KAWUNG, GEORGE M.V
Unknown Affiliation

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

PERBANDINGAN SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN APLIKASI SISKEUDES DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN DESA Welley, Morenly Marchel; Koleangan, Rosalina A.M; Kawung, George M.V
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 4 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32768.19.4.2018

Abstract

ABSTRAKKeuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban Desa yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban Desa. Peran  dan  fungsi  aparat  pengawasan  intern  pemerintah  (APIP) khususnya BPKP dalam  rangka  membantu  pemerintah desa diantaranya melakukan pengawalan dalam pemberian bimbingan dan konsultasi terkait pengelolaan keuangan desa. Untuk bisa melaksanakan bimbingan dimaksud, diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan para auditor mengenai pengelolaan keuangan desa.  Untuk mencapai tujuan di atas, BPKP telah menerbitkan Petunjuk Pelaksanaan Bimbingan dan Konsultasi Pengelolaan Keuangan Desa pada Bulan April 2015. Badan Pemeriksa Keuangan (BPKP) juga mengeluarkan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi SISKEUDES dalam pengelolaan keuangan desa dan dampaknya terhadap pembangunan Desa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian komparasi atau perbandingan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 Responden yang terdiri dari 19 bendahara dan 19 Kasie Keuangan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan menggunakan teknik analisis data Paired Sample t-test.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi SISKEUDES di pada Desa-desa di Kecamatan Sonder, terdapat perbedaan pengelolaan keuangan desa sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi SISKEUDES di pada Desa-desa di Kecamatan Sonder dan terdapat perbedaan pembangunan desa sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi SISKEUDES di pada Desa-desa di Kecamatan Sonder. Kata kunci: keuangan desa, siskeudes, pengelolaan keuangan desa, pembangunan desa ABSTRACTVillage Finance is all village rights and obligations that can be valued with money and everything in the form of money and goods related to the implementation of the rights and obligations of the Village. The role and function of the government internal control apparatus (APIP) especially the BPKP in order to help village governments include escorting in providing guidance and consultation regarding village financial management. To be able to carry out the intended guidance, it is necessary to increase the auditor's knowledge and skills regarding village financial management. To achieve the above objectives, the BPKP has issued a Guidance for Implementation and Village Financial Management Consultation in April 2015. The Supreme Audit Agency (BPKP) also issued a Village Financial System Application (SISKEUDES). The purpose of this study was to determine the differences before and after using the SISKEUDES application in managing village finances and their impact on the development of the Village. This research is a type of comparative research or comparison. The sample in this study amounted to 38 respondents consisting of 19 treasurers and 19 Head of Finance. Data collection techniques using questionnaires and using data analysis techniques Paired Sample t-test. The results showed that there were differences before and after using the SISKEUDES application in the villages in Sonder District, there were differences in village financial management before and after using the SISKEUDES application in the villages in Sonder District and there were differences in village development before and after using the application SISKEUDES is in Villages in Sonder District. Keywords: village finance, siskeudes, village financial management, village development 
PENGARUH BELANJA MODAL DAN INVESTASI TERHADAP TENAGA KERJA PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI SULAWESI UTARA Pangalila, Ansyela Milli Kristi; Rotinsulu, Tri Oldy; Kawung, George M.V
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 21, No 2 (2020): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32819.21.2.2020

