Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Keluarga dengan Hospital Arrival Time pada Pasien Stroke di RS Lavalette Kota Malang Prasetya, Intan Eka; Jamil, Mokhtar; Mufarokhah, Hanim
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5643

Abstract

Stroke merupakan kegawatdaruratan medis yang memerlukan penanganan cepat sesuai prinsip time is brain, karena keterlambatan dapat menyebabkan kerusakan neurologis permanen hingga kematian. Salah satu indikator penting keberhasilan penanganan stroke fase akut adalah hospital arrival time, yaitu selang waktu sejak onset gejala hingga pasien tiba di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan keluarga dengan hospital arrival time pada pasien stroke di RS Lavalette Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 130 keluarga inti pasien stroke rawat inap di RS Lavalette Kota Malang yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pengetahuan keluarga diukur menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup deteksi gejala awal stroke, waktu kritis penanganan, respon awal, dan pentingnya segera membawa pasien ke rumah sakit. Hospital arrival time diperoleh dari data rekam medis dan dikategorikan menjadi ≤4,5 jam dan >4,5 jam. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji koefisien kontingensi Lambda dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga memiliki pengetahuan baik (83,1%) dan mayoritas pasien stroke tiba di rumah sakit dalam waktu ≤4,5 jam (76,2%). Hasil uji koefisien kontingensi Lambda menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan keluarga dengan hospital arrival time pada pasien stroke (λ = 0,734; p < 0,001), dengan kekuatan hubungan dalam kategori kuat. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran pengetahuan keluarga dalam konteks ketepatan waktu kedatangan pasien stroke ke rumah sakit.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS (ULKUS DIABETIKUM) DENGAN PEMBERIAN TERAPI RELAKSASI BENSON UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PRE OPERASI AMPUTASI DI RUANG DIPONEGORO BAWAH RSUD KANJURUHAN KABUPATEN MALANG Safira Khoirina Syaharani; Mufarokhah, Hanim
Indonesian Journal Of Empirical Nursing Sciences Vol 3 No 1 (2026): Vol. 3 No. 1 (2026): IJENS Maret (2026)
Publisher : Program Studi Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, ITSK RS dr Soepraoen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/ijens.v3i1.76

Abstract

ABSTRAK Ulkus diabetikum merupakan komplikasi berat diabetes melitus yang berisiko menyebabkan infeksi, gangguan perfusi jaringan, hingga amputasi. Kondisi ini sering memunculkan kecemasan pada pasien, terutama ketika menghadapi tindakan pembedahan. Kecemasan pre-operasi dapat memengaruhi kondisi fisiologis, meningkatkan tekanan darah, memperburuk kontrol glukosa, serta menghambat proses penyembuhan luka. Intervensi keperawatan nonfarmakologis seperti relaksasi benson dapat digunakan untuk membantu menurunkan kecemasan tersebut. Metode: Studi ini merupakan studi kasus pada dua pasien dengan diabetes melitus tipe II yang mengalami ulkus pedis dan direncanakan menjalani amputasi. Pengkajian dilakukan secara komprehensif meliputi kondisi fisik, psikologis, status luka, dan tingkat kecemasan. Intervensi relaksasi benson diberikan selama 10–20 menit, 1–2 kali per hari sesuai toleransi pasien. Evaluasi dilakukan melalui observasi respon fisiologis dan penilaian kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Setelah pelaksanaan relaksasi benson selama beberapa sesi, kedua pasien mengalami penurunan tingkat kecemasan. Pasien tampak lebih tenang, mampu mengontrol napas dengan baik, dan menunjukkan peningkatan kenyamanan. Secara fisiologis terjadi penurunan frekuensi napas dan stabilisasi tanda vital. Pasien juga menyampaikan kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi prosedur amputasi. Kesimpulan: Relaksasi benson efektif membantu mengurangi kecemasan melalui mekanisme relaxation response yang memengaruhi sistem saraf otonom. Intervensi ini mudah dilakukan, tidak memerlukan alat khusus, dan dapat diterapkan pada pasien dengan kondisi kronis seperti ulkus diabetikum. Temuan ini mendukung penggunaan relaksasi benson sebagai bagian dari asuhan keperawatan untuk manajemen kecemasan pre-operasi. Kata Kunci: Ulkus diabetikum, kecemasan, amputasi, relaksasi benson
Chronic Disease Management Programs Based On Caring Theory With Blood Pressure Reduction Hastuti, Apriyani Puji; Kurniawan, Ardhiles Wahyu; Mufarokhah, Hanim
Journal Of Nursing Practice Vol. 5 No. 1 (2021): October
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v5i1.153

Abstract

Background: Hypertension cases to overcome the patient's hypertension condition would be well or prosperous condition and the patient could prevent complications and control blood pressure. Activities in Chronic Disease Management Program (Prolanis) include medical or educational consultations, home visits, reminders, club activities.Purpose: This study aimed to analyze the application of the prolanis program based on the caring theory by reducing blood pressure in hypertensive patients.Methods: The design of this research is pre-experimental with cross sectional study approach. The population in this study were all patients with hypertension who took part in management program activities in the public health center (PHC), a number of 40 people, with the sampling technique used was accidental sampling and the total sample was 28 people. The data collection method used a questionnaire. The data analysis of this research is to use the Paired t test.Results: The result of this study is that there is a relationship between the application of a chronis disease management programs based on caring theory with blood pressure reduction with an average systolic blood pressure before the intervention of 142?26.15 and after the intervention of 138?1.21 with p= 0.000 which means that the module intervention can decrease systolic and diastolic blood pressure. While for diastolic blood pressure, the results of the study showed that the mean blood pressure before the intervention was 85?10.36 and after the intervention was 85?7.61 with p= 0.000.Conclusion: It can be concluded that there is a possitive effect between giving prolanis module based on caring theory with systolic and diastolic blood pressure
Hubungan Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi Dan Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Di Puskesmas Mulyorejo Kota Malang Denanda Nur Rahma; Hanim Mufarokhah; Ardhiles Wahyu Kurniawan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.548

Abstract

Latar Belakang Hipertensi merupakan penyakit kronis yang berpotensi menurunkan kualitas hidup penderitanya. Kepatuhan minum obat dan aktivitas fisik merupakan faktor penting dalam pengendalian tekanan darah serta mencegah komplikasi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan kepatuhan minum obat antihipertensi dan tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup pasien hipertensi di Puskesmas Mulyorejo Kota Malang. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian korelasional dan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner  kepatuhan minum (Morisky Medication Adherence Scale/ MMAS-8), tingkat aktivitas fisik (International Physical Activity Questionnaire/ IPAQ) serta kualitas hidup (World Health Organization Quality of Life/ WHOQOL-BREF). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Spearman`s rho untuk mengetahui hubungan antara variabel yang diteliti. Hasil Didapatkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup (p= 0,197) serta adanya hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan kualitas hidup (p = 0,018 r = 0,260).Simpulan Temuan ini menekankan pentingknya kepatuhan minum obat dan aktivitas fisik teratur bagi penderita hipertensi untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Mulyorejo Ananda Putri Agatha; Hanim Mufarokhah; Amin Zakaria
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.555

Abstract

Latar Belakang Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang serta kepatuhan minum obat untuk mencegah terjadinya komplikasi. Namun, tingkat kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi masih tergolong rendah. Salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan kepatuhan minum obat adalah dukungan keluarga.Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Puskesmas Mulyorejo Kota Malang. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga (Family Support Scale/FSS) dan kuesioner kepatuhan minum obat Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Data dianalisis menggunakan uji Spearman`s rho untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi (p < 0,05). Simpulan Dukungan keluarga memiliki peran penting dalam meningkatkan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi, sehingga keterlibatan keluarga perlu ditingkatkan dalam pengelolaan hipertensi.
Asuhan Keperawatan Gerontik Berbasis Keluarga Pada Lansia Dengan Osteoartritis Dengan Penerapan Intervensi Nonfarmakologis Senam Lansia, Kompres Hangat, Dan Edukasi Kesehatan Di Griya Lansia Hanim Mufarokhah; Maulana Arif Murtadho; Novia Ananda Purwandani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.566

Abstract

Osteoartritis merupakan penyakit degeneratif sendi yang sering dialami lansia dan berdampak pada nyeri serta penurunan kemampuan mobilitas, sehingga memengaruhi kemandirian dan kualitas hidup. Pendekatan nonfarmakologis berbasis keluarga diperlukan sebagai upaya pengelolaan osteoartritis yang aman dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan gerontik berbasis keluarga pada lansia dengan osteoartritis melalui intervensi nonfarmakologis di Griya Lansia. Metode penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan subjek dua orang lansia berusia ≥60 tahun yang mengalami osteoartritis. Asuhan keperawatan dilaksanakan melalui tahapan proses keperawatan berdasarkan SDKI, SIKI, dan SLKI, dengan intervensi berupa senam lansia, kompres hangat, dan edukasi kesehatan kepada lansia serta keluarga. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan tingkat nyeri dari kategori sedang menjadi ringan pada seluruh responden, peningkatan kemampuan mobilitas, serta peningkatan tingkat pengetahuan lansia dan keluarga setelah edukasi kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan gerontik berbasis keluarga dengan intervensi nonfarmakologis efektif dalam menurunkan nyeri dan meningkatkan mobilitas lansia dengan osteoartritis. Pendekatan ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif intervensi keperawatan untuk mendukung kemandirian dan kualitas hidup lansia.
Hubungan Kualitas Pelayanan Keperawatan dengan Kepuasan Pasien di Iccu RSUD Kota Kotamobangu Fierly; Hanim Mufarokhah
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 07 Juli (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas pelayanan keperawatan merupakan faktor penting yang memengaruhi kepuasan pasien, terutama di ruang Intensive Cardiac Care Unit (ICCU) yang membutuhkan pelayanan intensif dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien di ruang ICCU RSUD Kota Kotamobagu. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 62 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kualitas pelayanan keperawatan dan kepuasan pasien, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden menilai kualitas pelayanan keperawatan baik dan merasa puas terhadap pelayanan yang diterima. Analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien (p=0,016). Semakin baik kualitas pelayanan keperawatan, semakin tinggi tingkat kepuasan pasien.
Hubungan Pola Makan dan Aktivitas Fisik dengan Status Gizi Lansia di Puskesmas Polowijen Kota Malang Edi Widodo; Ardhiles Wahyu Kurniawan; Hanim Mufarokhah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59615

