Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

KADAR CO ( KARBON MONOKSIDA ) PADA RUANGAN PARKIR BAWAH TANAH DI MALL GALERIA YOGYAKARTA -, Warniningsih
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 3 No 1 Agustus 2010
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2641.511 KB) | DOI: 10.34151/technoscientia.v3i1.459

Abstract

Galeria Mall Jogjakarta is one of the shopping centres with underground parking lot. The CO (carbon monoxide) influences visitors and workers within. Known that the room could be fatal, the basement is not fulfilled with air channels so that the exhaust gas vehicles trapped in the parking space itself. Those, will eventually cause disturbance to human health. Therefore research is needed to determine how far the levels of CO (carbon monoxide) in the parking lot in the mall land. Research methods includes the way of measurement of CO levels, temperature, humidity, wind speed and the number of vehicles from 09.30 - 14.30. The samples were taken for analysis (CO), Thermoter (temperature), Anemometer (wind speed) and Pyrometer (moisture). The study areas were including motorcycle parking areas, the midde of motorcycle and car parking areas and the last is the car parking areas. Result of the research is average level of CO pollution ranged from 16,100 to 19,550 μg/m3 at 09.30 A.M by the number of motor vehicles and cars are 49, while from 12:00 to 14:30 A.M between 34,116.67 to 45,616.67 μg/m3 with a number of motor vehicles and cars we 544. The conclusion of the study is that between 12-14.30 A.M there was CO standard normal overload within the underground parking areas of Galeria Mall. Re study of the facilities is required, sonly.
PEMANFAATAN ECENG GONDOK UNTUK MEMBERSIHKAN KUALITAS AIR SUNGAI SUNGAI GADJAHWONG YOGYAKARTA Setyanto, Kris; -, Warniningsih
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 4 No 1 Agustus 2011
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.131 KB) | DOI: 10.34151/technoscientia.v4i1.477

Abstract

River is one source of water is important sanga ang existence, in urban areas are often neglected maintenance stream. Many found the river full of garbage, not flowing and odorless. Gadjahwong River is one of the river in Jogjakarta through the city of Jogjakarta, there right dikiri industrial areas such as SGM milk factory, leather factory, etc. Budi Makmur. These rivers across the eastern part of the city of Jogjakarta, the secondary data and previous studies the parameters of BOD, COD, TSS and high Poop coli can be used as raw drinking water, can only be used for irrigation and agriculture. The method used in this study is first to determine the area of the river, installing nets to grow sisal plant, water hyacinth breeding. kmeudian test characteristics of river water before treatment. The next test stream water purification with water hyacinth after sam-pling continued with before, in the group after group of plants and water hyacinth plants, carried out per 2 weeks for 2 months. Based on the data for all parameters studied pollutants were water-quality parameters for turbidity, color, COD, BOD, Fe and ammonia from time to time is always changing levels. There is a tendency to decrease pollutant parameters hyacinth clumps position that more and more.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN KEGIATAN REHABILITASI DAERAH IRIGASI BENDO DI KABUPATEN PONOROGO Kiky Widyaputra, Primanda; Warniningsih, Warniningsih
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 18, No 2 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.105 KB) | DOI: 10.37412/jrl.v18i2.30

Abstract

Pengamanan ketahanan pangan menjadi salah satu sasaran pembangunan ekonomi nasional pemerintah Republik Indonesia. Oleh karena itu, perencanaan sarana dan prasarana irigasi penting dilaksanakan dalam rangka mewujudkan infrastruktur irigasi yang baik untuk mendukung ketahanan pangan.Kegiatan rehabilitasi daerah irigasi ini berkaitan dengan karakter penduduk di Ponorogo yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani, sehingga tersedianya DI. Bendo dapat mendukung kegiatan pertanian masyarakat. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis persepsi dan penerimaan masyarakat terhadapdampak lingkungan kegiatan rehabilitasi Daerah Irigasi Bendo di Ponorogo. Metode pengambilan data dilakukan melalui wawancara dengan penduduk dengan menggunakan kuesioner. Responden diambil dari masyarakat yang diperkirakan akan terkena dampak langsung. Wawancara dan penyebaran kuesioner kepada minimal 3 (tiga) responden per desa yang bisa mewakili kondisi di lokasi kegiatan. Metode analisis dilakukan dengan analisis kualitatif dan kuantitatif.Hasil analisis menunjukkan bahwa masyarakat sepenuhnya mendukung program pembangunan DI. Bendo. Hal tersebut dikarenakan masyarakat merasa akan mendapatkan dampak positif dari kegiatan tersebut. Persepsi masyarakat terhadap rencana rehabilitasi D.I. Bendo adalah mendukung rencana kegiatan tersebut dan bahwa keberadaan jaringan irigasi sangat bermanfaat bagi masyarakat. Katakunci:
PENJADWALAN PENGGANTIAN KOMPONEN GAS COMPRESORUNIT C WAUKESHA L7042 GSI DENGAN METODE AGE REPLACEMENT (PT. PERTAMINA EP ASSET TAMBUN FIELD) Widyantoro, Murwan; Rosihan, Rifda Ilahy; Warniningsih, Warniningsih
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1196.21 KB) | DOI: 10.37412/jrl.v2i2.4

Abstract

Pemeliharaan (maintenance) merupakan aktivitas menjaga sistem peralatan dan mesin selalu tetap konsisten dalam proses produksi. Secara umum, masalah pemeliharaan sering terabaikan sehingga kegiatan pemeliharaan tidak teratur, yang pada akhirnya apabila mesin dan peralatan mengalami kerusakan dapat mempengaruhi kapasitas produksi. Diperlukan perencanaan perawatan mesin yang terjadwal (preventive maintenance) dalam hal ini penggantian pencegahan (preventive replacement) komponen mesin untuk mengurangi kerusakan mesin secara mendadak (failure maintenance). PT. Pertamina EP Asset 3 Tambun Field merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industry perminyakan. PT. Pertamina EP Asset 3 Tambun Field memiliki dua komponen yang sering mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan proses terganggu. Dua komponen tersebut terdapat merupakan komponen pada Gas Compressor, yaitu komponen Connecting Rods dan Crankcase. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengetahui komponen kritis dari Gas Compressor pada PT. Pertamina EP Asset 3 Tambun Field, menentukan interval preventive maintenance untuk komponen kritis dengan menggunakan metode Age replacement.
ANALISIS KUALITAS BAKTERIOLOGIS ESBATU DI LINGKUNGAN PASAR KOTA GEDE YOGYAKARTA Warsiyah, Warsiyah; Warniningsih, Warniningsih
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 18, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.267 KB) | DOI: 10.37412/jrl.v18i1.21

Abstract

Es batu sebagai bahan pendingin makan dan minuman yang langsung dikonsumsi oleh masyarakat dan digemari baik yang dijajakan di pasar tradisional, secara keliling, perumahan penduduk, di pinggir jalan raya hingga kesekolah-sekolah. tempat jualan yang tidak terkoordionir, berpindah-pindah, peralatan yang tidak bersih, tidak mencuci tangan sebelum berjualan, dan penjaja yang tidak memperhatikan kebersihan, menyebabkan dagangan yang dijual tidak memenuhi syarat kesehatan. dengan kondisi demikian kemungkinan besar es batu dapat tercemar coli tinja dalam es batu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang kandungan colitinja pada es batu yang dijajakan.Metode penelitian yang digunakan dengan mengadakan survai yang didiskriptifkan dan analisa laboratorium  kandungan colitinja pada es batu.Hasil laboratorium menunjukkan bahwa es batu yang dijajakan di lingkungan pasar Kota Gede masih mengandung colitinja di atas 0  MPN/ ( Most Probable Number ) /100 ml.  Dengan demikian menunjukkan bahwa pada hasil survai dan analisa laboratorium es batu yang dijajakan pedagang baik pengepul es, pengecer es, dan industri rumah tangga tidak memenuhi syarat kesehatan sesuai dengan Kepmenkes RI.No. 942/Menkes/SK/II/2003 dan Kepmen RI. No.907/Menkes/SK/VII/2002. baik cara penyimpanan, tempat, alat penutup es batu yang digunakan. Berdasarkan  hasil  tersebut diharapkan pada pedagang dalam melakukan pengolahan, pengumpulan,  penyimpanan, penyajian es batu lebih ditingkatkan dan diperhatikan kebersihannya.
KADAR CO ( KARBON MONOKSIDA ) PADA RUANGAN PARKIR BAWAH TANAH DI MALL GALERIA YOGYAKARTA -, Warniningsih
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 3 No 1 Agustus 2010
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v3i1.459

