Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Dampak Pengembangan Desa Wisata Terhadap Lingkungan Sosial Budaya Dan Ekonomi Di Desa Wisata Penglipuran Nirmala, I Gusti Ayu Agung Nila; Subadra, I Nengah; Putra, Putu Guntur Pramana
Jurnal Daya Tarik Wisata Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Daya Tarik Wisata
Publisher : Fakultas Bisnis dan Pariwisata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini kunjungan wisatawan mengalami peningkatan seiring dengan pengembangan desa wisata yang membawa dampak bagi masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak yang muncul akibat pengembangan desa wisata terhadap lingkungan, sosial budaya serta ekonomi masyarakat di Desa Wisata Penglipuran. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan desa wisata memberikan dampak yang positif dan negatif terhadap lingkungan, sosial budaya dan ekonomi masyarakat setempat. Pengembangan desa wisata penglipuran berdampak terhadap kualitas lingkungan dan sumber daya alam yang terjaga dengan baik disamping adanya dampak negatif akibat mobilitas serta aktivitas wisata di Desa Wisata Penglipuran. Ditinjau dari aspek sosial budaya, pengembangan desa wisata berdampak terhadap struktur populasi masyarakat, pelestarian kesenian dan kebudayaan melalui Penglipuran Village Festival serta pemeliharaan bangunan tradisional. Dampak negatifnya yaitu perubahan pola pikir dan perubahan gaya hidup masyarakat lokal. Dampak yang dirasakan dari aspek ekonomi yaitu adanya peluang usaha, kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat dan daerah. Namun, bersamaan dengan hal tersebut muncul ketergantungan terhadap industri pariwisata terlebih juga adanya dampak yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 bagi perekonomian masyarakat lokal.
PENERAPAN CHSE DI RESTORAN BEACH CLUBPADA MASA PANDEMI DI HOTEL PURI SANTRIAN SANUR I Wayan, Induyoga Aditama; Wiraguna, I Putu Edy; Subadra, I Nengah; Budiasa, I Ketut
HARMONY HOSPITALITY Vol. 8 No. 2 (2023): Harmony Hospitality
Publisher : Universitas Triatma Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51713/harty.2023.8213

Abstract

Bali Island is one of the islands in Indonesia which is a destination for both domestic and foreign tourists because the island of Bali has a diversity of cultures and tourism objects. Among the hotels in Bali. Hotel puri santrian sanur is a 5-star hotel located at Jalan.Cemara No.35 Sanur, South Denpasar. To run its daily operations, this hotel has several department restaurants that must provide good service, especially to guests. The first impression of guests towards the hotel is when they see the cleanliness of the restaurant and good service for guests. The purpose of this study was to determine the service procedures at restaurants and the constraints experienced during the current pandemic at Puri Santrian Bali. The type of data used is qualitative data and the data sources used are primary data and secondary data. Data collection techniques used are observation, interview, and documentation techniques. The technique of presenting the results of the analysis used is a comparative descriptive method. The results of the analysis are the implementation of CHSE at the Beach Club Restaurant with the application of strict health protocols in accordance with applicable SOP standards. Constraints faced in determining the CHSE are waiters who do not comply with the CHSE. Steps taken to improve the implementation of CHSE are to provide guidance to all staff regarding CHSE at beach club restaurants.
The Meaningful Tourism Paradigm in Africa and Asia: A Movement for Transformative Practice Arlt, Wolfgang Georg; von Cranach, Stacy; Kessler, Kristel; Subadra, I Nengah
Bali Journal of Hospitality, Tourism and Culture Research Vol. 3 No. 1 (2025): Bali Journal of Hospitality, Tourism and Culture Research
Publisher : Language Assistance

