Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Analisis Kuantitatif Deskriptif Tingkat Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada Guru Sekolah Dasar di Kecamatan X Putri, Farellia Dwi Fatika Wibowo; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p153-164

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat organizational citizenship behavior (OCB) pada guru sekolah dasar di kecamatan X. Rumusan masalah yang disusun dalam penelitian ini adalah “Bagaimana tingkat organizational citizenship behavior (OCB) pada guru sekolah dasar di kecamatan X”. Penelitian ini menggunakan kuantitatif deskripif dengan metode stratified random sampling dan didapatkan subyek penelitian sebanyak 216 guru sekolah dasar di Kecamatan X. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisikan skala organizational citizenship behavior (OCB) sebanyak 32 aitem dengan nilai reliabilitas sebesar 0,927. Sedangkan teknik penelitian yang digunakan adalah kategorisasi organizational citizenship behavior (OCB) pada guru sekolah dasar. Hasil penelitian didapatkan berdasarkan hasil akumulasi beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, dan lama masa kerja. Berdasarkan hasil tersebut, organizational citizenship behavior (OCB) pada guru sekolah dasar berada pada kategori tinggi. Hal ini dibuktikan berdasarkan uji kategorisasi yang menunjukkan bahwa OCB pada guru di sekolah dasar didominasi kategori tinggi dengan nilai 96 ≤ X dengan jumlah guru sebanyak 201 (93,1 %). Meskipun pada beberapa aspek OCB masih dalam kategori sedang, akan tetapi banyak guru di sekolah dasar yang sudah menunjukkan perilaku OCB dengan berkomitmen dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan mereka, serta mampu membentuk rasa kekeluargaan yang tinggi pada setiap guru. Abstract This research aims to determine the level of organizational citizenship behavior (OCB) among elementary school teachers in district X. The problem formulation outlined in this research is "What is the level of organizational citizenship behavior (OCB) among elementary school teachers in district X?" This study uses descriptive quantitative methods with stratified random sampling and obtained 216 elementary school teacher subjects in District X. The instrument in this study used a questionnaire containing a scale of organizational citizenship behavior (OCB) with 32 items and a reliability value of 0.927. Meanwhile, the research technique used is the categorization of organizational citizenship behavior (OCB) among elementary school teachers. The research results were obtained based on the accumulation of several factors such as age, gender, and length of service. Based on these results, the organizational citizenship behavior (OCB) of elementary school teachers falls into the high category. This is evidenced by the categorization test, which shows that OCB among elementary school teachers is dominated by the high category with a score of 96 ≤ X, with a total of 201 teachers (93.1%). Although in some aspects OCB is still in the moderate category, many elementary school teachers have already shown OCB behavior by being committed and responsible for their work and are able to foster a strong sense of family among all teachers.
Hubungan Efikasi Diri dengan Kesiapan Kerja pada Mahasiswa Akhir yang Berkuliah di Surabaya Al Fajri, Achmad Muflih; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p360-369

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesiapan kerja pada mahasiswa tingkat akhir dalam menghadapi transisi menuju dunia kerja yang kompetitif. Salah satu faktor psikologis yang diduga berperan dalam meningkatkan kesiapan kerja adalah efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kesiapan kerja pada mahasiswa tingkat akhir di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 154 mahasiswa semester akhir sebagai partisipan. Instrumen yang digunakan terdiri dari General Self-Efficacy Scale dan Work Readiness Scale yang telah diadaptasi. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui Google Form. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment, didahului oleh uji asumsi normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dengan kesiapan kerja (r = 0.579; p < 0.001). Artinya, semakin tinggi efikasi diri mahasiswa, maka semakin tinggi pula kesiapan kerja yang dimiliki. Temuan ini menunjukkan bahwa efikasi diri merupakan faktor penting yang perlu dikembangkan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tuntutan dunia kerja. Abstract This study is motivated by the importance of work readiness among final-year students as they transition into an increasingly competitive job market. One psychological factor that is presumed to play a role in enhancing work readiness is self-efficacy. This research aims to examine the relationship between self-efficacy and work readiness in final-year university students in Surabaya. The study employed a quantitative correlational approach involving 154 final-year students as participants. The instruments used were the adapted versions of the General Self-Efficacy Scale and the Work Readiness Scale. Data were collected online using Google Forms. Data analysis was conducted using the Pearson Product-Moment correlation test, preceded by normality and linearity assumption tests. The results showed a significant positive relationship between self-efficacy and work readiness (r = 0.579; p < 0.001). This indicates that the higher the level of self-efficacy, the greater the level of work readiness among students. These findings highlight that self-efficacy is an important psychological factor that supports students’ preparedness in facing the demands of the workforce.
Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Perilaku Asertif Pada Siswa Azzahra, Rafidah; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 01 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n01.p549-562

