Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH KONTEN KREATIF, PEMASARAN INTERAKTIF DAN KESADARAN MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK FASHION ONLINE DI KOTA MANADO Vanya Priscylia Ayu; Ogi, Imelda W. J.; Wangke, Shinta J. C.
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol. 13 No. 04 (2025): JE. Vol. 13 No. 4
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/emba.v13i04.64346

Abstract

Persaingan yang semakin ketat di industri fashion online menuntut pelaku bisnis untuk mengoptimalkan strategi pemasaran digital melalui konten yang kreatif, interaktif, dan mampu membangun kesadaran merek. Ketiga aspek ini dinilai berperan penting dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen, terutama di kalangan masyarakat perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konten kreatif, pemasaran interaktif, dan kesadaran merek terhadap keputusan pembelian produk fashion online di Kota Manado Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner secara online kepada 97 responden yang pernah melakukan pembelian produk fashion secara online di Kota Manado. Data di kumpulkan dan diolah dengan menggunakan Program SPSS dan Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi digital marketing yang kreatif dan interaktif serta kesadaran merek yang kuat dapat meningkatkan minat konsumen dalam melakukan pembelian produk fashion secara onlinePenelitian ini memberikan implikasi bagi pelaku bisnis fashion online agar lebih memperhatikan kualitas konten dan interaksi dengan konsumen untuk meningkatkan penjualan.   Kata Kunci: Konten Kreatif, Pemasaran Interaktif, Kesadaran Merek, Keputusan Pembelian, Fashion Online
PKM PENGUATAN KAPASITAS KEWIRAUSAHAAN PARIWISATA DAN PEMASARAN WISATA BERKELANJUTAN BERBASIS TEKNOLOGI PADA UMKM PEREMPUAN DI KAWASAN PESISIR KELURAHAN MERAS KECAMATAN BUNAKEN Pandowo, Merinda H. Ch.; Mintardjo , Christoffel M. O.; Raintung, Michael Ch.; Tulung, Joy E.; Ogi, Imelda W. J.
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol. 14 No. 1 (2026): JE. Vol. 14 No. 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/emba.v14i1.66759

Abstract

Kelurahan Meras di Kecamatan Bunaken, Kota Manado, merupakan kawasan pesisir dengan potensi pariwisata bahari dan ekonomi kreatif yang cukup besar. Di wilayah ini berkembang UMKM perempuan yang bergerak pada sektor kuliner hasil laut, suvenir/kerajinan, homestay, dan jasa pendukung wisata. Namun, pemetaan awal tim menunjukkan berbagai permasalahan, antara lain: mindset kewirausahaan yang belum kuat, pemanfaatan pemasaran digital yang masih terbatas dan sporadis, belum adanya pengemasan produk dalam bentuk paket wisata berkelanjutan, serta ketiadaan standar operasional prosedur (SOP) layanan yang terdokumentasi dan berorientasi pada prinsip keberlanjutan. Program PKM ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kewirausahaan pariwisata dan pemasaran wisata berkelanjutan berbasis teknologi pada UMKM perempuan di Kelurahan Meras. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas (community-based empowerment) yang mengintegrasikan kerangka Teach–Train– Tools–Track dan Learn–Launch–Lock–Leverage. Bentuk intervensi meliputi bootcamp intensif dua hari, klinik tematik, dan pendampingan lapangan. Subjek kegiatan terdiri dari 21 pelaku UMKM perempuan pesisir yang tergabung dalam dua kelompok UMKM di Kelurahan Meras. Hasil program menunjukkan adanya peningkatan signifikan kapasitas mitra. Sebanyak 20 akun bisnis media sosial (TikTok/Instagram) berhasil diaktivasi dan dioptimalkan dengan kalender konten minimal satu bulan dan frekuensi unggahan ≥12 konten per bulan. Seluruh peserta mengadopsi WhatsApp Business untuk komunikasi usaha, dan 16 profil Google Business Profile/Maps UMKM diperbarui dengan informasi yang lebih lengkap. Setiap UMKM memiliki satu SOP layanan inklusif dan ramah lingkungan yang telah diuji melalui simulasi layanan, dengan tingkat kepatuhan rata-rata 83%. Kata Kunci: UMKM Perempuan, Kewirausahaan Pariwisata, Pemasaran Digital, Wisata Berkelanjutan
MODEL PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS TEKNOLOGI BAGI UMKM: IMPLEMENTASI PADA KELURAHAN MOLAS, KECAMATAN BUNAKEN, KOTA MANADO Mintardjo , Christoffel M. O.; Tampenawas, Jeffry L. A.; Philipus, Cyndrika R.; Ogi, Imelda W. J.; Sumual, Jacline I.
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol. 14 No. 1 (2026): JE. Vol. 14 No. 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/emba.v14i1.66834

