Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pelatihan Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital pada Kegiatan Menulis Puisi bagi Guru Bahasa Indonesia di Tingkat SMK : Training on Utilizing Digital Instructional Media for Poetry Writing Activities by Indonesian Language Teachers in Vocational High Schools Mahyudi, Johan; Wahyuni, Wika; Ramdhani, Marlinda; Susanti, Pipit Aprilia
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.7139

Abstract

Materi penulisan puisi yang disampaikan secara monoton di lingkungan sekolah sering kali menimbulkan kejenuhan bagi siswa. Penyajian yang bersifat konvensional, tanpa dukungan media pembelajaran yang menarik, membuat siswa kurang termotivasi untuk mengembangkan kemampuan kreatif mereka dalam menulis puisi. Dalam konteks ini, pemanfaatan media digital menjadi salah satu alternatif strategis untuk mengatasi kebosanan dalam proses pembelajaran sastra, khususnya pada materi penulisan puisi. Media pembelajaran digital merupakan inovasi teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam dunia pendidikan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Melalui media ini, guru dan siswa dapat berinteraksi dengan materi pembelajaran secara lebih menarik, kreatif, dan interaktif, sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan efektif. Berdasarkan hal tersebut, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMK Kabupaten Lombok Tengah dalam merancang media pembelajaran yang menarik untuk materi penulisan puisi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalah metode ceramah, diskusi, dan penugasan. Kegiatan ini dilaksanakan di SMKN 1 Batukliang yang dihadiri oleh guru-guru Bahasa Indonesia sebanyak 25 orang. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pelatihan ini adalah para guru 1) memahami konsep puisi digital, 2) mampu merancang tugas proyek untuk pembuatan media digital pada materi penulisan puisi, dan 3) mengetahui cara membuat puisi digital dengan menggunakan beberapa aplikasi yang telah diajarkan. Untuk selanjutnya, disarankan pembelajaran penulisan puisi tidak lagi monoton dan membosankan bagi para peserta didik.
PELATIHAN PENULISAN BERITA FEATURE UNTUK CALON INSAN PERS DI KOTA MATARAM Ramdhani, Marlinda; Sapiin, Sapiin; Wahyuni, Wika; Agusman, Agusman
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5861

Abstract

Portal berita daring maupun cetak di kota Mataram biasanya banyak menampilkan berita straigh (cepat) yang kurang menarik untuk dibaca, khususnya dalam jangka panjang. Maraknya penulisan berita straight tersebut salah satunya ditengarai oleh kurangnya kemampuan para wartawan dalam menulis jenis berita yang lain. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan diadakannya pelatihan penulisan berita feature untuk para calon insan pers di kota Mataram. Pelatihan ini bertujuan untuk mengenalkan dan membimbing para calon wartawan agar mampu menulis berita feature yang relatif tidak cepat basi. Kegiatan ini melibatkan lebih dari lima puluh calon insan pers yang ada di Kota Mataram. Metode kegiatan ini dimulai dari persiapan pelatihan, pemberian materi, dan bedah tulisan feature beberapa peserta pelatihan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peserta sudah mampu mendapatkan isu tulisan yang menarik, tetapi masih terdapat kekurangan dari segi penyampaian dan gaya bahasa berita feature yang ditulis.
Sosialisasi Penguasaan Kaidah Kebahasaan Mahasiswa Sebagai Evaluasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Jenjang Pendidikan Menengah Hidayat, Rahmad; Asyhar, Mochammad; Wahyuni, Wika; Ramdhani, Marlinda; Febriani, Elya
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v3i1.3008

