Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Social Rejection as Reflected in Happy Feet Film Sidiq, Nuch Mochamad; Priyoto, Priyoto; Mujani, Sahril
JELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC Jakarta Vol 9 No 02 (2024): JELL STIBA IEC
Publisher : STIBA IEC JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37110/jell.v9i02.255

Abstract

This study aims to know the social rejections and its triggers experienced by Mumble in the movie Happy Feet. The writer uses a qualitative method to conduct the data and theory. The result shows Mumble is ostracized and ridiculed by his peers because he cannot sing like the other penguins. The rejection from the community, which values conformity, leads to feelings of isolation and sadness for Mumble. Despite the sadness Mumble experiences, the film ultimately carries a positive message of self-acceptance, resilience, and the celebration of individuality. Mumble's journey is one of overcoming adversity and embracing his unique talents, turning what initially caused sadness into a source of strength and inspiration.
An Analysis of Parenting Style which are Reflected in Movie “Run” by Aneesh Chaganty Rosa, Selvia; Priyoto, Priyoto; Mujani, Sahril
JELL (Journal of English Language and Literature) STIBA-IEC Jakarta Vol 9 No 02 (2024): JELL STIBA IEC
Publisher : STIBA IEC JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37110/jell.v9i02.256

Abstract

The aim of this study is to understand deeper about how psychology affects directly to parenting styles especially in a mother figure, thus eventually affect children's behaviors in their social stand towards themselves and people around them, as well as the kind of manners and actions they take when they are faced with problems. The researcher used qualitative method to collect data based on the research problem. Journals, websites, previous researches and other articles were used as data sources to analyze this film. In conclusion, Diane teaches us that loving means trusting and supporting each other with care, giving without expecting something in return, and that loving to family is always on greatest importance. She states how she always believes in Chloe’s capabilities regardless how fragile Chloe seems to be with her countless diseases. She proves how care she does and how supportive she is to her daughter. But in the end of the day, all those sacrifices and considerably amount of love and care she gives to Chloe, her impulsive lies ruin everything she built for 17 years and gone in an instant. Ultimately, giving the loved ones freedom for their life choice and keeping honesty lives in between are the best thing someone could do to support them. The purpose of this study is to focus on the parenting styles of single mothers towards her daughter with disabilities. The researcher applies the theory from Diana Baumrind (1971) about parenting styles.
Characterization and Cultural Insight in 'Exhuma 2024' Movie by Jang Jae-hyun Sulistiawati, Dinda; Mujani, Sahril; Mashuri, Mashuri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis naratif dan semiotika untuk memahami struktur cerita, perkembangan karakter, dan dinamika interpersonal antar karakter film. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis tokoh utama dan perkembangan tokoh, representasi budaya dan unsur tradisional, serta dampak visual dan artistik dalam penggambaran budaya. Analisis ini mencakup identifikasi tokoh protagonis dan antagonis serta motivasi dan perubahan karakter selama film berlangsung. Selain itu, penelitian ini melibatkan analisis dialog dan tindakan karakter untuk mengungkap aspek psikologis dan emosional yang berkontribusi terhadap kedalaman karakter. Penggunaan pendekatan semiotik digunakan untuk mengeksplorasi simbol-simbol budaya dalam film dan bagaimana kontribusinya terhadap pemahaman budaya yang lebih luas. Dengan menafsirkan tanda dan simbol dalam konteks budaya Korea, penelitian ini berupaya mengungkap pesan tersirat dan tersurat yang disampaikan dalam film “Exhuma 2024”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film “Exhuma 2024” karya Jang Jae-hyun menampilkan penokohan yang mendalam dan kompleks serta memberikan wawasan budaya yang kaya akan kepercayaan dan ritual tradisional Korea. Setiap karakter digambarkan dengan latar belakang dan motivasi yang jelas, terutama karakter utama, seorang arkeolog yang terobsesi dengan dunia mistik yang menghadapi dilema antara sains dan kepercayaan tradisional. Elemen budaya otentik seperti ritual, pemanggilan arwah, dan mitos lokal dimasukkan dengan cermat, memperkenalkan warisan budaya Korea kepada khalayak internasional. Penggunaan bahasa, kostum, dan setting yang autentik menambah suasana mistis dan horor dalam film, menjadikannya sebuah karya yang mendidik dan menghormati tradisi budaya.
Characterization And Social Conflict Insight In The Batman 2022 Movie By Matt Reeves Aulia, Syarifah; Mujani, Sahril; Lestari, Noviana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan kota yang meneror keamanan masyarakat kota Gotham dan sebuah permasalahan nama baik keluarga Batman yang berperan sebagai Bruce Wayne. Dari permasalahan tersebut penulis model penelitian yang tepat. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan penerapan metode penelitian yang menyinggung karakterisktik dan konflik sosial dalam metode penelitian berbasis film pada The Batman 2022. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilangsungkan memakai teknik observasi dengan cara menonton dan mencatat bukti bukti yang dapat memecahkan permasalahan dalam film di The Batman 2022. Berdasarkan penelitian menyatakan bahwasanya penerapan model observasi film bisa diterapkan pada aktivitas penelitian permasalahan yang ada di film. Hal tersebut dibuktikan dengan menerapkan model observasi penelitian akan lebih mudah di pahami, selain itu didukung dengan data hasil pencatatan penulis mampu mengubah film menjadi lebih hidup dan menarik serta menambah pemahaman baik kepada penulis maupun para pembaca, sehingga dapat diterapkan sebagai model penelitian yang mendalam khususnya pada penelitian film the batman 2022.
LANGUAGE STYLE IN SUNTORY GARUDA BEVERAGE PRODUCTS ON THE OFFICIAL WEBSITE Kristian, Michael Rovendo; Nirwan, Nirwan; Mujani, Sahril
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.33519

