Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Model Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Viora, Dwi; Alim, Melvi Lesmana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13226

Abstract

Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur/langkah-langkah pembelajaran secara sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pemahaman tentang model pembelajaran diperlukan oleh guru, begitu juga dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi kepustakaan atau dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa model pembelajaran memiliki beberapa karakteristik, yaitu syntax, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, dan dampak/efek dari model pembelajaran. Berikut ini beberapa model pembelajaran yang bisa diterapkan di dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. 1) Keterampilan mendengarkan: a) model retelling stony, bisik berantai, menyimak secara langsung/DLA (Direct Listening Activities), identifikasi kata kunci, memperluas kalimat, dan menyelesaikan cerita. 2) Keterampilan berbicara: a) model listening team, b) model in the news, dan c. model siapa dan apa saya. 3) Keterampilan membaca: a) kegiatan membaca berpikir terarah (Model Directed Reading Thinking Activity) (DRTA), b) Model K-W-L, c) Model PORPE, dan d) model ECOLA (Extending Consept trought Language Activities). 4) Keterampilan menulis: a) model brainstorming, b) model brain writing, c) model roundtable, d) model brown, e) Model sugesti–imajinasi. Setiap model pembelajaran ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masih sehingga guru harus bisa memilih model yang cocok. Sesuai dengan tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran, ketersediaan fasilitas dan sarana, kemampuan pembelajar, kondisi pembelajar, dan alokasi waktu.
Perkembangan Bahasa Anak Usia 3- 4 Tahun dalam Kajian Psikolinguistik Viora, Dwi; Wahyuningsi, Endang
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Pemerolehan bahasa anak usia 3-4 tahun pada tataran frasa; (2) Pemerolehan bahasa anak usia 3-4 tahun pada tataran kalimat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini merupakan tuturan A yang berusia 3,9 tahun sebagai subjek penelitian. Sumber data dalam penelitian ini merupakan keseluruhan tuturan anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas tiga teknik, yaitu simak, catat dan cakap. Hal ini dilakukan baik sepengetahuan maupun tanpa sepengetahuan subjek penelitian. Analisis data tersebut dilakukan melalui tiga tahap yaitu, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Anak usia 3-4 tahun telah menggunakan ujaran mulai dari satu kata, dua kata, tiga kata bahkan ada yang sampai empat kata yang hampir membentuk sebuah kalimat. (2) Pada usia empat tahun, pelafalan kata anak sudah dapat menghasilkan fonem-fonem yang lebih banyak. Kata-kata yang dihasilkan sudah beragam, diantaranya menggantikan fonem. Dalam hal ini pembendaharaan kata yang dikuasai anak sangat berbeda-beda dan bervariasi.