Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : SinarFe7

Evaluasi Pengaturan Waktu Rele Pengaman di PT Pertamina Refinery Unit V Balikpapan dengan Mempertimbangkan Transient Stability Assessment Tegar Iman Ababil; Dr. Eng. Ardyono Priyadi, S.T., M.Eng; Dr. Ir. Margo Pujiantara, MT.
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.595 KB)

Abstract

Suatu sistem tenaga listrik dengan keandalan yang tinggi mampu memenuhi koordinasi pengaman sistem yang baik untuk menjaga kestabilan dan keberlanjutan sistem operasi secara terus menerus. Saat terjadi gangguan, rele pengaman akan bekerja dan memicu Circuit Breaker untuk bekerja dalam waktu tertentu. Namun hal tersebut masih belum dapat menjaga kestabilan sistem kembali seperti semula. Evaluasi kestabilan transien dibutuhkan untuk menentukan batas Critical Clearing Time (CCT). CCT adalah nilai waktu kritis setelah terjadi gangguan dimana sistem harus menghilangkan gangguan sebelum CCT berlangsung. Jika sistem menghilangkan gangguan setelah waktu CCT maka kestabilan sistem akan terganggu. Saat ini PT Pertamina Refinery Unit (RU) V Balikpapan memiliki pengaturan waktu rele pengaman yang masih belum mempertimbangkan Transient Stability Assessment. Keandalan dan kontinuitas sistem dapat ditingkatkan dengan mendapatkan nilai CCT dengan metode Time Domain Simulation. Dari permasalahan yang ada direkomendasikan penggunaan Bus Differential Relay yang mampu bekerja dengan waktu operasi yang cepat dan selektif.
EVALUASI SETTING WAKTU RELE PENGAMAN PADA PT. PUPUK KALIMANTAN TIMUR DENGAN MEMPERTIMBANGKAN TRANSIENT STABILITY ASSESMENT Hafiz Ichwanto; Ardyono Priyadi; Margo Pujiantara
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.417 KB)

Abstract

Pada kondisi normal, sebuah sistem tenaga listrik akan beroperasi dalam keadaan stabil, yakni tercapainya keseimbangan antara daya mekanik dari prime mover dengan keluaran daya elektrisnya. Setiap terjadi kenaikkan atau penurunan beban dalam jumlah besar, maka daya mekanik harus mampu mengikuti perubahan ini untuk mengembalikan sistem pada kondisi normalnya. Perubahan beban disini dapat disebabkan oleh beberapa kejadian, diantaranya hubung singkat (short circuit) dan generator outage. Yang mana kejadiankejadian tersebut dalam fenomena kestabilan transient, yakni bagaimana respon sistem seusai mengalami gangguan besar dalam waktu yang singkat (transient). Analisis kestabilan sangat diperlukan dalam menganilisis suatu sistem kelistrikkan. Salah satunya dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam melakukan setting proteksi suatu sistem. Selanjutnya hal ini dikenal dengan istilah CCT (Critical Clearing Time) yakni batas waktu maksimum yang diizinkan bagi sistem untuk mengisolir suatu gangguan. Yang mana apabila waktu tersebut terlampaui, maka generator terkait akan mengalami lepas sinkron dari generator lainnya. Dan apabila dibiarkan terjadi akan merusak turbin mekanik dari generator itu sendiri. Dalam hal ini, untuk mencari nilai CCT yang diperlukan akan digunakan metode Time Domain Simulation (TDS) pada software simulasi. Selanjutnya, pada tugas akhir kali ini, telah berhasil didapatkan CCT pada masing-masing bus yang telah dipilih dan didapati bahwa terdapat lima lokasi yang memerlukan rekomendasi setting proteksi setelah dibandingkan dengan nilai CCT yang diperoleh.
Evaluasi Setting Waktu Rele Pengaman di PT. Pertamina Refinery Unit IV Cilacap dengan Mempertimbangkan Transient Stability Assesment Fahmi Nurfaishal; Dr. Eng. Ardyono Priyadi, ST., M.Eng; Dr. Ir Margo Pujiantara, MT
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.523 KB)

