Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Evaluasi Jumlah Kebutuhan Alat Gali Muat dan Alat Angkut Untuk Mencapai Target Produksi Overburden di PT Nuansacipta Coal Investment Palaran, Kalimantan Timur Alvando Alone, Marcel Samuel; Korra Herdyanti, Mixsindo; Marwanza, Irfan; Putra, Danu; Subandrio
Indonesian Mining and Energy Journal Vol. 6 No. 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/imej.v6i2.19267

Abstract

Ketercapaian produksi merupakan salah satu indikator keberhasilan kegiatan operasional penambangan. Pemenuhan indikator ini umumnya disebabkan faktor-faktor operasional peralatan tambang, khususnya pada alat gali dan alat muat. Salah satu faktor ini adalah kesediaan alat tambang, yang didalamnya terdiri dari ketersediaan fisik (PA), ketersediaan mekanis (MA), dan efektif pemakaian (EU). Rendahnya nilai parameter umumnya berdampak pada ketidaktercapaian target produksi. Pada penelitian ini menggunakan metode evaluasi kuantitatif, dimana dilakukan evaluasi pada jumlah kebutuhan alat yang digunakan untuk mencapai target produksi overburden, data yang dibutuhkan pada penelitian, waktu siklus dari alat muat dan angkut. Dilakukan simulasi pada waktu standby alat untuk mengoptimalisasikan hasil produksi dari alat yang digunakan. Perhitungan terhadap produktivitas dan produksi tercapai dilakukan pada skenario sebelum dan setelah peningkatan kinerja. Sebagai indikator keberhasilan, faktor keserasian (MF) juga dihitung pada kedua skenario. Pada akhir studi, dilakukan perhitungan kebutuhan peralatan untuk melihat pengaruh peningkatan kinerja pada kebutuhan peralatan tambang. Setelah dilakukan pengolahan data yang didapat dapat kesimpulan bahwa optimalisasi waktu standby alat tidak cukup untuk mencapai target produksi overburden, dan dibutuhkan satu unit tambahan pada alat angkut.
PENGARUH CUSTOMER SATISFACTIONT DAN CORPORATE REPUTATIONT TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN (Studi Pada Pelanggan PT. JNE Kota Bengkulu) Meilaty Finthariasari; Fernandez, Zicco; Subandrio; Dedi Wahyudi
Jurnal Ilmiah Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Islam (JAM-EKIS) Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi Islam (JAM-EKIS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of customer satisfaction and corporate reputation on customer loyalty (study on customers of PT. JNE Bengkulu City). The population used in this study is all customers who use the services of PT. JNE Bengkulu City with a total sample of 120 respondents. Data collected through online questionnaires were then processed using the SPSS test tool version 26. The results of this study indicate that partially and simultaneously the Customer Satisfaction and Corporate Reputation variables have a significant positive effect on Customer Loyalty.  
Implementasi Metode Nurul Bayan Pada Pembelajaran Tahsin Al-Qur’an Utami, Nurul; Budianto; Subandrio
Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Amin Vol. 3 No. 2 (2024): October
Publisher : STAI AL-AMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this study were 1) to find out the application of the nurul bayan method to learning Al-Qur'an tahsin in one of the Islamic elementary schools in Bekasi. 2) To determine the supporting and inhibiting factors of the nurul bayan method. The research method used is a qualitative research approach with descriptive qualitative methods. Data collection uses interviews, observation and documentation using data collection analysis, data reduction, data display and conclusion drawing/verification. The results of the study revealed that: 1) The application of the nurul bayan method to learning Al-Qur'an tahsin in one of the Islamic elementary schools in Bekasi begins with preparing material, before starting learning students pray first then students listen to Al- Qur'an recitation followed by the tajwid law contained in it, after that it is repeated several times, then students are grouped and appointed one by one to read the verses that have been read by the teacher, then continue with writing. 2) The supporting factors and inhibiting factors for the nurul bayan method are the supporting factors, namely the book used is very concise and easy to teach to students while the inhibiting factors are age, language and class management factors.
Pengaruh pH dan Ukuran Partikel Dalam Proses Flotasi Bijih Nikel Limonit Lie, Nobel Alief; Subandrio; Palit, Christin; Dahani, Wiwik; Kurniawati, Riskaviana; Fadliah
Indonesian Mining and Energy Journal Vol. 6 No. 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/imej.v6i2.19244

