Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

OPTIMASI FLOW FEED GAS TERHADAP FLOW AMINE PADA KOLOM CO₂ REMOVAL Eka Megawati; Yoga Hanggara Pradipta; I Ketut Warsa; Yuniarti Yuniarti
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 4, No 1 (2022): March
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v4i1.83

Abstract

The process of liquefying natural gas to produce a product in the form of LPG (Liquefied Petroleum Gas) takes place at a very low temperature of -160ºC. Meanwhile, the gas feed contains a component in the form of carbon dioxide (CO₂) which has a freezing point of -56ºC. The CO₂ separation process is carried out in the CO₂ removal unit which consists of an absorber and an amine regenerator. In the absorber tower, there is a separation process of CO₂ gas components which will be separated by absorption by an amine solution. Amine flow must be adjusted to the flow feed gas that enters the absorber column so that there is no excess amine in the purification process, so the purpose of this study is to determine the maximum value of flow feed gas to get the optimal value of flow amine. The calculation method for finding the maximum flow amine uses trial and error calculations, where the value of the gas flow feed is varied. Based on research can be concluded that, by varying the increase in gas flow feed from 359 m³/h obtained the maximum value of gas flow feed which is 8195 m³/h which produces an optimal flow amine value of 1200,005 m³/h.
ANALISA EFISIENSI TURBIN PADA BEBAN MAKSIMAL DI PLTU PT. X UNIT 3 KAPASITAS 1 x 60 MW DENGAN PENDEKATAN SIKLUS RANKINE IDEAL REGENERATIF Subuhqi, Arryf Rahmad; Megawati, Eka; Warsa, I Ketut
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 6, No 1 (2024): MARCH
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v6i1.164

Abstract

Efisiensi merupakan salah satu persamaan yang penting dalam termodinamika untuk mengetahui seberapa baik konversi energi atau proses, Pada beban maksimal yang akan dihitung adalah dari masing-masing sampel yang telah dianalisis dimana beban maksimal ini ialah kebutuhan dari listrik secara maksimum yang terjadi selama selang waktu tertentu, biasanya terjadi pada selang waktu 15 menit, selang waktu 30 menit, atau dalam hal tertentu dapat berselang waktu hingga 60 menit. Tujuan dari laporan ini ialah Mengetahui Efisiensi Turbin di PLTU PT. X Unit 3 Kapasitas 1 × 60 MW pada kondisi beban maksimal dengan pendekatan siklus rankine ideal regenerative, metode   yang digunakan ialah dengan perhitungan secara manual dan dengan Microsoft excel. Berdasarkan hasil analisa data dan perhitungan pada 4 sampel maka dapat disimpulkan bahwa pada sampel 1 dengan beban generator sebesar 54,04 MW, didapatkan effisiensi turbin sebesar 83,76 %, Pada sampel 2 dengan beban generator sebesar 58,77 MW, didapatkan effisiensi turbin sebesar 85,56 %. Pada sampel 3 dengan beban generator sebesar 55,91 MW, didapatkan effisiensi turbin sebesar 84,82 %. Pada sampel 4 dengan beban generator sebesar 58,03 MW, didapatkan effisiensi turbin sebesar 86,56 %.
Optimasi Blending Pertalite dengan Komponen Reformate di PT. XYZ Balikpapan Megawati, Eka; Warsa, I Ketut; Setiawan, Mochammad Wahyu
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.618 KB) | DOI: 10.25273/cheesa.v3i1.5684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk perbaikan produk Pertalite menggunakan komponen Reformat agar memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan oleh Dirjen Migas. Metode blending merupakan teknik pengumpulan data yang berupa perhitungan optimasi blending pertalite dengan penambahan komponen reformate menggunakan rumus trial & error/coba-coba. Beberapa rumusan perhitungan blending yang di pakai untuk membuat Pertalite dari komponen-komponennya adalah: Blending, Distilasi, Octane Number dan RPV. Berdasarkan perhitungan hasil distilasi 10% sebesar 68,88 oC, 50% sebesar 106,94 oC, FBP 201,91 oC, Reid Vapour Pressure (RVP) sebesar 48,78 Kpa, density at 15 oC sebesar 762,60 Kg/liter, dan ON diperoleh angka sebesar 90. Berdasarkan hasil analisa Perhitungan Optimasi blending pertalite ON 89,5 dengan Reformat menggunakan rumus trial & error/coba-coba, pencampuran titik blending telah memenuhi spesifikasi Distilasi, RVP dan Density. Pertalite ON 90 diperoleh dari percampuran pertalite ON 89,5 sebanyak 5320 m3 dengan Reformat sebanyak 415,625 m3.
OPTIMASI EFISIENSI GAS TURBIN GENERATOR UNIT 2 DENGAN MENAIKKAN TEKANAN MASUK TURBIN DI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GAS UAP (PLTGU) Warsa, I Ketut; Pratama, Aji Indrayan; Ariyani, Debora; Megawati, Eka
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 6, No 2 (2024): OCTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v6i2.174

