Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Tradisi Tolak Bala ( Ruwatan Sengkolo) di Kelurahan Mergosono Kota Malang Meydyah Palupi, Kartika; Bashofi, Ferdinan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 2 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i2.16

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan pulau hingga flora dan fauna, lebih terdiri dari puluhan ribu suku dan ras ataupun golongan. Jawa menjadi salah satu suku terbesar yang ada di Indonesia dan yang kaya akan budaya dan tradisi. Masyarakat jawa mempunyai tatanan suatu budaya yang membentuk kepercayaan bahwa manusia yang dilahirkan membawa takdirnya sendiri yaitu takdir baik maupun buruk. Tradisi ruwatan dalam Masyarakat Jawa sebagai simbol untuk menolak bala yang ada pada sekitar mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Tradisi Ruwatan Sengkolo, proses dan pandangan masyarakat terhadap Tradisi Ruwatan Sengkolo. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan di Kelurahan Mergosono, Kota Malang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tradisi Ruwatan Sengkolo terjadi karena adanya kesialan dan malapetaka di wilayah Kelurahan Mergosono, namun hal tersebut dapat terhindarkan dengan Tradisi Tolak Bala (Ruwatan Sengkolo). Makna Ruwatan sengkolo adalah menyucikan diri dari kesialan dan malapetaka dan dilakukan secara berkala (Sengkolo)
ANALISIS BENDA SEJARAH TENAN BES DI DESA FAAN MALUKU TENGGARA Maria Vianney Ohoitaur, Trini; Bashofi, Ferdinan; Rahadian, Septa
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 4 No. 1 (2022): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v4i1.322

Abstract

Benda Bersejarah Tenan Bes Benda ini adalah benda perunggu dan berbentuk lingkaran, yang kemudian ditinggalkan oleh kakak beradik bernama Tovi dan Tabai dan ditinggalkan di desa Faan, sebelah tenggara Maluku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji analisis benda-benda bersejarah di Tenan Bes di Desa Faan. Penelitian ini mencakup tiga rumusan masalah dan tujuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokasi penelitian di Desa Faan, Kecamatan Kei Kecil, Wilayah Maluku Tenggara. Seorang informan yang bertindak sebagai lembaga kesenian adat dan juga ketua marga Rumangun, di desa Faan. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) BERBASIS METODE SORT CARD DI SMP SWASTA KALEMBU KUTURA KELAS VIII Orba, Murtiana; Bashofi, Ferdinan; Rahadian, Septa
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 3 No. 2 (2021): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v3i2.329

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus tindakan yang dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi objek penelitian di siswa kelas VIII SMP Swasta Kalembu Kutura dengan jumlah siswa 26 metode tes formatif observasi dan melalui angket. Metode pembelajaran yang dikemas dengan menarik, bervariasi, dan menyenangkan Tidak membelian rasa bosan pada siswa saat proses pembelajaran berlangsung, sehingga pada hasilnya akan dapat meningkatkan hasil belajar yang baik. Salah satunya adalah model pelajam Student Teams-Achievement Division (Stand) Berbasis Metode Sort Card di SMP Swasta Kalembu Kutura sangat efektif digunakan karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian imi adanya peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I jumlah siswa yang tuntas sebanyak 15 orang dan siswa yang belum tantas sebanyak 11 orang dengan rata-rata kelas 70,76 dan presentase klasical 57,69% sedangkan pada siklus II jumlah siswa sebanyak 26 dan jumlah siswa yang belum tuntas sebanyak 4 orang dengan rata-rata kelas 81,15 dan presentase ketuntasan kelasnya 82,46% sehingga terjadi peningkatan pada hasil siklus 1 kesiklus II.
DINAMIKA POLITIK LOKAL; SEBUAH KAJIAN GERAKAN MAHASISWA 98 DAN PERKEMBANGAN POLITIK PASCA ORDE BARU DI KOTA MALANG Bashofi, Ferdinan
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 1 No. 1 (2019): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v1i1.394

