Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Lorong Sayur untuk Meningkatkan Gizi Keluarga Endartiwi, Sri Sularsih; Amyati, Amyati; Warniningsih, Warniningsih; Khasanah, Lulu Uswatun; Lestari, Hani Ismi Pratama
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 4 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i4.2387

Abstract

Minat masyarakat perkotaan masih rendah untuk menanam sayuran di lahan sempit. Masyarakat perlu digerakkan dan dilakukan pemberdayaan agar mempunyai minat untuk menanam sayuran meskipun lahannya sempit karena di daerah perkotaan dan dipilih metode penanaman sayuran di lorong sayur. Pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk memanfaatkan pekarangan di lahan sempit untuk gerakan menanam sayur sehingga masyarakat dan lahan yang ada menjadi lebih produktif. Dengan adanya penanaman sayuran ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Setiap orang membutuhkan konsumsi pangan termasuk sayuran yang bergizi sebagai sumber vitamin dan mineral. Dengan adanya pemberdayaan masyarakat ini juga dapat memberikan edukasi kepada anak–anak sejak dini untuk gemar menanam dan makan sayur dan juga menambah penghasilan keluarga. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah peningkatan ekonomi pada keluarga maupun kelompok tani di daerah perkotaan apabila panennya bisa maksimal. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan kepada kelompok tani RW 03 Winong Kelurahan Prenggan Kotagede berjumlah 17 orang. Kegiatan dilakukan dengan penanaman tanaman sayuran di lorong sayur dan pelatihan pengolahan sayuran menjadi makanan bergizi. Evaluasi dilakukan dengan praktek yang dilakukan oleh peserta pelatihan. Hasil dari tanaman sayuran di lorong sayur juga diolah menjadi makanan yang bergizi dan lebih menarik seperti cake, cookies, rempeyek bayam dan lain-lain. Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dan akan melakukan kegiatan yang berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Program “RESIK” untuk Mendukung Ekowisata Budaya Situs Padas Temanten dan UMKM Amyati, Amyati; Warniningsih, Warniningsih; Endartiwi, Sri Sularsih; Usmiaty, Usmiaty; Sugestin, Angelita Eka
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4431

Abstract

Bantaran Sungai Gajah Wong yang ada di wilayah Kalurahan Prenggan terdapat situs budaya yang disebut dengan Padas Temanten. Untuk menghidupkan situs budaya ini, pada tahun 2022 dibangunlah pendopo yang diberi nama” Padas Temanten” dan dibuat taman yang bernama Taman Padas Temanten. Seiring berjalannya waktu tempat ini tidak terpelihara dengan baik dan kondisinya tidak terawat. Pendopo dan Taman Padas Temanten memiliki fungsi sebagai ruang terbuka hijau publik (RTHP). Lokasi ini di gunakan oleh warga untuk kegiatan olahraga, event budaya, sosialisasi berbagai program masyarakat dan kegiatan seni lainnya. Kegiatan tersebut sering terkendala karena fasilitas disana kondisinya tidak layak dan rusak karena terkendala biaya revitalisasi maupun pengembangan., antara lain taman yang tidak terpelihara, tanaman yang layu bahkan mati, kursi taman dan cat yang sudah usang, belum ada papan infografis terkait lokasi wisata ini. Tujuan dari pengabdian yaitu merevitalisasi fasilitas taman, menjadikan destinasi ekowisata budaya dengan mendukung integrasi antara situs budaya, taman, RTHP dan pendopo Padas Temanten. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu revitalisasi taman, reboisasi dengan melakukan penanaman tanaman hias dan perindang, pembuatan papan infografis dan spot foto serta penyuluhan hiegene sanitasi makanan untuk pelaku UMKM berjumlah 9 peserta. Pengelola Padas Temanten diberikan pelatihan digital marketing untuk mendukung pemasaran tempat wisata melalui media sosial. Pelatihan ini diikuti oleh pengelola berjumlah 15 orang. Kegiatan dimulai dari pre test, penyampaian materi, praktek kegiatan dan diakhiri dengan postest. Seluruh kegiatan berjalan lancar dan partisipasi serta dukungan Masyarakat.
Kajian Perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sesuai Standar Kesehatan Triyono, Triyono; Warniningsih, Warniningsih; Amyati, Amyati; Purnomo, Parmadi Sigit
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.5397

