ABSTRAK Kesadaran sosial dipahami sebagai pemahaman, kepedulian, dan tanggung jawab orang tua dalam memenuhi gizi seimbang bagi pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesadaran sosial anggota PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) terhadap pemenuhan gizi anak di Kelurahan Malabero. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan focus grup discussion dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan teori kontruksi sosial Berger dan Luckmann. Data di olah melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran sosial orang tua beragam. Dari segi pemahaman, sebagian masih berpegang pada konsep Empat Sehat Lima Sempurna, sementara lainnya sudah memahami pedoman gizi seimbang. Dari segi sikap, ada yang peduli menyediakan makanan bergizi meski sederhana, namun ada juga yang permisif terhadap makanan instan. Dari segi praktik, sebagian keluarga menerapkan pola makan sehat, sedangkan lainnya hanya berfokus pada rasa kenyang. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan pendidikan.PKK berperan penting sebagai wadah pertukaran informasi dan pembentukan empati sosial. Berdasarkan Teori Konstruksi Sosial Berger dan Luckmann, kesadaran gizi terbentuk melalui proses pertama, proses eksternalisasi, dimana individu melihat kenyataan sosial, lalu akan memahami sesuai dengan subjektif dirinya, kedua, proses objektivasi adalah interaksi dalam dunia intersubjektif yang di lembagakan atau mengalami proses intitusionalisasi. dan ketiga, proses internalisasi, dimana individu memiliki suatu pemahaman atau penafsiran secara langsung atas peristiwa objektiv sebagai pengungkapan makna. Dengan demikian, kesadaran sosial orang tua terhadap gizi anak merupakan hasil konstruksi sosial yang terus berkembang seiring meningkatnya pengetahuan dan partisipasi dalam kegiatan PKK Kata Kunci: Anak, Gizi, Interaksi Sosial, Kesadaran Sosial, Orang Tua, PKK, Malabero. ABSTRACT Social awareness is understood as the knowledge, concern, and responsibility of parents in fulfilling balanced nutrition for their children’s growth. This study aims to analyze the social awareness of PKK (Family Welfare Empowerment) members regarding the fulfillment of children's nutrition in Malabero Village. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observation, documentation, and focus group discussions using purposive sampling. Data were analyzed using Berger and Luckmann’s theory of social construction. The analysis process consisted of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that parents’ level of social awareness varies. In terms of understanding, some parents still rely on the traditional concept of “Four Healthy Five Perfect,” while others have adopted the balanced nutrition guideline. In terms of attitudes, some parents show concern by providing nutritious meals even with limited resources, while others are more permissive toward instant or processed foods. In practice, some families implement healthy eating patterns, while others prioritize fullness over nutritional quality. These differences are influenced by economic conditions and educational background. PKK plays a significant role as a forum for exchanging information and fostering social empathy. Based on Berger and Luckmann’s Social Construction Theory, nutritional awareness is shaped through three processes. First, externalization, where individuals express their understanding of social reality based on subjective interpretation. Second, objectivation, where shared interactions in the intersubjective world become institutionalized or routinized. Third, internalization, where individuals adopt and interpret objective realities as personal meaning. Thus, parents’ social awareness of children’s nutrition is a socially constructed reality that continues to develop alongside increasing knowledge and participation in PKK activities. Keywords: Children, Nutrition, Social Interaction, Social Awareness, Parents, PKK, Malabero.