Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Fertility Status of the Soil in the Area Where Rubber (Hevea brasiliensis) Plants are Being Replanted (Elaeis guineensis Jacq) Prayuda, Dedek; Harahap, Fitra Syawal; Walida, Hilwa; Dalimunthe, Badrul Ainy
Agrotech Journal Vol 8, No 2 (2023): Agrotech Journal
Publisher : Universitas Sembilanbelas November Kolaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/atj.v8i2.2103

Abstract

Rubber plants (Hevea brasiliensis) will experience a decrease in production as plant age and the nutrient content in the soil decreases. This study aims to find out the chemical properties of soil on plantations of rubber crops that are converted into palm and coconut crops. The research was conducted from October 2023 to January 2024 at the palm coconut plantation of PTPN III Aek Nabara North Garden in Labuhanbatu district and analyzed in the Land Laboratory of the Faculty of Agriculture of the University of Northern Sumatra. The methods used are observation methods, field sampling, and analysis in the laboratory to obtain quantitative data. Observation parameters include soil pH, C-organic, Total Nitrogen, Available P, Cation Interchange Capacity, and Base Fulness. The results of the survey showed that the level of soil fertility at the site of the research was included in the low category. The main limiting factor that causes the low fertility of the soil is the low content of organic material in the soil. In order to improve the fertility status of the ground at the research site for further planting, it is necessary to make efforts such as irrigation and fertilization, as well as the addition of organic materials, to make the availability of nutrients for plants more affordable
ANALISIS PEMBIAYAAN MODAL TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annum L) DI LAHAN AFD II KECAMATAN BILAH BARAT KABUPATEN LABUHAN BATU Pristikawati, Devi; Rizal, Khairul; Sepriani, Yusmaidar; Walida, Hilwa
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1905

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas tanaman sayur-sayuran yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi. Permintaan kebutuhan cabai merah setiap tahunnya selalu melonjak naik terus-menerus hal itu terjadi dikarenakan peningkatan jumlah penduduk yang ada di Indonesia tiap tahunnya. Karena cabai merah ini merupakan kebutuhan yang sangat penting dan sangat dibutuhkan dalam rumah tangga terutama bagi ibu-ibu,warung,restoran,dan lain sebagainya. Cabai merah ini merupakan kebutuhan pelengkap dalam setiap masakan yang dihidangkan dimanapun berada, cabai merah ini juga bisa menjadi pewarna alami untuk makanan. Penelitian ini dilakukan di lahan pasca perumahan yang terletak di PTPN III AFD II Kec. Bila Barat Kab. Labuhan Batu yang bertujuan untuk mengidentifikasi pembiayaan modal produksi dalam penanaman cabai merah dengan menganalisis beberapa faktornya yang termasuk biaya modal tetap dan modal tidak tetap atau bisa disebut dengan biaya variabel.
ANALISIS KARAKTERISTIK SIFAT FISIKA TANAH GAMBUT SETELAH DIINKUBASI DENGAN KASCING DARI CAMPURAN KOTORAN AYAM, BONGGOL PISANG DAN AMPAS TAHU Sulistiowati, Rini; Walida, Hilwa; Rizal, Khairul; Mustamu, Novilda Elizabeth
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1987