Abstract

Tiap individu untuk menjalani kehidupan yang sukses, bersikap tegas sangatlah penting. Tujuan individu adalah untuk menjadi sukses dalam pendidikan, pekerjaan maupun kehidupan sosial dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan perilaku asertif siswa kelas XI SMK ‘X’. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian  korelasional. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK ‘X’. Populasi penelitian berjumlah 323 siswa dengan sampel berjumlah 179 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dimana teknik penentuan sampel berdasarkan pada pertimbangan peneliti. Teknik pengumpul data dilakukan dengan menggunakan skala konsep diri yang diadopsi berdasarkan skala dari Luviana Dewi Indirasari (2024) dengan nilai koefisien sebesar 0, 940 dan skala perilaku asertif disusun oleh peneliti didapatkan nilai koefisien sebesar 0840. Teknik analisis data dilakukan menggunakan korelasi pearson product moment. Data yang diperoleh menunjukkan hasil nilai koefisien korelasi antara konsep diri dengan perilaku asertif pada siswa yaitu sebesar 0,972 (r=0,972) dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Berdasarkan hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan antara konsep diri dengan perilaku asertif pada siswa SMK ‘X’ Kota Probolinggo dapat diterima. Nilai koefisien korelasi positif membuktikan bahwa arah hubungan kedua variabel adalah positif, yang bermakna semakin positif konsep diri siswa, maka semakin tinggi pula perilaku asertifnya.   Abstract For every individual to lead a successful life, being assertive is essential. An individual's goal is to be successful in education, work and social life and beyond. This study aims to examine the relationship between self-concept and assertive behavior among 11th-grade students at Vocational High School ‘X’ in Probolinggo City. The study employs a quantitative research approach with a correlational research design. The subjects of this study are 11th-grade students at Vocational High School ‘X’ in Probolinggo City. The total population consists of 323 students, with a sample of 179 students. The sampling technique used is purposive sampling, where sample selection is based on the researcher’s judgment. Data collection was conducted using a self-concept scale adopted from Luviana Dewi Indirasari (2024), with a reliability coefficient of 0.940, and an assertive behavior scale with a reliability coefficient of 0.840. Data analysis was carried out using Pearson product-moment correlation. The results showed a correlation coefficient between self-concept and assertive behavior of 0.972 (r = 0.972) with a significance value of p = 0.000 (p < 0.05). Based on the hypothesis proposed by the researcher—namely, that there is a relationship between self-concept and assertive behavior among students at Vocational High School ‘X’ in Probolinggo City—it can be concluded that the hypothesis is accepted. The positive correlation coefficient indicates a positive direction of the relationship between the two variables, meaning that the more positive a student’s self-concept is, the higher their assertive behavior will be.
Hubungan Antara Literasi Digital Dengan Self Regulated Learning Pada Mahasiswa Mirmoadi , Bagaskara Sih; Satwika, Yohana Wuri
JDMP (Jurnal Dinamika Manajemen Pendidikan) Vol. 7 No. 1 (2022): Volume 7, Nomor 1, September 2022
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jdmp.v7n1.p8-23

Abstract

 Problems that arise during the online learning period continue to increase over time, which is about self-regulated learning. The purpose of this study was to determine the relationship between digital literacy and self-regulated learning in students. The research sample amounted to 248 based on the snowball sampling technique, which were Unesa students registered on the PDDikti page. The data analysis is in the form of assumption test using normality test and linearity test and hypothesis testing using simple correlation. Based on the results, there was a significant relationship between digital literacy and self-regulated learning which was positive, but relatively low. This is based on the Pearson correlation value of 0.315 and the sig. 0.00. Increased digital literacy makes self-regulated learning also increase. Another result of this study is that digital literacy provides an effective contribution to the explanation of self-regulated learning by 9.9%, while the remaining 90.1% can be explained by other factors not examined in this study. Key words:  digital literacy, self regulated learning, students, online learning Abstrak: Permasalahan yang muncul selama masa pembelajaran daring terus bertambah seiring berjalannya waktu, salah satunya mengenai self regulated learning. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara literasi digital dengan self regulated learning pada mahasiswa dengan metode kuantitatif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 248 berdasarkan  teknik sampling snowball yang merupakan mahasiswa Unesa yang terdaftar dalam laman PDDikti. Analisa data penelitian ini berupa uji asumsi menggunakan uji normalitas dan uji linearitas serta uji hipotesis menggunakan korelasi sederhana. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hubungan signifikan antara literasi digital dan self regulated learning yang positif, namun tergolong rendah. Hal ini didasarkan pada nilai pearson correlation sebesar 0, 315  dan nilai sig. 0,00. Literasi digital yang meningkat menjadikan self regulated learning meningkat pula. Hasil lain dari penelitian ini yaitu literasi digital memberikan sumbangan efektif pada penjelasan self regulated learning sebesar 9,9%, sedangkan sisanya 90,1% dapat dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kata kunci: literasi digital, self regulated learning, mahasiswa, pembelajaran daring  
PENGALAMAN KRISIS IDENTITAS PADA REMAJA YANG MENDAPATKAN KEKERASAN DARI ORANGTUANYA Jannah, Miftahul; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i2.40842

