Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PELATIHAN PEMANFAATAN LIMBAH BATOK KELAPA SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF DI LAGOA, JAKARTA UTARA Husla, Ridha; Wastu, Apriandi Rizkina Rangg; Yasmaniar, Ghanima; Palit, Christin
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/akal.v6i1.21066

Abstract

Setiap tahun, terjadi peningkatan kebutuhan bahan bakar, seperti bahan bakar minyak ataupun batu bara. Dimana, batu bara banyak dikonsumsi pada skala industri.  Ketika bahan bakar fosil habis akan menimbulkan krisis dan perekonomian masyarakat menjadi terganggu. Sehingga perlu diupayakan sumber energi lain yang dapat digunakan, bermanfaat bagi lingkungan, serta mudah dijangkau bagi masyarakat menengah ke bawah.  Tujuan dari kegiatan pelatihan pembuatan briket arang dari limbah batok kelapa ini adalah untuk memberikan edukasi kepada warga mengenai cara mudah membuat briket arang dari limbah tempurung kelapa yang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif dalam mengganti minyak tanah dan gas. Selain itu, juga bisa sebagai usaha bagi orang-orang yang tidak produktif.  Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan bersama ibu-ibu PKK di wilayah Lagoa Jakarta Utara dengan dilakukan pelatihan yang didahului oleh presentasi mengenai pemanfaatan limbah batok kelapa. Hasil dari kegiatan ini ialah masyarakat pada wilayah Lagoa menjadi lebih mengetahui manfaat dan cara memanfaatkan limbah batok kelapa menjadi sesuatu yang bernilai jual
ANALISIS EFEKTIVITAS PENAMBAHAN ADITIF POTATO STARCH SEBAGAI FLUID LOSS CONTROL AGENT PADA LUMPUR BERBAHAN DASAR AIR PADA TEMPERATUR 80°F DAN 200°F: Inodnesia Shanahan, Elian Duke; Yasmaniar, Ghanima; Husla, Ridha
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 14 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v14i2.19268

Abstract

Kerusakan formasi menjadi salah satu permasalahan dalam kegiatan pemboran yang berhubungan dengan fluida pemboran atau lumpur pemboran. Salah satu permasalahan tersebut adalah filtration loss yang merupakan hilangnya sebagian atau seluruh filtrat atau fasa fluida dari lumpur ke dalam formasi sehingga dapat memicu penurunan produktivitas sebuah formasi produksi. Problema filtration loss dapat diminimalisir dengan menambahkan aditif berupa polimer untuk mencegahnya, namun polimer umumnya tidak ramah lingkungan dan tidak terjangkau karena memiliki harga yang cukup mahal. Oleh karena itu pada penelitian ini akan menggunakan aditif potato starch sebagai biopolimer yang ramah lingkungan dan ekonomis. Pembuatan potato starch dilakukan dengan mengupas, menghaluskan, mengeringkan, dan mengayak kentang yang diolah. Penambahan potato starch sebagai aditif fluid loss control agent dilakukan dengan penambahan massa 2, 4, 6, dan 8 gram dan diuji pada suhu 80°F dan 200°F. Pengujiannya dilakukan dengan menggunakan alat API Filter Press LPLT (Low Pressure Low Temperature). Dari penambahan ini diperoleh hasil bahwa penambahan massa potato starch berbanding lurus dengan penurunan filtration loss. Di mana untuk suhu 80°F nilai filtration loss semakin kecil, yaitu dari 22 ml (2 gr) hingga 12 ml (8 gr) dan untuk suhu 200°F menurun sebesar 9,2 ml dari 18,2 ml (2 gr) menjadi 9 ml (8 gr). Dari hasil ini potato starch terbukti ampuh untuk digunakan sebagai substitusi polimer selaku fluid loss control agent.
SUSTAINABLE NICKEL RECOVERY FROM NICKEL SLAG WASTE USING DIETHYLAMINE DITHIOCARBAMATE: ENHANCING RESOURCE EFFICIENCY AND MINIMIZING ENVIRONMENTAL IMPACT Fadliah, Fadliah; Burhannudinnur, Muhammad; Taba, Paulina; Wahid Wahab, Abdul; Kasim, Syahruddin; Karim, Abdul; Hasri, Hasri; Subandrio; Widayati Putri, Tri; Nur, Arfiani; Yasmaniar, Ghanima; Husla, Ridha; Jarre, Sulistiani; Zahra, Audrey; Abdalrazaq, Eid; Kollur, Shivaa Prasad; Raya, Indah
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY VOLUME 8, NUMBER 1, APRIL 2025
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v8i1.22589