Abstract

Lahan gambut perlu mendapatkan pengelolaan yang khas agar tidak terjadi perubahan karakteristik yang menyebabkan produktivitas lahan menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat fisika tanah gambut yang telah diinkubasi pupuk kascing dari campuran kotoran ayam, bonggol pisang dan ampas tahu. Penelitian ini dilakukan dengan 3 perlakuan yaitu P0 = 1 kg tanah gambut, P1 = 1 kg tanah gambut + 500 gram kascing, P2 = 1 kg tanah gambut + 1 kg kascing. Parameter yang diamati yaitu sifat fisika tanah yang meliputi bulk density, total ruang pori, kapasitas lapang dan titik layu. Karakteristik kepadatan massa(berat isi)pada perlakuan P0 sebesar 0,13; P1 sebesar 0,16 dan P2 sebesar 0,175. Karakteristik porositas/total ruang pori pada perlakuan P0 sebesar 42,85; P1 sebesar 45,22 dan P2 sebesar 47,22. Karakteristik kapasistas lapang pada perlakuan P0 sebesar 243,7; P1 sebesar 254,77 dan P2 sebesar 254,87.  Karakteristik titik layu pada perlakuan P0 sebesar 126,2; P1 sebesar 128,22 dan P2 sebesar 133,72. Pemberian kascing dari campuran kotoran ayam, bonggol pisang dan ampas tahu pada tanah gambut dapat memperbaiki sifat fisika tanah gambut yaitu dengan meningkatkan bulk density pada P1 sebesar 0,03 dan pada P2 sebesar 0,045 gr dari P0; total ruang pori pada P1 sebesar 2,37% dan pada P2 sebesar 4,37% dari P0; kapasitas lapang pada P1 sebesar 11,055% dan pada P2 sebesar 11,155% dari P0; dan titik layu pada P1 sebesar 2,055% dan pada P2 sebesar 7,55% dari P0.
ANALISIS SIFAT KIMIA TANAH DI LAHAN GAMBUT PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT HERFINTA DESA TANJUNG MEDAN Prayoga, Pani; Dalimunthe, Badrul Ainy; Walida, Hilwa; Putri Septyani, Ika Ayu
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1952

Abstract

Lahan gambut merupakan lahan hasil akumulasi bahan organik yang terbentuk dari pelapukan vegetasi dan terbentuk secara alami dalam jangka waktu yang lama. Pemanfaatan lahan gambut untuk pembangunan pertanian, banyak kendala yang berkaitan dengan sifat gambut itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia lahan gambut yang ditanami kelapa sawit di Desa PT Herfinta Tanjung Medan, Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Pengambilan sampel tanah diambil dari satu blok dengan tiga titik yang berbeda menggunakan metode zig-zag. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kandungan sifat kimia lahan gambut mengalami perubahan, nilai pH sebesar 4,56, Mg tertukar sebesar 0,31, K tertukar sebesar 0,47, C organik sebesar 9,98%, Na tertukar sebesar 0,33, total N sebesar 0,69%, Kapasitas Tukar Kation sebesar 38,93 dan Ca tertukar sebesar 0,48. Peningkatan C organik di lahan gambut yang dikonversi menjadi perkebunan kelapa sawit sebesar 0,1-0,4%. Konversi lahan gambut murni menjadi perkebunan kelapa sawit menunjukkan adanya perubahan sifat kimia lahan gambut. Perlakuan pemupukan sebagai upaya mengembalikan unsur hara yang diangkut oleh tanaman pada saat panen tidak berlangsung secara optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan unsur hara tanah agar kondisi tidak semakin parah.
PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP PERTUMBUHAN KENIKIR LOKAL LABUHANBATU (Cosmos caudatus kunth) Dalimunthe, Reza Nazaruddin; Sitanggang, Kamsia Dorliana; Dalimunthe, Badrul Ainy; Walida, Hilwa
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1962

Abstract

Kenikir merupakan tanaman obat-obatan yang mana memiliki banyak manfaat, bagian tanaman kenikir yang sering di manfaatkan iyalah daun kenikir,daun kenikir sendiri banyak di manfaat kan sebagai antihipertensi, antiinflamasi, dan anti kanker selain itu daun kenikir juga memiliki anti oksidan yang tinggi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan serta perubahan morfologi yang terjadi pada tanaman kenikir Penelitian ini dilaksanakan di Labuhanbatu dan Bogor. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah biji bunga kenikir lokal labuhanbatu,selanjutnya biji di iradiasi dengan 7 taraf dosis yang berbeda pengamatan yang di amati adalah perkecambahan, tinggi tanaman, jumlah daun, dan perubahan morfologi pada tanaman, hasil penelitian ini menjukjakan hasil yang berbeda-beda dengan tanaman kontrol.
ANALISIS KUALITAS PUPUK KASCING DARI CAMPURAN KOTORAN AYAM, BONGGOL PISANG DAN AMPAS TAHU Andriawan, Febri; Walida, Hilwa; Harahap, Fitra Syawal; Sepriani, Yusmaidar
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1908