Abstract

Abstrak Krisis identitas merupakan permasalahan yang dapat terjadi pada semua remaja, namun dapat pula terjadi pada orang dewasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengalaman krisis identitas pada remaja yang pernah mendapatkan kekerasan dari orangtuanya. Berdasarkan fenomena yang didapatkan oleh peneliti bahwa seorang remaja yang pernah mendapatkan kekerasan dan memiliki hubungan buruk dengan orangtuanya akan susah menentukan masa depannya. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 5 orang yang memiliki pengalaman kekerasan oleh orang tuanya baik itu verbal maupun nonverbal. Menggunakan teknik analisis ini bisa mendapatkan pengalaman yang partisipantif dan penyesuaian diri partisipan dalam memaknai hidupnya. Data diambil menggunakan wawancara dan data dianalisis menggunakan interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil dari penelitian, krisis identitas dikarenakan orangtua yang melakukan kekerasan dan mengontrol anak untuk menjadi yang mereka inginkan, jika anak tidak melakukan yang orang tua inginkan, maka anak tersebut diberikan kekerasan agar menuruti kemauan orang tua. Kata kunci: krisis identitas, remaja, kekerasan Abstract Identity crisis is a problem that can occur in all adolescents, but can also occur in adults. The purpose of this study is to see how the experiences of an identity crisis in adolescents who have experienced violence from their parents. Based on the phenomenon obtained by researchers, a teenager who has experienced violence and has a bad relationship with his parents will find it difficult to determine the probation period. The method in this study uses qualitative research using a phenomenological approach. Participants in this study found 5 people who had experiences of violence by their parents, both verbally and nonverbally. Using this analysis technique, you can get a participatory and participant experience in making sense of his life. Data were taken using interviews and data analysis using interpretive phenomenological analysis (IPA). The results of the study, the identity crisis of children who commit violence and control children to be what they want, if the child does not do what the parents want, then the child is given violence to obey the wishes of the parents. Keywords: identity crisis, youth, violence
HUBUNGAN MEDIA SOSIAL DENGAN BODY DISSATISFACTION PADA MAHASISWA PEREMPUAN DI KOTA SURABAYA Maimunah, Salma; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i2.41197

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara media sosial dengan body dissatisfaction pada mahasiswa perempuan di Kota Surabaya. Body dissatisfaction merupakan perilaku tidak puas atas bentuk tubuh yang dimiliki baik ukuran, berat badan, warna kulit, bentuk satu anggota tubuh, dsb. Media sosial menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi adanya perilaku body dissatisfaction. Media sosial ialah suatu tempat untuk membagikan ataupun menyebarkan suatu konten baik foto, video, ataupun pesan untuk dilihat ataupun di diskusikan dengan orang banyak. Media sosial memiliki hubungan positif yang signifikan atas munculnya perilaku ini. Perempuan merupakan salah satu penyumbang terbesar pengguna media sosial. Perempuan usia dewasa awal secara umum berada pada usia 18-25 tahun, mereka rata-rata merupakan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jumlah subjek sebanyak 228 mahasiswi yang tersebar dari seluruh kampus di Kota Surabaya. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala media sosial yang dimodifikasi dari Kus dan Griffths dan skala body dissatisfaction yang dimodifikasi dari Cash yaitu Multiple Body-self Related Questionnare Appearance Scales (MBSRQ-AS). Penelitian ini menghasilkan adanya hubungan positif antara terjadinya ketidakpuasan bentuk tubuh dengan intensitas penggunaan media sosial. Kata Kunci: body dissatisfaction, media sosial, perempuan dewasa awal, mahasiswi, kecanduan Abstract This study aims to determine the relationship between social media and body dissatisfaction among female students in the city of Surabaya. Body dissatisfaction is behavior that is dissatisfied with the shape of one's body, is it size, weight, skin color, shape of one limb, etc. Social media is one of the factors that influence the behavior of body dissatisfaction. Social media is a place to share or share content, whether photos, videos, or messages to be seen or discussed with many people. Social media has a significant positive relationship with the emergence of this behavior. Women are one of the biggest contributors to social media users. Women in early adulthood are generally aged 18-25 years on average, they are students who are currently studying. The method used in this research is quantitative with the number of subjects, as many as 228 female students spread from all campuses in the city of Surabaya. The instrument used in this research is a social media scale modified from Kus and Griffths and a modified body dissatisfaction scale from Cash, namely Multiple Body-self Related Questionnare Appearance Scales (MBSRQ-AS). This study resulted in a positive relationship between the occurrence of body shape dissatisfaction with the intensity of social media use. Keywords: body dissatisfaction, social media, female early adulthood, female students, addiction
FAMILY QUALITY OF LIFE REMAJA SEBAGAI KORBAN KEKERASAN ORANG TUA Ananda, Alaya Putri; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 2 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8n2.p234-250

