Articles
Efforts to Prevent Recurrence of Stroke in Stroke Patients
Junaidi, Junaidi Junaidi;
Widiyawati, Wiwik;
Suminar, Ervi;
Widiharti, Widiharti
INNOVATION RESEARCH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/innovation.v5i2.8370
Stroke is a major health problem for modern society today. A person who has had a stroke has a greater tendency to have a recurrence of stroke. This study aims to analyze efforts to prevent the occurrence of recurrent stroke in stroke patients at the Neurological Poly of Muhammdiyah Gresik Hospital. This type of research is correlational analysis, which is looking for a relationship between two variables, with a cross sectional approach between independent and dependent variables. The population in this study is all stroke patients at the Neurological Poly. The sample was taken by purposive sampling technique obtained by 48 respondents. The test results showed that the significance of the overall count results was less than 0.05 which meant that there was a significant relationship between prevention efforts, namely blood pressure control, bloodsugar control, obesity, medication adherence, family support and stress to the occurrence of recurrent strokes. Based on the results of the study, it is hoped that health workers can make efforts to prevent recurrent stroke as an important step in handling stroke patients and provide education about it to patients and their families. The hospital should make standard operational procedures or other forms of policies regarding efforts to prevent recurrent strokes. Keywords : Efforts to Prevent Recurrent Stroke, Recurrent Stroke Incidence
The Relationship Between Family Social Support and Dietary Compliance in Hypertensive Patients
Arif, Abd Manan;
Widiyawati, Wiwik;
Widiharti, Widiharti;
Sari, Diah Jerita Eka
INNOVATION RESEARCH JOURNAL Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/innovation.v5i2.8372
Background : Hypertension is a condition of systolic blood pressure ≥140 mmHg and diastolic blood pressure ≥90 mmHg. Hypertension can be prevented and avoided with a healthy diet. Dietary arrangements in hypertensive patients really need family support so that patients are able to undergo the treatment process properly according to the doctor's recommendations. The purpose of this study is to analyze the relationship between family support and compliance with diabetes in hypertensive patients at the heart specialist polyclinic of Muhammadiyah Gresik Hospital. Method : The design of this study is a correlation with a population of 93 hypertension patients and the sample set is all 93 patients. The sampling technique uses total sampling. The study used questionnaires for diit compliance. This study uses the Chi Square Test. Results: Most of the hypertension patients who were treated at the cardiac specialist polyclinic of Muhammadiyah Gresik Hospital had good family social support as many as 71 patients (76.3%), sufficient family social support as many as 18 patients (19.3%) and insufficient family social support as many as 4 patients (4.4%), The results of the Chi Square test analysis of the research obtained a value of p=0.00 < 0.05, meaning that there was a relationship between social support and diit compliance in hypertension patients. Conclusion: There is a relationship between family social support and compliance with diabetes in hypertensive patients at the heart specialist polyclinic of Muhammadiyah Gresik Hospital. Keywords : Family Social Support, Diit Compliance, Hypertension,
INSIASI PROGRAM HEALTHPREUNER BERBASIS METODE ECARE PADA PONKEDES DESA WAHAS
Widiharti, Widiharti;
Mulyani, Endah;
Pratama, Firman Hadi Sukma;
Taba, Masrizal Khilda;
Lita, Diana Aura;
Nabilasari, Khoirunisrina
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 6 No 4 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/dedikasimu.v6i4.8477
Ponkesdes merupakan salah satu upaya dalam memberikan pelayanan kesehatan sebaik – baiknya kepada masyarakat desa. Tenaga kesehatan yang ada di ponkesdes adalah perawat dan bidan. Bidan dan perawat mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksankan dua kegiatan yaitu program upaya kesehatan perorangan (UKP) dan program upaya kegiatan masyarakat (UKM). Desa Wahas terdapat di Kecamatan Balongpanggang Kabupaten Gresik. Ponkesdes di desa Wahas merupakan pelayanan kesehatan pertama yang dapat dimanfaatkan oleh warga desa sebelum ke puskesmas dan ke rumah sakit. Berdasarkan hasil wawancara dengan pengelola ponkesdes didapatkan bahwa terdapat kendala yaitu belum lengkap fasilitas prasarana dan sarana karena terbatasnya dana operasional yang hanya bersumber dari puskesmas dan belum terjangkaunya pasien dengan kondisi khusus seperti lansia dan pasien terminal. