Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Risk Behavior for Pesticide Exposure in Children living in Agricultural Area Ibrahim, Ilyas; Sillehu, Sahrir
Diversity: Disease Preventive of Research Integrity Volume 3, Issue 1, August 2022
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/diversity.v3i1.28429

Abstract

Chemical pesticides are mixtures of chemicals used to control or kill pests. Pesticides are often used in agriculture to maintain and increase agricultural production, but have a negative impact on the environment and public health. Children who live in agricultural areas are a group at risk of exposure to pesticides due to activities such as playing and participating in agricultural activities. The purpose of this study was to identify the behavior at risk of exposure to pesticides in children in the agricultural area of ​​Bulakamba District. This type of research is descriptive with a cross-sectional study design. The research variable is the identification of behavior at risk of exposure to pesticides in children. The subjects of the study were elementary school students in the Bulakamba district as many as 48 students. Data were collected by interview, observation, and examination of pesticide metabolites in students' urine. . The results showed that of the 48 students exposed to pesticides, 17 students were positive for pesticide metabolites and 31 students were negative. Risk behavior is the work of parents as farmers from 19 students there are 10 students who are positively exposed to pesticides, the habit of playing in agricultural areas from 18 students there are 11 students who are exposed to pesticides, the habit of helping with agricultural activities from 15 students there are 10 students positive for pesticides and the habit of storing pesticides in the home environment of 21 students there are 11 students positively exposed to pesticides.
HUBUNGAN PERILAKU DENGAN PENERAPAN PERSONAL HYGIENE PENJAMAH MAKANAN PADA KEDAI DI NEGERI RUMAH TIGA DUSUN WAILELA PANTAI Wally, Kumala; Dolang, Mariene Wiwin; Sely, Moh. Dahlan; Ibrahim, Ilyas; Sinay, Herlien
Molucca Medica Vol 18 No 1 (2025): VOLUME 18, NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2025.v18.i1.47

Abstract

Latar belakang : Penjamah makanan atau (Food handler) adalah seseorang yang melakukan kontak secara langsung terhadap makanan dan juga peralatan yang digunakan utuk mengolah dan menyajikannya. Menurut WHO makanan merupakan merupakan kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh manusia setiap saat dan di manapun serta memerlukan pengelolaan yang baik dan benar agar makanan yang dikonsumsi dapat bermanfaat bagi tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku dengan penerapan personal hygiene penjamah makanan pada Kedai di Negeri Dusun Wailela Pantai 2024. Metode Jenis penelitian ini menggunakan rancangan observasional analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional desain. Teknik pengambilan sampel dengan cara simple random sampling. Analisa data dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian berdasarkan uji statistic chi-square didapatkan nilai signifikan p value = 0,000, berarti ada hubungan yang signifikan pengetahuan, sikap dan tindakan dengan perilaku penerapan personal hygiene penjamah makanan pada kedai di Negeri Rumah Tiga Dusun Wailela Pantai Tahun2024. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan perilaku penerapan personal hygiene penjamah makanan pada kedai di Negeri Rumah Tiga Dusun Wailela Pantai Tahun 2024 dengan nilai p value = 0,000. Diharapkan kepada penyedia dan penanggung jawab agar dapat lebih meningkatkan personal hygiene pada penjamah makan pada Kedai di Negeri Rumah Tiga.
Edukasi Kesehatan Mental Pada Remaja Tingkat Sekolah Di Wilayah Kerja Puskesmas Belakang Soya Ibrahim, Ilyas; Pelu, Mutmaina; Cahyawati, Sunik; Marthin Salakory, Hans Sammy; Matulessy, Febby Sonya
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i1.5447

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMP Pertiwi Ambon, wilayah Puskesmas Belakang Soya, dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja tentang kesehatan mental serta mendorong pencegahan dini terhadap gangguan kesehatan mental. Masalah yang ditemukan adalah kurangnya pemahaman siswa mengenai pentingnya kesehatan mental, dampaknya terhadap fisik, dan langkah-langkah yang harus dilakukan saat menghadapi masalah. Solusi yang diterapkan adalah edukasi berbasis sosialisasi dengan metode interaktif. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan rata-rata nilai meningkat dari 46,94% menjadi 97,96%. Sosialisasi ini juga berhasil mengurangi kebingungan siswa mengenai langkah penanganan masalah kesehatan mental dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan mental secara preventif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berhasil berjalan sesuai rencana, dengan antusiasme dan partisipasi aktif dari peserta. Program ini memberikan dampak positif dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan kesehatan mental di masa depan dan membantu mengurangi stigma terkait isu kesehatan mental.
Measurement of Saumlaki Community Health Center Service Quality Using Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI) Salakory, Hans Sammy Marthin; Matulessy, Febby Sonya; Lating, Zulfikar; Ibrahim, Ilyas
Jurnal Dunia Kesmas Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v14i3.20841

