Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SCIENTIA JOURNAL

Gambaran Asupan Energi dan Protein pada Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Aro Liani Setyarsih
SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 1 (2022): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan. Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Aro merupakan fasilitas kesehatan yang melayani beberapa desa di Kabupaten Batanghari. Prevalensi stunting di Puskesmas tersebut sebesar 22,1%. Terdapat banyak faktor penyebab kejadian stunting pada balita, seperti kurangnya asupan energi dan protein. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah balita usia 24-59 bulan dengan pendampingan dari orang tua/wali. Sebanyak 50 balita menjadi sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Incidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan pengukuran tinggi badan dan berat badan, serta menggunakan kuesioner food recall 24 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 18 balita (36%) mengalami stunting dan 32 balita (64%) balita tidak mengalami stunting. Hasil analisis uji chi-square menyebutkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi dan protein dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Aro (p< 0,05).
Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi Terhadap Perilaku Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di Kota Jambi Liani Setyarsih
SCIENTIA JOURNAL Vol. 11 No. 2 (2022): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah gizi yang banyak dialami oleh remaja adalah anemia. Anemia merupakan suatu keadaan dimana kadar hemoglobin di dalam darah kurang dari nilai normal. Prevalensi anemia pada remaja berdasarkan data Riskedas tahun 2018 yaitu sebesar 32 %, artinya 3-4 dari 10 remaja menderita anemia. Remaja putri lebih berisiko mengalami anemia dibandingkan remaja laki-laki karena remaja putri mengalami menstruasi setiap bulan sehingga banyak kehilangan zat besi. Perilaku pencegahan anemia salah satunya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, semakin tinggi pengetahuan tentang anemia maka semakin rendah kemungkinan untuk mengalami anemia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 6 Kota Jambi dengan metode pengambilan sampel berupa metode total sampling. Sebanyak 50 remaja putri menjadi sampel dalam penelitian ini. Pengumpulan data pengetahuan dan perilaku pencegahan anemia menggunakan kuesioner. Hasil analisis uji chi-square dalam penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi dengan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri.