Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Keluarga dengan Hospital Arrival Time pada Pasien Stroke di RS Lavalette Kota Malang Prasetya, Intan Eka; Jamil, Mokhtar; Mufarokhah, Hanim
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5643

Abstract

Stroke merupakan kegawatdaruratan medis yang memerlukan penanganan cepat sesuai prinsip time is brain, karena keterlambatan dapat menyebabkan kerusakan neurologis permanen hingga kematian. Salah satu indikator penting keberhasilan penanganan stroke fase akut adalah hospital arrival time, yaitu selang waktu sejak onset gejala hingga pasien tiba di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan keluarga dengan hospital arrival time pada pasien stroke di RS Lavalette Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 130 keluarga inti pasien stroke rawat inap di RS Lavalette Kota Malang yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pengetahuan keluarga diukur menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup deteksi gejala awal stroke, waktu kritis penanganan, respon awal, dan pentingnya segera membawa pasien ke rumah sakit. Hospital arrival time diperoleh dari data rekam medis dan dikategorikan menjadi ≤4,5 jam dan >4,5 jam. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji koefisien kontingensi Lambda dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga memiliki pengetahuan baik (83,1%) dan mayoritas pasien stroke tiba di rumah sakit dalam waktu ≤4,5 jam (76,2%). Hasil uji koefisien kontingensi Lambda menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan keluarga dengan hospital arrival time pada pasien stroke (λ = 0,734; p < 0,001), dengan kekuatan hubungan dalam kategori kuat. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran pengetahuan keluarga dalam konteks ketepatan waktu kedatangan pasien stroke ke rumah sakit.
Sleep Quality And Mental Health Among Junior High School Students Putri Kania, Abelia; Ispriantari, Aloysia; Mufarokhah, Hanim
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v8i1.1347

Abstract

Introduction: Poor sleep among young people, particularly adolescents, is becoming increasingly common and has adverse effects on mental health, such as stress, anxiety, and depression. This study was conducted to examine how sleep quality relates to the mental health of junior high school students. Methods: This study used a cross-sectional design with total sampling of seventh-grade students at Junior High School PGRI 01 Wagir, Malang Regency. The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) was used to measure sleep quality, and the Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21) was used to measure mental health. The data obtained were then analysed using Spearman's rank correlation method. Results: A total of 120 respondents participated in this study. This study found that 84 respondents (69.4%) had moderate sleep quality, 31 (25.6%) had good sleep quality, and 5 (4.1%) had poor sleep quality. Regarding mental health status, more than half, 62 respondents (51.7%) were classified normal, 51 respondents (42.5%) were in the moderate category, and only 7 (5.8%) fell into the severe category. Furthermore, there was a significant relationship between sleep quality and mental health in adolescents, with a correlation coefficient of r = 0.647 (p < 0.001). Conclusions: Sleep quality has a significant impact on mental health among junior high school students. Therefore, nurses should design interventions targeting sleep improvement, which should be included in mental health promotion and prevention programs carried out in schools.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS (ULKUS DIABETIKUM) DENGAN PEMBERIAN TERAPI RELAKSASI BENSON UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PRE OPERASI AMPUTASI DI RUANG DIPONEGORO BAWAH RSUD KANJURUHAN KABUPATEN MALANG Safira Khoirina Syaharani; Mufarokhah, Hanim
Indonesian Journal Of Empirical Nursing Sciences Vol 3 No 1 (2026): Vol. 3 No. 1 (2026): IJENS Maret (2026)
Publisher : Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, ITSK RS dr Soepraoen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/ijens.v3i1.76

Abstract

ABSTRAK Ulkus diabetikum merupakan komplikasi berat diabetes melitus yang berisiko menyebabkan infeksi, gangguan perfusi jaringan, hingga amputasi. Kondisi ini sering memunculkan kecemasan pada pasien, terutama ketika menghadapi tindakan pembedahan. Kecemasan pre-operasi dapat memengaruhi kondisi fisiologis, meningkatkan tekanan darah, memperburuk kontrol glukosa, serta menghambat proses penyembuhan luka. Intervensi keperawatan nonfarmakologis seperti relaksasi benson dapat digunakan untuk membantu menurunkan kecemasan tersebut. Metode: Studi ini merupakan studi kasus pada dua pasien dengan diabetes melitus tipe II yang mengalami ulkus pedis dan direncanakan menjalani amputasi. Pengkajian dilakukan secara komprehensif meliputi kondisi fisik, psikologis, status luka, dan tingkat kecemasan. Intervensi relaksasi benson diberikan selama 10–20 menit, 1–2 kali per hari sesuai toleransi pasien. Evaluasi dilakukan melalui observasi respon fisiologis dan penilaian kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Setelah pelaksanaan relaksasi benson selama beberapa sesi, kedua pasien mengalami penurunan tingkat kecemasan. Pasien tampak lebih tenang, mampu mengontrol napas dengan baik, dan menunjukkan peningkatan kenyamanan. Secara fisiologis terjadi penurunan frekuensi napas dan stabilisasi tanda vital. Pasien juga menyampaikan kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi prosedur amputasi. Kesimpulan: Relaksasi benson efektif membantu mengurangi kecemasan melalui mekanisme relaxation response yang memengaruhi sistem saraf otonom. Intervensi ini mudah dilakukan, tidak memerlukan alat khusus, dan dapat diterapkan pada pasien dengan kondisi kronis seperti ulkus diabetikum. Temuan ini mendukung penggunaan relaksasi benson sebagai bagian dari asuhan keperawatan untuk manajemen kecemasan pre-operasi. Kata Kunci: Ulkus diabetikum, kecemasan, amputasi, relaksasi benson
Chronic Disease Management Programs Based On Caring Theory With Blood Pressure Reduction Hastuti, Apriyani Puji; Kurniawan, Ardhiles Wahyu; Mufarokhah, Hanim
Journal Of Nursing Practice Vol. 5 No. 1 (2021): October
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v5i1.153

Abstract

Background: Hypertension cases to overcome the patient's hypertension condition would be well or prosperous condition and the patient could prevent complications and control blood pressure. Activities in Chronic Disease Management Program (Prolanis) include medical or educational consultations, home visits, reminders, club activities.Purpose: This study aimed to analyze the application of the prolanis program based on the caring theory by reducing blood pressure in hypertensive patients.Methods: The design of this research is pre-experimental with cross sectional study approach. The population in this study were all patients with hypertension who took part in management program activities in the public health center (PHC), a number of 40 people, with the sampling technique used was accidental sampling and the total sample was 28 people. The data collection method used a questionnaire. The data analysis of this research is to use the Paired t test.Results: The result of this study is that there is a relationship between the application of a chronis disease management programs based on caring theory with blood pressure reduction with an average systolic blood pressure before the intervention of 142?26.15 and after the intervention of 138?1.21 with p= 0.000 which means that the module intervention can decrease systolic and diastolic blood pressure. While for diastolic blood pressure, the results of the study showed that the mean blood pressure before the intervention was 85?10.36 and after the intervention was 85?7.61 with p= 0.000.Conclusion: It can be concluded that there is a possitive effect between giving prolanis module based on caring theory with systolic and diastolic blood pressure