Abstract

Desa dondong Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap adalah satu desa yang menjadi bagian dari program desa Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Dalam upaya pemberantasan kemiskinan ekstrem, pemerintah mengeluarkan salah satu program yaitu penyediaan air bersih. Masyarakat Desa Dondong memperoleh air bersih dari sumur-sumur dangkal milik pribadi namun kualitas airnya kurang baik dan harus menimba air untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi desa adalah daerah rawan air dan pada saat musim kemarau sumur air dangkal mengalami penurunan debit air secara drastis, sehingga kebutuhan air minum masyarakat sebagian besar harus mengambil air dari sumur yang sumber airnya lebih besar. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian yang diharapkan bisa menjawab permasalahan Desa Dondong terkait ketersediaan air bersih. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan perencanaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk Desa Dondong. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif untuk memberikan gambaran mengenai kondisi sistem penyediaan air minum (SPAM) yang ada di Desa Dondong, Kabupaten Cilacap, serta sejauh mana sistem tersebut memenuhi standar kesehatan yang berlaku. Tahapan yang dilakukan dalam peneIitian ini yaitu pekerjaan persiapan dan pengumpulan data, review studi terdahulu, survei lapangan, inventarisasi sarana dan prasarana penyediaan air bersih, pengukuran dan penggambaran hasil pengukuran, pembuatan detail desain, dan pembuatan gambar desain. Pada proses pengumpulan data, peneliti turun langsung ke objek studi penelitian. Pengamatan di lokasi pengembangan SPAM menggunakan survei primer yaitu survei langsung ke lokasi panel dengan melakukan pengambilan gambar-gambar serta wawancara pada perwakilan masyarakat untuk selanjutnya mendiskripsikan kondisi yang terjadi di desa. Berdasarkan geografis dan topologi desa perencanaan SPAM di Desa Dondong akan dibangun pompa, toren, jaringan air ke rumah serta aksesoris jaringan. Data yang dibutuhkan dalam perencanaan ini adalah jumlah sambungan rumah (SR), panjang pipa, kedalaman sumur, kondisi lingkungan sekitar, dan elevasi.
PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS SEKOLAH UNTUK MEWUJUDKAN GREEN SCHOOL Sri Sularsih Endartiwi; Warniningsih Warniningsih; Amyati Amyati; Mar'atus Sholiha; Amin Rahayu Puji Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/q7rm7k56

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan kondisi darurat sampah dan  terjadi penumpukan sampah di TPS. Selain itu adanya penutupan permanen TPA sampah membuat masyarakat harus mampu mengelola sampahnya secara mandiri. Hal ini juga berlaku bagi sekolah-sekolah, karena sekolah juga merupakan salah satu penghasil sampah baik sampah organik maupun anorganik. Penduduk sekolah dihimbau untuk dapat mengelola sampahnya. Pengelolaan sampah sejak dini bagi anak sekolah agar tidak anak menjadi lebih cinta terhadap lingkungannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatnya pengelolaan dan pengolahan sampah berbasis sekolah untuk mewujudkan Green School di SD Negeri Wirokerten. Di samping itu juga untuk meningkatkan kesadaran dan membangun perilaku peduli sampah dan lingkungan sejak dini pada siswa sekolah sehingga tercipta sekolah mandiri sampah. Harapannya bisa menjadi percontohan bagi sekolah lain yang berada di wilayah sekitar serta merintis untuk menjadi sekolah Adiwiyata. Kegiatan yang dilakukan adalah edukasi tentang pemilahan sampah, pengelolaan sampah organik menjadi kompos, pembuatan ecobrick dengan menggunakan botol bekas air mineral serta melakukan penanaman sayuran dan TOGA (tanaman obat keluarga) di lingkungan sekolah. Hasil dari kegiatan adalah kompos yang dimanfaatkan sebagai media tanam untuk menanam tanaman hias, sayuran dan TOGA, ecobrick yang dibuat menjadi meja dan kursi. Terdapat perbedaan yang signifikan baik pengetahuan, sikap dan perilaku siswa tentang pengelolaan sampah antara sebelum dan sesudah dilakukan edukasi dan pelatihan ke arah positif
Korelasi antara Sosial Ekonomi Masyarakat dengan Pemanenan Air Hujan untuk Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat Warniningsih, Warniningsih; Amyati, Amyati; Triyono, Triyono; Widyaputra, Primanda Kiky
Journal of Language and Health Vol 6 No 2 (2025): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i2.6531