Abstract

Penguasaan kaidah kebahasaan merupakan bagian integral dari pembelajaran Bahasa Indonesia yang berbasis teks. Pemberlakuan pembelajaran berbasis teks di jenjang pendidikan menengah yang juga selaras dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi tentu saja harus menghasilkan peserta didik yang mampu memahami dan menerapkan kaidah kebahasaan dengan baik. Namun, berdasarkan hasil penelitian, tingkat penguasaan kaidah kebahasaan mahasiswa di perguruan tinggi belum signifikan mencerminkan kemantapan pembelajaran berbasis teks khususnya kaidah kebahasaan di jenjang pendidikan menengah. Dengan demikian, diperlukan sosialisasi hasil penelitian sekaligus diskusi kelompok terpumpun untuk mengidentifikasi bagaimana gambaran pembelajaran kaidah kebahasaan dilakukan di jenjang pendidikan menengah. Gambaran yang dimaksud kemudian menjadi bahan evaluasi untuk dapat mengoptimalkan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk diskusi kelompok terpumpun bersama para guru Bahasa Indonesia SMA yang telah menerapkan pembelajaran berbasis teks di sekolah. Pada akhirnya, kegiatan pengabdian ini merumuskan beberapa catatan dan rekomendasi sebagai berikut: (1) tingkat penguasaan kaidah kebahasaan rendah disebabkan oleh ketidakoptimalan guru di jenjang pendidikan menengah dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa, (2) ketidakoptimalan itu disebabkan oleh ketidakseimbangan beban tugas pokok dan fungsi guru dengan waktu guru melaksanakan tugas pokok dan fungsi, (3) sangat diperlukan strategi dan metode sederhana dalam penyampaian materi kaidah kebahasaan yang diakui kompleksitas kesulitannya.
BMT sebagai Instrument of Coproduction: Pemberdayaan Masyarakat Miskin Menuju Kemandirian Ekonomi Amelia, Nurdesri Juni; Wahyuni, Wika; Dewi, Sri Rahma; S, Harapan Tua R.F
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran Baitul Maal wa Tamwil (BMT) sebagai instrument of Coproduction yang efektif dalam pemberdayaan masyarakat miskin menuju kemandirian ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berdasarkan kajian literatur. Penelitian ini merumuskan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) melalui paradigma New Public Service (NPS), menekankan perannya sebagai fasilitator yang berfokus pada nilai publik (kesejahteraan sosial) dan bukan efisiensi pasar. Filosofi ini diwujudkan melalui mekanisme Coproduction, di mana BMT secara aktif mengajak anggota masyarakat miskin untuk berkolaborasi sebagai produsen bersama dengan memberikan input non-finansial dan komitmen, alih-alih menerima layanan top-down. Proses kolaborasi intensif ini secara berjenjang menghasilkan Pemberdayaan anggota melalui peningkatan keterampilan dan pengambilan keputusan, yang pada akhirnya mencapai luaran akhir, yaitu Kemandirian Ekonomi yang berkelanjutan, memampukan mereka untuk mengelola sumber daya dan menghadapi risiko secara mandiri.
Dampak Transformasi Room Jodoh Live TikTok @KakGobres: Analisis Wacana Kritis Perjodohan Digital di Lombok Rahman, Nindi Aulia; Darmaini, Siti Sulha; Aryudya, Kadek Andhini; Adrian, Muhamad Yusup; Susilawati, Iva; Wahyuni, Wika
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4279

Abstract

Fenomena live streaming perjodohan di TikTok merepresentasikan bentuk baru praktik perjodohan di era digital yang mentransformasi nilai serta pola interaksi sosial tradisional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pergeseran nilai dan praktik perjodohan dalam fenomena room jodoh pada akun TikTok @KakGobres, serta menganalisis narasi dan interaksi sosial yang muncul sebagai cerminan transformasi budaya. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menerapkan kerangka Analisis Wacana Kritis (AWK) model Van Dijk yang mencakup dimensi struktur wacana, kognisi sosial, dan konteks sosial. Data dikumpulkan melalui observasi rekaman siaran langsung TikTok dan studi literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa room jodoh berfungsi sebagai arena digital publik yang mempertemukan individu dalam format hiburan interaktif. Nilai-nilai perjodohan konvensional, seperti keterlibatan keluarga dan norma kesopanan, mengalami pergeseran menuju praktik yang lebih individualistis dan performatif. Namun demikian, pola relasi gender dan norma sosial tradisional masih tereplikasi, di mana laki-laki cenderung mengambil peran proaktif sementara perempuan menjadi pemegang keputusan akhir. Temuan ini mengilustrasikan adanya hibriditas budaya, yakni pertemuan nilai-nilai tradisional dan modern dalam ruang digital. Dengan demikian, room jodoh di TikTok tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium baru bagi konstruksi identitas dan representasi budaya dalam masyarakat digital kontemporer.
Language Acquisition and Function of Preschool-Aged Inclusive Children in Mataram City Wahyuni, Wika; Agustina, Hani
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 10, No 4 (2025): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Desember)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v10i4.10021

Abstract

This study aims to describe language acquisition and language functions in preschool-aged inclusive children in Mataram City. The research was conducted at two schools, namely Kindy House (a private school) and SLB Negeri 1 Mataram (a public special school). The focus of the study is directed toward the stages of language acquisition and the language functions that emerge in children’s interactions within the school environment. This study employs a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, utterance recording, and interviews with teachers. The research subjects consist of preschool-aged inclusive children ranging from 3 to 6 years old, representing three main characteristics: children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), Autism Spectrum Disorder (ASD), and Down Syndrome (DS). Data analysis was conducted by classifying children’s language data based on stages of language acquisition and language functions according to Halliday’s theory. The results indicate that language acquisition among inclusive children occurs at varying stages and does not always align with their chronological age. The dominant language functions observed include instrumental, regulatory, and interactional functions, while representational functions remain limited to some subjects. These findings suggest that mapping language acquisition and language functions can serve as an initial basis for identifying the linguistic profiles of preschool-aged inclusive children, particularly for preschool teachers and parents