Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Mapping Out Taiwan-Indonesia Bilateral Cooperation: Establishing Interdependence on People-to-People Connectivity Melkis, Juan Carlos; Alam, Gilang Nur; Dermawan, Windy
Indonesian Journal of Social Science Research Vol. 6 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Social Science Research (IJSSR)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ijssr.06.01.09

Abstract

This study explores Taiwan-Indonesia bilateral cooperation strategies in fostering interdependence through people-to-people connectivity during 2016–2024, influenced by Taiwan's New Southbound Policy. Using a qualitative descriptive approach and secondary data, the research highlights Taiwan's initiatives, including scholarship programs, visa facilitation, Muslim-friendly tourism promotion, and protections for Indonesian migrant workers. These efforts have strengthened social, cultural, and educational ties between the two nations. The findings show that these strategies significantly enhance bilateral relations, offering Indonesia opportunities for human resource development and improved migrant worker welfare, while Taiwan deepens its connectivity with a key ASEAN partner. Despite these advancements, Indonesia's adherence to the One China Policy imposes diplomatic constraints, limiting formal interactions and collaborations. The study concludes that people-to-people connectivity is a vital component of Taiwan-Indonesia bilateral relations, fostering mutually beneficial interdependence. It recommends further policy innovations to enhance social and cultural exchanges, ensuring the sustainability of bilateral collaboration.
Media Narratives in the Israel-Palestine Conflict: A Constructivist Approach to Analyzing Media Bias and Digital Activism Taufiq, Fariz Tsabit; Alam, Gilang Nur; Dermawan, Windy
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v7i2.61812

Abstract

The Israel-Palestine conflict, one of the most complex and protracted international disputes, has been profoundly shaped by media representations that influence public opinion and international relations. This study identifies three key factors shaping narratives through mainstream and social media: (i) Western mainstream media bias favoring Israel, (ii) the use of emotional language and selective reporting, and (iii) the rise of social media activism, exemplified by campaigns such as “All Eyes on Rafah”, which amplify marginalized Palestinian voices. Using a qualitative descriptive approach based on Creswell’s framework, the research explores the existence and interaction of these factors in shaping media roles. The study highlights the dynamic interplay between media narratives, public opinion, and foreign policy-making, shaped by historical context, social values, and norms. Findings reveal that while mainstream media historically demonstrate bias and selective framing, social media platforms create space for counter-narratives and more diverse perspectives. This analysis provides deeper insight into how these three factors collectively construct media discourse and potentially influence global public opinion and policy responses to the Israel-Palestine conflict. Konflik Israel-Palestina, sebagai salah satu sengketa internasional paling kompleks dan berkepanjangan, sangat dipengaruhi oleh representasi media yang membentuk opini publik dan hubungan internasional. Penelitian ini mengidentifikasi tiga faktor utama yang memengaruhi narasi melalui media arus utama dan media sosial: (i) bias media arus utama Barat yang cenderung mendukung Israel, (ii) penggunaan bahasa emosional dan pelaporan yang selektif, serta (iii) munculnya aktivisme media sosial yang dicontohkan oleh kampanye “All Eyes on Rafah” yang memperkuat suara-suara Palestina yang termarginalkan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berdasarkan kerangka Creswell, penelitian ini menelaah keberadaan dan interaksi ketiga faktor tersebut dalam membentuk peran media. Studi ini menekankan interaksi dinamis antara narasi media, opini publik, dan pembuatan kebijakan luar negeri yang dipengaruhi konteks historis, nilai sosial, dan norma. Temuan menunjukkan bahwa meskipun media arus utama secara historis menampilkan bias dan pembingkaian selektif, media sosial menyediakan ruang bagi narasi tandingan dan perspektif yang lebih beragam. Analisis ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana ketiga faktor tersebut secara kolektif membentuk wacana media serta berpotensi memengaruhi opini publik global dan respons kebijakan terhadap konflik Israel-Palestina.
City of Bandung's Paradiplomacy in Efforts to Fulfill Society's Needs During the COVID-19 Pandemic Melkis, Juan Carlos; Alam, Gilang Nur; Dermawan, Windy
Ilomata International Journal of Social Science Vol. 6 No. 4 (2025): October 2025
Publisher : Yayasan Ilomata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijss.v6i4.1889

