Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Perjuangan Perempuan Single Parent di Nagari Lubuk Malako: Menyiasati Tantangan dalam Penghidupan Keluarga Oktarina, Solastri; Akbar, Waza Karia; Wijaya, Wibi; Harisnawati, Harisnawati; Rahayu, Sri
Jurnal Community Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jcpds.v10i1.8300

Abstract

In Nagari Lubuk Malako, Sangir Jujuan District, South Solok Regency, pre-prosperous single-parent women face unique challenges due to divorce, widowhood, or separation. These women undertake all household responsibilities, balancing roles as both the head of the household and homemaker to ensure their families' needs are met and their children lead fulfilling lives despite the absence of a father figure. This study aims to investigate the roles of these women in the specified region. Using a qualitatif research methodology, data were collected through in-depth interviews and participan observation.  The findings indicate that these women perform multiple critical roles: 1) breadwinner, 2) housewife, 3) child moral educator, and 4) head of the family. This research highlights the significant contributions and resilience of single-parent women in maintaining their households and supporting their children's well-being.
Strategi Adaptasi Buruh Kelapa Sawit di Kampung 2 Mahakarya Kecamatan Luhak Nan Duo Ermanita, Ermanita; Rahmadani, Sri; Akbar, Waza Karia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah yaitu transmigrasi. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan transmigran, peningkatan dan pemerataan pembangunan serta memperkukuh kesatuan dan persatuan bangsa. Salah satu wilayah yang dijadikan lokasi transmigrasi pada tahun 1953 ialah Kampung 2 Jorong Mahakarya Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Masyarakat yang mengikuti program transmigrasi berhak mendapatkan lahan usaha seluas 2 hektar  dan lahan pekarangan seluas ½ hektar dari pemerintah. Pada tahun 1980-an banyak dari transmigrasi yang menjual lahan yang didapatkan dari pemerintah sehingga menyebabkan anak generasi pertama transmigrasi tidak memiliki lahan. Akibat tidak memiliki lahan maka sebagian anak generasi pertama dari tranmigrasi tahun 1953 bekerja sebagai buruh kelapa sawit. Upah dari bekerja sebagai buruh kelapa sawit dalam setiap bulannya kurang untuk mencukupi berbagai kebutuhan keluarga sehingga para buruh kelapa sawit harus melakukan berbagai strategi adaptasi supaya dapat bertahan hidup
Rasionalitas Petani Bawang Merah Saat Gagal Panen di Jorong Galagah Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Putri, Refti Yolanda; Marleni, Marleni; Akbar, Waza Karia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.1872

Abstract

Mata pencaharian sebagai petani bagi masyarakat yang tinggal di desa-desa dengan mengolah lahan untuk menanam dan memelihara tanaman dengan tujuan memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri atau dijual kepada orang lain. Demikian pula yang terjadi di Jorong Galagah Nagari Alahan Panjang Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok pada umumnya masyarakat bermata pencaharian sebagai petani bawang merah dan memberikan kontribusi yang tinggi terhadap pembangunan ekonomi. Namun tidak setiap proses pertanian yang dilakukan memberikan hasil yang memuaskan, dan seringkali petani mengalami kegagalan pada saat masa panen. Penelitian ini menggunakan tipe kualitatif dalam pengumpulan datanya. Teori yang dikembangkan oleh James S. Coleman. Dari hasil penelitian diketahui bahwa faktor-faktor yang menyebabkan petani juga mengalami gagal panen adalah perubahan cuaca yang ekstrim, pemilihan bibit tanaman yang salah, dosis obat yang salah, kualitas tanah yang buruk, dan harga pasar yang rendah. Rasionalitas petani bawang merah di Jorong Galagah saat panen gagal adalah meminjam dana dari kerabat atau tetangga, bekerja sampingan, dan menggunakan tabungan.
Dampak Industrialisasi Pedesaan dalam Ketahanan Sosial Masyarakat Nagari Kasang Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman Novar, Siska Serly; Elfemi, Nilda; Akbar, Waza Karia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.1902

