Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh teknik relaksasi benson terhadap fungsi kognitif pasien stroke ANTARIKSAWAN, I; Aryawan, Kadek Yudi; Widiarta, Gede Budi; Marthasari, Ni Ketut Putri; Tania, Ni Luh Linda Ayuni
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v12i2.722

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyakit degeneratif terbesar di dunia yang tidak dapat dihindari dengan mudah baik oleh kalangan remaja maupun sudah lanjut usia. Berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan di Indonesia, 12,1 % penduduk sudah terdiagnosis stroke. Di Provinsi Bali terjadi peningkatan yang mengalami stroke pada tahun 2013 dari 7% menjadi 10,7% pada tahun 2018. Fungsi menelan juga harus dinilai, idealnya oleh ahli gangguan bicara dan berbahasa. Fungsi kognitif merupakan proses mental dalam memperoleh pengetahuan atau kemampuan kecerdasan yang meliputi cara berpikir, daya ingat, pengertian, perencanaan, dan pelaksanaan. Kemunduran fungsi kognitif dapat berupa mudah lupa. Mudah lupa ini biasa berlanjut menjadi gangguan kognitifringan sampai ke dimensia sebagai bentuk klinis yang paling berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tehnik relaksasi benson terhadap tingkat fungsi kognitif pada pasien pasien stroke. Desain penelitian kuantitatif dengan sampel penelitian terdiri dari 35 orang dengan stroke. Teknik sampling yang digunakan adalah Non Probality Sampling dengan teknik sampling purposive sampling dan instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner Mini Mental State Examination (MMSE) untuk mengukur tingkat kognitif pada pasien stroke setelah diberikan Benson Therapy sesuai dengan standard operasionalprosedur. Analisa data menggunakan uji Paired sampel t-test dengan taraf signifikansi 5% didapatkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,0001 jadi 0,000 > α (0,05) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian teknik relaksasi benson terhadap fungsi kognitif pasien stroke.
MENINGKATKAN KESEHATAN LANSIA MENUJU LANSIA SEHAT, AKTIF DAN PRODUKTIF : PENGABDIAN MASYARAKAT Ni Luh Linda Ayuni Tania; Ni Ketut Putri Marthasari; Kadek Yudi Aryawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.39

Abstract

Pertambahan usia yang dialami lansia mengakibatkan semua sistem dan fungsi mengalami penurunan. Penurunan fungsi fungsi sistem kardiovaskular memunculkan penyakit hipertensi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan pada mahasiswa dalam pemahaman mata kuliah seperti gerontik, pendidikan dan promosi kesehatan serta kombinasi dengan mata kuliah keperawatan komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan Service Learning (SL). Adapun mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah 3 orang dosen Program Studi Keperawatan , 35 orang mahasiswa program studi S1 Keperawatan dan 45 orang lansia yang ada di Panti Sosial TWJMP. Hasil Lansia yang memiliki tekanan darah rendah (<120/80mmHg) sebanyak 10 orang, tekanan darah normal (120/80mmHg) sebanyak 15 orang dan lansia dengan tekanan darah tinggi (>120/80mmHg) sebanyak 20 orang. Lansia dengan tekanan darah tinggi sudah mendapatkan edukasi tentang bagaimana cara mengatur makanan, gaya hidup sehat, serta rutin minum obat hipertensi. Seluruh lansia mendapatkan edukasi tentang tekanan darah normal, cara mengontrol tekanan darah melalui makanan, pola hidup sehat dan kebiasaan olahraga. Sehingga dapat disimpulkan kegiatan pengabdian masyarakat dapat menambah pengetahuan lansia mengenai hipertensi dan pola hidup sehat. Simpulan Kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu memberikan manfaat pada dua mitra yang terlibat seperti mahasiswa prodi S1 Keperawatan STIKes Buleleng dan Lansia Panti Sosial TWJMP. Kondisi lansia yang ada di Panti Sosial TWJMP termasuk dalam kategori yang masih terkontrol, hanya saja beberapa lansia masih menderita hipertensi karena pola makan yang kurang tepat. Mahasiswa sudah memberikan edukasi terkait dengan pola makan yang tepat bagi penderita lansia.
ANALISIS PEMBERIAN TERAPI MUSIK INSTRUMENTAL UNTUK MENGURANGI NYERI AKUT PADA PASIEN POST OPERASI APENDIKTOMI DI RUANG BELIBIS RSUD WANGAYA DENPASAR Astiyani, Ni Nyoman Sri; Tania, Ni Luh Linda Ayu; Aryawan, Kadek Yudi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45617