Abstract

Pemanenan air hujan merupakan upaya keberlanjutan sumber daya air bersih di Kawasan Perkotaan Yogyakarta dibawah permasalahan perubahan iklim dan penurunan muka air tanah akibat pertumbuhan penduduk dan perkembangan kota.Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis sosial ekonomi meliputi ATP, WTP, dan CBR sedangkan partisipasi masyarakat dianalisis dengan uji korelasi dari variabel pemanenan air hujan dan sosial masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat studi kelayakan sosial dan ekonomi masyarakat terhadap pengembangan pemanenan air hujan sebagai upaya keberlanjutan sumber daya air. Hasil: nilai korelasi tertinggi atau sangat kuat adalah korelasi antara lingkungan dan kebutuhan masyarakat dengan nilai 0,74. korelasi tinggi atau kuat adalah korelasi antara air kesehatan dan kebutuhan masyarakat dengan nilai 0,68, korelasi antara sosial budaya dan kebutuhan masyarakat dengan nilai 0,52 dan korelasi antara ekonomi dan kemauan masyarakat dengan nilai korelasi 0,46. Kesimpulan: Analisis ATP, WTP dan CBR menunjukkan jika sumur resapan merupakan metode pemanenan air hujan yang layak dari segi ekonomi. Partisipasi masyarakat terhadap pemeliharaan dan pengadaan prasarana pemanenan air hujan masih minimum. Perlunya upaya penguatan modal sosial melalui program pengembangan kapasitas komunitas pemanenan air hujan sebagai subyek yang berperan langsung dalam peningkatan partisipasi masyarakat. Tersedianya air dari segi kuantitas dan kualitas akan mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS SEKOLAH UNTUK MEWUJUDKAN GREEN SCHOOL Endartiwi, Sri Sularsih Endartiwi; Sri Sularsih Endartiwi; Warniningsih, Warniningsih; Amyati, Amyati; Mar'atus Sholiha; Amin Rahayu Puji Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/q7rm7k56

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan kondisi darurat sampah dan  terjadi penumpukan sampah di TPS. Selain itu adanya penutupan permanen TPA sampah membuat masyarakat harus mampu mengelola sampahnya secara mandiri. Hal ini juga berlaku bagi sekolah-sekolah, karena sekolah juga merupakan salah satu penghasil sampah baik sampah organik maupun anorganik. Penduduk sekolah dihimbau untuk dapat mengelola sampahnya. Pengelolaan sampah sejak dini bagi anak sekolah agar tidak anak menjadi lebih cinta terhadap lingkungannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatnya pengelolaan dan pengolahan sampah berbasis sekolah untuk mewujudkan Green School di SD Negeri Wirokerten. Di samping itu juga untuk meningkatkan kesadaran dan membangun perilaku peduli sampah dan lingkungan sejak dini pada siswa sekolah sehingga tercipta sekolah mandiri sampah. Harapannya bisa menjadi percontohan bagi sekolah lain yang berada di wilayah sekitar serta merintis untuk menjadi sekolah Adiwiyata. Kegiatan yang dilakukan adalah edukasi tentang pemilahan sampah, pengelolaan sampah organik menjadi kompos, pembuatan ecobrick dengan menggunakan botol bekas air mineral serta melakukan penanaman sayuran dan TOGA (tanaman obat keluarga) di lingkungan sekolah. Hasil dari kegiatan adalah kompos yang dimanfaatkan sebagai media tanam untuk menanam tanaman hias, sayuran dan TOGA, ecobrick yang dibuat menjadi meja dan kursi. Terdapat perbedaan yang signifikan baik pengetahuan, sikap dan perilaku siswa tentang pengelolaan sampah antara sebelum dan sesudah dilakukan edukasi dan pelatihan ke arah positif.