Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Pendekatan Pembelajaran Inklusif di SDN 008 Muara Uwai Marta, Rusdial; Sumianto, Sumianto; Aprinawati, Iis; Ayu, Citra; Viora, Dwi
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): Dedikasi 2025
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v3i1.95

Abstract

Pelatihan kepada guru-guru di Sekolah Dasar Negeri 008 Muara Uwai bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam menerapkan pendekatan pembelajaran inklusif di kelas. Dalam pelatihan ini, guru-guru diajarkan mengenai konsep dasar pendidikan inklusif, teknik untuk mengidentifikasi kebutuhan siswa yang beragam, serta berbagai strategi pembelajaran diferensiasi yang dapat diimplementasikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung bagi semua siswa. Selain itu, teknologi bantu dan metode evaluasi yang inklusif juga diperkenalkan untuk mengakomodasi siswa dengan kebutuhan khusus. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman para guru terhadap prinsip pendidikan inklusif, serta kesiapan mereka untuk menerapkannya dalam praktik pembelajaran sehari-hari. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya dan perubahan mindset guru masih perlu diatasi agar penerapan pendidikan inklusif dapat lebih optimal. Pelatihan ini memberikan kontribusi penting dalam mempersiapkan guru untuk menciptakan kelas yang inklusif, merata, dan adil bagi seluruh siswa, tanpa terkecuali.
Pelatihan Penggunaan Pendekatan STEAM Berbasis Proyek pada Pembelajaran Matematika di SDN 192 Pekanbaru Marta, Rusdial; Surya, Yenni Fitra; Viora, Dwi; Sumianto, Sumianto; Ayu, Citra
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Dedikasi 2024
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v2i2.68

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah : (1) Untuk memberi pengetahuan kepada guru-guru SD yang berkaitan dengan pengetahuan pendekatan pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engeenering, arts and Mathematic); (2) Untuk memberi pengetahuan kepada guru-guru SD yang berkaitan dengan integrasi pada pembelajaran matematika; (3) Untuk memberi keterampilan kepada guru-guru SD yang berkaitan dengan pendekatan pembelajaran STEAM; (4) Untuk memanamkan nilai dan sikap kepada guru-guru SD yang berkaitan dengan pendekatan pembelajaran STEAM. Metode pelatihan pendekatan pembelajaran STEAM kepada guru SDN 192 melalui : (1) Ekspositori; (2) Tanya Jawab; (3) Diskusi; (4) Demonstrasi; (5) Focus Group Discussion (FGD); (6) Metode proyek. Instrumen yang dipergunakan dalam pengabdian kepada masyarakat adalah : (1) Power Point; (2) Bahan Copy materi pendekatan pembelajaran STEAM;. Teknik pegumpulan data dengan jalan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara kualitatif. Kesimpulan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut: (1) Guru guru SD memiliki pengetahuan yang berkenaan dengan pendekatan pembelajaran STEAM (Science, Technology, Engeenering, Arts and Mathematic); (2) Guru-guru SD memiliki nilai dan sikap yang berkenaan dengan pendekatan pembelajaran STEAM; (4) Guru-guru SD memiliki nilai dan sikap yang dapat ditanamkan kepada anak-anak SD yang berkenaan dengan pendekatan pembelajaran STEAM.
Common European Framework of Reference (CEFR): A Systematic Literature Review and Bibliometric Viora, Dwi; Surya, Yenni Fitra
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren penelitian CEFR di luar Eropa melalui Systematic Literature Review (SLR) dan analisis bibliometrik. Metode SLR digunakan untuk memetakan pola publikasi dan kolaborasi internasional terkait CEFR. Data diambil dari Scopus dengan menggunakan kata kunci "Common European Framework of Reference" dan "CEFR," menghasilkan 880 publikasi dengan 93 dokumen yang memenuhi kriteria. Data dianalisis menggunakan VOSviewer dan Microsoft Excel, fokus pada tren publikasi, kolaborasi antarnegara, serta fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren publikasi CEFR mengalami peningkatan sejak 2013, mencapai puncaknya pada 2021, dan menurun secara bertahap hingga 2024. Kolaborasi internasional tampak dominan di Eropa, terutama antara Spanyol, Inggris, dan negara-negara Asia seperti Jepang dan China. Fokus penelitian CEFR meliputi higher education, language testing, dan speaking assessment, menegaskan relevansi CEFR dalam pendidikan tinggi dan pengujian bahasa internasional. Kesimpulannya, CEFR telah menjadi instrumen standar yang diadopsi secara luas, mendukung standar pendidikan bahasa yang konsisten secara global. Implikasi dari studi ini diharapkan dapat memfasilitasi kolaborasi lintas negara serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang penggunaan CEFR di luar konteks Eropa, yang bermanfaat bagi akademisi dan pembuat kebijakan dalam menyesuaikan standar pendidikan bahasa sesuai kebutuhan lokal.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA (IIIB) UNIVERSITAS PAHLAWAN TUANKU TAMBUSAI PADA MATA KULIAH BAHASA INGGRIS AJARAN 2017/2018 Ayu, Citra; Viora, Dwi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v2i5.98