Abstract

Galeria Mall Jogjakarta is one of the shopping centres with underground parking lot. The CO (carbon monoxide) influences visitors and workers within. Known that the room could be fatal, the basement is not fulfilled with air channels so that the exhaust gas vehicles trapped in the parking space itself. Those, will eventually cause disturbance to human health. Therefore research is needed to determine how far the levels of CO (carbon monoxide) in the parking lot in the mall land. Research methods includes the way of measurement of CO levels, temperature, humidity, wind speed and the number of vehicles from 09.30 - 14.30. The samples were taken for analysis (CO), Thermoter (temperature), Anemometer (wind speed) and Pyrometer (moisture). The study areas were including motorcycle parking areas, the midde of motorcycle and car parking areas and the last is the car parking areas. Result of the research is average level of CO pollution ranged from 16,100 to 19,550 μg/m3 at 09.30 A.M by the number of motor vehicles and cars are 49, while from 12:00 to 14:30 A.M between 34,116.67 to 45,616.67 μg/m3 with a number of motor vehicles and cars we 544. The conclusion of the study is that between 12-14.30 A.M there was CO standard normal overload within the underground parking areas of Galeria Mall. Re study of the facilities is required, sonly.
PEMANFAATAN ECENG GONDOK UNTUK MEMBERSIHKAN KUALITAS AIR SUNGAI SUNGAI GADJAHWONG YOGYAKARTA Setyanto, Kris; -, Warniningsih
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA Technoscientia Vol 4 No 1 Agustus 2011
Publisher : Lembaga Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), IST AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34151/technoscientia.v4i1.477

Abstract

River is one source of water is important sanga ang existence, in urban areas are often neglected maintenance stream. Many found the river full of garbage, not flowing and odorless. Gadjahwong River is one of the river in Jogjakarta through the city of Jogjakarta, there right dikiri industrial areas such as SGM milk factory, leather factory, etc. Budi Makmur. These rivers across the eastern part of the city of Jogjakarta, the secondary data and previous studies the parameters of BOD, COD, TSS and high Poop coli can be used as raw drinking water, can only be used for irrigation and agriculture. The method used in this study is first to determine the area of the river, installing nets to grow sisal plant, water hyacinth breeding. kmeudian test characteristics of river water before treatment. The next test stream water purification with water hyacinth after sam-pling continued with before, in the group after group of plants and water hyacinth plants, carried out per 2 weeks for 2 months. Based on the data for all parameters studied pollutants were water-quality parameters for turbidity, color, COD, BOD, Fe and ammonia from time to time is always changing levels. There is a tendency to decrease pollutant parameters hyacinth clumps position that more and more.
UJI EFEKTIVITAS KEMATIAN LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI DENGAN MENGGUNAKAN BERBAGAI JENIS LARVASIDA William Anthonio T, Ronald; Warsiyah, Warsiyah; Warniningsih, Warniningsih
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v20i1.37