Abstract

ABSTRAK            Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Belanja Modal dan Investasi terhadap pertumubuhan ekonomi dan tenaga kerja di Sulawesi Utara. Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah makro ekonomi jangka panjang pencapaiannya dilakukan pada setiap program sektor ekonomi, dimana program sektoral akan melibatkan investasi negara maupun investasi swasta. Secara konseptual pertumbuhan ekonomi disertai dengan distribusi pendapatan yang adil akan mensejahterakan masyarakat luas. Belanja modal untuk membiayai infarstruktur akan memicu investasi swasta, menambah kesempatan kerja baru dan banyak masyarakat yang akan memperoleh pendapatana sehingga tingkat kemiskinan berkurang.Pertumbuhan ekonomi mendorong pemerintah daerah untuk melakukan pembangunan ekonomi dengan mengelola sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan dengan masyarakat untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru yang akan mempengaruhi perkembangan kegiatan ekonomi dalam daerah tersebut (Kuncoro, 2004).Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperolah berdasarkan data yang tersedia dan bersumber dari laporan Badan Pusat Statistik. Jenis data yang digunakan adalah Time series. Data Time Series dari tahun 2005 sampai 2019. Objeknya adalah Provinsi Sulawesi Utara. Sedangkan alat analisis yang digunakan adalah analis berganda.Temuan penelitian ini adalah secara statistik belanja modal dan investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Jika belanja modal meningkat maka akan terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi. Kata Kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Tenaga Kerja, Belanja Modal dan Investasi ABSTRACT            This study aims to analyze the effect of capital expenditure and investment on economic growth and labor in North Sulawesi. Economic growth is a long-term macroeconomic problem that is achieved in every economic sector program, where sectoral programs will involve state and private investment. Conceptually, economic growth accompanied by an equitable distribution of income will prosper the wider community. Capital expenditure to finance infrastructure will trigger private investment, increase new job opportunities and many people will get income so that poverty levels are reduced.Economic growth encourages local governments to carry out economic development by managing existing resources and forming a partnership pattern with the community to create new jobs that will influence the development of economic activities in the area (Kuncoro, 2004).The data used in this study are secondary data obtained based on data available and sourced from the Central Statistics Agency report. The type of data used is Time series. Time Series Data from 2005 to 2019. The object is North Sulawesi Province. While the analytical tool used is multiple analysts.               The findings of this study are statistically capital expenditure and investment have a positive and significant effect on economic growth. If capital expenditure increases, there will be an increase in economic growth.               Keyword: Economic Growrth, human labor, capital expendticture, and invesment
PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI DAN MOTIVASI TERHADAP KUALITAS PENGAWASAN KEUANGAN DI DINAS PARIWISATA PROVINSI SULAWESI UTARA Senduk, Maynard Ludwig; Koleangan, Rosalina A.M; Kawung, George M.V
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 3 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32740.19.3.2018

Abstract

ABSTRAKPengawasan adalah suatu upaya yang sistematik untuk menetapkan kinerja standar pada perencanaan untuk merancang sistem umpan balik informasi, untuk membandingkan kinerja aktual dengan standar yang telah ditentukan, untuk menetapkan apakah telah terjadi suatu penyimpangan tersebut, serta untuk mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya telah digunakan seefektif dan seefisien mungkin guna mencapai tujuan instansi pemerintah. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengawasan keuangan daerah antara lain kompetensi, independensi dan motivasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompetensi, independensi dan motivasi terhadap kualitas pengawasan keuangan baik secara parsial maupun simultan. .Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Kompetensi tidak berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Pengawasan Keuangan Pada Dinas Pariwisata Provinsi Sulut, secara parsial Independensi berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Pengawasan Keuangan Pada Dinas Pariwisata Provinsi Sulut, secara parsial Motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Pengawasan Keuangan Pada Dinas Pariwisata Provinsi Sulut dan secara simultan Kompetensi, Independensi dan Motivasi berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Pengawasan Keuangan Pada Dinas Pariwisata Provinsi Sulut. Kata kunci : kualitas pengawasan keuangan, kompetensi, independensi, motivasiABSTRACTSupervision is a systematic attempt in order to establish the default performance of  a predetermined plan to design feedback of information system, to compare the actual performance to the default standard, in order to know whether there has been a deviation, as well to take a repair action which needed to ensure that all the resources of the fund have been used effectively and efficiently in accomplishing government goals. Factors that may affect the regional financial supervision are Competences, Independences and Motivation. The purpose of this research is to know the influence of Competence, Independence and Motivation toward the Quality of Regional Financial Supervision either partially or simultaneously. The results of this research showed that partially, Competence and Motivation have no significant influence to the Quality of Financial Supervision at Dinas Pariwisata of North Sulawesi province, while partially in Independence variable, it has a significant influence to the Quality of Financial Supervision at Dinas Pariwisata of North Sulawesi Province. Simultaneously, Competence, Independence and Motivation are significantly influence the Quality of Financial Supervision at Dinas Pariwisata of North Sulawesi Province. Keywords: financial supervision quality, competence, independence, motivation.
ANALISIS PENGARUH INDUSTRI KECIL MENENGAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI SULAWESI UTARA Parasan, Pradipta Mandasari; Kindangen, Paulus; Kawung, George M.V
JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH Vol 19, No 4 (2018): JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/jpekd.32763.19.4.2018

