Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengembangan Nilai Tambah Ampas Tahu Bernilai Ekonomi melalui Pemberdayaan Masyarakat Desa Dadirejo Pati Lestari, Eta Yuni; Diningrum, Mike Meida; Haqiqi, lukman Ibnu
Jurnal Abdimas Vol 23, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v23i2.19916

Abstract

Pemberdayaan masyarakat dapat dijadikan sebagai salah satu upaya penguatan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat desa. Ekonomi kreatif merupakan salah satu upaya pembangunan ekonomi yang menggunakan kreatifitas sebagai faktor untuk melaksanakan kegiatan ekonomi. Ekonomi kreatif mengandalkan ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia(SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Ekonomi kreatif dapat diaplikasikan pada kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu kegiatan yang mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki masyarakat sehingga dapat mengembangkan kemandirian, kesadaran kritis dan kemampuan masyarakat untuk menghadapi permasalahan yang ada. Salah satunya yaitu melalui pengembangan nilai tambah ampas tahu. Sebagai makanan yang telah dikenal lama di kalangan masyarakat, tahu telah mengalami berbagai perubahan varian makanan seperti kerupuk tahu, lumpia tahu, friench fries tofu dll. Tapi, tidak banyak masyarakat yang menyadari manfaat lain limbah padat ampas tahu selain untuk pembuatan tempe gembus dan pakan ternak. Padahal, ampas tahu dapat dimanfaatkan menjadi berbagai varian makanan baru seperti, donat, kerupuk, dan brownies. Pemanfaatan ampas tahu menjadi memiliki nilai ekonomi diharapakan dapat meningkatkan upaya pemberdayaan masyarakat sehingga dapat mempercepat pembangunan desa, sekaligus sebagai dukungan pemerintah dalam pembangunan Indonesia mulai dari pinggiran yaitu desa
Perluasan Kader Konservasi pada Masyarakat Nelayan melalui Pemberdayaan Kelompok Nelayan di Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal Lestari, Eta Yuni
Jurnal Abdimas Vol 23, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v23i1.16402

Abstract

Universitas Negeri Semarang (Unnes) telah menjadikan konservasi sebagai visi sejak tahun 2010, konsep konservasi dapat diterapkan melalui 7 (tujuh) pilar konservasi yang menjadi visi di Unnes yang meliputi; paperless, green archtechture, pengolahan limbah, nirkertas, internal transportation, konservasi moral dan budaya, dan energi bersih. Ketujuh pilar dapat diintegrasikan dalam kurikulum dan semua kegiatan tri dharma perguruan tinggi Program konservasi Unnes. Visi konservasi diharapkan tidak hanya dilaksanakan di Unnes saja melainkan diperluas ke wilayah yang membutuhkan visi konservasi untuk perkembangan daerah masing-masing. Salah satunya di masyarakat nelayan kawasan pantai Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu, Pertama masyarakat nelayan  melalui pemberdayaan kelompok nelayan dapat memiliki karakter peduli lingkungan untuk menjaga keberlangsungan kawasan pantai Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal. Kedua, diperoleh Model atau program-program dalam upaya perluasan kader konservasi pada masyarakat nelayan di di kawasan pantai Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal. Kegiatan pengabdian ini dibatasi pada perluasan kader konservasi pada masyarakat nelayan melalui pemberdayaan kelompok nelayan dengan  melaksanakan 3 tahapan yaitu perencanaan,  pelaksanaan dan refleksi. Sedangkan metode kegiatan dilaksanakan melalui kegaiatan sosialisasi yang diharapkan mampu membentuk karakter peduli lingkungan pada masyarakat nelayan di kawasan pantai. luaran hasil pengabdian ini diharapkan akan terbentuk desa konservasi yang berkarakter peduli  terhadap lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas karakter bagi para nelayan dan masyakarat sekitar pantai, hingga mampu memanfaatkan kegiatan untuk menggali potensi yang dimiliki di desa nelayan untuk mempercepat proses kesejahteraan masyarakat desa nelayan. Dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, masyarakat menalayan menjadi paham akan pentingnya menjaga lingkungan terutama melaksanakan konservasi untuk menjaga kelangsungan sumber daya alam yang merupakan sumber mata pencaharian mereka.
PENDAMPINGAN PADA MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN MATA PENCAHARIAN MELALUI PEMBERDAYAAN KOMUNITAS PEMUDA DESA DI DESA LAU KECAMATAN DAWE KABUPATEN KUDUS Lestari, Eta Yuni; Sunarto, Slamet; Wijayanti, Tutik
Jurnal Puruhita Vol 1 No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/puruhita.v1i1.28621