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan pokok yang banyak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, industri dan kegiatan lainnya. Untuk menghasilkan energi listrik maka dibutuhkan suatu sistem yang disebut pembangkit listrik. Pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) energi listrik dihasilkan dari unit pembangkit listrik yang dimana ada terdapat dua tipe alat pembangkit Listrik dan salah satunya adalah Gas Turbin Generator. Gas Turbin Generator adalah mesin pembangkit listrik yang memanfaatkan energi panas hasil pembakaran antara gas alam dan udara atmosfir menjadi energi mekanik (putaran turbin), dari putaran turbin akan dihubungkan ke generator menjadi putaran generator yang menghasilkan energi listrik. Dalam proses operasi Gas Turbin Generator sangatlah penting untuk mengetahui apakah alat tersebut masih bisa bekerja dengan optimal. Kenaikan tekanan masuk turbin sebesar 30 Psi bertujuan untuk memperoleh nilai optimasi tekanan yang masuk pada turbin dan untuk menganalisa perbandingan optimasi kinerja yang dihasilkan oleh Gas Turbin Generator Unit 2 PLTGU. Optimasi kinerja Gas Turbin generator Unit 2 dilakukan dengan menaikan tekanan masuk turbin sebesar 30 Psi dari 102 Psi sampai dengan 342 Psi. Optimal kinerja pada Gas Turbin Generator Unit 2 PLTGU didapatkan pada tekanan 342 Psi menghasilkan nilai efisiensi sebesar 83,82 %.
Simulasi Pengaruh Mass Flow Gas terhadap Efisiensi di Column Teg Contactor Pada Rangkaian Dehydration Unit Megawati, Eka; Vegatama, Meita Rezki; Parman, Mohammad Zulfikar; Warsa, I Ketut; Monde, Junety; Sarungallo, Rosalia Sira
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 7, No 1 (2025): MARCH
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v7i1.185

Abstract

Efisiensi merupakan salah satu persamaan yang penting dalam termodinamika untuk mengetahui seberapa baik konversi energi atau proses, pada beban maksimal yang akan dihitung adalah dari masing-masing sampel yang telah dianalisis dimana beban maksimal ini ialah kebutuhan dari listrik secara maksimum yang terjadi selama selang waktu tertentu, biasanya terjadi pada selang waktu 15 menit, selang waktu 30 menit, atau dalam hal tertentu dapat berselang waktu hingga 60 menit. Tujuan penelitian ialah mengetahui Efisiensi Turbin di PLTU PT. X Unit 3 Kapasitas 1 × 60 MW pada kondisi beban maksimal dengan pendekatan siklus Rankine ideal regenerative, metode yang digunakan ialah dengan perhitungan secara manual dan dengan Microsoft excel. Berdasarkan hasil analisa data dan perhitungan pada 4 sampel maka dapat disimpulkan bahwa pada sampel 1 dengan beban generator sebesar 54,04 MW, didapatkan effisiensi turbin sebesar 83,76 %, Pada sampel 2 dengan beban generator sebesar 58,77 MW, didapatkan effisiensi turbin sebesar 85,56 %. Pada sampel 3 dengan beban generator sebesar 55,91 MW, didapatkan effisiensi turbin sebesar 84,82 %. Pada sampel 4 dengan beban generator sebesar 58,03 MW, didapatkan effisiensi turbin sebesar 86,56 %.
Analisis Statistika Penyerapan Panas pada Low Pressure Heater 4 dan 5 terhadap Penghematan Konsumsi Batubara Boiler di PLTU PT. X Unit 3 dengan Metode Sampling Ekstrim (Extreme Case Sampling) Megawati, Eka; Hidayat, Ghazian Zhafiri; Warsa, I Ketut; Yanti, Dawi
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 7, No 2 (2025): OCTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v7i2.203

