on the value of the financial statements of the Bitung City Government. That is, if the government internal control system, the utilization of information technology and regional financial supervision is getting better, the value of information from the financial statements produced by the government will be better also.   Keywords : information value, government internal control system, the utilization of information technology and regional financial supervision
PENGARUH DANA BELANJA OPERASIONAL SEKOLAH TERHADAP KEMISKINAN DI SULAWESI UTARA Kawatu, Paulo Grasiano Izaak; Kumenaung, Anderson Guntur; Kawung, George M.V
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 21, No 1 (2020): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32814.21.1.2020

Abstract

ABSTRAKKemiskinan merupakan masalah bangsa yang mendesak untuk diselesaikan karena kemiskinan bersifat persisten atau cenderung bertahan dari waktu ke waktu. Bahkan SDGs (Sustainable Development Goals) dengan 17 tujuan sebagai kelanjutan dari MDGs (Millennium Development goals) tetap memprioritaskan masalah kemiskinan sebagai tujuan pembangunan. Masalah kemiskinan merupakan salah satu agenda MDGs yang belum terselesaikan sampai tahun 2015. Dan menjadi perhatian pemerintah dalam rangka mensukseskan SDGs dimana kemiskinan masih merupakan prioritas utama dari 17 indikator yang ada. Pembangunan ekonomi di Indonesia saat ini sedang dihadapkan terhadap masalah kemiskinan.Dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dana bantuan operasional sekolah terhadap kemiskinan di Sulawesi Utara. Dengan menggunakan data panel.Berdasakan hasil penelitian menunjukkan bahwa dana bantuan operasional sekolah memiliki pengaruh terhadap kemsikinan di Sulawesi Utara secara menyeluruh. Kata Kunci: Kemiskinan dan Bantuan Operasional Sekolah ABSTRACTPoverty is a problem to solve the urgent because poverty is persistent intent or inclined to persist over time .Even sdgs ( sustainable development goals ) with 17 goals as a continuation of the mdgs the millennium development goals ( ) keeps prioritizing poverty issues as development goals .The problem of poverty is an unresolved matters until 2015 .And in order to help the government attention sdgs where poverty is still the priority of 17 indicators is .Economic development in indonesia is currently faced on the problem of poverty .In this research aims to analyse the influence of school operational assistance to poverty in north sulawesi .Using data panel Based on a research shows that operational fund kemsikinan students have the effect on in north sulawesi thoroughly Keyword: Poverty and school operational assistance
ANALISIS PENDAPATAN RUMAH TANGGA PEMBUDIDAYA IKAN NILA SISTEM MINAPADI KONVENSIONAL DAN SISTEM MINAPADI KOLAM DALAM DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Woran, Hani Jodi; Kindangen, Paulus; Kawung, George M.V
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 22, No 3 (2021): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.35495.22.3.2021

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis pendapatan rumah tangga pembudidaya ikan nila sistem minapadi konvensional, dan kolam dalam. Penelitian ini juga menganlisis perbedaan pendapatan rumah tangga pembudidaya ikan nila sistem manipadi konvensional dan sistem minapadi kolam dalam, serta kontibusinya terhadap pendapatan masing-masing rumah tangga. Konsep usaha minapadi secara teoritis merupakan joint product yang mampu meningkatkan pendapatan petani. Penggunaan input yaitu tenaga kerja keluarga, pembibitan dan pembenihan dilakukan keluarga penyiapan lahan dilakukan mandiri mampu meningkatkan efisiensi biaya karena peggunaan modal menjadi minimal. Penelitian ini berlokasi di Minahasa Tenggarra, menggunakan data sekunder dan untuk keperluan tertentu peneliti juga mewawancarai petani minapadi sehingga data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dalam menganalisis data peneliti melakukan uji beda. Modal usaha dan jumlah benih memengang peranan penting dalam setiap produksi ikan nila. Dengan modal dan jumlah benih yang cukup akan membantu meningkatkan hasil produksi ikan nila sehingga meningkatkan volume penjualan dan nantinya juga akan meningkatkan pendapatan rumah tangga. tenaga kerja dalam proses produksi dapat diasumsikan sebagai biaya produksi sehingga setiap penambahan tenaga kerja menjadikan meningkatnya biaya  produksi dan menurunnya pendapatan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dan uji beda. Berdasarkan hasil output dari Uji Beda terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan pembudidaya konvensional dan kolam dalam. Hal ini juga membuktikan bahwa pendapatan pembudidaya konvensional memiliki pendapatan rata-rata yang lebih rendah dibandingkan dengan pembudidaya kolam dalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa modal usaha dan jumlah benih berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan rumah tangga. Untuk tenaga kerja berpengaruh negatif akan tetapi tidak signifikan terhadap pendapatan rumah tangga. Kata Kunci          : Pendapatan rumah tangga, budidaya ikan nila dan kontribusi ABSTRACTThe purpose of this study was to analyze the household income of tilapia cultivators in conventional Minapadi systems and deep ponds. This study also analyzes the differences in household income of tilapia cultivators in conventional manipadi systems and deep pond minapadi systems, as well as their contribution to the income of each household. The concept of Minapadi business is theoretically a joint product that can increase farmers' income. The use of inputs, namely family labor, nurseries and hatcheries carried out by families, land preparation carried out independently can increase cost efficiency because the use of capital is minimal. This research is located in Minahasa Tenggarra, using secondary data and for certain purposes the researcher also interviewed Minapadi farmers so that the data used were primary data and secondary data in analyzing the data the researchers conducted a different test. Business capital and the number of seeds play an important role in every tilapia production. With sufficient capital and number of seeds will help increase the production of tilapia thus increasing sales volume and will also increase household income. Labor in the production process can be assumed as a production cost so that each additional labor causes an increase in production costs and a decrease in income. The analytical method used is multiple regression analysis and different test. Based on the results of the output of the Difference Test, there is a significant difference between the income of conventional cultivators and deep ponds. This also proves that the income of conventional cultivators has a lower average income compared to deep pond cultivators. The results showed that business capital and the number of seeds had a positive and significant effect on household income. For labor, it has a negative but not significant effect on household income. Keywords         : household income, tilapia cultivation and contribution
ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA, TERHADAP KEMISKINAN DI 5 KABUPATEN/KOTA BOLMONG RAYA Maliangga, Marhein; Kumenaung, Anderson Guntur; Kawung, George M.V
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 22, No 3 (2021): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.35494.22.3.2021