Abstract

Setiap desa pada dasarnya memiliki potensi yang dapat dijadikan sebagai peluang untuk mempercepat pembangunan masyarakat desa. Masing-masing kepala desa hingga kepala daerah memiliki tanggungjawab untuk melaksanakan pembangunan sebagai wujud tugas tambahan dalam melaksanakan prinsip otonomi daerah. Pemerintah daerah menjadi sala satu landasan perubahan sistem tata pengaturan atau tata pemerintahan (governance system) yang penting dalam sejarah pembangunan politik dan pengelolaan administrasi pemerintah secara nasional. Salah satu permasalahan yang dialami oleh masyarakat desa di desa Lau Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus adalah adanya ketimpangan antara satu desa dengan desa yang lain Pemuda di desa Lau sebagian besar bekerja sebagai buruh pabrik rokok bagi kaum perempuan, dan buruh bangunan bagi kaum laki-laki, berbeda dengan masyarakat di desa Colo dimana mata pencaharian lebih beragam. Maka diperlukan kegiatan pendampingan untuk mengembangkan mata pencaharian bagi masyarakat desa khususnya pemuda desa Lau Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Permasalahan yang dialami mitra adalah , pertama Masyarakat desa belum memiliki keterampilan lain selain menjadi buruh pabrik maupun buruh bangunan, kedua masyarakat Desa Lau telah memiliki komunitas remaja akan tetapi tidak aktif melakukan kegiatan. Ketiga, Masyarakat Desa Lau jarang sekali mendapatkan pelatihan dari dinas, maupun perguruan tinggi . Ke empat Masyarakat desa Lau belum memiliki kemampuan kewirausahaan. Tahapan kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan perencanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi.
Pembentukan Desa Wisata Batik Kapal Kandas sebagai Upaya Melestarikan Budaya Lokal Prayogo, Dony Vega; Diningrum, Mike Meida; Lestari, Eta Yuni
Jurnal Puruhita Vol 3 No 2 (2021): August 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/puruhita.v3i2.53154

Abstract

Desa Karangmalang merupakan salah satu industri batik, bordir, dan pakaian jadi yang ada di Kudus. Salah satu batik lokal khas Kudus yaitu batik motif Kapal Kandas yang kini terancam kepunahannya. Hal ini disebabkan para pengrajin batik di Kudus mulai meninggalkan motif ini, bahkan di Desa Karangmalang hanya terdapat 1 pengrajin yang masih mempertahankan motif ini. Padahal jika ditinjau dari banyak aspek, salah satunya yaitu aspek sosial budaya, motif batik Kapal Kandas dapat dijadikan sebagai bentuk dalam upaya melestarikan budaya lokal yang ada di Kabupaten Kudus. Melalui pengembangan desa eduwisata berbasis desa batik Kapal Kandas, Karang Taruna Desa Karangmalang diberikan pendampingan untuk mengembangkan eduwisata batik Kapal Kandas sebagai salah satu cara melestarikan budaya lokal Kudus. Karang Taruna Karangmalang diharapkan dapat mengembangkan potensi desa nya dengan baik. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu meningkatkan pemberdayaan generasi muda Karangmalang melalui pengembangan desa eduwisata batik Kapal Kandas. Metode yang digunakan ialah metode Participatory Action and Learning System (PALS) melalui peningkatan kapasitas masyarakat diantaranya penyadaran, pengkapasitasan, pendampingan, serta pelembagaan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini berupa pelatihan dan pendampingan oleh Tim PKM-M, pelestarian batik Kapal Kandas sebegai konservasi budaya lokal, perubahan kondisi masyarakat terkait dengan peningkatan ketrampilan dan pengetahuan masyarakat mengenai batik motif Kapal Kandas khususnya generasi muda sebelum dan sesudah pelaksanaan program.
REFLEKSI 75 TAHUN INDONESIA MERDEKA: DINAMIKA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Eta Yuni Lestari; Iqbal Arpannudin
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 8 No. 3 (2020): September, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v8i3.28675

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang dilaksanakan dari pendidikan sekolah dasar hingga pendidikan tinggi masih diperlukan upaya perbaikan hingga saat ini, karena permasalahan karakter pada generasi muda semakin lama justru semakin kompleks., diperlukan masukan dari hasil analisis untuk memberikan solusi dari permasalahan tersebut. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis dinamika pelaksanaan pembelajaran PKn di usia negara kita tercinta yang ke 75 tahun. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi pustaka, dengan cara menganalisis kajian tentang pendidikan kewarganegaraan kemudian ditarik kesimpulan. Hasil dari artikel ini adalah bahwa upaya perbaikan kualitas pembelajaran PKn masih sangat perlu untuk dilakukan kajian. Salah satu rekomendasi perbaikan adalah pertama, memberikan keteladanan pada siswa baik keteladanan di sekolah oleh guru maupun keteladanan oleh orang tua di lingkungan keluarga. Kedua, meningkatkan kreativitas guru dalam pembelajaran mulai dari inovasi pembelajaran dengan menerapkan model, metode dan media pembelajaran yang bervariasi. Ketiga, meningkatkan kelembagaan baik organisasi guru seperti MGMP maupun asosiasi dari perguruan tinggi. 
FULFILLMENT OF PRISIONERS RIGHTS IN CLASS II-A WOMEN PRISONS IN SEMARANG Luvi Amalia; Eta Yuni Lestari
JUPIIS: JURNAL PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL Vol 14, No 1 (2022): JUPIIS (JURNAL PENDIDIKAN ILMU ILMU SOSIAL) JUNE
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jupiis.v14i1.28419