Abstract

Dalam Negara yang manganut demokrasi partisipasi masyarakat dalam dunia pelotik tentunnya merupakan sebauah keharusan, banyak partisipasi masyarakat timbul dengan mengambil bentuk dan sifat yang bermacam-macam, di Indonesia partisipasi masyarakat dapat kita lihat pada pemilu, sedangkan pada masa orde baru bisa dikatakan partisipasi semu, barulah geliat masyarakat muncul dengan wajah gerakan mahasiswa dan setelah itu pemilu pada masa transisi demokrasi. Sejarah perkembangan Gerakan Mahasiswa (GM) di Indonesia selalu menarik karena tidak dapat dilepaskan dengan sejarah perkembangan negara Indonesia. Bahkan, keberadaan GM selalu berpengaruh pada situasi politik nasional. Meskipun sudah berkali-kali "diberangus" oleh penguasa di setiap jamannya, GM selalu muncul dengan sikap kritis dan tuntutan untuk memperbaiki keadaan politik nasional. sistem perpolitik Soeharto yang berlandaskan pada kultur jawa membawa pengaruh yang tidak baik bagi perkembangan demokrasi di Indonesia partsipasi masyarakat sangat minim. Sikap otoritarian yang susuai dengan konsep raja jawa membawa pengaruh buruk terlebih lebih saat masalah masalah dalam negeri tidak bisa di atasi dengan baik. Ketika keinginan keinginan untuk menyampaikan suara dibatasi rakyat Indonesia terutama golongan muda yakni para mahasiswa mulai menunjukkan perangai melawan pemerintah yang pada puncaknya mei 1998, yang tersebar di beberapa kota pendidikan di Indonesia salah satunya adalah Kota malang yang dikenal sebagai kota pendidikan. Di kota malang mahasiswa mulai membentuk oraganisasi organisasi seperti : Forstep FKMM, FKSMPT,dan KMM yang nantinya mulai melakukan aksi aksi menentang rezim Soeharto. Dengan runtuhnya rezim Soeharto. Terbukalah angin segar dalam melakukan demokrasi di Indonesia. Pemilu 1999 dilaksakan di Indonesia dan khususnya di Kota malang pemilu dilakukan dengan hasil yang cukup signifikan yakni partai golkar tersisihkan oleh PDI-P, dimana partai ini mengidentifikasikan diri sebagai partai wong cilik.
Dinamika Sosial Ekonomi Pedagang Warung Kelontong Madura di Kota Malang Wafi, Abd.; Bashofi, Ferdinan; Setiawan, Hendri
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 3 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i3.856

Abstract

Hadirnya toko sembako Madura di masyarakat Malang mendapatkan banyak persepsi salah satunya toko Alfaduro. Masyarakat menilai bahwa warung sembako Madura dapat memberi manfaat kepada siapa saja yang membutuhkan kebutuhan pokok. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan persepsi masyarakat Kota Malang terhadap keberadaan warung sembako Madura di lingkungan sekitar dan untuk mengamati beberapa respons para pedagang mengenai kecocokan penjualan yang ada di kota Malang, serta peneliti ingin medapatkan beberapa jawaban dari Toko Kelontong terhadap penjualan modern yang terdapat di kota Malang pada tahun 2024. Kegiatan dalam segi ekonomi yaitu usaha untuk daya dan tarif hidup di Masyarakat, karena dengan semakin meningkatkan usaha di toko kelontong madura, dan semakin meningkatnya suatu dalam pertumbuhan dalam ekonomi dan kebutuhan di Masyarakat. Dalam penelitian ini, peeneliti mengunakan pendekatan sosiologi yang terdiri dari penelitian kualitatif deskriptif dengan metode wawancara yang dilakukan oleh peneliti menggunakan pendekatan secara langsung terhadap masyarakat di Kota Malang dengan objek penelitian yang terdiri dari 5 orang. Dari beberapa objek yang di ambil oleh peneliti dalam penelitian ini menggunakan sumber data yang diperoleh dari hasil wawancara yang dilakukan dengan berbagai pengamatan baik melakukan wawancara seacara langsung atau dengan mengunakan alat bantu yang beupa pencatatan, perekaman maupun camera. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan berbagai temuan yang terdiri dari tanggapan maupun jawaban para pedagang terhadap keberadaan barang dagangan toko kelontong yang berada di kota Malang.
Pelatihan Penyusunan Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Masalah dan Proyek Ratnawati, Nurul; Wahyuningtyas, Neni; Habibi, Muhammad Mujtaba; Bashofi, Ferdinan; Diana Anggita Nareswari
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v10i2.12841

Abstract

This community service activity was motivated by the problem of the low quality of Student Worksheets (LKPD) used by teachers at SMP Negeri 16 Malang City. The LKPD in circulation are generally not in line with the characteristics of innovative learning models such as Problem Based Learning (PBL) and Project Based Learning (PjBL), so they are not optimal in supporting the development of 21st century skills. The purpose of this activity is to improve teachers' understanding of the PBL and PjBL models and the deep learning approach, train teachers in compiling LKPD based on these models with the help of live worksheet technology, and produce contextual and applicable LKPD. The method used is service learning through four stages: survey, preparation, implementation, and evaluation-follow-up. The results show that the training activities carried out using blended learning are able to significantly improve teachers' understanding, facilitate the preparation of LKPD that are in line with PBL and PjBL syntax, and encourage critical reflection through presentations and peer feedback. Evaluation through questionnaires showed a positive response from participants, especially in terms of material relevance and resource person competence.