Abstract

UMKM di Kelurahan Molas menghadapi tantangan pada penguatan jiwa kewirausahaan, pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran, serta disiplin pencatatan keuangan usaha. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini mengembangkan dan mengimplementasikan model pelatihan dan pendampingan kewirausahaan berbasis teknologi yang menekankan praktik langsung, coaching, dan penguatan manajemen usaha sederhana. Kegiatan dilaksanakan pada 1–5 November 2025 dengan peserta 30 pelaku UMKM dan calon wirausaha. Evaluasi dilakukan melalui pre-test–post-test, audit implementasi akun digital, serta observasi dan refleksi peserta. Hasil menunjukkan peningkatan skor kapasitas kewirausahaan dari 58,4 menjadi 82,7 dan peningkatan literasi pemasaran digital dari 52,6 menjadi 85,1. Implementasi praktis juga meningkat: 76,7% peserta mengoptimalkan akun media sosial usaha, 73,3% menerapkan format konten promosi sederhana, 70,0% memulai pencatatan pemasukan–pengeluaran harian, dan 60,0% memisahkan keuangan usaha dari rumah tangga. Monitoring empat minggu menunjukkan peningkatan rata-rata transaksi mingguan sebesar 24,1% dan kenaikan omzet mingguan sebesar 18,6%. Luaran program mencakup modul pelatihan, SOP konten promosi, template pembukuan sederhana, dan rencana usaha mikro. Temuan ini menegaskan bahwa model pelatihan–pendampingan berbasis teknologi efektif sebagai strategi peningkatan kapasitas UMKM pada konteks wilayah pesisir/perkotaan dengan keterbatasan sumber daya, sekaligus memperkuat keberlanjutan praktik usaha. Kata Kunci: Kewirausahaan Teknologi, Teknologi Digital, UMKM, Pendampingan, Pemberdayaan
MODEL PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN KEUANGAN DIGITAL BAGI UMKM PENDUKUNG PARIWISATA: PENDEKATAN TEACH–TRAIN–TOOLS–TRACK Tulung, Joy E.; Sumarauw, Jacky S. B.; Tindi, Ricardo G.; Ogi, Imelda W. J.; Mintardjo, Christoffel M. O.
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol. 14 No. 1 (2026): JE. Vol. 14 No. 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/emba.v14i1.66836

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan digital pada UMKM pendukung pariwisata di Kelurahan Meras, Kecamatan Bunaken, melalui model Teach–Train–Tools–Track. Sebanyak 22 UMKM mengikuti rangkaian program berupa bootcamp dua hari, klinik tematik, serta pendampingan lapangan untuk membangun disiplin pemisahan kas, pencatatan harian, standarisasi invoice, penyusunan HPP, penerapan SOP keuangan mikro satu lembar, dan penggunaan dashboard sederhana berbasis aplikasi/lembar kerja. Evaluasi dilakukan dengan pre–post test literasi keuangan, audit bukti transaksi, serta penilaian implementasi alat bantu. Hasil menunjukkan peningkatan skor literasi keuangan rata-rata dari 54,1 menjadi 83,6 (Δ=29,5) dan 86% peserta mengalami kenaikan ≥25 poin. Sebanyak 91% UMKM aktif mengadopsi pencatatan digital (64% harian; 27% berkala), seluruh peserta menerapkan invoice digital, dan proporsi transaksi tercatat berbukti mencapai sekitar 92%. Program juga menghasilkan modul, template pembukuan, SOP ringkas, serta materi pendampingan yang dapat direplikasi. Temuan menegaskan bahwa kombinasi pelatihan-praktik, alat bantu sederhana, dan pelacakan implementasi lebih efektif dibanding pelatihan satu kali, terutama pada konteks UMKM pesisir yang memiliki keterbatasan waktu dan konektivitas. Kata Kunci: Keuangan Digital, UMKM, Pendampingan, Literasi Keuangan, Pariwisata
MODEL PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMASARAN DIGITAL NELAYAN BERBASIS TEACH–TRAIN–TOOLS–TRACK DI KELURAHAN MOLAS Raintung, Michael Ch; Tindi, Ricardo G.; Dien, Yudhi; Tulung, Joy E.; Ogi, Imelda W. J.; Mintardjo , Christoffel M. O.
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol. 14 No. 1 (2026): JE. Vol. 14 No. 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35794/emba.v14i1.66853