Abstract

Sistem kelistrikan PT. Pertamina Refinery Unit IV Cilacap, yang umumnya memiliki banyak aktivitas pengolahan bahan bakar minyak, dimana besarnya beban di supply oleh beberapa generator yang bekerja pararel bersama. Kestabilan transient pada sistem tersebut memiliki peranan penting dalam menjaga keberlangsungan operasinya, karena belum tentu sistem tersebut mampu mempertahankan kestabilannya dari adanya gangguan. Gangguan transient sendiri dapat mempengaruhi kestabilan pada sudut rotor, frekuensi maupun tegangan pada sistem dan bisa berujung pada lepasnya sinkronisasi generator, sehinga perlu ditentukannya waktu kritis pemutusan / Critical Clearing Time (CCT) melalui Transient Stability Assesment. CCT merupakan waktu kritis pemutusan yang diperbolehkan untuk menghilangkan gangguan, nilai CCT didapat berupa batas kondisi stabil dan batas kondisi tidak stabil sistem, dengan melihat respon perubahan sudut rotor generator ketika terjadi gangguan. Nilai CCT yang didapat akan dibandingkan dengan setting rele pengaman eksisting PT. Pertamina RU IV Cilacap, yang selanjutnya akan digunakan sebagai acuan dalam menentukan resetting rele pengaman yang sesuai.
Studi Analisis Kestabilan Transien Akibat Penambahan Kapasitas Pembangkit dengan metode Time Domain Simulation pada Masterplan Sistem Kelistrikan Kalimantan 500kV Dewi Anugrah Rizqi; 2Margo Pujiantara; Imam Robandi
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.168 KB)

Abstract

Peningkatan nilai rasio elektrifikasi merupakan salah satu indikator kemajuan suatu negara. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang setiap tahun mengalami peningkatan pemanfaatan energi listrik di setiap daerahnya. Untuk dapat memenuhi kebutuhan beban yang semakin meningkat di Indonesia, khususnya pada daerah Kalimantan dibangun suatu sistem penyokong (backbone) saluran transmisi 500kV yang terinterkoneksi, agar dapat menyalurkan daya secara optimal akibat penambahan kapasitas pembangkitan. Karena adanya penambahan kapasitas pembangkit, sistem akan ditinjau ulang dengan menggunakan software untuk mendapatkan parameter kestabilan dan rancangan sistem kelistrikan yang efisien. Simulasi gangguan transien dilakukan dengan menerapkan kasus generator outage, lepasnya satu saluran double circuit dan hubung singkat pada busbar sistem kelistrikan Kalimantan tahun 2023-2050. Hasil respon dari sudut rotor, frekuensi, dan tegangan pada titik gangguan menunjukkan sistem masih dalam kondisi stabil dikarenakan daya pembangkitan yang hilang hanya berkisar 1-4% dari daya total pembangkitan, sehingga belum diperlukan skema pelepasan beban (load shedding) karena sistem masih mampu memenuhi kebutuhan permintaan beban.
Studi Analisis Kestabilan Transien Dengan MetodeTime Domain Simulation Pada Sistem Kelistrikan Kalimantan 275 kV Elza Dwi Rachmayanti; Margo Pujiantara; Imam Robandi
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.101 KB)

Abstract

Indonesia adalah negara yang masih membutuhkan banyak energi di masa depan. Pulau Kalimantan adalah salah satu pulau yang memiliki wilayah terbesar di Indonesia. Pulau ini memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, salah satunya menyangkut kebutuhan energi listrik. Meningkatnya era globalisasi saat ini, menjadikan energi listrik merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memenuhi permintaan beban yang meningkat di pulau Kalimantan membangun sistem saluran transmisi 275kV yang saling terhubung. Pembangunan saluran transmisi adalah pengembangan saluran transmisi 150kV. Pengembangan, membuat sistem akan ditinjau untuk bekerja dengan aman dan andal. Dalam tugas akhir ini sistem akan dievaluasi dari stabilitas transien menggunakan metode simulasi domain waktu (TDS). Kasus-kasus yang diberikan untuk studi analisis stabilitas transien adalah gangguan generator dan interupsi 3 fase sirkuit pendek. Dari hasil simulasi yang didapat, untuk kasus gangguan generator dan hubung singkat pada salu an sirkuit ganda tidak menyebabkan sistem untuk keluar dari sinkronisasi, karena ketika generator mati atau korsleting, catu daya hilang antara 5-7 % Kekuatan yang hilang dapat dipenuhi oleh sistem interkoneksi. Hasil dari stabilitas transien dalam hal respon sudut rotor, respon frekuensi, dan respon tegangan diperoleh hasil yang diharapkan yang dapat kembali ke keadaan stabil.
Penentuan Critical Clearing Time Untuk Analisis Kestabilan Transien Sistem Kelistrikan Kalimantan 275kV Atiqah Hilmy Raditya; Margo Pujiantara; Imam Robandi
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.071 KB)