Abstract

This study looks at the language used on Suntory Garuda's official website in their beverage product advertisements. The choice of language used in advertising is crucial since it can significantly affect how buyers view the product and how well it speaks to them. The study focuses on the use of figurative language, such as personification, similes, and metaphors, in order to fully comprehend stylistics. These techniques rely on deeper meanings and imagery that go beyond literal interpretations of words. The study also examines how advertising helps consumers become more aware of their options, build trust, and satisfy their desires. the grown of social media, has prompted an evolution in advertising to reach a large audience quickly and interactively. Sensible and thoughtful wording arouses emotions, crafts messages that stick in your memory, and establishes a powerful brand identity. This type of wording has the power to elevate or detract from an advertisement. The primary objective of this study is to comprehend Suntory Garuda's language style and how it influences the brand's reputation and customer involvement. The findings of this study have the potential to improve understanding of how language is effectively used in advertisements and how it affects consumer attitudes and decisions.
The Influence of Authoritarian Parenting on Tonya’s Personal Life and Figure Skating Career in I, Tonya Movie (2017) Directed by Craig Gillespe Oktaviana, Resti Dwi; Priyoto, Priyoto; Mujani, Sahril
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36852

Abstract

Studi ini membahas penggambaran pola asuh abusive yang dilakukan oleh seorang ibu tunggal serta pengaruhnya terhadap fungsi social anak, hubungan interpersonal, proses pengambilan keputusan, dan perkembangan karier sebgaimana digambarkan di film I, Tonya (2017). Meskipun pembahasan mengenai gaya pengasuhan dalam film telah banyak dilakukan, penelitian tentang kekerasan ibu dalam prespektif teori gaya pengasuh masih relatif jarang dibahas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis pola asuh ibu Tonya Harding, yaitu LaVona, dengan menggunakan teori gaya pengasuhan Diana Baumrind. Hasil penelitian menunjukan bahwa LaVona menerapkan gaya pengasuhan otoriter yang ditandai dengan control yang ketat, disiplin yang keras, serta adanya kekerasan verbal dan fisik. Gaya pengasuhan tersebut menimbulkan emosional negatif dan mempengaruhi hubungan interpersonal Tonya. Di sisi lain, pola auh ini juga berkontribusi terhadap pembentukan ketahan diri, kedisiplinan, dan ketekunan Tonya dalam meniti karier sebagai atlet seluncur es tingkat elite. Namun, temuan ini tidak daoat dijadikan pembenaran atas praktik kekerasan dalam pengasuhan karena berisiko menimbulkan dampak psikologis yang serius bagi.
The Struggle of Main Characters to Get Freedom and Happiness in the Peanut Butter Falcon Movie by Tyler Nilson Aprianti, Rahmawati; Priyoto, Priyoto; Mujani, Sahril
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36993

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi perjuangan untuk kebebasan dan kebahagiaan dalam film The Peanut Butter Falcon (2019) karya Tyler Nilson. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada stigma sosial dan pembatasan institusional yang sering dihadapi oleh individu dengan disabilitas intelektual, yang seringkali merampas otonomi dan hak mereka untuk menentukan nasib sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk-bentuk perjuangan fisik dan eksistensial yang dilakukan oleh karakter utama, Zack dan Tyler, serta menganalisis pencapaian kebahagiaan mereka melalui lensa Psikologi Humanistik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan mimetik, menganalisis data sinematik—termasuk dialog, tindakan, dan transformasi karakter—sebagai cerminan realitas manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjuangan karakter-karakter tersebut manifestasi sebagai perlawanan terhadap label sosial dan pembatasan institusional, yang mengarah pada transisi dari penindasan menuju aktualisasi diri. Melalui pemenuhan harga diri dan rasa memiliki, kedua karakter mencapai kebahagiaan eudaimonia, yang ditandai oleh pertumbuhan pribadi dan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebebasan adalah prasyarat mutlak untuk kebahagiaan autentik dan menyoroti peran film dalam memperjuangkan hak asasi manusia dan narasi inklusif.