Abstract

ABSTRAKDi negara-negara berkembang seperti Indonesia peranan Industri Kecil Menengah menjadi salah satu yang paling krusial, dari sisi pembukaan kesempatan kerja, penyebaran pendapatan, sumber pendapatan serta pembangunan ekonomi.Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah yang terus menunjukan perkembangan selama dasawarsa ini menjadi salah satu contoh nyata dimana perekonomian yang dimiliki terus tumbuh setiap tahunnya Hal ini menunjukkan Industri kecil menengah memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia khususnya Sulawesi Utara karena mampu memulihkan perekonomian Daerah maupun nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh Industri Kecil Menengah Yang di Dalamnya ialah Unit Usaha, Tenaga Kerja, Nilai, Investasi, Nilai Produksi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi.Teknik analisis yang di gunakan adalah model analisis Regresi Berganda dengan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa Secara Bersama-sama atau simultan Unit Usaha, Tenaga Kerja, Nilai Investasi, dan Nilai Produksi Berpengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Sedangkan Secara Sendiri-sendiri atau Parsial yang berperngaruh secara signifikan terhadapa pertumbuhan Ekonomi hanyalah Tenaga Kerja.Kata Kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Industri Kecil Menengah, Unit Usaha, Tenaga Kerja, Nilai Investasi, Nilai ProduksiABSTRACTIn developing countries such as Indonesia the role of Small and Medium Industries is one of the most crucial, in terms of opening employment opportunities, distributing income, sources of income and economic development. North Sulawesi as one of the regions that continues to show progress during this decade is one example real where the economy has continued to grow every year. This shows that small and medium industries have the potential to be developed in Indonesia, especially North Sulawesi, because they are able to restore the regional and national economy. This study aims to analyze how the influence of Small and Medium Industries in it is Business Units, Labor, Value, Investment, Production Value Against Economic Growth. The analysis technique used is the Multiple Regression analysis model with secondary data. The results of the study show that Together or Simultaneously Business Units, Labor, Investment Values, and Production Values Significantly Influence Economic Growth. While individually or partially affecting significantly the growth of the economy is only labor.Keyword: Economic growth, Small and Medium Industries, Business Unit, Labor, Investment Values, Production Values
Pengembangan Potensi Ekonomi dan Penetapan Sektor Unggulan di Provinsi Sulawesi Utara Limpele, Prayer H.; Kawung, George M.V; Tumangkeng, Steeva Y.L
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 9 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi ekonomi suatu daerah merupakan kemampuan ekonomi yang terdapat di daerah yang mungkin dan layak untuk dikembangkan sehingga dapat berkembang menjadi sumber pendapatan daerah serta menjadi sumber penghidupan perekonomian masyarakat setempat. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui sektor ekonomi apa yang merupakan sektor basis di Provinsi Sulawesi Utara juga mengetahui pergeseran sektor perekonomian di Provinsi Sulawesi Utara pada tahun 2010-2022, serta menganalisis tipologi masing-masing daerah berdasarkan potensi yang dimilikinya. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis location quetiont (LQ), shift share dan Tipologi Klasen. Dari hasil penelitian di dapat bahwa Daerah Tipe I terdiri dari dua (2) Daerah, yakni Daerah cepat maju dan cepat Tumbuh yaitu Kabupaten Minahasa Utara dan Kota. Kabupaten/Kota yang termasuk dalam klasifikasi daerah Tipe II terdiri dari enam (6) daerah, yakni daerah berkembang cepat yaitu Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kepulauan Sitaro, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kota Tomohon dan Kota Kotamobagu. Kabupaten/Kota yang termasuk dalam klasifikasi daerah tipe III terdiri dari satu (1) daerah, yakni daerah maju tapi tertekan yaitu Kota Bitung. Sedangkan Kabupaten/Kota yang termasuk dalam klasifikasi wilayah Tipe IV terdiri dari enam (6) daerah, yakni Daerah relatif tertinggal yaitu Kabupaten Minahasa, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.Kata Kunci: PDRB; Pertumbuhan Ekonomi; Location Quotient; Shift Share; Tipologi Klassen