Abstract

Slag waste from the metal refining industry, if left to accumulate for a long time, can become a source of environmental pollution due to the content of heavy metals that can dissolve and spread to the surrounding environment. However, slag can also be an alternative source for obtaining valuable metals. Aim: This study aims to examine the ability of diethylaminedithiocarbamate ligands to recover nickel metal from slag waste through the mechanism of complex compound formation. Methodology and results: The extraction process was carried out at the optimal pH for each ligand to maximize the selectivity and efficiency of metal recovery. Characterization of the complex compounds from the reaction was carried out using various analytical techniques, including Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), UV-visible spectroscopy (UV-Vis), X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscopy with Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDS), and melting point tests to determine the thermal stability of the compound. The study results indicate that diethylaminedithiocarbamate ligands can selectively form complex compounds with nickel metal in slag and are effective in recovering metals from slag waste with a recovery value of 94.88%. Conclusion, significance, and impact study: The results of this study indicate that using diethylaminedithiocarbamate ligands can be an environmentally friendly approach to using slag waste as a secondary source of metals.
PELATIHAN PENJERNIHAN LIMBAH RUMAH TANGGA MINYAK JELANTAH DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK KULIT PISANG DI DAERAH LAGOA, JAKARTA UTARA Rangga Wastu, Apriandi Rizkina; Yasmaniar, Ghanima; Husla, Ridha; Fadliah
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 5 No 2 (2023): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jamin.v5i2.16636

Abstract

Used cooking oil is the oil that is used repeatedly and its structure has changed due to changes in color, smell, and the physical and chemical properties of the cooking oil itself. The use of used cooking oil can irritate the throat, itchy throat, damage health, cause cancer, and can reduce intelligence. To reduce toxins in the used cooking oil can be done in various ways, one of which is by using banana peels. In general, people use bananas for direct consumption or processing as food ingredients. However, banana peels are immediately thrown away and only become waste. This is very unfortunate because people do not know about the benefits of banana peels. Banana peel is absorbent meaning it absorbs other substances on its surface without a chemical reaction. The purpose of this activity is to train the community to be able to utilize waste banana peels and process them to purify household waste cooking oil. So that the community can help reduce organic material waste and minimize the disposal of these two wastes by implementing a zero waste industry.
SOSIALISASI DAMPAK DAN MANFAAT WILLOW PROJECT SEBAGAI PENGENALAN TEKNIK PERMINYAKAN DI SMA YOS SUDARSO METRO Yulia, Prayang Sunny; Wastu, Apriandi Rizkina Rangga; Ristawati, Arinda; Pauhesti, Pauhesti; Husla, Ridha; Timpal, Gracia Betaria Jacqueline; Wijayanti, Puri; Aryanto, Reza; Yanti, Widia
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 5 No 2 (2023): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jamin.v5i2.17404

Abstract

Willow Project berada di north slope Alaska, area National Petroleum Reserve, milik pemerintah federal Amerika Serikat. Berdasarkan isu yang beredar, adanya keingintahuan para siswa SMA Yos Sudarso Metro untuk mengetahui alasan dilakukannya pengeboran minyak, dampak serta manfaat dari pengeboran yang dilihat dari berbagai aspek. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema Willow Project ini bertujuan untuk membantu para siswa menemukan solusi terkait hal ini, dengan pembahasan mengenai dampak dan manfaat dari sisi akademisi, khususnya teknik perminyakan. Metode yang digunakan yaitu pendekatan jarak jauh dengan mitra (Jakarta-Lampung) dan korespondensi secara digital. Para penyuluh mencari literatur yang relevan, baik dari sisi energi, serta dampak dan manfaat dikutip dari berbagai sisi seperti ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pada PkM ini dijelaskan dampak yang terjadi terhadap lingkungan, iklim, dan sosial. Selain itu dipaparkan pula manfaat pengeboran Willow Project, yaitu penciptaan lapangan kerja dan manfaat ekonomi, kemandirian energi, dan pendapatan pajak. Inti dari dampak dan manfaat yang disampaikan, tetap diharapkan adanya pemanfaatan energi fosil guna meningkatkan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar maupun internasional. Selain itu, juga tetap mengharapkan adanya pengembangan renewable energy, guna meminimalisir pengeboran di daerah-daerah konservasi, sehingga dapat mempertahankan keutuhan lingkungan.
The laboratory study of P441 oil samples separation by using super absorbent polymer from the waste diapers Yulia, Prayang Sunny; Yoga Pratama, Aditya; Samsol, Samsol; Husla, Ridha; Yanti, Widia
Journal of Emerging Science and Engineering Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : BIORE Scientia Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61435/jese.2025.e31