Abstract

Energi listrik masih dibutuhkan Indonesia sampai masa yang akan datang. Pulau Kalimantan adalah salah satu pulau di Indonesia yang memiliki peranan penting dalam perekonomian dan industri, sehingga dibutuhkan pengembangan sistem kelistrikan sesuai dengan kebutuhan beban yang bertambah. Untuk memenuhi daya pada suatu wilayah yang memiliki kekurangan maka dilakukan pengembangan interkoneksi sistem kelistrikan Kalimantan 275 kV dengan jalur transmisi Sei Raya, Ketapang, Sampit, Palangkaraya, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Bontang, dan Tanjung Redeb. Dalam proses pengembengan interkoneksi terdapat kendala seperti gangguan sirkuit pendek (short circuit) dan generator lepas yang mempengaruhi kestabilan sistem kelistrikan. Pada penelitian ini dilakukan analisis pada sistem kelistrikan 275kV Kalimantan untuk menentukan kestabilan sistem. Analisis kestabilan sistem dilakukan dengan menentukan pemadaman waktu kritis (Critical Clearing Time) akibat generator lepas dan sirkuit pendek 3 fasa pada saluran Samarinda-Balikpapan. Hasil analisis kestabilan transien akibat sirkuit pendek 3 fasa pada saluran Samarinda- Balikpapan tahun 2022 didapatkan waktu yang bisa dipertahankan kestabilannya yaitu 0,990 detik dan waktu tidak stabil yaitu 0,991 detik. Tahun 2024 didapatkan waktu yang bisa dipertahankan kestabilannya yaitu 0,220 detik dan waktu tidak stabil yaitu 0,221 detik. Sedangkan Tahun 2026 didapatkan waktu yang bisa dipertahankan kestabilannya yaitu 1,720 detik dan waktu tidak stabil yaitu 1,721 detik. Hasil gangguan akibat generator lepas yaitu seluruh sistem dalam keadaan stabil, karena respon sudut rotor, respon frekuensi, dan respon tegangan masih dalam batas standard.
Analisis Kestabilan Transien pada Master Plan Sistem Kelistrikan Kalimantan 500 kV Menggunakan Time Domain Simulation Nur Atiqah Rianty Sari; Margo Pujiantara; Imam Robandi
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.798 KB)

Abstract

Pemanfaatan kebutuhan energi listrik di pulau Kalimantan semakin meningkat, sehingga membutuhkan sistem transmisi yang mampu menyalurkan daya secara optimal untuk memenuhi kebutuhan energi listrik. Untuk mewujudkan hal tersebut, Perusahaan Listrik Negara (PLN) merencanakan pengembangan transmisi master plan sistem kelistrikan Kalimantan 500 kV. Rencana pengembangan sistem transmisi menghubungkan antara provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Dengan pengembangan sistem transmisi tersebut, maka diperlukan analisis kestabilan transien terhadap sistem. Pada penelitian ini dilakukan analisis kestabilan transien menggunakan metode domain waktu (Time Domain Simulation, TDS) akibat generator lepas (generator outage) dan gangguan hubung singkat 3 fasa (short circuit). Analisis ini bertujuan untuk mengetahui respon sudut rotor, tegangan, dan frekuensi pada sistem. Hasil simulasi yang diperoleh akibat generator lepas adalah sistem kehilangansuplai daya terbesar dari total pembangkitan untuk tahun 2023-2050 yaitu 5,78%. Saat gangguan hubung singkat 3 fasa pada bus dan satu saluran double circuit 500 kV sistem dapat kembali stabil.
Perbaikan CCT Pada Multi Machine Infinite Bus Dengan Supercapacitor Energy Storage Menggunakan Critical Trajectory Talitha Puspita Sari; Rafin Aqsa Izza Mahendra; Ardyono Priyadi; Vita Lystianingrum; Margo Pujiantara; Sjamsjul Anam
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.827 KB)