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dimana letak kesulitan belajar dan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar mata kuliah bahasa inggris yang dialami oleh mahasiswa. Penelitian ini juga bertujuan agar kemampuan bahasa inggris lebih baik dan proses perkuliahan lebih bermakna. Subjek penelitian yang diambil yaitu mahasiswa pendidikan matematika semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, metode tes, metode observasi dan metode wawancara. Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data tentang daftar nama mahasiswa yang dijadikan susbjek penelitian. Metode tes digunakan untuk memperoleh data penyelesaian mahasiswa pada mata kuliah bahasa inggris, metode observasi digunakan untuk mengetahui kondisi objektif saat kegiatan belajar mengajar bahasa inggris dan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran. Metode wawancara dilakukan untuk mengetahui secara jelas permasalahan yang dihadapi mahasiswa ketika belajar mata kuliah bahasa inggris. Letak kesulitan mahasiswa dalam belajar bahasa inggris yaitu pada kemampuan antara lain kemampuan speaking dan kemampuan listening. Kesulitan yang paling tinggi dialami oleh siswa adalah pada kemampuan listening yaitu dengan nilai rata-rata 58,33 dengan 84% mahasiswa belum mampu menjawab soal dengan benar. Kesulitan yang kedua dialami oleh mahasiswa yaitu pada kemampuan speaking dengan nilai rata-rata 61,25 dengan persentase 50% mahasiswa belum mampu menjawab soal dengan benar. Adapu faktor-faktor mahasiswa mengalami kesulitan dalam proses perkuliahan bahasa inggris adalah: (1) Kurangnya parktik bahasa inggris oleh mahsiswa; (2) Kurangnya praktik bahasa inggris dalam interaksi proses perkuliahan; (3) Mahasiswa tidak mau bertanya kepada dosen jika megalami kesulitan; (4) Mahasiswa tidak mencatat penjelasan dari dosen; (5) Mahasiswa tidak aktif dalam menjawab pertanyaan dosen atau mahasiswa tidak mengungkapkan pendapatnya kepada dosen.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMPN 1 BANGKINANG Hidayat, Adityawarman; Viora, Dwi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2018): December 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v2i5.102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMP Negeri Bangkinang Kota tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan populasi siswa kelas VIII SMP Negeri Bangkinang Kota dan sampelnya yaitu kelas VIIIf (kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD) dan kelas VIIIg (kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional) di SMPN 1 dan kelas VIIIb (kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD) dan kelas VIIId (kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional) di SMPN 2. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik tes. Data dianalisis dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji perbedaan rata-rata.Untuk data hasil tes diperoleh hasil Dalam hal ini, ditolak dan diterima. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa kelas eksperimen lebih dari rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa kelas control sehingga dapat dikatakan bahwa pengaruh yang diberikan bersifat positif.
Penerapan Model Pembelajaran Talking Stick Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa di SD Viora, Dwi; Pebriana, Putri Hana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8761

Abstract

Guru mempunyai tanggung jawab membina keterampilan berbicara para siswanya. Pembinaan ini tidak dilakukan tersendiri melainkan terpadu dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia. Keterampilan berbicara merupakan hal yang sangat penting dalam perkembangan seorang anak karena dengan berbicara anak dapat mengungkapkan keinginan dan pemikirannya mengenai sesuatu kepada orang lain. Pemilihan model yang tepat dapat mendukung tercapainya suatu tujuan pengajaran. Talking Stick adalah salah satu model pembelajaran yang sangat kental dengan unsur permainan. Adapun tujuan dari model pembelajaran Talking Stick, yaitu: (1) melatih siswa agar berani berbicara atau mengeluarkan pendapatnya, (2) meningkatkan aktivitas siswa selama pembelajaran, (3) membuat suasana pembelajaran lebih menyenangkan dan tidak menegangkan, (4) melatih mental siswa agar lebih berani saat dihadapkan dengan sebuah pertanyaan, dan (5) mendidik siswa agar mampu bergotong-royong dalam memecahkan masalah dengan teman- temannya. (6) menambah kosakata bahasa anak. Model pembelajaran Talking Stick dalam pembelajaran mempunyai tujuan untuk membangun aktivitas siswa sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Oleh karena itu, model Pembelajaran ini sangat cocok diterapkan untuk meningkatkan keterampilan berbicara dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SD.
Model Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar Viora, Dwi; Alim, Melvi Lesmana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13226