Abstract

AbstractWomen inmates have rights that must be protected in accordance with the mandate of the constitution, moreover women have a different nature from men. But looking at the existing reality, there are still correctional institutions that experience overcapacity so that the fulfillment of rights has not been carried out optimally. One of them is the Semarang Class II-A Women's Correctional Institution with a total population of 249 people as of September 2020, even though the capacity is 174 people. The purpose of this study is to describe the fulfillment of the rights of prisoners and efforts to fulfill the rights of prisoners in the Class II-A Women's Correctional Institution Semarang. This study uses a qualitative approach with data collection methods through interviews, observation, and documentation. The data analysis technique uses an interactive model with the stages of data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that the fulfillment of prisoners' rights went well such as the right to worship, spiritual and physical care, education, health and food, submitting complaints, getting reading materials, premiums, receiving visits, remission, assimilation, political rights. While the rights that are still lacking are: access to wartelsus and video telephones, provision of equipment and food portions for prisoners. Efforts to fulfill the rights of prisoners at the Class II-A Women's Correctional Institution in Semarang, namely, providing guidance according to regulations, managing finances well, maintaining and caring for facilities, evaluating work, arranging schedules appropriately, appointing prisoners as tamping, cooperation with other parties, increasing service innovation.
Social Conservation of Local Wisdom on Samin Tribes at Kudus Regency Indonesia Lestari, Eta Yuni; Wijayanti, Tutik
Komunitas Vol 12, No 1 (2020): March 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v12i1.19918

Abstract

Social conservation values are very important to be maintained and preserved. Social conservation values are the source of Indonesians character. Social conservation values comes from the values of local wisdom that exist in each ethnic, and Indonesian community, one of them is the Samin Tribe. This study aims to find the local wisdom values of the Samin community that are threatened with extinction due to modernization. This study uses a qualitative method, with the process of collecting data carried out through interviews with local leaders of the Samin community in Kudus Regency. Interviews were conducted to explore hereditary social activities about beliefs, traditions, social interactions and livelihoods. The results showed that the Samin Community conserved social values in the form of teachings that must be abandoned and teachings that should be done. Some teachings that should not be carried out are prohibitions of slander, greed, irritability, accusation without proof, jealousy, being bad towards others, accusing, stealing, picking or taking something that is still integrated with the main part, finding other people's things. The teaching that must be done is understanding the property itself, being honest, obeying the teachings, and getting along well. The values of the local wisdom of the Samin community can not only be applied to the local people of the Samin tribe, but can be implemented nationally and globally. Globally, the wisdom value of the Samin community can create world peace.
Mengenal Batik Kapal Kandas sebagai Kaderisasi Nilai Konservasi Budaya Eta Yuni Lestari; Slamet Sumarto; Muhammad Azil Maskur; Puji Lestari
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Maret 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/altifani.v3i2.385

Abstract

Pemberdayaan kelompok Karangtaruna di Desa Lau Kudus dengan pelatihan membatik bisa dijadikan sebagai kegiatan untuk mendukung pelaksanaan pendidikan karakter konservasi sosial budaya. Masih adanya permasalahan seperti minimnya pengetahuan masyarakat khususnya generasi muda terhadap budaya bangsa perlu dijadikan perhatian. Di Kabupaten Kudus terdapat salah satu motif batik yaitu motif Kapal Kandas, sayangnya motif ini termasuk batik yang hampir punah. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan tentang motif batik kapal kandas kepada karangtaruna yang merupakan mitra pengabdian sebagai upaya melestarikan budaya lokal Kudus. Metode pelaksanaan kegiatan dilaksanakan melui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan melalui zoom meeting. Hasil kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu upaya kaderisasi nilai-nilai konservasi budaya lokal dapat dilakukan dengan memberikan pengetahuan tentang makna, nilai dan filosofi dari motif batik Kapal Kandas, untuk meningkatkan keterampilan membatik dapat dilakukan dengan melaksanakan kegiatan pelatihan membatik motif batik kapal Kandas, akan tetapi karena pandemic covid 19 kegiatan dialihkan dengan penayangan video membatik motif kapal Kandas. Serta menawarkan disain-disain pemanfaatan kain motif kapal kandas untuk dijadikan produk yang bernilai ekonomi seperti Kaos, Tote bag, masker, dan mug dengan motif Kapal Kandas. Diharapkan akan semakin banyak generasi muda yang mencintai batik sehingga dapat menjaga, melestarikan, mengamankan budaya lokal ditengah arus globalisasi yang tidak bisa kita hindari.
Peningkatan Keterampilan Pembuatan Makanan Olahan Beku Sehat Bagi Anggota PKK Gondosari Satya Budi Nugraha; Rini Setyo Witiastuti; Eta Yuni Lestari
Jurnal Abdimas Mandiri Vol. 7 No. 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jam.v7i2.2508