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/bah36131

Abstract

This article introduces the Special Focus topic on the Meaningful Tourism paradigm, analysing its application as a transformative movement across Africa and Asia. Framed by the need for holistic sustainability beyond quantitative growth, the paradigm mandates the alignment of six core stakeholders: visitors, communities, employees, businesses, government, and environment through objective benefits and subjective satisfaction, measured by SMART KPIs. Drawing on multi-case observations from Cameroon to Mongolia, the analysis reveals how this framework addresses entrenched challenges like economic leakage, cultural erosion, and environmental pressure. It positions Meaningful Tourism as a strategic tool enabling destinations to ‘leapfrog’ unsustainable practices, foster inclusive growth, and build resilience. The synthesis concludes that the paradigm’s global adoption signifies a critical shift from a niche initiative to an essential movement for equitable and future-proof tourism.
Digital Compliance as a Trust Framework: Constructing Tourist Confidence in Bali’s Cultural Tourism Ticket Market Subadra, I Nengah; Sudiarta, Made; Yuda, Ida Bagus Nyoman Krisna Prawira; Bratayasa, I Wayan
Bali Journal of Hospitality, Tourism and Culture Research Vol. 3 No. 1 (2025): Bali Journal of Hospitality, Tourism and Culture Research
Publisher : Language Assistance

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/kdyx9x23

Abstract

The digitalisation of Bali’s cultural tourism ticketing systems introduces critical trust challenges by shifting transactions from interpersonal exchanges to interface mediated encounters. While adherence to digital compliance standards such as data security, privacy, and consumer protection is increasingly mandated, the ways in which these regulatory and technological cues actively construct tourist trust within culturally sensitive contexts remain underexplored. Addressing this gap, this study adopts a Grounded Theory approach to develop a contextualised understanding of how digital compliance is interpreted and psychologically experienced by tourists in Bali’s cultural tourism market. Drawing on in-depth interviews tourism stakeholders with tourists, tourism operators, and platform intermediaries, the study inductively examines how trust emerges through interactions with digitally compliant systems. Through iterative coding and constant comparison, the analysis generates a four-dimensional compliance framework encompassing data security, transactional integrity, institutional legitimacy, and platform reliability. The findings reveal trust as a processual and situational outcome, assembled through compliance cues at critical transactional moments and shaped by Bali’s socio-cultural expectations of authenticity and ethical conduct. This study contributes a grounded, empirically derived model for designing trustworthy digital ecosystems in culturally embedded tourism destinations worldwide.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Pariwisata yang Berkelanjutan, Inklusif, dan Berdaya Saing Global Yuda, Ida Bagus Nyoman Krisna Prawira; Subadra, I Nengah
Jurnal Pengabdian Dosen Republik Indonesia Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Dosen Republik Indonesia
Publisher : Language Assistance

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Editorial ini merefleksikan peran strategis keterlibatan komunitas akademik dalam mendorong pariwisata yang berkelanjutan, inklusif, dan kompetitif secara global. Dengan mengacu pada sembilan artikel layanan masyarakat yang diterbitkan dalam Jurnal Pengabdian Dosen Republik Indonesia (JPDRI) Volume 2 Nomor 1, editorial ini mensintesis praktik-praktik beragam yang diterapkan di Bali, Lombok, dan Lampung untuk menunjukkan bagaimana pemberdayaan komunitas beroperasi sebagai paradigma pengembangan transformatif. Alih-alih memposisikan pengabdian masyarakat sebagai kewajiban akademik tambahan, editorial ini memandangnya sebagai arena kritis untuk produksi pengetahuan bersama, pembelajaran sosial, dan intervensi etis. Kontribusi-kontribusi tersebut secara kolektif menyoroti tiga pilar yang saling terkait: keberlanjutan lingkungan sebagai landasan tak terbantahkan untuk masa depan pariwisata; pengembangan sumber daya manusia sebagai pendorong utama kualitas layanan dan daya saing; serta pendekatan partisipatif dan dialogis sebagai mekanisme esensial untuk menumbuhkan agen lokal dan kesadaran kritis. Editorial ini berargumen bahwa keterlibatan masyarakat yang berdampak memerlukan akademisi untuk bertindak sebagai fasilitator, mitra reflektif, dan katalis perubahan, menghormati kebijaksanaan lokal sambil mengatasi tantangan struktural. Pada akhirnya, edisi ini menegaskan keterlibatan berbasis masyarakat sebagai jembatan vital antara penelitian akademis dan transformasi sosial yang berkelanjutan.