Abstract

Kestabilan transien merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam menjaga kontinuitas dari suatu sistem tenaga listrik apabila terjadi gangguan besar secara tiba-tiba. Namun, terdapat keterbatasan waktu operasi dari suatu sistem proteksi untuk mengisolasi gangguan sebelum sistem menjadi tidak stabil dan lepas sinkronisasi. Critical Clearing Time (CCT) adalah batasan waktu yang diperbolehkan untuk mengisolasi suatu gangguan untuk membuat sistem menjadi stabil. Untuk meningkatkan kestabilan sistem, memasang Supercapacitor Energy Storage (SCES) merupakan salah satu metode untuk memperpanjang nilai CCT. SCES dapat menyerap dalam jumlah besar dalam waktu yang cepat ketika terjadi gangguan. Penelitian ini mengusulkan identifikasi dari efek kontrol SCES dalam memperpanjang nilai CCT. SCES seolah-olah menjadi beban sesaat dan memperpanjang nilai CCT bergantung dari kemampuan kontroler dalam merespon gangguan. Pemodelan kontrol diaplikasikan dalam SCES yang terpasang pada salah satu bus generator dengan kapasitas yang telah ditentukan. Modified Fouad dan Anderson 3-machine 9-bus dengan single machine to infinite bus digunakan untuk memvalidasi metode yang disusulkan. Selain itu, metode critical trajectory yang mana diketahui memiliki kecepatan hitung yang lebih cepat dan memiliki keakuratan lebih baik dibandingkan metode Time Domain Simulation (TDS) digunakan untuk mendapatkan nilai CCT. Hasil simulasi menunjukkan bahwa dengan kontrol yang lebih cepat ketika terjadi gangguan, maka nilai CCT pada sistem yang dihasilkan akan menjadi lebih tinggi. Nilai kenaikan tertinggi terjadi ketika kontroler bekerja pada saat 0.001 detik.
Efek Penambahan SCES Pada Sistem Multimesin dengan Damping dan Kontroler Berdasarkan Metode Critical Trajectory Ardyono Priyadi; Nazila Iyyaya Fariha; Talitha Puspita Sari; Vita Lystianingrum; Margo Pujiantara; Sjamsjul Anam
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.633 KB)

Abstract

Tujuan utama dari studi kestabilan transien adalah untuk memastikan bahwa sistem dapat mempertahankan sinkronisasinya pada kondisi transien. Kestabilan transien dapat dievaluasi menggunakan metode critical trajectory, dengan cara menghitung Critical Clearing Time (CCT). Salah satu keuntungan menggunakan metode critical trajectory adalah nilai CCT diperoleh secara langsung dan dapat memberikan nilai yang lebih akurat dari metode time domain simulation. Pada penelitian kali ini, diusilkan penambahan Supercapacitor Energy Storage (SCES) dan damping untuk memperbaiki kestabilan transien pada sistem multi mesin. SCES adalah sebuah alat penyimpan energi listrik yang dapat menyimpan dan menyuplai listrik dalam jumlah besar secara cepat, sedangkan damper winding dapat meredam osilasi ketika kondisi unstable steady state. Dengan adanya penambahan SCES dan damping pada sistem, kestabilan akan menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Kestabilan sistem ditunjukkan dengan meningkatnya nilai CCT. Sistem multi mesin yang terhubung dengan infinite bus digunakan untuk melakukan validasi metode yang diusulkan. Selain itu, test system juga mencakup Automatic Voltage Regulator (AVR) dan governor.
Perbaikan Nilai CCT Menggunakan SCES Berdasarkan Critical Trajectory Dalam Sistem Multimesin Dengan Damping Ardyono Priyadi; Risqiya Maulana; Talitha Puspita Sari; Vita Lystianingrum; Margo Pujiantara; Sjamsjul Anam
SinarFe7 Vol. 3 No. 1 (2020): Sinarfe7-3 2020
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.209 KB)