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan membangun model pelatihan dan pendampingan pemasaran digital bagi nelayan dan pelaku usaha pesisir di Kelurahan Molas, Kecamatan Bunaken, Kota Manado. Permasalahan utama mitra meliputi ketergantungan pada pemasaran konvensional, belum tertatanya etalase digital, tidak adanya transparansi harga dan stok harian, lemahnya konsistensi konten, serta belum bakunya alur layanan pemesanan hingga pengantaran. Intervensi dirancang menggunakan kerangka Teach–Train–Tools–Track melalui bootcamp, klinik tematik, pendampingan mingguan, dan showcase pasar, disertai penyediaan perangkat praktis berupa katalog WhatsApp Business, toko marketplace, price board berbasis Google Sheets, serta SOP layanan satu lembar. Evaluasi dilakukan melalui pre–post test literasi pemasaran digital, pemantauan aktivitas akun, audit kepatuhan SOP, dan rekap order log. Hasil menunjukkan literasi pemasaran digital meningkat dari 46,3 menjadi 79,5, akun aktif mencapai 18 unit, kepatuhan SOP rata-rata 82%, frekuensi konten meningkat menjadi 12–15 konten per bulan per akun, serta pesanan dari kanal digital meningkat 38%. Program juga menghasilkan modul pelatihan, template etalase digital, price board, SOP layanan, dan paket konten video pendek. Model ini menegaskan pentingnya kombinasi pelatihan praktis, alat bantu operasional sederhana, serta pendampingan berbasis kelompok untuk memastikan adopsi berkelanjutan pada konteks kerja nelayan. Kata Kunci: Teach–Train–Tools–Track, Pemasaran Digital, Nelayan Pesisir, Marketplace, Pendampingan
Big Data Analytics with Blockchain Technology for Understanding Tourist Preferences in Ecotourism Ogi, Imelda W. J.; Mangindaan, Harley A. B.; Pandowo, Merinda H. C.; Mintardjo, Christofell Mardy O.; Sumual, Jacline I.; Paat, Franda Benedicta; Tuegeh, Octavia D. M.
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 14 No. 1 (2026): ISSUE JANUARY-JUNE 2026
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v14i1.67295

Abstract

This study examines the integration of big data analytics and blockchain technology to understand tourist preferences in the context of ecotourism. The research was conducted in Manado, Indonesia, and employed a mixed-methods design combining digital tourism data analysis, surveys, semi-structured interviews, and blockchain prototype implementation. The study analyzed 500 tourist reviews collected from major online platforms, involved 150 tourism SMEs as primary respondents, and piloted the proposed system with 50 selected SMEs. Big data analytics was used to identify dominant tourist preferences and segment visitors based on their behavioral patterns. At the same time, blockchain technology was implemented to improve the security, traceability, and integrity of preference data. The results revealed four major tourist segments: family travelers, solo travelers, young travelers, and international tourists, each characterized by different preference combinations related to accommodation, nature tourism, culinary experiences, and tourism services. The findings also showed that blockchain significantly strengthened data security by reducing recorded data leakage and violation cases to zero after implementation. In addition, SMEs that used preference-based insights were able to improve service personalization and reported positive business outcomes, particularly in accommodation and nature-based tourism services. User evaluation further indicated high levels of acceptance across ease of use, operational efficiency, data security, and personalization quality. Overall, the study demonstrates that integrating big data analytics and blockchain technology provides a valuable framework for delivering secure, data-driven, and personalized ecotourism services. Keywords: Big data analytics; Blockchain; Ecotourism; Service personalization; Tourist preferences