Abstract

This study explores how the City of Bandung employed paradiplomacy, particularly through sister city cooperation with Suwon (South Korea) and Liuzhou (China), to respond to urgent healthcare shortages during the COVID-19 pandemic. Using qualitative documentary analysis of government archives, official communications, media coverage, and academic sources, the study shows how Bandung mobilized long-standing international networks to secure 30,000 donated masks, directly alleviating local scarcity at a critical moment. More than symbolic engagement, this cooperation demonstrated that institutionalized paradiplomacy can function as an operational mechanism for crisis response, complementing national strategies and strengthening multilevel governance. The findings highlight Bandung’s proactive international outreach as a practical contribution with tangible health benefits, while also underscoring the broader theoretical relevance of paradiplomacy as part of global governance frameworks. Ultimately, the case illustrates the value of sister city diplomacy not only for emergency relief but also as a replicable model for enhancing resilience and adaptive local governance in wider development contexts.
DARI TRADISI MENJADI PRESTASI: MEMBANGUN DESA BAGOLO SEBAGAI DESTINASI WISATA HALAL Alam, Gilang Nur; Azmi, Fuad; Akim; Habibullah, Ali Zahid
Jurnal Kreativitas dan Inovasi (Jurnal Kreanova) Vol 5 No 3 (2025): September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/kreanova.v5i3.7248

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengangkat budaya dan tradisi lokal sebagai daya tarik wisata halal di Desa Bagolo, Kabupaten Pangandaran. Program ini didasari oleh potensi besar Desa Bagolo dalam mengembangkan ekowisata berbasis budaya yang selaras dengan prinsip-prinsip pariwisata halal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan kombinasi metode Pelatihan dan Pendidikan Masyarakat, yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas warga Desa Bagolo dalam mengembangkan potensi budaya lokal sebagai daya tarik wisata halal. Kegiatan ini menghasilkan beberapa luaran, termasuk video promosi kreatif dan pelatihan kapasitas masyarakat dalam memahami potensi ekonomi dari pelestarian budaya lokal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan budaya dalam pengembangan wisata halal tidak hanya memperkuat daya tarik destinasi, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian tradisi sebagai aset ekonomi berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini berhasil menumbuhkan semangat kolaboratif antarwarga dalam mengelola dan mempromosikan potensi wisata halal. Kesimpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa sinergi antara pelestarian budaya dan strategi wisata halal mampu memperkuat posisi Desa Bagolo sebagai destinasi wisata halal unggulan di Jawa Barat.
BEYOND PROMOTION: CULTURAL PARADIPLOMACY AS A STRATEGY FOR BETAWI CULTURAL RESILIENCE IN JAKARTA Lagena, Ageu; Alam, Gilang Nur; Dermawan, Windy
International Journal of Cultural and Social Science Vol. 7 No. 2 (2026): International Journal of Cultural and Social Science
Publisher : Pena Cendekia Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53806/ijcss.v7i2.1337

Abstract

Betawi culture in Jakarta faces accelerating marginalization due to globalization, urbanization, and digital homogenization, threatening its continuity. This study employs a descriptive qualitative approach using document analysis of policy papers, foreign cooperation reports, and digital archives, with content analysis and source triangulation to examine how the Provincial Government of DKI Jakarta employs cultural paradiplomacy to strengthen the resilience of Betawi culture. The findings identify three mutually reinforcing mechanisms: representational that build international visibility and symbolic legitimacy; collaborative that mobilize multi-actor partnerships for community-based preservation; and transformational engagement that embeds cultural protection into urban governance through policy learning and institutional reform. Together, these mechanisms show that cultural paradiplomacy operates not only as city branding but as a multi-layered strategy for protecting vulnerable local heritage, offering lessons for other regions within Indonesia’s centralized foreign policy system.
Strategi Diplomasi Budaya Indonesia Oleh PT Produksi Film Negara (PFN) Terhadap Cina Melalui Indonesia Movie Weekend Festival 2024 Pradito, Muhammad; Alam, Gilang Nur; Rifawan, Affabile; Dermawan, Windy
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik Vol. 6 No. 2 (2026): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik
Publisher : Dinasti Review Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jihhp.v6i2.6245

Abstract

Penelitian ini membahas strategi diplomasi budaya yang dijalankan oleh PT Produksi Film Negara (PFN) melalui penyelenggaraan Indonesia Movie Weekend Festival (IMWF) 2024 di Cina. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini dianalisis melalui kerangka diplomasi budaya Patricia Goff yang mencakup tiga dimensi utama: koneksi, konsistensi, dan inovasi. Meski bukan lembaga diplomatik, PFN—sebagai badan perfilman milik negara—berperan aktif dalam mendukung diplomasi budaya Indonesia di tengah belum adanya strategi nasional yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi 4C PFN (Connect, Collaborate, Create, dan Commerce) mampu menerjemahkan teori Goff ke dalam praktik. Strategi Connect membangun keterhubungan emosional dan kontekstual dengan audiens dan mitra di Cina, Collaborate menciptakan kemitraan jangka panjang lintas budaya, sedangkan Create dan Commerce mencerminkan inovasi dalam format dan pendekatan, termasuk sinema digital vertikal dan teknologi imersif. Namun, tantangan tetap ada, seperti minimnya koordinasi antar lembaga dalam negeri dan proteksionisme pasar film Tiongkok. Kendati demikian, PFN tampil sebagai aktor negara yang adaptif dan strategis, menjadikan diplomasi perfilman sebagai sarana memperkuat citra Indonesia di kancah global melalui pendekatan naratif yang berkelanjutan dan inovatif.
Glokalisasi UMKM melalui BUMN: Studi Kasus PT Pos Indonesia sebagai Media Diplomasi Ekonomi Indonesia Lagena, Ageu; Ramadhan, Rizki Ananda; Alam, Gilang Nur
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v15i1.3794