Analisis Kontribusi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kota Tomohon Hingide, Stefandri; Kawung, George M.V; Maramis, Mauna Th. B.
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 9 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pajak dan Retribusi daerah merupakan dua sumber pendapatan utama bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi berbagai jenis pajak daerah dan retribusi daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Tomohon. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Data yang digunakan adalah Data sekunder yang bersumber dari Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) di Kota Tomohon dan Badan Pusat Statistik (BPS)di Kota Tomohon. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis Trend kontribusi yang merupakan alat analisis untuk mengetahui seberapa besar kontribusi pajak dan retribusi daerah terhadap pendapatan asli daerah di Kota Tomohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi pajak daerah secara keseluruhan memberikan kontribusi yang sangat baik terhadap pendapatan asli daerah di Kota Tomohon tahun 2017-2021 dengan nilai persentase rata-rata sebesar 53,16%. Sementara kontribusi retribusi daerah secara keseluruhan masih memberikan tingkat kontribusi yang sedang terhadap pendapatan asli daerah di Kota Tomohon dengan nilai persentase rata-rata sebesar 6,07%Kata kunci: Pajak Daerah; Retribusi Daerah; Pendapatan Asli Daerah
Determinan Ketimpangan Distribusi Pendapatan Di Kota Manado Tumbal, Junelia; Kawung, George M.V; Rompas, Wensy F. I
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 9 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketimpangan dalam distribusi pendapatan merupakan salah satu masalah ekonomi yang masih dihadapi oleh Indonesia. Distribusi pendapatan merupakan cerminan merata atau tidaknya pembagian hasil pembangunan. Provinsi di Indonesia tidak terlepas dari masalah ketimpangan dalam distribusi pendapatan. Hal tersebut juga berlaku untuk Kota Manado. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengeluaran per kapita terhadap ketimpangan distribusi pendapatan di Kota Manado, untuk mengetahui pengaruh inflasi terhadap ketimpangan distribusi pendapatan di Kota Manado, untuk mengetahui pengaruh jumlah penduduk terhadap ketimpangan distribusi pendapatan di Kota Manado dan untuk mengetahui pengaruh pengeluaran per kapita, inflasi dan jumlah penduduk secara simultan terhadap ketimpangan distribusi pendapatan di Kota Manado. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data sekunder. Data sekunder adalah data yang mengacu pada informasi yang dikumpulkan dari sumber yang telah ada. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pengeluaran per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan distribusi pendapatan di Kota Manado, (2) Inflasi berpengaruh positif tapi tidak signifikan terhadap ketimpangan distribusi pendapatan di Kota Manado, (3) Jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan distribusi pendapatan di Kota Manado dan (4) Secara Simultan pengeluaran per kapita, inflasi  dan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan distribusi pendapatan di Kota Manado. Kata Kunci: Pengeluaran Perkapita; Inflasi; Jumlah Penduduk; Ketimpangan Distribusi Pendapatan
Analisis Kausalitas Antara Kredit Investasi Yang Disalurkan Bank Umum dengan Pertumbuhan Ekonomi di Sulawesi Utara Tahun 2013.1 – 2019.4 Bulasima, Mufiidah; Kawung, George M.V; Mandeij, Dennij
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 23 No. 9 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan ekonomi sering dikaitkan dengan ketersediaan tenaga kerja, modal, dan investasi yangberpengaruh terhadap kegiatan ekonomi serta barang atau jasa yang dihasilkan. Kegiatan perekonomianberperngaruh terhadap naik turunnya jumlah pendapatan nasional, yang dengan sendirinya akanmempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui hubungan kausalitasantara kredit investasi dan pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara tahun 2013Q1-2019Q4. Metodeanalisis yang digunakan dalam penelitian ini ialah uji kausalitas granger dengan data sekunder yaitu datayang tidak diambil secara langsung dari sumbernya atau mengambil data dari instansi-instansi tertentudalam bentuk laporan dan data runtun waktu triwulan selama periode 2013Q1 – 2019Q4. Datapertumbuhan ekonomi yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari website resmi Badan PusatStatistik Provinsi Sulawesi Utara. Data kredit investasi bersumber website resmi Bank Indonesia.Berdasarkan hasil uji kausalitas Granger yang telah dilakukan bahwa tidak terdapat hubungan kausalitasantara kredit investasi dan pertumbuhan ekonomi tetapi terdapat hubungan satu arah antara pertumbuhanekonomi dan kredit investasi.Kata Kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Kredit Investasi, Bank Umum, Uji Kausalitas Granger