Abstract

Kestabilan adalah salah satu aspek penting dalam sistem kelistrikan. Ketika terjadi gangguan, sistem kelistrikan harus diamankan oleh sistem pengaman. Analisa kestabilan sistem tenaga juga diperlukan dalam mengamankan sistem. Critical Clearing Time (CCT) adalah waktu maksimum bagi sistem pengaman untuk mengisolasi gangguan sebelum hilang sinkron. Sistem dapat kembali ke kondisi stabil ketika gangguan diisolasi sebelum nilai CCT. Salah satu metode untuk meningkatkan stabilitas sistem tenaga adalah meningkatkan nilai CCT. Supercapacitor Energy Storage (SCES) dan damper winding dapat digunakan untuk memperpanjang nilai CCT. Damper winding akan meredam osilasi saat terjadi gangguan pada sistem. Sedangkan SCES adalah perangkat yang mampu menyimpan dan melepaskan energi secara cepat. Selain itu, metode critical trajectory digunakan untuk menghitung CCT. Selanjutnya, IEEE Fouad-Anderson 3 Generator-9 Bus digunakan untuk memvalidasi metode yang diusulkan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem stabilitas meningkat dengan menggunakan SCES dan damping dalam sistem.
Co-Authors Achmad Marzuki Adi Soeprijanto Aditya Aji Nugroho Afif Al Asyad Anam, Sjamsjul Anshori, Addarojatul Ula Syaharuddin Ardyono Priyadi Arif Rakhman Prayuga Ariq Arsya Nanda Atiqah Hilmy Raditya Baghazta Akbar Arzandhy Buchori, Arshad Tareeq Chandra Agung Ramadhan Daniar Fahmi, Daniar Dedet Candra Riawan Dewi Anugrah Rizqi Dicky Putra Adhitya Dimas Anton Asfani Dimas Fajar Uman Putra Dwiyan Anugrah Ernadi Edo Yanuwirawan Elza Dwi Rachmayanti Erhankana Ardiana Putra Fahmi Nurfaishal Farrel Grady Savio Fauzanul Abidin Firman Aji Prasongko Firmansyah, Mochamad Anggi Hafiz Ichwanto Hafiz Ichwanto Henry Haskarya Heri Suryoatmojo I Gusti Ngurah Satriyadi Hernanda Ichsan Nur Khoirudin Imam Robandi inas ratnaning zafirah Jumaras Situngkir Kiki Fajriati Moch. Irsad Taufiqi Mochammad Bagas Boma Bismantaka Mohammad Arian Rahmatullah Muhammad Nur Fattah Mukhamad Subkhi Musthofa, Arif Nazila Iyyaya Fariha Nazila Iyyaya Fariha Ngurah Adi Brahmantia Putra Ni Ketut Aryani Novie Elok Setiawati Nur Atiqah Rianty Sari Nurio Herlambang Ontoseno Penangsang Pande Aji Seta Kusalya Prasetyo, Dhenie Prakash Priyadi, Ardyono Rafin Aqsa Izza Mahendra Rafin Aqsa Izza Mahendra Rahman Efandi Rahmanditya Muhammad Rahmanditya R. Muhammad Rahmanditya R. Muhammad Rahmat Riyadi Reyna Safilla Yusnianti Risqiya Maulana Rizky Fadhli Hasben Robby, Barikly Rony Seto Wibowo Sjamsjul Anam Soedibyo Soedibyo Talitha Puspita Sari Talitha Puspita Sari Talitha Puspita Sari Talitha Puspita Sari Tegar Iman Ababil Tegar Iman Ababil Teuku Rizki Firdausi Teuku Rizki Firdausi Victor Bramson Pardede Vincentius Raki Mahindara Vincentius Raki Mahindhara Vita Lystianingrum Wahyudi Wahyudi Yoga Firdaus Yohanes Sabriant Widyo Utomo Yulia, Tiara Anindita