Abstract

Kasus DBD sejak ditemukannya pada tahun 1968 terus mengalami peningkatan dan menyebar ke seluruh Indonesia. Vektor penyakit DBD yaitu nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus masih banyak dijumpai di wilayah Indonesia. Pengendalian larva Aedes aegypti, selain dilakukan secara kimiawi, juga dapat dilakukan secara nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas kematian larva nyamuk Aedes aegypty dengan menggunakan jenis larvasida Temephos, ekstrak daun tembakau, dan dan ekstrak daun jeruk purut dan untuk mengetahui perbandingan efektivitas kematian larva nyamuk Aedes aegypti dengan menggunakan berbagai jenis larvasida Temephos, ekstrak daun tembakau, dan ekstrak daun jeruk purut.Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimen, yaitu suatu penelitian dengan melakukan kegiatan percobaan, yang bertujuan untuk mengetahui gejala atau pengaruh yang timbul sebagai akibat dari adanya perlakukan tertentu, dengan rancangan peneliitian Posttest only control group Design.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Temephos, ekstrak daun tembakau, dan ekstrak daun jeruk purut, dapat menjadi larvasida untuk membunuh larva Aedes aegypti. Temephos membutuhkan waktu 7 jam untuk membunuh semua larva dengan perbandingan dosis 70ml/25 ekor jentik Aedes aegypti. Ekstrak daun tembakau membutuhkan waktu 12 jam untuk membunuh semua larva dengan perbandingan dosis 70ml/25 ekor jentik Aedes aegypti. Sedangkan, ekstrak daun jeruk purut membutuhkan waktu 12 jam untuk membunuh semua larva dengan perbandingan dosis 70ml/ 25 ekor jentik Aedes aegypti. Temephos adalah yang paling bagus sebagai larvasida.
ANALISIS PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN KERJA PADA LANTAI PRODUKSI DENGAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) DI PT. XYZ Vendhi Prasmoro, Alloysius; Widyantoro, Murwan; Warniningsih, Warniningsih
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 21, No 2 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v21i2.119

Abstract

PT. XYZ dalam pengoperasiannya tidak luput dari masalah-masalah yang dihadapi seperti adanya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan dampak negatif industri terhadap lingkungan sekitarnya, maka tingkat keselamatan kerja manusia sebagai faktor produksi sangat diperlukan agar produktivitas yang optimal dapat dicapai. Dari pelaksanaan program keselamatan kerja di PT. XYZ dikatakan telah terlaksana cukup baik. Kecelakaan yang terjadi pada tahun 2016-2019 adalah 8, 13, 9, 5 kali kecelakaan. Dengan tingkat frekuensi 39, 63.44, 24. Tingkat keparahan yang terjadi pada tahun 2016-2019 adalah 116, 130, 92, 73. Dengan nilai t selamat pada tahun 2018 di ketahui 5,84 dan pada tahun 2019 sebesar -6,15. Penerapan tindakan dari pihak perusahaan adalah langkah pertama yang dilakukan adalah pencegahan kecelakaan kerja, pencegahan kebakaran, penunjang kehandalan dalam operasi pabrik, pembinaan dan pelatihan
OPTIMALISASI PELAYANAN DENGAN METODE ANTRIAN PADA SPBU ABC Vendhi Prasmoro, Alloysius; Widyantoro, Murwan; Warniningsih, Warniningsih
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v20i1.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah jalur fasilitas yang optimal dan kinerja waktu pelayanan yang optimal pada jalur antrian sepeda motor yang ada pada SPBU ABC. Metode analisis yang digunakan adalah analisis teori antrian dan dianalisis sebagai model multi channel-single phase. hasil dari penelitian pada SPBU ABC dengan menggunakan analisis teori antrian yaitu dengan perhitungan model multi channel-single phase. menunjukkan bahwa setelah dianalisis dengan penambahan jalur pelayanan dan juga operator bisa lebih optimal dan dari segi waktu pelayanan dari yang awalnya satu jalur pelayanan menjadi dua jalur pelayanan dan rata-rata intensitas pelayanan yang awalnya 98% menjadi 34% untuk rata-rata pelanggan dalam antrian 46 orang menjadi 1 orang dan untuk rata-rata pelanggan dalam sistem 47 orang menjadi 2 orang dan untuk rata-rata  waktu menunggu dalam antrian dari 58,7 menit menjadi 0,38 menit kemudian untuk rata-rata menunggu dalam sistem 60 menit menjadi 1,6 menit. Untuk itu dengan sistem multi channel single-phase atau penambahan menjadi dua jalur dari segi waktu menjadi lebih optimal.