Analisis Mengenai Sektor Unggulan dan Kaitannya dengan Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Likupang Kabupaten Minahasa Utara A. H. S. Tumbel, Farrell; Kawung, George M.V; Tolosang, Krest D.
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi pembangunan digunakan hingga saat ini adalah memprioritaskan pembangunan di sektor ekonomi sebagai skala prioritas utama. Pendekatan pembangunan ekonomi di negara berkembang pada umumnya bertumpu pada kemampuan dan keunggulan komparatif sektoral yang ada didalam negara ataupun daerah dan menjadi sumber daya utama penggerak perekonomian (prime mover). Keunggulan sektoral menjadi poin yang sangat penting untuk untuk menjadi pijakan dan dasar untuk melakukan perencanaan pembangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sektor-sektor yang menjadi sektor unggulan dan non unggulan serta kaitan antara sektor unggulan dengan pembangunan kawasan ekonomi khusus Likupang Kabupaten Minahasa Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Statis Location Quotient dan Dynamic Location Quotient serta metode kualitatif deksriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 sektor unggulan yakni   Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Sektor Pengadaan Listrik dan Gas, Sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor, Sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib, Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, Sektor Pertambangan dan penggalian, Sektor Industri Pengolahan, Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang, Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi, Sektor Jasa Perusahaan, Sektor Jasa Lainnya, sedangkan 5 sektor non basis adalah Sektor Konstruksi, Sektor Transportasi dan Pergudangan, Sektor Jasa Pendidikan, Sektor Real Estate, dan Sektor Informasi dan komunikasi. Sektor-sektor unggulan, secara langusung maupun tidak langsung memiliki kaitan yang erat dan mendukung pembangunan kawasan ekonomi khusus pariwisata Likupang. Kata kunci: Sektor Unggulan; Kawasan Ekonomi  Khusus; Pariwisata; Pola Struktur Ekonomi
Analisis Pendapatan Pedagang Salak di Kecamatan Taguladang Kabupaten Kepulauan Sitaro Mangawuhi, Karlinoestafanus; Kawung, George M.V; Rompas, Wensy F. I
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Vol. 24 No. 1 (2024)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Pertanian di Indonesia merupakan sumber daya alam yang kaya akan manfaat bagi kebutuhan pangan maupun bagi pembangunan perekonomian di Indonesia. Pendapatan merupakan penghasilan yang berasal dari penjualan. Semakin besar pendapatan usaha yang didapat, maka akan semakin besar laba keuntungan yg didapat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal usaha, jumlah jam kerja dan jumlah pembeli terhadapa pedagang salak di kecamatan tagulandang kabupaten sitaro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Alat analisis penelitian menggunakan alat analisis regresi berganda dengan taraf signifikan 5%. Penelitian ini dilakukan di kecamatan tagulandang dengan populasi 40 pedagang. Sedangkan pengambilan data menggunakan wawancara, observasi, kusioner. Variabel yang digunakan modal usaha (X1), jumlah jam kerja (X2), jumlah pembeli (X3) dan pendapatan (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel independen modal usaha, jumlah jam kerja dan jumlah pembeli secara bersama-sama berpengaruh terhadap pendapatan. Dan secara parsial hanya variabel modal usaha dan jumlah pembeli berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang salak di kecamatan tagulandang kabupaten sitaro, sementara variabel jumlah jam kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan pedagang salak di kecamatan tagulandang kabupaten sitaro. Selanjutnya untuk nilai R square sebesar 0,928878. Artinya sebesar 92,88 persen variasi pendapatan pedagang salak di jelaskan oleh variabel penelitian ini, sedangkan 7,12 persen dijelaskan oleh variabel lain diluar penelitian. Kata Kunci: Modal Usaha; Jumlah Jam Kerja; Jumlah Pembeli; Pendapatan