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya proses industrialisasi dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial. Sehingga hal ini membawa perubahan struktur sosial yang dapat memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat yang dapat menimbulkan terjadinya perubahan pola interaksi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui dampak industrialisasi pedesaan dalam ketahanan sosial masyarakat Nagari Kasang Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif. Informan penelitian pada penelitian ini berjumlah 10 orang. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi non partisipan, wawancara mendalam serta studi dokumen. Dalam penelitian ini unit analisisnya adalah kelompok. Penelitian ini menggunakan analisis data yang dikembangkan oleh Milles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi data. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya industrialisasi pedesaan memberikan dampak pada kehidupan masyarakat, baik dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positifnya meliputi terjadinya perubahan pola pekerjaan, terciptanya pola pekerjaan baru, terjadinya perubahan pola pikir tentang pendidikan, dan mengurangi pengangguran. Sedangkan dampak negatifnya meliputi pencemaran lingkungan, konsumemerisme, dan terjadinya perubahan pola interaksi. Adanya industrialisasi pedesaan dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial terutama pada pola interaksi masyarakat. Hal ini dapat dilihat pada interaksi masyarakat yang sudah mulai memudar yang disebabkan karena kesibukan bekerja di sektor indutstri. Untuk dapat menjaga ketahanan sosial, masyarakat dapat memberikan kontribusi partisipasi berupa uang seperti membeli makanan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat yang bergotong royong. Dapat dikatakan bahwa masyarakat dapat menjaga ketahanan sosial dalam menghadapi perubahan sosial. Masyarakat Nagari Kasang juga mampu menyesuaikan dirinya dalam menghadapii perubahan sosial yang muncul akibat dari proses industrialisasi yang ada di Nagari Kasang.
Perubahan Sosial Ekonomi Dan Strategi Nafkah Rumah Tangga (Studi Kasus Covid-19 Dinagari Silaut Kecematan Silaut Kabupaten Pesisir Selatan) Sumersi, Rosi; Rahmadani, Sri; Akbar, Waza Karia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.1913

Abstract

Pandemi covid 19 ini berdampak dalam tatanam l kehidupan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan perubahan sosial ekonomi masyarakat pada masa pandemi Covid-19 diNagari Silaut Kecamatan Silaut Kabupaten Pesisir Selatan ? dan bagaimana strategi nafkah rumah tangga mayarakat dalam mempertahankan ekonomi rumah tangga pada masa pandemi Covid 19 diNagari Silaut Kecamatan Silaut Kabupaten Pesisir Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Model analisis data yaitu melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengambarkan bahwa: Perubahan sosial ekonomi masyarakat pada masa pandemi Covid-19 di Nagari Silaut Kecamatan Silaut Kabupaten Pesisir Selatan yaitu 1) berkurangnya pendapat masyarakat. 2) Perubahan struktur sosial masyarakat, dikarenakan adanya pembatasan bagi masyarakat untuk melakukan kegiatan diluar rumah. 3) peningkatan penggunaan teknologi di masyarakat sebagai sarana penunjang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Strategi bertahan hidup pada masa pandemi ada beberapa cara yaitu :1). menerapkan pola nafkah ganda dan melibatkan seluruh anggota keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup 2) Menetapkan skala prioritas. 3) mengurangi pengeluaran dalam rumah tangga.
Keterlekatan Kelompok Petani Kolam Ikan Nila Di Kenagarian Sungai Tunu Utara Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan Nuri, Nuri Selfina Sari; Marleni, Marleni; Akbar, Waza Karia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v5i3.2026