Abstract

Pemanfaatan energi dewasa ini sangat banyak dirasakan seiring dengan semakin majunya ilmu pengetahuan serta teknologi serta pembangunan. Energi yg paling diperlukan manusia untuk menunjang kehidupan salah satunya adalah energi listrik. salah satu upaya untuk mengatasi krisis energi tersebut ialah dengan cara memanfaatkan sumber energi alternatif antara lain adalah Pembangkit Listrik. Pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan energi panas dari uap yang digunakan untuk memutar turbin supaya dapat membangkitkan energi listrik melalui generator. Salah satu komponen penting untuk mendukung kinerja PLTU pada pembangkit dalam memanfaatkan energi thermal adalah Low Pressure Heater (LPH). Low Pressure Heater memanfaatkan panas yang bersumber dari ekstraksi atau uap ekstraksi dari turbin yang berfungsi sebagai pemanas pemula untuk memanaskan air demin yang menuju ke dearator. Pada artikel ini akan dianalisa mengenai tingkat penyerapan panas pada LPH terhadapat penghematan bahan bakar batubara pada PLTU PT. X. Beban yang digunakan untuk menganalisa penyerapan panas pada LPH terhadap penghematan bahan bakar batubara, yaitu bervariatif dari data yang diambil pada Unit 3 PLTU PT. X. Berdasarkan hasil analisa LPH 4 dan 5 dari beban operasi minimal, medium dan maksimal pada LPH 4 diperoleh nilai penyerapan panas berturut-turut sebesar 2.820.237 kcal/h, 3.742.064 kcal/h dan 6.512.385 kcal/h yang mengakibatkan penghematan batubara yang dapat dihemat dari beban minimal, medium, dan maksimal sebesar 0,793 Ton, 1,052 Ton, dan 1,82 Ton  dan pada LPH 5 diperoleh nilai penyerapan panas berturut-turut sebesar 3.863.280 kcal/h, 5.834.317 kcal/h dan 9.645.752 kcal/h yang mengakibatkan penghematan batubara yang dapat dihemat dari beban minimal, medium dan maksimal sebesar 1,086  Ton, 1,64  Ton, dan 2,711 Ton, dan kondisi naiknya beban minimal, medium, dan maksimal di ikuti oleh kenaikan besaran penyerapan panas yang di kembalikan ke system yang mengakibatkan efisiensi batubara juga akan seamakin meningkat.
Penerapan Analisis Korelasi dan Regresi Sederhana pada Pengaruh Beban Generator terhadap Efisiensi Turbin di PLTU PT. X Unit 3 Megawati, Eka; Yuniarti, Yuniarti; Subuhqi, Arryf Rahmad; Warsa, I Ketut; Lutfi, Mohammad
PETROGAS: Journal of Energy and Technology Vol 7, No 2 (2025): OCTOBER
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi MIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58267/petrogas.v7i2.204

Abstract

Pengaruh hubungan antara beban generator dan efisiensi turbin merupakan acuan dalam menentukan efisiensi turbin sebagai suatu alat yang berfurngsi mengkonveksi energi panas dari uap air menjadi energi listrik pada pltu. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh antara beban generator terhadap efisiensi turbin dan mengetahui nilai korelasi dan regresi dari keduanya, metode yang digunakan yaitu uji linieritas yang digunakan untuk melihat linieritas atau tidak secara signifikan dengan perhitungan manual, lalu dilakukan Korelasi untuk teknik pengukuran asosiasi atau hubungan, serta dilakukanlah Analisis regresi yang tujuan untuk mengestimasi atau memprediksi nilai rata-rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel independen yang diketahui dengan Microsoft excel. Pengujian linieritas fhitung dan ftabel dari perhitungan beban generator dan efisiensi turbin didapatlah fhitung 26,997 dan ftabel 4,750 artinya fhitung > ftabel yang artinya ada hubungan linier antara beban generator dan efisiensi turbin. Nilai multiple R sebesar 0,8479 yang dapat diartikan bahwa pengaruh beban generator terhadap efisiensi turbin sangat kuat. Nilai R square sebesar 0,7189 yang dapat diartikan bahwa beban generator mempengaruhi efisiesnsi turbin sebesar 71,89 %, sedangkan 28,11 % dipengaruhi faktor lain dan persamaan regresi Y = 68,81 yang dapat diartikan setiap kenaikan 1 mw beban generator, maka akan menaikan nilai efisiensi turbin sebesar 0,286 %.
Optimasi Flowrate dan Beban Generator Terhadap Efisiensi Turbin C60-8.883/535 di PLTU PT. XYZ Unit 3 Kapasitas 1x60 MW Megawati, Eka; Pirri, Marsela Gantri; Warsa, I Ketut
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i2.6423