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan persiapan dalam penyelesaian masalah, kemudian dengan pelaksanaan program dengan tahap workshop, tahap sosialisasi, tahap pelaksanaan di ponkesdes dan yang terakhir mengevaluasi program. Tahap persiapan dilakasanakan berbagai persiapan dalam rangka menyelesaikan masalah yang ada dengan menggunakkan ilmu yang dimiliki. Adapun persiapan yang dilakukan meliputi persiapan mitra, persiapam tim pengabdi, persiapan pembuatan website E-care, persiapan sosial persiapan sosialisasi program healthpreuner dan launching website E-Care pada pihak terkait, persiapan pendampingan tata kelola. Pada tahap implementasi ada beberapa tahap pelaksanaan yaitu tahap workshop dengan tema ‘peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pelayanan pada ponkedes di desa wahas”, tahap sosialisasi program healthpreneur berbasis e-care dengan mensosialisasikan website pribadi ponkesdes dengan link web http://ponkesdes.com/ yang berisi tentang profil ponkedes, jenis pelayanan, promosi kesehatan, tahap pelaksanaan diponkesdes secara keseluruhan berjalan dengan baik dan masyarakat sangat antusias menggunakan pelayanan yang disediakan oleh ponkesdes. Tahap evaluasi program dilakukan dengan mengukur tingkat pemahaman petugas ponkesdes dan kader tentang helathpreuner melalui E-care, kedua adanya web/aplikasi terkait E-care melalui website dalam pelayanan kesehatan dan diaplikasikan oleh Masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman petugas ponkesdes dan kader sebagian besar baik.
PELATIHAN HEALTH TECHNOPREUNERSHIP PADA PERAWAT DI WILAYAH KERJA MPKU PDM KABUPATEN GRESIK
Widiharti, Widiharti;
Sari, Diah Jerita Eka;
Suminar, Ervi;
Pratama, Firman Sukma Hadi;
Lita, Diana Aura
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 7 No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i1.9519
Di era globalisasi dan digitalisasi, sektor kesehatan menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama dalam mengadaptasi teknologi ke dalam layanan kesehatan. Kabupaten Gresik, sebagai daerah industri yang berkembang, mengalami kesenjangan antara kebutuhan pelayanan kesehatan yang inovatif dengan keterampilan perawat dalam memanfaatkan teknologi. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi perawat melalui Pelatihan Health Technopreneurship yang diselenggarakan bagi perawat di wilayah kerja MPKU PDM Kabupaten Gresik. Metode Pengabdian melibatkan tiga tahapan utama, yaitu koordinasi dengan mitra, pelaksanaan pelatihan yang mencakup digitalisasi dasar dan health technopreneurship, serta evaluasi pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mengalami peningkatan pemahaman yang signifikan terkait digitalisasi dalam bidang kesehatan, dengan 76,7% peserta mencapai tingkat pemahaman yang baik. Temuan ini menegaskan pentingnya pelatihan berkelanjutan dalam meningkatkan keterampilan perawat agar dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memberikan layanan kesehatan yang lebih inovatif serta efisien.
Relationship Between The Severity of Acne Vulgaris on The Face and Self Confidence in Adolescents
Diyanah, Urwatud;
Widiyawati, Wiwik;
Ernawati, Ernawati;
Widiharti, Widiharti
INNOVATION RESEARCH JOURNAL Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/innovation.v6i1.9333
Acne vulgaris is a chronic skin disease that occurs due to chronic pilosebaceous inflammation which is characterized by the presence of comedones, papules, pustules, nodules and cysts in the predilection areas which are usually the sebaceous glands such as the face, chest and upper back. This disease is not a dangerous disease but has a big impact on teenagers both physically and psychologically, causing anxiety and depression. A face with acne will also affect psychosocial development, including self-confidence. The aim of this research is to determine the relationship between the severity of facial acne and self-confidence in adolescents. The type of research used is quantitative with a cross-sectional approach. The population was 135 students and the sample used was 100 students using purposive sampling technique. Statistical tests use the Chi-square test. The research results showed that the severity of acne (acne vulgaris) on the face of 41 students (41%) was in the mild category. The incidence level of self-confidence among students is in the low category, as many as 66 people (66%). The significance value of the relationship between the severity of acne (acne vulgaris) on the face and self-confidence in adolescents shows that it has a significant r value of 0.001 < α (0.05). There is a significant relationship between the severity of facial acne (acne vulgaris) and self-confidence in adolescents.