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas terapi musik instrumental dalam menurunkan nyeri akut pada pasien pascaoperasi apendiktomi di Ruang Belibis RSUD Wangaya Denpasar. Terapi musik merupakan metode non-farmakologis yang diketahui dapat memberikan efek relaksasi, meningkatkan kenyamanan, serta menurunkan persepsi nyeri melalui mekanisme fisiologis seperti pelepasan endorfin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental. Sampel terdiri dari pasien pascaoperasi yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi diberikan selama 30 menit menggunakan musik instrumental karya Gus Teja melalui earphone, setelah dilakukan pengkajian nyeri awal. Intensitas nyeri diukur sebelum dan sesudah terapi menggunakan skala nyeri. Hasil analisis menunjukkan adanya penurunan signifikan pada tingkat nyeri, dari skor rata-rata 6 menjadi 3. Pasien juga melaporkan peningkatan rasa nyaman dan ketenangan selama sesi terapi, serta menunjukkan ekspresi lebih relaks. Temuan ini mendukung bahwa terapi musik instrumental efektif sebagai intervensi non-obat untuk mengurangi nyeri pascaoperasi. Intervensi ini dinilai aman, praktis, dan mudah diterapkan dalam praktik keperawatan. Oleh karena itu, disarankan agar terapi musik diintegrasikan ke dalam standar manajemen nyeri non-farmakologi di rumah sakit, serta didukung oleh penelitian lanjutan guna memperkuat bukti ilmiahnya.
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN FRAKTUR FEMUR DENGAN INTERVENSI TERAPI RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP MASALAH NYERI AKUT POST OP DI RUANG BLIBIS RAWAT INAP BEDAH Komang Onik Rasmini; Kadek Yudi Aryawan; Luh Linda Ayu Tania
HOSPITAL MAJAPAHIT : JURNAL ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN MOJOKERTO Vol 17 No 2 (2025): HOSPITAL MAJAPAHIT
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55316/hm.v17i2.1128

Abstract

Fracture is one of the causes of disability, one of which is due to trauma due to an accident. Fracture is a break in the continuity of bone tissue which is generally caused by pressure. Another impact that arises from fractures is that they can experience changes in the part of the body that is injured. Feeling anxious due to pain and pain. Pain management by doing deep breathing relaxation techniques is a relaxation technique is a nursing action carried out to reduce pain. Several studies have shown that deep breathing relaxation is very effective in reducing postoperative pain. To determine the effect of Deep Breath Relaxation Therapy on Acute Post-Op Pain Problems in the Blibis Inpatient Surgery Room of Wangaya General Hospital, Denpasar City. The design used in this study is a case study, the subject of this nursing analysis is a patient with post-operative Data collection instruments using interviews. Observation and physical examination, and documentation studies. Data were analyzed through assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Based on the data obtained above, the author obtained the results from the two managed patients that the first managed patient's goal was resolved with a decrease in the pain scale to 2-3 (0-10). In the second managed patient, the goal was resolved with a scale of 3-4 (0-10) by continuing the intervention of assessing the patient's vital signs, providing a comfortable position or adjusting the patient's sleeping position, teaching non- pharmacological techniques with deep breathing relaxation therapy and collaborating with doctors by administering antibiotics. The study found that deep breathing relaxation therapy interventions had an effect on acute postoperative pain problems in the surgical inpatient blibis room of the Wangaya General Hospital, Denpasar City
Analisis Asuhan Keperawatan Pasien Fraktur Femur Dengan Intervensi Terapi Relaksasi Nafas Dalam Terhadap Masalah Nyeri Akut Post OP Komang Onik Rasmini; Kadek Yudi Aryawan; Luh Linda Ayu Tania
Hospital Majapahit (JURNAL ILMIAH KESEHATAN POLITEKNIK KESEHATAN MOJOKERTO) Vol. 17 No. 2 (2025): HOSPITAL MAJAPAHIT
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55316/hm.v17i2.1128

Abstract

Fracture is one of the causes of disability, one of which is due to trauma due to an accident. Fracture is a break in the continuity of bone tissue which is generally caused by pressure. Another impact that arises from fractures is that they can experience changes in the part of the body that is injured. Feeling anxious due to pain and pain. Pain management by doing deep breathing relaxation techniques is a relaxation technique is a nursing action carried out to reduce pain. Several studies have shown that deep breathing relaxation is very effective in reducing postoperative pain. To determine the effect of Deep Breath Relaxation Therapy on Acute Post-Op Pain Problems in the Blibis Inpatient Surgery Room of Wangaya General Hospital, Denpasar City. The design used in this study is a case study, the subject of this nursing analysis is a patient with post-operative Data collection instruments using interviews. Observation and physical examination, and documentation studies. Data were analyzed through assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Based on the data obtained above, the author obtained the results from the two managed patients that the first managed patient's goal was resolved with a decrease in the pain scale to 2-3 (0-10). In the second managed patient, the goal was resolved with a scale of 3-4 (0-10) by continuing the intervention of assessing the patient's vital signs, providing a comfortable position or adjusting the patient's sleeping position, teaching non- pharmacological techniques with deep breathing relaxation therapy and collaborating with doctors by administering antibiotics. The study found that deep breathing relaxation therapy interventions had an effect on acute postoperative pain problems in the surgical inpatient blibis room of the Wangaya General Hospital, Denpasar City