Abstract

Public Health Center is the frontline of health care services in Indonesia, both for individuals and communities. Public Health Center plays an important role in achieving the highest level of health for the community. Ideally, Public Health Center should be able to provide excellent service to the public, thereby providing maximum satisfaction. In reality, the services provided by Public Health Center of Saumlaki to the public do not fully meet patient expectations and there are still weaknesses that lead to complaints and dissatisfaction among patients. This study was developed to determine the level of satisfaction of the community in the working area of Public Health Center of Saumlaki towards the services provided. The analytical technique used is the servqual method with the Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI) approach. The results of the analysis showed that the CSI value was 76.41%, which means that patients are satisfied with the services provided. The IPA value shows 80.47% for the Tangibles (Physical Facilities) dimension, 77.97% Reliability (Reliability), 79.56% Responsiveness (Responsiveness), Assurance (Assurance) of 82.38%, Empathy (Empathy) of 81.47%. With an average value of 80.37%, which means that the dimensions of service quality in the patient's perception are less satisfied.
Paparan Pestisida Sebagai Faktor Risiko Gangguan Kesehatan pada Petani Hortikultura di Desa Waimital Kabupaten Seram Bagian Barat Ibrahim, Ilyas; Lating, Zulfikar; Makayaino, Hafis; Rumaolat, Wiwi; Sely, Mohammad Dahlan; Sillehu, Sahrir
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 24, No 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.77473

Abstract

Latar belakang: Keracunan pestisida masi menjadi masalah kesehatan pada petani, paparan pestisida menimbulkan risiko gangguan kesehatan seperti gangguan sistem syaraf perifer dan sistem syaraf pusat bahkan berakibat kematian, tujuan penelitian ini menganalisis faktor risiko paparan pestisida dengan gangguan kesehatan pada petani hortikultura.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan desain Cross-sectional study, pelaksanaan penelitian pada bulan Juli 2025. Populasi penelitian berjumlah 416 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi kemudian penentuan sampel dengan rumus Lemeshow. Sampel penelitian yaitu 200 petani hortikultura yang aktif menggunakan pestisida. Variabel yang diukur yaitu 17 faktor risiko paparan pestisida yang berhubungan dengan gangguan kesehatan petani. Kuesioner dan lembar observasi digunakan sebagai instrumen penelitian dengan analisis data menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik untuk melihat dominan kekuatan hubungan.Hasil: Hasil penelitian menemukan dari 17 faktor risiko terdapat 11 faktor yang berhubungan dengan gangguan kesehatan yaitu masa kerja p-0,024, pengetahuan p-0,007, sikap p-0,040, APD p-0,031, lama penyemprotan p-0,050, frekuensi p-0,002, cara campur pestisida p-0,034, arah penyemprotan p-0,047, Dosis pestisida p-0,020, merokok sambil kerja p-0,016, personal higyene p-0,039 sementara hasil uji regresi ditemukan 7 faktor yang dominan memiliki kekuatan hubungan yaitu masa kerja p-0,042, frekuensi p-0,027, cara campur p-0,016, isap rokok p-0,026, personal higyene p-0,004, pengetahuan p-0,019, sikap p-0,030.Simpulan: Faktor risiko paparan pestisida yang dominan berhubungan dengan gangguan kesehatan pada petani hortikultura adalah masa kerja, frekuensi penyemprotan, cara mencampur pestisida, kebiasaan merokok saat bekerja, personal hygiene, pengetahuan, dan sikap ABSTRACT Title: Pesticide Exposure as a Risk Factor for Health Problems in Horticultural Farmers in Waimital Village, West Seram RegencyBackground: Pesticide poisoning remains a health problem for farmers. Pesticide exposure poses a risk of health problems, including peripheral and central nervous system disorders, and even death. The purpose of this study was to analyze the risk factors for pesticide exposure and health problems in horticultural farmers. Methods: This study used an observational analytical approach with a cross-sectional study design. The study was conducted in July 2025. The study population consisted of 416 people, selected based on inclusion and exclusion criteria, and then using the Lemeshow formula for sampling. The sample consisted of 200 horticultural farmers who actively use pesticides. The variables measured were 17 risk factors for pesticide exposure associated with farmer health problems. Questionnaires and observation sheets were used as research instruments, with data analysis using the chi-square test and logistic regression to determine the strength of the dominant relationship. Results: The results of the study found that out of 17 risk factors, there were 11 factors related to health problems, namely work period p-0.024, knowledge p-0.007, attitude p-0.040, PPE p-0.031, spraying duration p-0.050, frequency p-0.002, pesticide mixing method p-0.034, spraying direction p-0.047, pesticide dose p-0.020, smoking while working p-0.016, personal hygiene p-0.039 while the results of the regression test found 7 dominant factors that had a strong relationship, namely work period p-0.042, frequency p-0.027, mixing method p-0.016, smoking p-0.026, personal hygiene p-0.004, knowledge p-0.019, attitude p-0.030. Conclusion: The dominant risk factors for pesticide exposure related to health problems in horticultural farmers are length of service, frequency of spraying, method of mixing pesticides, smoking habits while working, personal hygiene, knowledge, and attitude.
Faktor yang Berhubungan dengan Pemilihan Penolong Persalinan di Dusun Pakarena Kecamatan Kairatu Soamole, Idham; Ibrahim, Ilyas
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 3, No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh3104