Abstract

Model pembelajaran merupakan kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur/langkah-langkah pembelajaran secara sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pemahaman tentang model pembelajaran diperlukan oleh guru, begitu juga dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi kepustakaan atau dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa model pembelajaran memiliki beberapa karakteristik, yaitu syntax, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, dan dampak/efek dari model pembelajaran. Berikut ini beberapa model pembelajaran yang bisa diterapkan di dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. 1) Keterampilan mendengarkan: a) model retelling stony, bisik berantai, menyimak secara langsung/DLA (Direct Listening Activities), identifikasi kata kunci, memperluas kalimat, dan menyelesaikan cerita. 2) Keterampilan berbicara: a) model listening team, b) model in the news, dan c. model siapa dan apa saya. 3) Keterampilan membaca: a) kegiatan membaca berpikir terarah (Model Directed Reading Thinking Activity) (DRTA), b) Model K-W-L, c) Model PORPE, dan d) model ECOLA (Extending Consept trought Language Activities). 4) Keterampilan menulis: a) model brainstorming, b) model brain writing, c) model roundtable, d) model brown, e) Model sugesti–imajinasi. Setiap model pembelajaran ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masih sehingga guru harus bisa memilih model yang cocok. Sesuai dengan tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran, ketersediaan fasilitas dan sarana, kemampuan pembelajar, kondisi pembelajar, dan alokasi waktu.
Perkembangan Bahasa Anak Usia 3- 4 Tahun dalam Kajian Psikolinguistik Viora, Dwi; Wahyuningsi, Endang
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 1 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i1.17460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Pemerolehan bahasa anak usia 3-4 tahun pada tataran frasa; (2) Pemerolehan bahasa anak usia 3-4 tahun pada tataran kalimat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini merupakan tuturan A yang berusia 3,9 tahun sebagai subjek penelitian. Sumber data dalam penelitian ini merupakan keseluruhan tuturan anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas tiga teknik, yaitu simak, catat dan cakap. Hal ini dilakukan baik sepengetahuan maupun tanpa sepengetahuan subjek penelitian. Analisis data tersebut dilakukan melalui tiga tahap yaitu, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Anak usia 3-4 tahun telah menggunakan ujaran mulai dari satu kata, dua kata, tiga kata bahkan ada yang sampai empat kata yang hampir membentuk sebuah kalimat. (2) Pada usia empat tahun, pelafalan kata anak sudah dapat menghasilkan fonem-fonem yang lebih banyak. Kata-kata yang dihasilkan sudah beragam, diantaranya menggantikan fonem. Dalam hal ini pembendaharaan kata yang dikuasai anak sangat berbeda-beda dan bervariasi.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS DESKRIPSI DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR Ramadani, Silvi; Viora, Dwi; Syahrul Rizal, Muhammad; Lesmana Alim, Melvi; Asilestari, Putri
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41399

Abstract

The study is intended to improve writing skills on the fourth grade of primary school (SDN) 007 bangkinang, using contextual teaching and learning (CTL) approaches. This type of research is a collaborative class action study. Research design using the models of kemmis and robin McTaggart that include: planning, action, observation, and reflection. The study is carried out in two cycles. The subject of this study is the fourth graders of 007 bangkinang who numbered 22 students. The instruments used were the test of writing and observation ability. The technical data analysis is the quantitative descriptive analysis technique. The results of the study on the improvement of the decomposition skills using a CTL approach in the fourth grade of 007 should be a 2024/2025 state student before applying the 20/2025 rating of the student's starting point of view before applying the CTL rating of the value of writing an essay of 65.66, on the I cycle increasing to 69.04 and on cycle ii increasing to 75.40. CTL approach application measures to the study are: 1) constructing a student's knowledge with a q and a, 2) conducting an incubation activity by making direct observations of the school environment, 3) developing a student's curiosity by asking, 4) creating a learning community by forming a study group, 5) presenting a model as a learning group, and 6) Conduct an assessment of the student writing results.