Abstract

The waste diapers, the second largest waste source after plastic, pose environmental challenges due to their slow degradation of 25-50 years. Reprocessing diaper waste, including utilizing Super Absorbent Polymer (SAP), is crucial. SAP's high absorption capacity aids in research for separating crude oil from water, particularly relevant for Indonesian oil wells with aging infrastructure. Emulsions in crude oil, stabilized by natural chemicals, require demulsification to prevent production issues, underscoring the importance of efficient water-oil separation methods. The research experimentally compares oil-in-water emulsion separation using SAP with and without SAP. The study utilizes waste-based ingredients like used diapers, and tests involve centrifuge processes at varying temperatures. SAP's osmotic properties enable high water absorption, impacting demulsification efficiency. This study investigates the impact of temperature on emulsion separation between water and crude oil. Testing at 26°C and 40°C reveals accelerated separation at higher temperatures due to reduced crude oil viscosity. Waste-containing tubes demonstrate better separation, with SAP absorbing water, enhancing separation efficiency. Increasing centrifuge speed and temperature improve oil-water separation, showcasing SAP's effectiveness in waste management processes. Research findings on crude oil-water separation using diaper waste conclude that demulsification is faster at 40°C due to decreased viscosity; with SAP waste, volumes of water are more efficient at 40°C; SAP's hydrophilic nature traps water in the gel network; SAP enhances separation effectiveness compared to non-SAP methods in saline solutions.
Analysis of The Effectiveness of KCL Polymer on Reactive Clay Formation in The 26 Section of A Field FA1 Wastu, Apriandi Rizkina Rangga; Husla, Ridha; Ridaliani, Onnie; Suci, Farah Adiana Eka; Soekardy, Mentari Gracia; Azizah, Siti
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 49 No 1 (2026)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/scog.v49i1.2015

Abstract

In geothermal well drilling, a primary challenge is clay swelling, particularly in reactive clay formations, where drilling success is largely determined by the type of drilling fluid used. Although gel polymer mud is commonly preferred, adding KCl polymer is often necessary to mitigate swelling in such formations. The study aims to evaluate the effectiveness of KCl-polymer mud in mitigating clay reactivity in the 26-inch borehole section of the FA1 well in a geothermal field. The methodology began with the methylene blue test to assess clay reactivity, followed by the formulation of gel polymer and various concentrations of KCl polymer muds. A linear swell meter test was subsequently conducted to compare the swelling reduction performance of each mud type. The methylene blue test results indicated a smectite content of 60 meq/100 g, confirming the presence of reactive clay in the 26-inch borehole. LSM test results showed that the Gel Polymer mud exhibited 25.78% swelling over 11 hours, indicating it was ineffective for such formations.In contrast, the 7% KCl Polymer mud significantly reduced swelling to 16.38% over 8 hours. This improvement is attributed to the substitution of Na⁺ ions with K⁺ ions, which neutralizes negative charges on clay surfaces and reduces the clay's water-holding capacity. The findings confirm that KCl Polymer mud is more effective in minimizing clay swelling in reactive geothermal formations.
Pelatihan Penggunaan Limbah Bonggol Jagung Sebagai Bahan Bakar Alternatif yang Ekonomis di Lagoa Jakarta Utara Husla, Ridha; Rangga Wastu, Apriandi Rizkina; Husla , Ridha; Yasmaniar, Ghanima; Herdiansyah , Firman
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 7 No 2 (2025): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jamin.v7i2.21007