Abstract

Kematian ibu masih menjadi masalah utama yang dihadapi berbagai negara di dunia, terutama di negara berkembang. Menurut Badan Kesehatan Dunia, angka kematian ibu di dunia diperkirakan mencapai 400 per 100.000 kelahiran hidup. Data yang diperoleh peneliti dari Puskesmas Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat menunjukkan bahwa pada tahun 2017 jumlah persalinan yang ditolong tenaga kesehatan sebanyak 159 orang (34,3%) dan jumlah persalinan yang ditolong dukun sebanyak 19 orang (4,1%). Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 124 wanita usia subur (WUS). Instrumen penelitian adalah kuesioner. Data diolah menggunakan SPSS, dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu dengan pemilihan penolong persalinan p-value 0,000, hubungan sikap ibu dengan pemilihan penolong persalinan p-value 0,014, dan hubungan dukungan keluarga ibu dengan pemilihan penolong persalinan p-value 0,002. Kesimpulan; ada hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga ibu terhadap pemilihan penolong persalinan di Dusun Pakarena Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat.
Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus dan Streptococcus Mutans Tunny, Risman; Muzdalifah, Rahmi; Ibrahim, Ilyas; Sangadji, Toria; Niwele, Amelia
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 3, No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh3103

Abstract

Tanaman daun ketapang (Terminalia Catappa L.) merupakan salah satu daun yang biasa digunakan masyarakat Desa Mamala Kecamatan Leihitu sebagai bahan baku obat untuk mengatasi infeksi kulit seperti bisul dan karies gigi. Daun Ketapang mengandung metabolit sekunder, terdiri dari alkaloid, tanin, saponin, dan flavanoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder pada ekstrak daun ketapang (Terminalia Catappa L.), melakukan pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ketapang (Terminalia Catappa L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans, serta menganalisis perbandingan efektivitas ekstrak daun ketapang (Terminalia Catappa L.) terhadap pertumbuhan kedua bakteri uji. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen daun ketapang sebanyak 600 gram dimaserasi dengan pelarut etanol 70% selama 3 hari menghasilkan rendamen 8,89%. Ekstrak etanol daun yang diperoleh dilakukan uji efektivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans dengan variasi konsentrasi 60%, 70%, dan 80% menggunakan metode sumuran. Penentuan zona hambat dilakukan dengan mengukur diameter zona bening yang terbentuk disekitar media sumuran. Hasil menunjukkan uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 80% (26,3), 70% (22,9), 60% (19,7 mm), zona hambat pada siprofloksasin sebagai antibiotik sebesar 26, 9 mm. Dan hasil uji aktivitas terhadap bakteri Streptococcus mutans adalah pada konsentrasi 80% (29,1), 70% (19,8), 60% (19,4 mm), zona hambat pada siprofloksasin sebagai antibiotik sebesar 36,23 mm. kesimpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa L.) memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans.
Sanitasi Lingkungan dan Stunting: Peran Pengetahuan Ibu Balita di Desa Teluti Sely, Mohammad Dahlan; Cahyawati, Sunik; Sinay, Herlien; Ibrahim, Ilyas
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 3, No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh3101

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Salah satu penyebab tidak langsung adalah ketersediaan sanitasi yang tidak layak dan aman. Sanitasi yang buruk dapat menimbulkan penyakit infeksi pada balita serta diare dan kecacingan yang dapat mengganggu proses pencernaan dalam proses penyerapan nutrisi, jika kondisi ini terjadi dalam waktu lama dapat mengakibatkan stunting. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi sanitasi lingkungan terhadap pengetahuan ibu dalam upaya penurunan angka stunting di Desa Telutih Baru, Kecamatan Tehoru. Metode: Penelitian ini  menggunakan  metode pre-experiment dengan jenis one group pre-test and post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah 45 ibu yang  memiliki bailita Usia ≤ 2 tahun. Sedangkan sampel dalam penelitian ini yaitu 45 ibu  yang  memiiki Balita Usia ≤ 2 tahun di Desa Teluti Baru, Kecamatan Tehoru. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrument penelitian  menggunakan kuesioner dalam bentuk pernyataan-pernyataan, variabel dalam  penelitian ini yaitu variable sanitasi lingkungan dan pengetahuan Ibu. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah  uji Wilcoxon. Hasil: pada uji pre-tes menunjukan pengetahuan ibu balita rendah yaitu 11 dan pada post-tes menunjukan peningkatan pengetahuan yaitu 20, hasil uji Wilcoxon menunjukan ada pengaruh yang sangat signifikan pengetahuan ibu tentang sanitasi lingkungan terhadap upaya penurunan angka stunting dengan p-valuae 0,00. Kesimpulan: ada pengaruh pengetahuan ibu balita terhadap upaya penurunan angka stunting.