Abstract

 Diversifikasi mata pencaharian  adalah strategi penghidupan yang bertumpu lebih dari satu sumber pendapatan. Bertujuan untuk mempertahankan perekenomian masyarakat dengan melakukan aktivitas ekonomi lainnya. Demikian yang terjadi pada masyarakat di Kenagarian Sungai Tunu Utara,  umumnya masyarakat cenderung bergantung pada alam dalam berkegiatan ekonomi. Penelitian ini menggunakan tipe kualitatif dalam pengumpulan datanya. Teori yang dikembangkan oleh Granovetter tentang keterlekatan (embeddedness). Dari hasil penelitian diketahui bahwa kelompok  Bukit Punai Sepakat merupakan kelompok budidaya ikan air tawar berjenis ikan nila (oreochromis niloticus). Kelompok ini, digunakan sebagai wadah mengarahkan petani dalam mengelolah dan mengembangakan budidaya ikan. Adanya kesulitan  petani yang bergantung pada perubahan alam mengakibatkan gagal panen dan fluktuasi harga terhadap hasil kebun/sawah. Sehingga budidaya ikan air tawar menjadi sumber pendapatan lainnya. Keterlekatan kelompok Bukit Punai Sepakat adalah terciptanya jaringan kerja dalam hubungan sosial (social relationship) berdasarkan ikatan kesukuan, hubungan pertemanan dan ikatan satu kenagarian. Tindakan dan perilaku sesama petani kolam dalam kelompok menciptakan nilai ekonomi  yaitu kepercayaan (trust), transfer informasi, dan pemecahan masalah bersama dalam mendisdribusikan hasil budidaya ikan nila oreochromis niloticus.                                 Kata Kunci: Keterlekatan,Kelompok Petani Kolam,Ikan Nila. ABSTRACK The diversification of the livelihood is life’s strategy based on more than one source of income. The goal is to sustain people’s economies by performing other economic activities. Likewise, what happened in Kenagarian Sungai Tunu Utara, Ranah Pesisir District, Pesisir Selatan Regency, the most community tend to depend on their natural resources for economic activities. This study uses a qualitative type in data collection. Theory developed by Granovetter about embeddedness. From the results of the study, the group Bukit Punai Sepakat is a freshwater fish farm (oreochromis niloticus). The group is used as a container to direct the farmers in managing and developing freshwater fish production. There were farm difficulties that depended on changes in nature which led to crop failure and fluctuations in price on agricultural products. So, harvesting freshwater fish is another source of income. The embeddedness Bukit Punai Sepakat group in Kenagarian Sungai Tunu Utara is creating a network of work in social relationship based on tribal ties, friendship and one place to live. The actions and behavior of fellow farmers of the pond in groups, will create economic value is trust, fine-grained information transfer and joint problem solving. In distributing freshwater tilapia (oreochromis niloticus).  
Problematika dalam Pelaksanaan Kurikulum Merdeka pada Pembelajaran IPS Siswa Kelas VII Di SMPN 1 Pasaman Dirmaya, Oktira; Rahayu, Sri; Akbar, Waza Karia
Jurnal Likhitaprajna Vol 26 No 2 (2024): September 2024
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v26i2.316

Abstract

This study aims to describe the problems in implementing the independent curriculum in social studies learning for class VII at SMPN 1 Pasaman. This study uses a descriptive qualitative research method. Data collection is carried out using observation, interview and document study methods. The technique used in determining informants in this study is the Purposive Sampling technique. The results of this study are that there are problems in implementing the independent curriculum, namely 1) Lack of Socialization Regarding the Independent Curriculum Which Resulted in Minimal Teacher Understanding Regarding the Differences in Learning in the Independent Curriculum with K13, 2) Lack of Teacher Creativity in Using Learning Methods and Media in Social Studies Learning, 3) Implementation of Diagnostic Assessments that are not Optimal at SMPN 1 Pasaman, 4) Lack of mastery of Material by Students for Social Studies Subjects so that it is difficult to implement formative and summative assessments, 5) Problems in Implementing the P5 Program (Pancasila Student Profile Strengthening Project).
Peran Dukun Manten Dalam Prosesi Pernikahan Adat Jawa Di Kecamatan Rimbo Ulu Kabupaten Tebo Provinsi Jambi Widyani, Ani Nur; Akbar, Waza Karia; Wijaya, Wibi
Journal of Exploratory Dynamic Problems Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edp.v1i1.10