Abstract

Tingginya prevalensi masalah gizi pada lansia, yang berisiko mengarah pada malnutrisi atau obesitas, dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan status gizi lansia di Puskesmas Polowijen, Kota Malang. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian korelasional dan desain cross-sectional. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner pola makan (Food Frequency Questionnaire/FFQ), aktivitas fisik (International Physical Activity Questionnaire/IPAQ), serta status gizi lansia (Mini Nutritional Assessment/MNA). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Spearman’s rho untuk mengetahui hubungan antara variabel yang diteliti. Hasil didapatkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dengan status gizi (p = 0,000, r = 0,482), serta antara aktivitas fisik dengan status gizi (p = 0,000, r = 0,440). Simpulan temuan ini menekankan pentingnya peningkatan pola makan yang sehat dan aktivitas fisik teratur bagi lansia untuk memperbaiki dan mempertahankan status gizi mereka. Program intervensi yang melibatkan kedua aspek ini perlu dikembangkan di tingkat puskesmas. Kata Kunci: Pola makan, Aktivitas fisik, Status gizi, Lansia, Puskesmas Polowijen.
The relationship between family support and medication adherence among elderly hypertensive patients at the outpatient clinic of Puskesmas Poigar Sintia Natasya Kessek; Hanim Mufarokhah; Apriyani Puji Hastuti
Indonesian Journal of Health Science Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v6i1.1971

Abstract

Hypertension is a common chronic condition among the elderly and requires long-term medication adherence to prevent complications. This study aimed to determine the relationship between family support and medication adherence among elderly patients with hypertension at the Outpatient Clinic of Puskesmas Poigar. A quantitative method with a correlational analytic design and a cross-sectional approach was used. The sample consisted of 60 respondents selected through accidental sampling. Data were collected using a modified family support questionnaire and the MMAS-8 medication adherence scale, then analyzed using univariate and bivariate tests with the Chi-square test at a significance level of α = 0.05. The findings showed that most respondents had high family support (41.7%) and high medication adherence (45.0%). The Chi-square test revealed a significant relationship between family support and medication adherence (p = 0.007), indicating that elderly individuals receiving strong family support were more likely to adhere to antihypertensive therapy. These results highlight the essential role of family involvement in improving treatment adherence among elderly hypertensive patients and the need to integrate family-based interventions into community nursing services.
Sleep Quality And Mental Health Among Junior High School Students Abelia Putri Kania; Aloysia Ispriantari; Hanim Mufarokhah
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v8i1.1347

Abstract

Introduction: Poor sleep among young people, particularly adolescents, is becoming increasingly common and has adverse effects on mental health, such as stress, anxiety, and depression. This study was conducted to examine how sleep quality relates to the mental health of junior high school students. Methods: This study used a cross-sectional design with total sampling of seventh-grade students at Junior High School PGRI 01 Wagir, Malang Regency. The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) was used to measure sleep quality, and the Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21) was used to measure mental health. The data obtained were then analysed using Spearman's rank correlation method. Results: A total of 120 respondents participated in this study. This study found that 84 respondents (69.4%) had moderate sleep quality, 31 (25.6%) had good sleep quality, and 5 (4.1%) had poor sleep quality. Regarding mental health status, more than half, 62 respondents (51.7%) were classified normal, 51 respondents (42.5%) were in the moderate category, and only 7 (5.8%) fell into the severe category. Furthermore, there was a significant relationship between sleep quality and mental health in adolescents, with a correlation coefficient of r = 0.647 (p < 0.001). Conclusions: Sleep quality has a significant impact on mental health among junior high school students. Therefore, nurses should design interventions targeting sleep improvement, which should be included in mental health promotion and prevention programs carried out in schools.