Abstract

Abstrak Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui bagaimana family quality of life (FQoL) remaja yang pernah mendapatkan kekerasan dari orangtuanya dapat pulih kembali. Tindak kekerasan yang dilakukan orang tua secara otomatis akan menurunkan kualitas hidup anak. Metode penelitian menggunakan kualitatif fenomenologis dengan wawancara semi-terstruktur sebagai teknik pengambilan data. Teknik analisis interpretative phenomenological analysis (IPA) digunakan untuk menganalisis data yang telah diperoleh. Empat tema utama berhasil diidentifikasi, yaitu pengalaman remaja sebagai korban kekerasan orang tua; strategi pemulihan dari pengalaman kekerasan; cara memaknai dan menginterprestasi pengalaman secara positif; kondisi saat ini kualitas hidup keluarga dari remaja korban kekerasan orang tua. Pengalaman tersebut tidak mempengaruhi kondisi FQoL para partisipan karena orang tua menyadari kesalahan dan perlakuannya dengan meminta maaf; melakukan musyawarah; serta menunjukkan usaha untuk memperbaiki interaksi keluarga. Partisipan juga melakukan koping yang berpusat pada emosi; koping berpusat pada masalah; dan positive reappraisal untuk dapat memaknai pengalaman traumatis secara positif. Kata Kunci: family quality of life, kekerasan Abstract The purpose of this study was to find out how the family quality of life (FQoL) of adolescents who had experienced violence from their parents was not disturbed and recovered. Acts of violence by parents will automatically reduce the quality of life of children. The research method uses phenomenological qualitative with semi-structured interviews as a data collection technique. The technique of interpretive phenomenological analysis (IPA) was used to analyze the data that had been obtained. Four main themes were identified, namely the experience of adolescents as victims of parental violence; recovery strategies from violent experiences; how to interpret and interpret experiences positively; the current condition of the quality of life of the families of adolescent victims of parental violence. The experience did not affect the participants' FQoL condition because parents realized their mistakes and treatment by apologizing; conduct deliberation; and demonstrate efforts to improve family interactions. Participants also do emotion-focused coping; problem-focused coping; and positive reappraisal to be able to interpret the traumatic experience positively. Keywords: family quality of life, violence
Dukungan Orang Tua pada Remaja Berprestasi Bulutangkis Kurniawati, Ar'ryfqa; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54272

Abstract

Setiap orang tua tentu menginginkan anak tumbuh dewasa dan memiliki prestasi, baik prestasi akademik maupun prestasi non akademik. Untuk itu dibutuhkan keterlibatan orang tua dalam mengarahkan anaknya, terutama pada anak remaja. Remaja merupakan individu yang sedang dalam proses peralihan dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan awal, sehingga orang tua berperan penting dalam memberi arahan pada remaja. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh orang tua yaitu dengan memberikan dukungan. Penelitian ini mengulas tentang dukungan orang tua pada remaja berprestasi olahraga bulutangkis dengan metodologi pendekatan fenomenologi kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi-terstruktur dengan uji keabsahan data menggunakan member check. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa dukungan yang diberikan pada remaja yang berprestasi olahraga bulutangkis. Orang tua memberikan dukungan penuh pada anak, beberapa dukungan tersebut adalah dukungan emosional yang melibatkan perilaku memberi perhatian dan kasih sayang, dukungan penghargaan yang berkaitan dengan penilaian yang baik pada remaja, dukungan informasi berupa saran atau umpan balik, dan yang terakhir dukungan instrumental yang berkaitan dengan memberi bantuan secara langsung dapat berupa uang.
Self-Regulated Learning Pada Siswa SMP LABSCHOOL Universitas Negeri Surabaya Septiamalia, Andhina; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54325

Abstract

Dinamika Psikososial pada Dewasa Awal yang Menerima Pola Asuh Otoriter Herwandi Putri, Nadiya Qoulan Tsaqiila; Satwika, Yohana Wuri
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 10 No. 3 (2023): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v10i03.54593

Abstract