Abstract

Kascing merupakan salah satu jenis pupuk organik yang dihasilkan dari proses pencernaan dalam tubuh cacing. Jumlah dan bahan pakan yang diberikan mempengaruhi kualitas dan kuantitas dari kascing yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan unsur hara kascing dari campuran kotoran ayam, bonggol pisang dan ampas tahu yang selanjutnya dibandingkan dengan standar kompos SNI-19-7030-2004. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai dengan Maret 2022 di Desa Perlabian, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilakukan dengan membudidayakan cacing tanah yang diberi pakan 1 kg kotoran ayam yang telah diencerkan dengan air 500 ml ditambah limbah bonggol pisang sebanyak 500 gr dan ampas tahu 500 gr. selama 4 minggu. Hasil uji menunjukkan bahwa kascing ini memiliki kelembapan sebesar 66,24%, C-Org sebesar 9,759%, N sebesar 2,72%, P sebesar 0,80%, K sebesar 0,29%, C/N sebesar 3,588, Mg sebesar 0,32%, pH sebesar 5,18. Berdasarkan hasil pengujian dapat diketahui bahwa kascing dari campuran kotoran ayam, bonggol pisang dan ampas tahu mengandung unsur hara makro N,P, K yang memenuhi standart kompos SNI, sedangkan untuk kadar air, Corg dan C/N dan pH masih belum mem
PENGENDALIAN HAMA KUMBANG TANDUK (Oryctes rhinoceros L) DENGAN PEMANFAATAN SARI BUAH NANAS DAN AIR NIRA SEBAGAI PERANGKAP FEROTRAP ALTERNATIF DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT LAHAN TANI JAYA ROKAN HILIR Riko Hardiansyah; Walida, Hilwa; Badrul Ainy Dalimunthe; Fitra Syawal Harahap
Agro Estate Vol 6 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Institut Teknologi Sawit Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47199/jae.v6i1.100

Abstract

Oryctes rhinoceros L. merupakan salah satu hama penting pada tanaman kelapa sawit. Hama ini dapat menyebabkan turunnya produksi tandan buah segar (TBS) pada tahun pertama hingga 69%, bahkan sampai menyebabkan 25% tanaman muda mati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan sari buah nanas dan air aren sebagai perangkap alernatif dalam mengendalikan hama kumbang tanduk. Penelitian dilaksanakan dilaksanakan pada bulan Januari 2022 di Perkebunan kelapa sawit LTJ , Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Perlakuan memiliki 3 perlakuan dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 10 kali, perlakuan yang di uji, (a) perangkap dengan No = 500 gram buah nanas. (b) N1 = 500 gram buah nanas + 1 liter air nira, (c) N2 = 1 kg buah nanas + 2 liter air nira.Selanjutnya digantungkan pada tiang kayu/bambu dengan tinggi 2,5 m, dengan jarak antar perangkap 25 meter, Masing-masing perangkap diturunkan setiap pagi hari selama 7 hari pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan kumbang tanduk tertangkap paling tinggi yaitu pada pemberian perlakuan N2 sebanyak 46 ekor dengan rataan 6,5 ekor/ hari dan paling rendah pada perlakuan No yaitu sebanyak 19 ekor dengan rataan 2,7 ekor/hari. Persentase jenis kelamin kumbang tanduk yang tertangkap paling tinggi adalah berjenis kelamin jantan yaitu sebesar 62,5%, dan jenis kelamin betina sebesar 37,5%. Dengan demikian, pemanfaatan sari buah nanas dan air nira dapat dijadikan sebagai perangkap ferotrap alternatif untuk mengendalikan hama kumbang tanduk.
SIFAT KIMIA BIOCHAR PELEPAH KELAPA SAWIT DARI NEGERI LAMA SEBERANG, KABUPATEN LABUHANBATU Reynaldi, Bayu; Septyani, Ika Ayu Putri; Walida, Hilwa; Rizal, Khairul
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2024.011.1.1