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises make a significant contribution to the national economy; however, their competitiveness at the global level remains relatively limited due to various structural constraints, including restricted access to capital, low digital literacy, and logistical barriers. This study aims to analyze how the concept of glocalization can be applied as a strategy to encourage micro, small, and medium enterprises to enter the global market, positioning State-Owned Enterprises, particularly PT Pos Indonesia as the primary facilitator within an economic diplomacy framework. The study employs a qualitative approach with a case study design, in which data were gathered through semi-structured in-depth interviews with internal actors at PT Pos Indonesia who have access to policies and practices related to the empowerment of micro, small, and medium enterprises, and were subsequently analyzed interactively. The findings reveal that PT Pos Indonesia's national and international logistics network, digital infrastructure support, and cross-institutional collaboration enable it to function as an integrated solution, particularly through export facilitation initiatives. The novelty of this research lies in its analytical framework, which integrates the concept of glocalization with an economic diplomacy approach through the role of State-Owned Enterprises, which is a perspective that has received limited scholarly attention in the existing literature. This study concludes that optimizing the role of PT Pos Indonesia has the potential to strengthen the global competitiveness of micro, small, and medium enterprises while simultaneously supporting the advancement of Indonesia's economic diplomacy on the international stage.Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah memiliki kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional, namun daya saing mereka di tingkat global masih relatif terbatas akibat berbagai kendala struktural, antara lain keterbatasan akses permodalan, rendahnya literasi digital, serta hambatan logistik. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana konsep glokalisasi dapat diterapkan sebagai strategi dalam mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah memasuki pasar global, dengan menempatkan Badan Usaha Milik Negara, khususnya PT Pos Indonesia, sebagai fasilitator utama dalam kerangka diplomasi ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dengan aktor internal PT Pos Indonesia yang memiliki akses terhadap kebijakan dan praktik pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan logistik nasional dan internasional, dukungan infrastruktur digital, serta kolaborasi lintas lembaga memungkinkan PT Pos Indonesia berfungsi sebagai solusi terpadu, terutama melalui inisiatif fasilitasi ekspor. Kebaruan penelitian ini terletak pada kerangka analisis yang memadukan konsep glokalisasi dengan pendekatan diplomasi ekonomi melalui peran Badan Usaha Milik Negara, sebuah perspektif yang belum banyak dikaji dalam literatur sebelumnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi peran PT Pos Indonesia berpotensi memperkuat daya saing global usaha mikro, kecil, dan menengah sekaligus mendukung penguatan diplomasi ekonomi Indonesia di panggung internasional. 
Mapping Out Taiwan-Indonesia Bilateral Cooperation: Establishing Interdependence on People-to-People Connectivity Melkis, Juan Carlos; Alam, Gilang Nur; Dermawan, Windy
Indonesian Journal of Social Science Research Vol. 6 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Social Science Research (IJSSR)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ijssr.06.01.09

Abstract

This study explores Taiwan-Indonesia bilateral cooperation strategies in fostering interdependence through people-to-people connectivity during 2016–2024, influenced by Taiwan's New Southbound Policy. Using a qualitative descriptive approach and secondary data, the research highlights Taiwan's initiatives, including scholarship programs, visa facilitation, Muslim-friendly tourism promotion, and protections for Indonesian migrant workers. These efforts have strengthened social, cultural, and educational ties between the two nations. The findings show that these strategies significantly enhance bilateral relations, offering Indonesia opportunities for human resource development and improved migrant worker welfare, while Taiwan deepens its connectivity with a key ASEAN partner. Despite these advancements, Indonesia's adherence to the One China Policy imposes diplomatic constraints, limiting formal interactions and collaborations. The study concludes that people-to-people connectivity is a vital component of Taiwan-Indonesia bilateral relations, fostering mutually beneficial interdependence. It recommends further policy innovations to enhance social and cultural exchanges, ensuring the sustainability of bilateral collaboration.