Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

RESPON PEMBERIAN FITOHORMON EKSTRAK LIDAH BUAYA DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN STEK BATANG TANAMAN VANILI (Vanilla planifolia Andrews) Wulanjari, Distiana; Hasanah, Hepniatul; Setiyono, Setiyono; Rosyady, Muhammad Ghufron
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 4 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, NOVEMBER 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i4.10577

Abstract

Perbanyakan stek vanili masih memiliki beberapa hambatan seperti akar yang sulit tumbuh dan waktu tumbuh tunas yang lama. Penambahan fitohormon ekstrak lidah buaya dan nitrogen diharapkan mampu menstimulasi pertumbuhan akar dan tunas lebih cepat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi konsentrasi ekstrak lidah buaya dan dosis pupuk nitrogen yang tepat untuk merangsang  pertumbuhan stek batang tanaman vanili. Percobaan dilakukan secara faktorial menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAK) yang terdiri dari  2 faktor  dengan 3 ulangan. Faktor I konsentrasi fitohormon ekstrak lidah buaya yang terdiri atas 4 taraf yaitu E0: 0 ml/L air ( Kontrol), E1: 250 ml/L air, E2: 500 ml/L air dan E3: 750 ml/L air dan faktor II dosis pupuk nitrogen yang terdiri atas 4 taraf yaitu N0: 0 gram (Kontrol), N1: 7,5 gram/polybag, N2: 15 gram/polybag, N3: 22,5 gram/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kombinasi perlakuan konsentrasi fitohormon lidah buaya 750 ml/L air dan dosis pupuk nitrogen 0 gram (E3N0) memberikan pengaruh sangat nyata pada jumlah akar, panjang akar, volume akar, berat segar tanaman dan berat kering tanaman.
INTENSIFIKASI BUDIDAYA SELADA HIDROPONIK SKALA MIKRO MELALUI PENERAPAN SISTEM PEREMAJAAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN Wulanjari, Distiana; Rosyady, Muhammad Ghufron; Farisi, Oria Alit; Irsyadi, Muhammad Burhanuddin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33744

Abstract

Abstrak: Keterbatasan lahan menjadi salah satu penghambat terbesar petani dalam usaha budidaya selada hidroponik. Jumlah lubang tanam membatasi produktivitas tanaman. Intensifikasi lubang tanam pada usaha budidaya selada hidroponik dapat diupayakan dengan menerapkan sistem peremajaan. Pengabdian ini bertujuan membantu petani hidroponik menerapkan intensifikasi lahan agar meningkatkan produktivitasnya, sehingga pendapatan petani meningkat. Kegiatan pengabdian dilakukan menggunakan metode demonstrasi dan dilanjutkan dengan pendampingan penerapan pada lokasi usaha mitra. Evaluasi dilakukan 3 bulan setelah pendampingan dengan cara observasi/menghitung langsung produksi selada dan pendapatan petani di setiap bulannya. Kegiatan ini melibatkan dua mitra yang merupakan petani muda dengan pengalaman kurang dari 5 tahun, yaitu Hidayah Farm Agro dan Satriya Agro di Desa Tegalsari Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember. Jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 15 orang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 73% peserta paham dalam menerapkan sistem peremajaan. 53% peserta juga memahami pentingnya penggunaan benih unggul. Penerapan sistem peremajaan dapat mengoptimalkan meja produksi hingga 50% dan meningkatkan produksi 48,25 – 50,14%. Rerata produktivitas selada hidroponik per bulan juga meningkat seiring dengan persentase peningkatan lubang tanam dan diikuti dengan peningkatan penghasilan petani.Abstract: Land limitations are one of the biggest obstacles for farmers in hydroponic lettuce cultivation. The number of planting holes limits crop productivity. Intensification of planting holes in hydroponic lettuce cultivation can be achieved by implementing a rejuvenation system. This community service program aims to help hydroponic farmers intensify their land use to increase productivity, thereby increasing farmers' income. The service activity was carried out using the demonstration method and followed by assistance in implementation at the partner's business location. The evaluation was conducted 3 months after the assistance by observing/calculating the lettuce production and farmers' income each month. This activity involved two partners who are young farmers with less than 5 years of experience, namely Hidayah Farm Agro and Satriya Agro in Tegalsari Village, Ambulu District, Jember Regency. A total of 15 people participated in this activity. The results of the activity showed that 73% of participants understood how to implement the rejuvenation system. 53% of participants also understood the importance of using superior seeds. The implementation of the renewal system can optimize production by up to 50% and increase production by 48.25–50.14%. The average monthly productivity of hydroponic lettuce also increased in line with the percentage increase in planting holes, followed by an increase in farmers' income.