Abstract

Peningkatan konsumsi nikel mencapai 17,2 % pada tahun 2021. Hal ini mempengaruhi jumlah sumberdaya dan cadangan nikel terutama bijih laterit. Peningkatan produksi nikel laterit diakibatkan karena berkurangnya pasokan nikel sulfida berkadar tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukannya proses yang lebih ekonomis untuk memperoleh nikel dari sumberdaya, salah satunya dengan metode flotasi. Pada penelitian kali ini berfokus pada permasalahan pengaruh pH dan ukuran partikel dalam pengolahan bijih nikel limonit dengan metode flotasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data-data terkait optimalisasi variabel flotasi yaitu pH dan ukuran partikel yang berkaitan dengan hasil recovery dari hasil flotasi. Adapun variabel flotasi yang dianalisis yaitu ukuran partikel -100+120 mesh, -120+170 mesh, -170+200 mesh, -200 mesh dan pH larutan 9, 10, 11. Variabel tetap pada proses flotasi ini adalah waktu aerasi 10 menit, persen padatan 25%, dosis kolektor asam oleat 1000 g/ton, dosis depresan sodium silikat 1500 gr/ton dan frother pine oil 85 gr/ton. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pH dan ukuran partikel berpengaruh dalam kestabilan proses flotasi. Kemudian didapatkan hasil flotasi terbaik yaitu pada kondisi pH 10 dan ukuran -170+200 mesh dengan nilai recovery sebesar 85,30%.
Etnografi Pengenalan Kuliner Khas Aceh Bagi Mahasiswa di Kota Kendari: Pengabdian La Ode Aris; Laxmi; Siti Hermina; Subandrio; Adhe Ismail Ananda
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.1752

Abstract

This community service activity aims to determine the forms of activities and initiatives undertaken by the association to preserve Acehnese values, traditions, and culinary delights among migrants in Kendari City, and to understand the mechanisms and activities carried out by the association to strengthen bonds of solidarity, social cohesion, and build networks among fellow migrants from Aceh in Kendari. The background to this activity stems from the fact that the presence of regional associations in migration destination cities such as Kendari plays a vital role in the lives of migrants. The functions of associations are very diverse, ranging from strengthening bonds of brotherhood, helping newcomers adapt to their new environment, to preserving and promoting cultural values of their region of origin. This activity involved observation, interviews, training, and technical assistance within the Aceh association. The results of the activity showed that the culinary delights of the association can attract the attention of the local community in Kendari. The diverse culinary delights served at the association can attract customers who want to experience the unique culture. For example, as the name suggests, teh tarik can attract the attention and interest of customers. Associations are often a symbol of community strength. Culinary arts can foster a sense of belonging to a particular region or community.
PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN GARAM NATRIUM KLORIDA SEBAGAI MEDIA PEMISAH TAILING TIMAH DENGAN METODE SHAKING TABLE Madani Saputra, Naufal; Subandrio; Palit, christin; Dahani, Wiwik; Suliestyah; Fadliah
Indonesian Mining and Energy Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/imej.v8i1.22278

Abstract

Tailing merupakan limbah hasil pengolahan bijih yang masih dapat berpotensi menghasilkan manfaat jika diolah sebaik mungkin. Tailing timah berupa pasir biasanya mengandung mineral-mineral pengikut salah satunya yaitu zirkon. Zirkon merupakan salah satu senyawa kimia yang bersifat stabil. Zirkon sering ditemukan mengandung unsur radioaktif yang terdapat dalam struktur kristalnya. Terdapatnya kandungan zirkon dalam tailing timah menandakan masih adanya manfaat dari tailing timah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode shaking table untuk memisahkan tailing timah dengan media pemisah larutan NaCl guna meningkatkan kadar zirkon dalam sampel tailing timah. Sampel yang digunakan dalam penelitian menggunakan tailing timah yang diperoleh dari PT Timah Tbk site Toboali, Bangka Selatan. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimental, untuk melihat pengaruh konsentrasi NaCl terhadap pemisahan bijih timah dengan metode shaking table. Konsentrasi NaCl yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, 2,5; 3,76; dan 7,5 M, dengan kemiringan 0,9° yang dimana masing-masing variabel menggunakan sampel berukuran +100 mesh sebanyak 4000 gram. Sampel awal sebelum penelitian dilakukan uji kandungan mineral (XRD) dan uji kadar zirkon (XRF), lalu pada konsentrat hasil pengolahan dilakukan uji kadar zirkon (XRF), sehingga dapat mengetahui dan memperhitungkan perolehan dari setiap pengujian yang dilakukan.
KAJIAN KANDUNGAN BESI DAN SILIKA PADA MOLTEN ALUMINIUM DALAM PROSES HALL HEROULT DENGAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL DI PT X  Septiano, Michael; Subandrio; Kurniawati, Riskaviana; Dahani, Wiwik; Palit, Christin; Suliestyah
Indonesian Mining and Energy Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/imej.v8i1.22303