Abstract

Komponen utama di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah turbin uap. Turbin uap berperan penting dalam performa pada suatu pembangkit. Nilai efisiensi turbin uap dapat dimaksimalkan dengan cara menaikkan flowrate dan beban generator. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh flowrate dan beban generator terhadap efisiensi turbin uap dan mengetahui nilai optimal efisiensi turbin C60-8.883/535. Metode yang digunakan yaitu dengan perhitungan kualitas uap, entalpi, fraksi massa, daya turbin isentropik, daya turbin aktual dan efisiensi turbin. Perhitungan menggunaka trial and error dengan variasi pada nilai flowrate dan beban generator. Hasil dari perhitungan nilai efisiensi tertinggi sebesar 87,53 % yang diperoleh dari nilai flowrate 123,53t/h dan beban generator 33,09 MW. Berdasarkan perhitungan efisiensi turbin uap, maka dapat disimpulkan dengan menaikkan flowrate dan beban generator akan menaikkan nilai efisiensi pada turbin uap, dan nilai optimal turbin uap sebesar 87,53 %.
Evaluasi Kebutuhan Air Bersih untuk 7 (Tujuh) Stream pada Area Kilang PT. XY Warsa, I Ketut
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13244

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan hidup yang sangat vital bagi kehidupan semua makhluk hidup. Seperti halnya area stream PT. XY juga membutuhkan air bersih yang cukup disetiap titik pengguna yang nantinya berperan sebagai sanitasi, kebutuhan mencuci maupun air minum. Sumber air bersih bersumber dari hasil proses Water Treatment Plant I (WTP-I) yang air bakunya dari sungai tadah hujan Sungai Wain. Saat ini air baku yang diterima dari Sungai Wain ke WTP-I hanya 47,7%. Sementara dari 7 (tujuh) stream desain baru yang dibangun oleh PT. XY, kapasitasnya mencapai 165,5 m3/hr. Tujuan utama evaluasi ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kebutuhan air bersih dibandingkan dengan kapasitas desain baru yang dihitung oleh PT. XY. Berdasarkan hasil evaluasi dengan stream yang sama, kapasitasnya mencapai 61,3 m3/hr, sehingga terdapat perbedaan kapasitas 104,2 m3/hr atau penyimpangan sebesar 63,0% (normal penyimpangan adalah ± 10%), maka dapat disimpulkan bahwa desain baru PT. XY belum tepat.
Optimasi Kinerja Steam Turbine Generator 4 Pada Power Plant 2 Utilities dengan Menaikkan Inlet Steam Flow (Studi Kasus PT. X) I Ketut Warsa; Sahrul Rhomadan; Megawati, Eka
Jurnal Ilmiah Teknik Kimia Vol. 9 No. 1 (2025): JURNAL ILMIAH TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jitk.v9i1.42520

Abstract

Electrical energy has an important role for home needs such as washing machines and irons, as well as for the industrial sector such as power plants and other infrastructure. To create electrical energy, a system is needed which is known as a power plant.. At PT. X electrical energy is produced from the Power Plant which contains supporting equipment, one of which is the Steam Turbine Generator. A Steam Turbine generator is a machine that produces electrical energy from the use of hot steam converted into mechanical energy which is connected by the turbine shaft to the generator. In the refinery operation process, it is very important to know the optimal performance of the Steam Turbine Generator. The research aims to obtain the optimization value of Steam Flow Steam Turbine Generator 4 at Power Plant 2 and to analyze the resulting performance optimization comparison. Optimizing the performance of Steam Turbine Generator 4 Power Plant 2 was carried out by increasing the Steam Flow by 5 Ton/day from 23.80 Ton/day to 63.80 Ton/day. Optimal performance on Steam Turbine Generator 4 Power Plant 2 is obtained at a Steam Flow of 63.80 Tons/day with an electrical power of 12.6 MW which will produce an efficiency value of 80.76%.