Abstract

Bonggol jagung yang berasal dari sisa limbah jagung bermanfaat jika diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi untuk kehidupan manusia. Dengan pemanfaatan teknologi, sebenarnya limbah tongkol jagung yang hanya dibuang dan dibakar dapat dikembangkan menjadi suatu produk yang lebih bernilai ekonomi yaitu diantaranya dijadikan sebagai briket arang dan bahan baku pembuatan arang aktif. Teknologi di dalam proses pembuatan briket Arang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk menggantikan bahan bakar minyak dan gas dalam kegiatan industri dan rumah tangga. Metode yang digunakan digunakan pada program PKM ini adalah melakukan pratek langsung tentang proses pembuatan briket dari bonggol jagung yang dicampurkan dengan bahan perekat sehingga layak diguakan dalam kegiatan masak menggunakan kompor sebagai pengganti kayu minyak dan gas. Luaran yang diharapkan pada kegiatan ini memanfaatkan limbah bonggol jagung menjadi salah satu bahan bakar briket arang sebagai pengganti alternatif kayu, minyak atau gas, yang mudah dibuat dan memiliki nilai ekonomi yang hemat dan murah. Serta memberikan pengetahuan dan pelatihan tentang pembuatan briket arang menggunakan bahan dasar bonggol jagung sehingga menghasilkan bahan bakar yang layak digunakan. Luaran yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini agar kelompok ibu PKK ini dapat memanfaatkan limbah bonggol jagung dengan baik dan benar.
PELATIHAN PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH MENJADI BAHAN BERNILAI JUAL DI KEBON JERUK, JAKARTA BARAT Husla, Ridha; Wastu, Apriandi Rizkina Rangga; Yasmaniar, Ghanima; Fadliah, Fadliah; Siringo-ringo, Abib Penta Anugrah; Rahmawati, Sevia
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Indonesia menghasilkan minyak jelantah dalam jumlah besar yaitu sebesar 2,7 juta ton per tahun. Minyak goreng bekas dianggap mengalami kerusakan atau disebut minyak jelantah dan tidak layak untuk dikonsumsi. Penggunaan minyak jelantah sebagai bahan konsumsi dapat, menghasilkan senyawa peroksida yang bersifat karsinogenik dan berbahaya bagi tubuh serta menimbulkan berbagai penyakit. Pengolahan limbah minyak jelantah memerlukan program yang mengubah minyak jelantah menjadi produk bermanfaat seperti sabun cuci tangan, produk pembersih, aromaterapi, aksesoris, dan lilin. Minyak jelantah ini dapat diolah menjadi cairan atau sabun. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk melatih masyarakat dalam memproduksi sabun batangan menjadi produk yang dapat dipasarkan dari minyak jelantah. Selain itu juga bisa dijadikan sebagai usaha bagi orang - orang yang tidak produktif. PKM ini akan dilaksanakan di daerah Kebon jeruk, Jakarta Barat. Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada upaya merubah minyak jelantah menjadi produk bernilai tambah melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah.
PELATIHAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI PEMBERSIH LANTAI ECO-FRIENDLY DI KEBON JERUK, JAKARTA BARAT Yasmaniar, Ghanima; Husla, Ridha; Wastu, Apriandi Rizkina Rangga; Fadliah
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pemanfaatan minyak jelantah untuk pembersih lantai eco-friendly, dengan mitra utama berupa komunitas warga di Kebon Jeruk, Jakarta Barat yang merupakan daerah padat penduduk, serta memiliki banyak pelaku usaha kecil, seperti industri rumah tangga kuliner dan pedagang makanan kecil. Kondisi ini mengakibatkan produksi minyak jelantah yang cukup tinggi. Selama ini, sebagian besar minyak jelantah tersebut dibuang langsung ke saluran pembuangan atau sungai, yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, terutama jika tidak ada penanganan yang berkelanjutan. Pengelolaan limbah minyak jelantah ini merupakan masalah penting yang dapat berdampak pada kesehatan lingkungan serta biaya operasional para pelaku usaha kecil yang bergantung pada kebersihan tempat usaha. Program pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan keterampilan dalam mengolah minyak jelantah menjadi pembersih lantai ramah lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai bahaya limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, sekaligus melatih peserta untuk mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membantu masyarakat memulai usaha mandiri yang berbasis pada prinsip daur ulang dan ramah lingkungan.