Abstract

Aluminium berasal dari deposit bauksit yangmengandung bijih aluminium dengan beraneka macam komposisi didalamnya. Bauksit memiliki kandungan alumina yang tinggi, yaitu sekitar 30% hingga 60% . Proses Hall Heroult adalah proses elektrokimia di mana alumina dilarutkan dalam elektrolit dan direduksi menjadi aluminium pada suhu sekitar 960 °C untuk menghasilkan aluminium. Pada proses pengolahannya alumina masih memiliki kandungan pengotor diantaranya Fe dan Si, bahkan hingga menjadi produk akhir. Penelitian ini ingin mengkaji apakah selama proses hall heroult berlangsung kandungan besi dan silika pada proses masih dalam batas pengendalian atau tidak dengan metode statistical process control dan diakhiri dengan kombinasi optimal akan kandungan besi dan silika. Hasil kajian dengan metode statistical process control dengan alat bantu control chart didapati pada X Bar Chart dan R Chart Fe Content dan Si Content pada periode bulan Juni 2023 hingga November 2023. Untuk subkelompok Fe Content masih berada dalam batas pengendalian, baik untuk rata-rata maupun variabilitas proses dikarenakan tidak menyinggung UCL X (0.170), LCL X (0.100) dan UCL R (0.144), LCL R (0). Selanjutnya untuk subkelompok Si Content pada subkelompok pertama melewati batas kendali atas pada UCL X (0.046) dan UCL R (0.022) pada titik subkelompok satu sebesar 0.049 pada X Bar Chart dan 0.023 pada R Chart, tetapi aman untuk batas kendali bawah karena tidak menyinggung atau melewati LCL X (0.035).
PENGARUH UKURAN PARTIKEL DAN pH TERHADAP KADAR KONSENTRAT PADA GRAFIT MENGGUNAKAN METODE FLOTASI Elsa Sabrina Faradiva Cutrisna; Subandrio; Christin Palit
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kadar karbon grafit melalui metode flotasi dengan mempelajari pengaruh variasi ukuran partikel dan pH terhadap proses flotasi. Sampel grafit  dianalisis menggunakan metode X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengetahui komposisi mineralnya. Hasil analisis XRD menunjukkan bahwa sampel grafit mengandung Carbon Graphite, Quartz (SiO₂), serta pengotor lainnya seperti Birnessite, Lithiumaluminosilicate, dan Kalsit. Pengujian kadar karbon dilakukan menggunakan LECO Carbon Analyzer, yang menunjukkan kadar karbon awal dalam grafit sebesar 1,24%. Variasi ukuran partikel yang digunakan meliputi +80 mesh, -80+120 mesh, dan -120+200 mesh, dengan variasi pH antara 5 hingga 11. Hasil flotasi menunjukkan bahwa pH 7–9 menghasilkan kadar karbon tertinggi dalam konsentrat, dengan pH 9 dan fraksi -80# +120# menghasilkan kadar karbon 1,42%. Penggunaan Na₂SiO₃ sebagai depresan dan CuSO₄ sebagai pH modifier berperan penting dalam meningkatkan selektivitas flotasi, memisahkan mineral gangue, dan meningkatkan kadar karbon dalam konsentrat. Berdasarkan hasil ini, pH optimal dan ukuran partikel halus terbukti menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi flotasi grafit.   This research aims to enhance graphite carbon content through the flotation method by studying the effect of particle size and pH variations on the flotation process. The graphite sample was analyzed using X-Ray Diffraction (XRD) to determine its mineral composition. XRD analysis results showed that the graphite sample contains Carbon Graphite, Quartz (SiO₂), and other impurities such as Birnessite, Lithiumaluminosilicate, and Calcite. Carbon content testing was conducted using a LECO Carbon Analyzer, which indicated an initial carbon content in the graphite of 1.24%. Particle size variations used included +80 mesh, -80+120 mesh, and -120+200 mesh, with pH variations ranging from 5 to 11. The flotation results demonstrated that pH 7–9 yielded the highest carbon content in the concentrate, with pH 9 and the -80# +120# fraction producing a carbon content of 1.42%. The use of Na₂SiO₃ as a depressant and CuSO₄ as a pH modifier played an important role in increasing flotation selectivity, separating gangue minerals, and enhancing the carbon content in the concentrate. Based on these results, optimal pH and fine particle size proved to be key factors in improving graphite flotation efficiency.