Abstract

This research was dilatory by the role of Dukun Manten who still plays an active role in the implementation of Javanese traditional marriages in Suka Damai Village, Rimbo Ulu Dis- trict, Tebo Regency, Jamb Province. The role of the dukun manten is very important in the procession of the Javanese traditional wedding ceremony. The dukun manten must also be able to provide views on the planned event based on the experiences that have been carried out so that it is in accordance with what is expected by those who have the intention. As a result, the authors found that the role of the dukun manten in Suka Damai Village, Rimbo Ulu District, Tebo Regency, Jambi Province, which includes: 1. The role of the man- ten shaman in Suka Damai Village 2. Performing Siraman, 3. Installing paes, 4. Performing the Sembaga tradition, 5. Carrying out initi from the Javanese traditional ceremony, namely Temon btide.
BUMNAG Karya Bersama Strategy in Developing Savings and Loan Business Units in Lubuk Bunta Village Silaut Subdistrict South Pesisir Regency Akbar, Waza Karia; Febrianti, Vera; Jaenam, Jaenam; Erita, Erita; Nafian, Zidni Ilman
Jurnal Mamangan Vol 14, No 2 (2025): Special Issue
Publisher : LPPM Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/mamangan.v14i1.10318

Abstract

This study is motivated by the popularity of BUMNag ‘karya bersama’ among the community as a source of business capital, resulting in BUMNag ‘karya bersama’ employing various strategies to attract customers to borrow from them. The purpose of this study is to describe the strategies of BUMNag Karya Bersama in developing savings and loan business units in Nagari Lubuk Bunta, Silaut District, Pesisir Selatan Regency.This research uses Chandler's (1962) theory of corporate strategy, which discusses company scale, scope and limitations, as well as internal structure and design. The approach used in this research is qualitative with a descriptive research type with 15 informants. Data collection techniques were carried out through observation, interviews, and document studies. The unit of analysis in this study is a group. The results of this study show that the BUMNag ‘karya bersama’ strategy in developing savings and loan business units in Nagari Lubuk Bunta, Silaut District, Pesisir Selatan Regency is: 1) Promoting BUMNag in community activities. 2) Giving rewards to customers who pay on time during the loan period. 3) There are no collateral requirements for business capital loans for customers. 4) Lower interest rates. 5) A loan process that is unconditional and fast. 6) Establishing good relationships with customers.
Empowering Schools to Curb Teen Misconduct: The Role of Principals and Teachers Madona, Putri; Akbar, Waza Karia; Wijaya, Wibi
Journal of Educational Management Research Vol. 4 No. 5 (2025)
Publisher : Al-Qalam Institue

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61987/jemr.v4i5.1187

Abstract

Juvenile delinquency refers to actions that violate societal norms, rules, or laws, often stemming from unresolved conflicts and problems carried over from childhood into adolescence. In the school environment, such misconduct remains a recurring challenge for many educational institutions. This study aims to describe the roles of principals and teachers in addressing juvenile delinquency within schools. Employing a descriptive qualitative approach with a case study design, the research seeks to understand the lived experiences of research subjects, including their behaviors, perceptions, motivations, and actions. Informants were selected based on specific criteria, encompassing school administrators (principals, vice principals, and student affairs coordinators), homeroom teachers, guidance and counseling teachers, students involved in delinquent behavior, and their parents. Data were collected through observations, interviews, and document analysis. The findings emphasize that schools should serve not only as centers for academic learning but also as environments that foster moral and social values, equip students with essential life skills, and engage them in constructive activities that promote personal growth and responsible behavior.