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan IPM terhadap Kemiskinan  di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR). Pertumbuhan ekonomi mampu menurunkan angka kemiskinan sedangkan IPM akan meningkatkan kualitas sumber daya mansia, dan pada gilirnnya meningkatkan produktifitas tenaga kerja, meningkatkan produks dan akan menurunkan angka kemiskinan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Program Eviews 10, dengan metode analisis data panel. Hasil regresi dengan menggunakan Fixed Effect Model diperoleh koefisen dari variabel bebas Indeks Pembangunan sebesar -0,02. Nilai koefisien bertanda Negatif, hal mununjukkan IPM memiliki hubungan yang negatif dengan Kemiskinan di 5 kabupaten/kota Bolaang Mongondow Raya. Artinya bila IPM meningkat sebesar 1%, maka Kemiskinan akan turun sebesar  0,02%, ceteris paribus. Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi (PE), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Kemiskinan ABSTRACTThis study aims to analyze the effect of Economic Growth and HDI on Poverty in the Bolaang Mongondow Raya (BMR) area. Economic growth is able to reduce poverty while HDI will improve the quality of human resources, and in turn increase labor productivity, increase production and will reduce poverty. The analytical tool used in this study is the Eviews 10 Program, with panel data analysis method. The results of the regression using the Fixed Effect Model obtained the coefficient of the independent variable Development Index of -0.02. The coefficient value is marked Negative, it shows that HDI has a negative relationship with poverty in 5 districts/cities of Bolaang Mongondow Raya. This means that if the HDI increases by 1%, then Poverty will decrease by 0.02%, ceteris paribus. Keywords: Economic Growth (PE), Human Development Index (IPM), Poverty
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KABUPATEN MINAHASA Tuwo, Romi Daniel; Rotinsulu, Debby Christina; Kawung, George M.V
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol 21, No 4 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Minahasa Penelitian ini dilakukan di kabupaten Minahasa dengan rentang penelitian tahun 2009-2018. Pengujian dilakukan menggunakan metode analisis Regresi Berganda. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa variabel Pendapatan Asli Daerah berpengaruh Positif tetapi tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Minahasa. Variabel Belanja Modal berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pertumbuhan Ekonomi di kabupaten Minahasa. Secara bersama-sama atau simultan maka Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Minahasa.
PENGARUH DANA BAGI HASIL DAN INFRASTRUKTUR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA MANADO Senduk, Franklien; Engka, Daisy S.M.; Kawung, George M.V
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 20, No 2 (2019): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32789.20.2.2019

Abstract

ABSTRAK Keuangan Daerah adalah semua hak dan kewajiban Daerah yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban Daerah. Semangat desentralisasi yang melimpahkan kewenangan pengelolaan keuangan kepada pemerintah daerah,  khususnya tingkat kota atau kabupaten membuat daerah mencari cara mendapatkan pendapatan daerah yang sah untuk mendukung program pembangunan dalam bentuk Infrastruktur untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, di tengah gencarnya program pembangunan perekonomian di berbagai sektor, sehingga berimplikasi kepada pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak luas pada penambahan pendapatan masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat secara positif . Perangkat Daerah yang terkait di dalam proses penerimaan daerah di pacu untuk meningkatkan peluang penerimaan daerah dari semua sektor pendapatan daerah. dengan paradigma pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang harus diimplementasikan oleh pemerintah daerah. Fakta empiris (empirical evidents) menunjukkan penerapan otonomi  daerah  memberi keleluasaan kepada daerah untuk  mendapatkan sumber sumber pendapatan yang sah seperti pajak dalam bentuk Dana Bagi Hasil baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi dan retribusi daerah dengan luasnya kewenangan pemerintah daerah. Kata kunci : Dana Bagi Hasil, Infrastruktur dan Pertumbuhan Ekonomi                                                                       ABSTRACT                                                               Regional Finance is all Regional rights and obligations that can be valued with money and everything in the form of money and goods related to the implementation of the rights and obligations of the Region. The spirit of decentralization that delegated financial management authority to local governments, especially at the city or district level, made the regions look for ways to obtain legitimate regional revenues to support development programs in the form of infrastructure to improve community welfare amid the intense economic development programs in various sectors, thus implicating development sustainable and have a broad impact on increasing community income so that economic growth increases positively. Regional Apparatus that is related to the process of regional revenue is encouraged to increase the opportunities for regional revenues from all regional income sectors. with a sustainable development paradigm that must be implemented by the regional government. Empirical evidence shows the application of regional autonomy which gives freedom to the regions to obtain legitimate sources of income such as taxes in the form of Revenue Sharing Funds from both the Central and Provincial Governments and regional retributions with the broad authority of the regional government. Keywords: Revenue Sharing Funds, Infrastructure and Economic Growth