ANALISIS PENGARUH JENIS KOLEKTOR, PH, DAN UKURAN PARTIKEL PADA FLOTASI BIJIH EMAS TERHADAP PEROLEHAN RECOVERY Muhammad Fazjry Tri Nugroho; Subandrio; Christin Palit
Jurnal Eksakta Kebumian Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)
Publisher : Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh jenis kolektor, pH, dan ukuran partikel pada proses flotasi bijih emas terhadap perolehan recovery. Eksperimen flotasi dilakukan menggunakan Dithiophosphate dan Xylene sebagai kolektor, dengan variasi tingkat pH (6, 8, dan 10) serta fraksi ukuran partikel (-200#+230# dan -230#+250#). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dithiophosphate secara konsisten menghasilkan tingkat recovery yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Xylene. Kondisi optimal untuk perolehan emas teridentifikasi saat menggunakan kolektor Dithiophosphate, dengan fraksi ukuran partikel -230#+250#, dan pH 8, mencapai recovery maksimum sebesar 66.0%. Sebaliknya, recovery terendah sebesar 19.8% diamati pada penggunaan kolektor Xylene, fraksi ukuran partikel -230#+250#, dan pH 6. Temuan ini menggarisbawahi peran penting jenis kolektor, ukuran partikel, dan pH dalam mengoptimalkan proses flotasi emas.   This study investigated the influence of collector type, pH, and particle size on the flotation process of gold ore to enhance recovery. Flotation experiments were conducted using Dithiophosphate and Xylene as collectors, with varying pH levels (6, 8, and 10) and particle size fractions (-200#+230# and -230#+250#). The results indicated that Dithiophosphate consistently yielded significantly higher recovery rates compared to Xylene. The optimal conditions for gold recovery were identified using Dithiophosphate as the collector, with a particle size fraction of -230#+250# and a pH of 8, achieving a maximum recovery of 66.0%. Conversely, the lowest recovery of 19.8% was observed with Xylene as the collector, a particle size fraction of -230#+250#, and a pH of 6. These findings highlight the critical role of collector type, particle size, and pH in optimizing gold flotation processes.
TRAINING FOR HOUSEHOLD WASTE INTO EFFECTIVE MATERIALS FOR COMMUNITIES RT06/16, TOMANG, JAKARTA BARAT Fadliah, Fadliah; Dahani, Wiwik; Pratiwi, Reno; Subandrio; Aryanto, Reza; Kurniawati, Riskaviana
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 5 No 2 (2023): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jamin.v5i2.17418

Abstract

The production process with the green synthesis method is a method that is being developed in the production process for daily household needs. One of the green synthesis methods that has been developed is using waste products such as waste cooking oil (WCO) as a raw material in the soap production process. In the process of making soap, saponification reactions occur between triglycerides and fats and oils that occur in alkaline solutions. The materials used are a mixture of WCO, distilled water, and sodium hydroxide. The WCO used in this training is purified WCO with the addition of natural zeolite. Acid-activated natural zeolite, to increase its catalytic ability, is used as an adsorbent to adsorb impurities contained in WCO. The training consists of three stages: providing material about the dangers and negative effects that can be caused by using used cooking oil in everyday life for both the environment and health, the WCO cleaning process, and the utilization of purified WCO into an efficient product in the form of laundry soap. The results of the activities carried out can be seen from the discussion activities carried out after the activity took place with the partner community, which show an increase in community knowledge about how to treat waste and the potential for improving the economic situation of the community through knowledge of the soap-making process.