The Relationship between the Roles of Parents and Peers with Smoking Behavior among Adolescents in Sembungan Kidul Village
Ahiq, Ahmad;
Widiharti, Widiharti;
Sari, Diah Jerita Eka
INNOVATION RESEARCH JOURNAL Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/innovation.v6i1.9437
Pada pendataan mengkonsumsi rokok dari masyarakat tingkat elit sampai ke titik bawah. Prevalensi perokok berdasarkan tingkat pendidikan, yakni Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), rata-rata sebesar 26,6 persen. Dengan tujuan Menganalisis hubungan pengaruh orang tua dan pengaruh teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja di Desa Sembungan Kidul. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional Populasi penelitian ini sebanyak 50 remaja dan sampel yang digunakan 45 remaja dengan menggunakan teknik non-probability sampling dengan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji chi-square. Peran orang tua remaja hampir seluruhnya orang tua berperan terhadap perilaku merokok remaja dengan jumlah 39 remaja (86,7%). peran teman sebaya hampir seluruhnya teman sebaya berperan terhadap perilaku merokok dengan jumlah 41 remaja (91,1%). perilaku merokok remaja hampir seluruhnya remaja di Desa Sembungan Kidul merokok dengan jumlah 35 remaja (77,8%). Setelah dilakukan penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan Peran orang tua dengan perilaku merokok pada remaja di Desa Sembungan Kidul Dukun Gresik dengan p value 0,003. Terdapat hubungan Peran orang tua dengan perilaku merokok pada remaja di Desa Sembungan Kidul Dukun Gresik. Dan tidak terdapat hubungan dari Peran teman sebaya dengan perilaku merokok pada remaja di Desa Sembungan Kidul Dukun Gresik. Kata Kunci : Peran Orang Tua, Peran Teman Sebaya, Perilaku Merokok.
Pengaruh Edukasi First Aid Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Efikasi Diri Layperson Di Mi.Ma'arif Sidomukti
Nabilasari, Khoirunnisa' Nisrina;
Fitrianur, Widya Lita;
Sari, Diah Jerita Eka;
Widiharti, Widiharti
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30587/ijpn.v6i1.9799
Siswa Sekolah Dasar (SD) merupakan kelompok yang berisiko tinggi terhadap kejadian cedera yang memiliki dampak ringan hingga fatal. Cedera yang terjadi membutuhkan penanganan yang tepat, keterlambatan dalam pemberian pertolongan bisa berakibat fatal dan mengakibatkan komplikasi. Dalam melakukan pertolongan pertama, diperlukan pengetahuan dan efikasi diri yang baik sehingga mengurangi tingkat kesakitan. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh edukasi first aid terhadap tingkat pengetahuan dan efikasi diri layperson. Penelitian ini adalah Pre Eksperimental dengan pendekatan One Grup Pre Test-Post Test. Populasi penelitian ini 185 siswa. sampel penelitian ini yaitu 53 siswa kelas 5 dan 6 dengan teknik purposive sampling. Teknik pengambilan data dengan memberikan edukasi first aid dan kuesioner tingkat pengetahuan serta efikasi diri. Analisa data menggunakan Uji Wilcoxon. Tingkat pengetahuan sebelum diberikan edukasi first aid sebanyak 30 (56,6%) cukup. Tingkat pengetahuan sesudah diberikan edukasi first aid sebanyak 47 (88,7%) baik. Efikasi diri sebelum edukasi first aid sebanyak 27 (50,9%) tinggi. Efikasi diri sesudah edukasi first aid sebanyak 48 (90,6%) tinggi. Hasil uji wilcoxon didapatkan p value 0,000 < 0,05. Ada pengaruh edukasi first aid terhadap tingkat pengetahuan dan efikasi diri layperson di Mi. Ma’arif Sidomukti. Saran bagi sekolah untuk mengadakan pelatihan first aid secara berkala bagi siswa dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus cedera.