Abstract

Perempuan merupakan salah satu kelompok rentan yang perlu diberdayakan. Sebagaimana umumnya kondisi ibu rumah tangga, demikian pula yang dialami oleh sebagian ibu-ibu kelompok PKK Gondosari yang memiliki keterbatasan dari segi ekonomi. Diantaranya adalah karena produktivitas yang rendah. Permasalahan yang dihadapi oleh Ibu-Ibu PKK Gondosari adalah belum seluruhnya memiliki keterampilan membuat olahan makanan beku sehat. Selain itu, mereka juga belum memiliki pengalaman dalam mengelola usaha berbasis kelompok. Di samping juga belum memiliki media pemasaran untuk produk yang akan dikembangkan. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan anggota PKK Gondosari untuk mengolah makanan beku yang sehat. Keterampilan yang diberikan tidak hanya pada aspek produksi, namun sampai ke pemasaran. Pelatihan pembuatan makanan beku sehat dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 24 Juli 2022. Dalam pelatihan tersebut menggunakan bahan dasar ikan untuk menambah nilai gizi dari produk olahan yang dihasilkan, yaitu nugget, rolade dan dimsum (siomay). Pelatihan pengemasan produk dan pemasaran secara digital dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober 2022. Selama pelatihan, Ibu-Ibu Anggota PKK Gondosari menunjukkan antusiasme yang baik. Secara umum seluruh anggota merasa senang dengan pengalaman dan keterampilan baru yang diperoleh. Melalui rangkaian pelatihan tersebut, para peserta meningkat keterampilannya dalam membuat berbagai variasi makanan olahan, lebih memahami cara menentukan atau memilih kemasan berdasarkan produk yang dihasilkan dan memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produknya agar lebih dikenal masyarakat luas.
Mengenal Batik Kapal Kandas sebagai Kaderisasi Nilai Konservasi Budaya Lestari, Eta Yuni; Sumarto, Slamet; Maskur, Muhammad Azil; Lestari, Puji
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Maret 2023 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/altifani.v3i2.385

Abstract

Pemberdayaan kelompok Karangtaruna di Desa Lau Kudus dengan pelatihan membatik bisa dijadikan sebagai kegiatan untuk mendukung pelaksanaan pendidikan karakter konservasi sosial budaya. Masih adanya permasalahan seperti minimnya pengetahuan masyarakat khususnya generasi muda terhadap budaya bangsa perlu dijadikan perhatian. Di Kabupaten Kudus terdapat salah satu motif batik yaitu motif Kapal Kandas, sayangnya motif ini termasuk batik yang hampir punah. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan tentang motif batik kapal kandas kepada karangtaruna yang merupakan mitra pengabdian sebagai upaya melestarikan budaya lokal Kudus. Metode pelaksanaan kegiatan dilaksanakan melui kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan melalui zoom meeting. Hasil kegiatan yang telah dilaksanakan yaitu upaya kaderisasi nilai-nilai konservasi budaya lokal dapat dilakukan dengan memberikan pengetahuan tentang makna, nilai dan filosofi dari motif batik Kapal Kandas, untuk meningkatkan keterampilan membatik dapat dilakukan dengan melaksanakan kegiatan pelatihan membatik motif batik kapal Kandas, akan tetapi karena pandemic covid 19 kegiatan dialihkan dengan penayangan video membatik motif kapal Kandas. Serta menawarkan disain-disain pemanfaatan kain motif kapal kandas untuk dijadikan produk yang bernilai ekonomi seperti Kaos, Tote bag, masker, dan mug dengan motif Kapal Kandas. Diharapkan akan semakin banyak generasi muda yang mencintai batik sehingga dapat menjaga, melestarikan, mengamankan budaya lokal ditengah arus globalisasi yang tidak bisa kita hindari.