Abstract

Oil palm fronds are waste products of oil palm plantations that are not utilized, yet oil palm fronds can be converted to biochar to improve soil fertility. This study aimed to analyze the chemical properties of the biochar generated from oil palm fronds. A pot experiment was conducted in Negeri Lama Seberang Village, Labuhanbatu District, Rantauprapat. The biochar formulation consisted of two formulations, i.e., A = pure biochar  (biochar in its original form) and B = granule biochar (biochar + tapioca flour). Each biochar form was repeated five times to obtain ten samples. The results of biochar laboratory analysis were continued with statistical tests based on the dependent t-test at the 5% level using Microsoft Excel. The results showed that biochar granules had chemical characteristics such as organic C of 32.78%, N of 2.39%, P of  0.18, K of 0.75%, and pH of 8.07. These values showed that granule biochar has better chemical characteristics than pure biochar.  
Evaluation of land suitability for corn (Zea Mays, L) in Kualuh Selatan District, North Labuhanbatu Regency Harahap, Fitra Syawal; Walida, Hilwa; Sidabuke, Simon; Arman, Iman
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 20 No. 1 (2024): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v20i1.4308

Abstract

The approach or method for evaluating land resource potential is a method of land evaluation. The expected production value that may be obtained, as well as the information and/or direction of land use required, will be provided by the results of the land evaluation. .Evaluation of the characteristics of the level of land suitability in the area is carried out to analyze improvement efforts aimed at increasing productivity and produce maps of actual land suitability and potential land suitability for superior commodities in the sub-district. Land use in South Kualuh District needs to be supported by land suitability information. Survey methods used. Land units are based on land maps, slope, elevation and land cover. The process of comparing (matching) is an analysis method.The results of the research show that the level of land suitability for corn plants. The condition of the actual land to become potentially suitable for cultivation in Kualuh Selatan District for corn plants is the limiting factor in nutrient availability (na), temperature regime (tc), rooting media (rc), nutrient retention (nr ) and the danger of erosion (eh). Improvement efforts that can be made include making drainage, liming CaCO3, adding organic material, making terraces or planting parallel to the contour and fertilizing. The temperature regime cannot be repaired
Soil Permeability in Oil Palm Plants (Elaeis guineensis Jacq.) in South Kualuh District, North Labuhanbatu Regency: Soil Permeability in Oil Palm Plants (Elaeis guineensis Jacq.) in South Kualuh District, North Labuhanbatu Regency Adlin, Ari; Harahap, Fitra Syawal; Walida, Hilwa; Saragih, Siti Hartati Yusida
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 21 No. 1 (2025): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v21i1.5384

Abstract

Penggunaan lahan biasanya digunakan untuk mengacu pada pemanfaatan masa kini. Perbedaan penggunaan lahan berpotensi untuk mempengaruhi masukan bahan organik. Hal ini akan mengakibatan sifat fisik tanah beragam pada masing-masing penggunaan lahan Khususnya Permeabilitas Tanah. Studi variasi tingkat permeabilitas tanah pada  Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)  di  Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhanbatu Utara. Survei lapangan dilakukan dengan pengambilan contoh tanah. Contoh tanah untuk penetapan sifat permeabilitas tanah berdasarkan metode constan head. Analisis kimia tanah dilakukan untuk kandungan fraksi organik tanah, tekstur tanah. Hasil analisis menunjukkan lahan hutan memberikan hasil yang lebih cepat dibanding tipe penggunaan lahan lain. Kebun monokultur menghasilkan rata-rata permeabilitas yang lebih tinggi dibanding lahan kebun campuran.