The Employment Status and Sense of Powerlessness in Communities Affected by Industrial Activities
Widiyawati, Wiwik;
Laily , Nadhirotul;
Sukaris, Sukaris;
Mulyani, Endah;
Widiharti, Widiharti;
Sari, Diah Ratna
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 13 No. 1 (2025): May
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21776/ub.jik.2025.013.01.11
Helplessness is a phenomenon that can impact individuals across all age groups, including both the young and the elderly. Specifically, adolescents and adults often experience feelings of helplessness due to their perceived limitations in accessing education, employment, and economic opportunities. This study employs a quantitative methodology with a cross-sectional design aimed at preventing the onset of psychological disorders among individuals residing in the industrially affected regions. Data collection was executed through a questionnaire distributed via Google Forms. The study's population comprised 1,580 individuals from the industrial area of Driyorejo District in Gresik Regency. A statistically significant p-value of 0.00 (p < 0.05) was obtained, demonstrating a correlation between feelings of helplessness and employment status. Furthermore, both internal and external factors contribute to the emergence of helplessness among civil servants. Therefore, governmental authorities must devise and implement strategies to mitigate mental health disorders that may arise among residents adversely affected by industrial operations.
PENINGKATAN LANSIA SEHAT DAN BAHAGIA DI PANTI WERDHA HARGO DEDALI
Widiharti, Widiharti;
W, Wiwik;
Yusrohul, Yusrohul;
Kamelia, Kamelia
Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH) Vol. 1 No. 01 (2020): IJCDH Vol 01 No 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (224.27 KB)
|
DOI: 10.30587/ijcdh.v1i01.1986
Sampai saat ini jumlah penghuni panti yang tercatat dalam data pengurus berjumlah 43 orang, Panti Tresna Werdha Hargo Dedali juga menjalankan sistem penyantunan kepada lansia baik yang tinggal di panti atau di luar panti (berupa sandang, kesehatan, dan penyuluhan keagamaan) untuk mencapai kesejahteraan sosial. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan lansia sehat dan bahagia.Metode yang digunakan yaitu memberikan pendidikan kesehatan, melakukan kegiatan yang seperti senam, kuis. Mengukur tingkat depresi lansia yang ada dengan instrument tingkat depresiTingkat depresi lansia sebagian besar normal 62,5 %, aspek kognitif mental lansia sebagian besar mengalami kerusakan fungsi mental ringan sebanyak 37,5%, kerusakan intelektual sedang 27,5%.Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat sudah banyak lansia yang memahami tentang kegiatan untuk mengurangi tingkat depresi lansia dan turut serta pelaksanaan kegiatan derajat kesehatan dan tingkat depresi lansia juga dalam nilai normal, kegiatan yang telah dilakukan secara rutin oleh Panti Werda Hargo Dedali berdampak positif pada lansia.
Penerapan Pola Hidup Sehat Sebagai Upaya Pengendalian Penyakit Penyerta (KOMORBID)
Sari, Diah Jerita Eka;
Widiharti, Widiharti
Indonesian Journal of Community Dedication in Health (IJCDH) Vol. 2 No. 01 (2021): IJCDH Vol 02 No 01
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (266.513 KB)
|
DOI: 10.30587/ijcdh.v2i01.3128
Covid-19 ini bisa menyerang hampir seluruh kalangan usia, namun demikian data yang ada saat ini menunjukkan bahwa kelompok usia lanjut dan orang yang mempunyai riwayat penyakit kronis (ko-morbid) memiliki risiko untuk terkena lebih sering dan dengan komplikasi yang lebih buruk dari penyakit ini. Hipertensi dan diabetes mellitus termasuk penyakit tidak menular yang jumlah penderitanya menunjukkan peningkatan setiap tahun. Kedua penyakit tersebut merupakan penyakit degeneratif yang tidak dapat disembuhkan tetapi dapat terkontrol dengan perawatan rutin. Metode yang digunakan selama pengabdian masyarakat ini antara lain pemberian pendidikan kesehatan melalui pemberian buku saku pola hidup sehat, pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah dan follow up penerapan pola hidup sehat pada lanjut usia. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat antara lain lebih dari setengah lansia memiliki tekanan darah diatas normal, sebagian besar lansia memiliki gula darah normal dan sebagian besar sudah menerapkan pola hidup sehat yang meliputi kebiasaan olah raga, diet seimbang sesuai penyakit, istirahat cukup dan rutin kontrol. Kesimpulan dari hasil kegiatan, penyakit degeneratif potensial komorbid seperti hipertensi dan diabetes melitus tidak bisa disembuhkan tetapi dapat dikontrol. Pemeriksaan kesehatan secara teratur dan penerapan pola hidup sehat secara konsisten dapat mengontrol penyakit degeneratif yang potensial menjadi penyakit penyerta atau komorbid covid-19. Kata kunci— komorbid, hipertensi, diabetes melitus