Claim Missing Document
Check
Articles

KRITIK BUDAYA PATRIARKI DALAM QUEEN OF TEARS: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Maria Felicia Irnest; Agustinus Rustanta
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 3 No 1: Juli 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Drama dan film telah menjadi sarana yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat luas. Pada masa ini, drama korea telah menjadi sebuah fenomena global yang mampu menarik perhatian berbagai negara terutama di Indonesia. Salah satu serial yang berhasil menarik perhatian adalah drama berjudul Queen of Tears. Drama ini tidak hanya bertujuan untuk menghibur, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai mengenai kritik budaya patriarki yang ada di Korea Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan makna pesan mengenai kritik budaya patriarki dalam drama Queen of Tears. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotika oleh Roland Barthes. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa drama Queen of Tears memiliki makna denotasi dengan penggambaran konflik pernikahan oleh adanya perbedaan status sosial. Sedangkan pada makna konotasinya drama ini dapat menyampaikan pesan mengenai kritik budaya patriarki yang biasa terjadi di masyarakat. Drama ini juga memiliki mitos mengenai nilai-nilai budaya patriarki yang dipercaya di Korea. Melalui analisis ini, ditemukan bahwa Queen of Tears tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media kritik sosial, refleksi budaya norma dan nilai yang telah mengakar dalam masyarakat Korea terutama dalam budaya patriarki. Drama ini mengajak para penontonnya untuk dapat saling menghargai dan mengerti satu sama lain, terutama bagi mereka yang sudah memasuki kehidupan pernikahan
Analisis Framing Pemberitaan Kasus Kekerasan Seksual di Panti Asuhan Pada Media Detik.com dan Liputan6.com Alanzha Valentine; Agustinus Rustanta
Jurnal Ilmu Komunikasi Widyanita Vol 3 No 1: Juli 2025
Publisher : Universitas Tarakanita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembingkaian media terhadap kasus kekerasan seksual memainkan peran penting dalam membentuk persepsi publik, arah opini masyarakat, serta kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Studi kualitatif ini membandingkan pembingkaian pemberitaan kasus kekerasan seksual di Panti Asuhan Darussalam An’Nur Tangerang oleh dua media daring nasional, yaitu Detik.com dan Liputan6.com. penelitian ini menggunakan pendekatan analisis framing dari Pan dan Kosicki yang mencakup struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam membingkai isu tersebut. Detik.com menonjolkan sudut pandang struktural sistemik dengan sorotan pada lemahnya regulasi, pengawasan institusi, serta tanggung jawab negara terhadap perlindungan anak. Sebaliknya, Liputan6.com menekankan aspek individual pelaku, termasuk motif pribadi dan kronologi kejadin secara mendetail. Perbedaan framing ini menciptakan dua arah diskursus publik terkait tuntutan perubahan kebijakan sistemik versus fokus pada hukuman individual. Temuan ini menegaskan pentingnya jurnalisme yang menyajikan konteks menyeluruh dan mendalam agar mampu mendorong kebijakan perlindungan anak yang lebih efektif dan berkelanjutan dalam jangka panjang.